Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 21 Ada apa dengan pak Lucas


__ADS_3

"Pagi Kat "


Aku yang sedang berjalan bersama Pak Lucas kaget. Darwin tiba-tiba ada di hadapanku, hampir saja jantungku copot.


"Ayo Kat ikut aku "


Darwin langsung menarik tanganku. Aku melihat kebelakang Pak Lucas hanya diam sambil memasukkan sebelah tangannya ke saku celana.


"Mau kemana kita Darwin ada apa "


"Ayo sudah ikut saja dulu "


Aku mengikuti langkah Darwin yang begitu lebar. Mau kemana sebenarnya dia membawaku, ini masih pagi dan dia membawaku entah akan kemana.


"Kita duduk sini "


Darwin menarikan kursi dan membantu aku duduk juga. "Emm, kamu pasti belum sarapan kita sarapan ya sama-sama "


"Aku udah sarapan Darwin, "


"Tak apa kita sarapan lagi, ini masakan Mamahku. Kau pasti akan suka "


Darwin membukakan tempat makannya dan memberikannya satu padaku "Ayo Kat cobalah. Mamahku sengaja membawakannya untuk mu ayo makan "


Aku menatap nasi uduk yang wangi itu, banyak lauk pauknya juga "Apakah kau tak suka nasi uduk Kat "


"Emm tidak aku suka, hanya saja kenapa Mamah mu tahu aku memangnya "


"Tentu saat, aku sedang berteman dengan siapa saja pasti aku akan menceritakan semuanya pada Mamahku. Kapan-kapan aku akan membawamu kesana ya. Kau pasti akan senang bila bertemu dengan Mamahku "


"Emm ya "


"Ya sudah ayo makan Kat, cepat keburu bell "


Aku akhirnya memakan nasi uduk ini. Mana mungkin aku tak menghargai pemberian dari Mamahnya Darwin. Aku tak tega menolaknya aku tak mau membuat hatinya Mamah Darwin sakit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kat kau dari mana "

__ADS_1


"Aku habis dari ruangan musik bersama Darwin "


"Hah Darwin ? Kau bersama dia lagi. Apakah kau tak salah bagaimana kalau dia jahat padamu "


"Tak akan Dian, aku yakin dia tak akan jahat padaku. Mamahnya sudah membuatkan aku makanan "


"Aneh deh awas ah "


"Ya Dian aku pasti akan hati-hati kok "


"Ehh, kamu tahu ga sih tentang pembunuhan yang dijadiin patung lilin itu loh "


Aku kembali mengigat tentang kejadian tadi. Aku menganggukan kepala membayangkannya aku takut.


"Aku tadi kesana dan melihatnya "


"Apa kau memfotonya. Aku tadi tak sempat melihat saat aku kesana sudah ada polisi dan sudah dibawa. Kakakku yang menangani kasusnya"


"Ya aku memfotonya. Kukira itu hanya patung manusia biasa aku juga kaget sekali. Aku sungguh tak menyangka, ini coba kau lihat "


Aku membuka ponselku dan memberikannya pada Dian. "Cantik sekali patung ini. Memang patungnya begitu sempurna dan mulus sekali, tapi ya takut juga kali kalau dari manusia kayak gini "


"Kamu didepan Kat "


"Iya, aku didepan liat banget parah banget pokoknya "


"Apa kalian akan terus mengobrol seperti ini "


Aku dan Dian saling pandang ternyata Pak Lucas sudah ada dihadapan kami berdua. Dia menatap kami dengan tatapan tajamnya.


"Maaf Pak " ucap Dian.


"Kita mulai pelajarannya. Sudah aku bilangkan jangan ada yang mengobrol saat akan ada pelajaran ku apa lagi akan masuk "


Diam, semua diam aku dan Dian juga diam. Aneh sekali deh Pak Lucas ini, tiba-tiba marah-marah seperti itu. Padahal kami mengobrol juga saat dia belum masuk, bahkan belum Bell sekolah masuk juga.


"Baiklah, kita teruskan pelajaran minggu lalu.Kita baru sampai di pembahasan konferensi Asia Afrika atau KAA "


Pak Lucas menjelaskan semuanya dari awal pembentukan KAA. Dimana dilaksanakannya dan banyak lagi, tiba-tiba saja mata Pak Lucas menatap kami semua dia berhenti berbicara.

__ADS_1


"Kita adakan kuis tentang pembahasan yang baru saja saya bahas "


"Akhh, tapi Pak kan baru juga dibahas " ucap salah satu murid.


"Iya Pak masa langsung kuis "


"Yasudah kalian keluar. Jika tak mau mengikuti pelajaran saya "


Semua diam tak ada yang menjawab " Soal pertama pada tanggal 3 Januari 1955 di Bandung, dibentuklah sebuah panitia yang diketuai oleh siapa " tanya Pak Lucas


Tak ada yang menjawab. Temanku malah saling diam, mereka tak ada yang mengacungkan tangan. Pak Lucas berjalan perlahan kearah kami dan " Kat jawab "


Kenapa malah aku yang kena, siapa ya aku lupa "Emm, Sanusi Hardjadinata Pak "


"Satu bintang untuk Kat, baik kita mulai ke soal kedua. Dari 25 negara yang diundang, Federasi Manakah yang menolak untuk hadir dan apa alasannya "


Teman-temanku masih diam. Kenapa mereka tak ada yang menjawab. Lalu tiba-tiba ada yang mengacungkan tangan "Afrika Pak "


"Afrika apa "


"Afrika saja Pak "


"Salah , Kat jawab "


Hah aku lagi. Kenapa harus aku lagi, sebenarnya ada apa dengan Pak Lucas ini " Afrika tengah, mereka menolak hadir karena masih diserang oleh penjajah " untung saja aku masih ingat tentang apa yang Pak Lucas jelaskan, karena kalau tentang sejarah itu suka memusingkan.


Tadi yang Pak Lucas jelaskan banyak sekali, aku ini juga beruntung bisa mengingatnya. Kadang kalau pelajaran sejarah aku suka mengantuk, karena seperti diberi dongeng saat guru berbicara apakah kalian begitu.


"Baiklah, sudah terlihat dari sini kalau kalian semua tidak mendengarkan aku saat menjelaskan, hanya Katherine saja yang bisa menjawab soal-soal yang aku tanyakan, karena Kat sudah mendapatkan dua bintang dariku dan itu nilai yang sangat bagus untuknya, untuk menolongnya saat ulangannya jelek nanti, maka untuk kalian semua yang tidak bisa menjawab pertanyaanku tadi padahal baru saja aku jelaskan masih hangat. Aku memberikan tugas pada kalian untuk membuat makalah tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam perdamaian dunia. Seperti berpartisipasi dalam berbagai organisasi perdamaian. Aku mau tugas itu dikumpulkan besok meskipun besok tidak ada pelajaran ku" Pak Lucas berhenti sejenak menatap wajah kami.


Lalu dia melanjutkan lagi kata-katanya yang seperti kata kata mutiara panjang sekali " Aku tidak mau ada makalah yang isinya sama. Memang pembahasannya akan itu-itu saja tapi aku tidak mau ada yang sama persis sekali makalah itu. Jika ada aku akan mengembalikannya dan menyuruh kalian untuk membuat tugas yang lain. Untuk Katherine kau tidak usah mengerjakan tugas makalah itu, kau bebas dari tugas karena kau sudah menjawab pertanyaan yang aku berikan. Baiklah sekian pelajaran dariku untuk hari ini selamat siang dan nikmati tugas baru kalian"


Pak Lucas langsung pergi begitu saj. Dian langsung memegang tanganku " Kenapa makin ke sini Pak Lucas makin nyebelin banget sih. Ngasih tugas tuh ga kira-kira, bodoh banget aku tadi ga dengerin penjelasan dari Pak Lucas. Malah nulis-nulis ga jelas "


"Aku kan udah kasih tahu kamu, kamu harus fokus dengerin penjelasan Pak Lucas. Kita ga akan pernah tahu kapan dia akan memberikan pertanyaan. Tiba-tiba banget kan tadi"


"Iya aku lemas Kat, aku ga punya tenaga "


Dian menyenderkan kepalanya di bahuku dan menutup matanya. Dasar Dian kalau ada tugas selalu saja begini.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2