
Dimeja makan hening tak ada lagi celotehan Ibu tiriku itu atau kemarahannya. Dia hanya diam menatap makanannya. Ada apa ini sebenarnya apa yang dibicarakan Pak Lucas sampai-sampai ibuku diam.
Apakah Pak Lucas mengancamnya, tapi, mana mungkin ibu tiriku ini bisa diancam, dia tak akan pernah takut pada siapa-siapa, bahkan pada ayah pun ibu tiriku ini selalu saja melawan.
Aku yang tidak terlalu nyaman segera berpamitan padanya, tapi tetap saja tanganku tidak pernah diterima olehnya saat aku akan menyaliminya, dia tidak akan menerimanya kalau tidak ada ayah.
Aku keluar rumah dan berjalan sedikit, aku akan menaiki bus semoga saja aku tidak telat. Tapi, ini masih pagi yang pasti aku tidak akan telat, kan.
Bus untungnya datang dengan cepat, aku masuk dan duduk dekat jendela, melihat pagi yang begitu sejuk dan belum banyak kendaraan yang lalu lalang, Bus juga belum terlalu padat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat aku sampai sekolah banyak sekali murid-murid perempuan yang menatapku seperti jijik kenapa coba? Padahal aku tak melakukan apa-apa, tiba-tiba saja pembuat onar mendorong bahu ku.
"Oh ini ya perempuan gatal yang sudah berani-beraninya rebut Pak Lucas dari gue, ini sih nggak ada apa-apanya udah kurus jelek lagi, lo ya gatel banget sampai mau- maunya diangkat sama Pak Lucas terus dianterin pulang juga, mikir dong lo tuh ga pantes buat Pak Lucas ya. Lo itu ga cocok sama pak Lucas jangan mimpi dong "
Aku menatap perempuan itu dengan berani " Aku tidak pernah meminta Pak Lucas untuk mengantarkan ku, kalaupun kemarin aku tidak pingsan aku tidak akan pernah diangkat oleh Pak Lucas. Jadi kamu bisa tenang kalau tidak kau saja bicara pada Pak Lucas, jangan dekat-dekat lagi denganku"
Lagi-lagi dia mendorong ku dan sekarang dia menarik seragamku "Berani banget ya lo, pakai pelet apa sampai-sampai Pak Lucas mau-maunya angkat-angkat lo dan juga anterin lo ke rumah"
"Pake pelet ikan puas lo " teriak ku yang kesal karena dia terus saja mendorongku.
Saat aku berjalan dan menjauhi mereka, perempuan yang tadi merecoki ku langsung menarik rambutku dengan kasar sampai-sampai aku tertarik ke belakang.
"Sebelum gue selesai berbicara lo ga berhak untuk pergi. Dengar ya jangan pernah sekali-kali lagi lo mendekati Pak Lucas, gue tidak akan pernah rela jika lo ketemu sama dia, ataupun berduaan dengannya. Dia adalah milik gue dan sampai kapanpun dia akan menjadi milik gue, lo ga berhak mendapatkannya "
__ADS_1
"Lo juga sama ga berhak jadi jangan berharap lebih, lo juga ga ada apa-apanya kita sama ga ada bedanya"
Aku melepaskan tangan perempuan itu dari rambutku dan sedikit mendorong tubuhnya. Aku tahu diri kalau aku tak pantas bersama Pak Lucas, aku bisa sadar diri tanpa harus diberitahu oleh orang lain.
Sebenarnya aku tidak mau punya musuh ataupun masalah di sekolah ini, aku ingin lulus dengan keadaan baik-baik saja dan tidak diganggu oleh siapa-siapa. Tapi, perempuan itu sudah mengusikku.
Aku juga tidak bisa diam saja kan saat dia memperlakukan aku seperti itu, sudah aku di rumah diperlakukan tidak baik masa di sekolah pun aku harus diperlakukan seperti itu.
Mungkin mulai sekarang aku harus melawan mereka yang menginjak-injak diriku. Aku tidak mau dibully dan aku juga tidak mau di tertawakan oleh banyak orang di sini. Aku punya harga diri.
"Hey kau berani beraninya awas kau, lihat saja kau akan habis dasar kucing kau "
Aku segera mempercepat langkahku, aku tidak mau berurusan lagi dengannya, aku harus segera pergi ke kelas tidak penting kan berbicara dengan perempuan seperti diam. Yang ada hanya akan menghabiskan waktuku saja.
Waktu itu sangat berarti bagiku, tidak ada waktu untukku harus mendengarkan ocehan perempuan itu dan mengata-ngatai ku, memangnya aku ini apa patung sampai-sampai dia berani mengatai ku saat banyak orang.
Aku berlari kearah Dian yang bertanya padaku, lalu duduk disampingnya "Rambutmu juga begitu berantakan " Dian membereskan rambutku dan menyisirnya dengan sangat pelan.
"Rambutku tadi dijambak oleh perempuan itu, siapa itu yang pembuat onar dia marah karena aku kemarin sampai di pangku oleh Pak Lucas. Bahkan sampai diantarkan pulang, padahal aku sama sekali tak meminta. Pak Lucas sendiri yang mau bahkan aku sudah menolak pada Pak Lucas untuk tak mengantarkan ku, tapi Pak Lucas kekeh ingin mengantarku "
"Apa yang kau maksud Sabrina " tanya Dian padaku dengan wajah kagetnya.
"Hem, siapa lagi kalau bukan dia. Dia menjambak ku dan juga mengancamku, sungguh aku tak tahu Pak Lucas akan bertindak seperti itu padaku dan melakukan itu padaku juga "
"Melakukan apa "
__ADS_1
Aku dan juga Dian yang mendengar suara orang lain segera mendongakan kepalanya, orang yang sedang aku bicarakan dengan Dian ada disini. Dia ada di depanku dengan kotak makan yang dia pegang.
Aku dengan cepat berdiri dan saling senggol dengan Dian, kami takut ketahuan " Emm, tak ada Pak " ucapku seadanya saja. Semoga saja dia tak mendengarnya.
"Ini makanlah, kalau berangkat sekolah itu sarapan "
Aku menatap Dian lalu menatap kotak makan itu, yang masih dipegang oleh Pak Lucas. Aku tak mau mengambilnya takutnya malah bermasalah lagi dengan Sabrina " Ayo ambil "
Pak Lucas menarik tanganku dan memberikan bekal itu langsung pada tanganku. Dia langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa lagi.
Aku yang tak mau membuat masalah lagi mengejar Pak Lucas, tidak aku tidak mau dirundung, sudah itu yang terakhir untuk ku di maki-maki dihadapan banyak orang.
"Katherine mau kemana kau, ayo masuk kelasku "
Aku menganggukan kepalaku. Teryata Pak James sudah datang, aku dengan sopan masuk lagi kedalam kelas dan duduk dengan wajah yang gelisah.
"Sudah terima saja, kapan lagi dikasih sarapan sama cowok ganteng"
"Aku ga bisa nerima ini dari Pak Lucas, aku juga ga mau harus berantem terus menerus sama Sabrina. Aku pengen tenang, aku pengen ini yang terakhir dia ganggu aku "
"Tinggal bilang aja ini Pak Lucas yang kasih bukan kamu yang minta. Sudah tenang saja kenapa sih harus repot segala ngejar Pak Lucas"
Aku segera menyimpan bekal itu diatas meja dan hanya menatapnya saja. Entah apa yang harus aku lakukan sungguh membingungkan sekali.
Untuk pertama kalinya ada laki laki yang perhatian padaku, selain ayahku, tapi ini perhatiannya bahkan melebihi ayahku, ada apa dengan Pak Lucas sebenarnya ya. Apa dia ingin mempermainkan ku, apa dia ingin membuatku suka padannya lalu menghancurkan aku nantinya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...