Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 235 Siapa yang harus di pilih


__ADS_3

"Valeria kamu ini apa-apaan sih masuk ke ruangan aku ngos-ngosan kayak gitu, kayak udah dikejar setan aja. Bukannya kamu bakal ada pertemuan ya, terus kenapa malah kebutik aneh banget deh, tadi dari rumah buru-buru tapi sekarang malah kesini "


"Ini tuh gawat banget Vio, makanya aku datang ke sini dengar cepat kamu putusin Daniel, aku ga mau kamu punya hubungan sama orang gila kayak dia. Lepasin Daniel pokoknya aku ga setuju kamu sama Daniel "


"Maksud kamu, kenapa tiba-tiba kamu nyuruh aku buat putusin Daniel. Tiba-tiba banget deh, padahal kemarin-kemarin kamu ga masalah deh aku pacaran sama Daniel "Vio benar-benar aneh dengan saudaranya ini, kenapa tiba-tiba menyuruhnya untuk memutuskan Daniel memangnya ada apa dengan Daniel. Vio merasa Daniel baik-baik saja.


Daniel juga tak mungkin selingkuh, Vio yakin itu Daniel tak akan mungkin melakukan itu padanya. Daniel akan selalu setia padannya apapun keadaannya. Vio sudah mengenal Daniel lama.


"Ceritakan dulu apa yang terjadi padaku, tiba-tiba kamu menyuruhku untuk putus dengan Daniel. Memangnya apa yang dia lakukan sampai-sampai aku harus berpisah dengannya, coba kamu ceritakan pelan-pelan saja jangan terburu-buru seperti itu. Aku tidak mengerti kalau kamu tidak menjelaskannya padaku, ini minum dulu ya "


Valeria langsung mengambil air minum itu, dan meminumnya dengan cepat juga. Lalu menyimpannya dengan sembarangan, tak peduli yang terpenting sekarang Valeria ingin menceritakan semuanya dulu.


"Aku lihat tadi dia lagi bunuh orang, aku itu mau ketemu sama dia buat kerja sama. Tapi aku malah lihat kejadian kayak gitu, tadi aku ga sengaja aku dengar ada suara teriakan, kirain aku ada orang jatuh atau gimana gitu tapi pas aku lihat Daniel lagi tembakin paku ke arah seorang laki-laki. Pokoknya kamu putusin dia deh ga usah berhubungan lagi dengan dia, kalau kamu sampai nikah sama dia aku takut kamu diapa-apain. Percaya sama aku "


"Kamu yakin. Mungkin aja itu orang lain kamu mungkin salah lihat. Aku udah lama loh temenan sama Daniel tapi dia nggak pernah kayak gitu, mungkin itu orang yang sama aja sama Daniel "

__ADS_1


"Ya mungkin selama ini dia nutup-nutupinya dari kamu makanya kamu nggak tahu. Lebih baik kamu mundur aja deh daripada nanti udah nikah bisa gawat kan bisa kacau. Emangnya kamu mau mati konyol nanti kalau nikah sama dia, bener deh udah lepasin aja, banyak kok laki-laki yang kayak Daniel disini. Bahkan banyak kok yang lebih dari Daniel " Valeria terus saja membujuk saudaranya itu. Valeria tak mau kalau saudaranya salah pilih, apalagi ini tentang masa depannya. Ini akan seumur hidup lo.


Vio bingung apakah harus mengikuti apa yang dikatakan saudaranya. Tapi selama ini Vio tak pernah melihat Daniel melukai seseorang yang ada Daniel itu sangat baik sekali pada orang lain, dia selalu menolong.


Daniel bahkan baik pada karyawannya pada pekerjaannya tidak pernah ada yang tidak betah, sekarang Valeria mengatakan ini atau mungkin saja Valeria mengatakannya agar Vio melepaskan Daniel kan. Dari awal kan Valeria memang tidak menyukainya.


"Tapi dia akan datang ke rumah dan melamar ku, aku harus bagaimana aku baru tahu dari kamu kamu Daniel seperti itu "


"Batalkan saja apa susahnya sih. Kamu tuh jangan terlalu bodoh mungkin dia sengaja nggak memperlihatkan itu sama kamu, kalau kamu tahu ya pasti kamu akan kabur lah udahlah lepasin aja banyak laki-laki yang mau sama kamu kan, jangan gegabah itu buat jangka panjang loh, kamu bakal berumah tangga sama dia bukan satu hari atau dua hari bahkan sampai nanti kamu tua. Pikir-pikir lagi deh aku cuman nggak mau kamu kenapa-napa Vio"


Vio mengambil jalan tengahnya saja, dari pada bingung kan, lebih baik Vio bertanya pada Sela. Pasti Sela akan jujur dan tak mungkin tidak jujur padanya. Sela pasti akan berbicara semuanya.


Vio tak mungkin langsung mengikuti apa yang saudaranya mau. Masalahnya hubungan mereka ini sudah tahu keluarganya. Pasti akan sulit kalau meraka sudah tahu, mereka pasti akan menyuruh Vio tetap menikah mau bagaimana pun keadaannya.


"Kamu ini bodoh, kalau kamu tanya sama Sela yang ada sama aja bohong, Sela pasti melindungi laki-laki itu pokoknya udah deh pikir-pikir dulu ya aku mau pulang ke kantor mau nenangin diri dulu. Pokoknya dia sadis banget dia kayaknya emang pembunuh berantai pikir-pikir deh. Karena nanti kamu ga akan bahagia hidup sama laki-laki yang kayak gitu yang ada kamu akan terus membatin "

__ADS_1


Valeria langsung keluar dari ruangan Vio, sedangkan Vio hanya diam dan bingung harus melakukan apa kalau misalnya Vio pergi begitu saja dari Daniel, yang ada Danie malah curiga dan bertanya-tanya kenapa Vio tiba-tiba meninggalkannya kan.


Tapi setau Vio Daniel tak mungkin melakukan itu, Daniel adalah laki-laki baik, mana mungkin dia setega itu. Vio harus percaya yang mana. Tapi Vio butuh bukti, Valeria hanya berbicara saja tanpa bukti kalau ada buktinya pasti Vio akan langsung bertindak tapi ini tidak ada sama sekali.


Ini akan sulit sekali, kenapa sih Vio jadi pusing sendiri. Kalau Valeria tidak dituruti dia pasti akan marah pada Vio. Valeria akan mendiamkan Vio selama dirumah.


"Aduh apa aku harus menelfon Sela atau Hans, tapi bagaimana kalau meraka juga sama tidak tahu aku jadi binggung sendiri deh. Semoga saja apa yang dilihat oleh Valeria tidak benar ya"


Vio menyimpan kenapa ponselnya, Vio tak akan menghubungi teman-temannya. Lebih baik Vio dulu yang tahu ini, takutnya Valeria itu salah. Akan menjadi masalah besarkan nantinya.


Vio harus punya bukti yang kuat, sedangkan sekarang Vio tak punya bukti apa-apa. Daniel pasti akan marah besar padannya. Vio takut kalau Daniel marah, nanti Vio kabur pun tetap saja Daniel akan menemukannya.


Vio sudah tahu bagaimana Daniel, Daniel akan ada dimana Vio berapa. Vio melihat ke kiri ke kanan takut takut sekarang laki-laki itu ada disini. Tapi untunglah tak ada.


Saking takutnya Vio sampai seperti itu kan. Vio binggung harus memilih yang mana saudaranya sendiri atau tetap mempertahankan hubungan ini, apakah Vio akan menerima kalau Daniel benar-benar seperti apa yang dikatakan oleh saudaranya.

__ADS_1


__ADS_2