
Kat tersenyum senang saat Daniel membawa Vio kesini. Kat memeluk Vio setelah itu mereka melepaskan pelukan itu. Vio sudah lama tak datang kemari.
"Kamu di sini dulu ya sama Mama aku mau ganti pakaian dulu, ga akan lama kok sayang "ucap Daniel sambil mengecup pipi Vio di hadapan Mamanya. Vio sangat malu sekali ada-ada saja Daniel ini, tapi Daniel sendiri biasa saja malah tersenyum ke arahnya dan juga Mamanya seperti tak terjadi apa-apa saja.
"Udah ga apa-apa Mama juga pernah kok kayak gitu, Mama kan pernah muda sayang "
"Iya Mama, Mama mau masak apa biar Vio bantuin ya" Vio langsung mengalihkan pembicaraan mengigat yang tadi saja Vio masih malu sekali.
"Masak buat makan siang tapi Mama masih binggung, ya udah yuk kita ke dapur. Kita fikirkan disana sayang"
Kat segera menyiapkan semua bahan-bahan untuk mereka masak ada beberapa pelayan juga yang membantunya, sebenarnya Lucas tidak membolehkan Kat untuk masuk ke dalam dapur dan memasak tapi itu tidak bisa. Kat harus selalu membuat makanan untuk anak dan suaminya ya meskipun itu tidak setiap hari.
"Vio Mama mau tanya, apakah selama kalian pacaran Daniel pernah lukai kamu, jujur aja sama Mama jangan takut. Mama tidak mau ada perempuan yang disakiti sama anak Mama "
Vio langsung menggelengkan kepalanya, mungkin kalau dicengkeram dengan erat pernah tapi kalau sampai dipukul atau dilukai dengan pisau Vio belum pernah "Belum sih. Vio ga pernah dipukul sama Daniel ataupun dilukai, Daniel dari dulu baik banget sama Vio bahkan sering jagain Vio juga "
Kat bernafas lega. Untung saja Daniel tidak seperti adiknya, kalau dua-duanya anak-anaknya seperti itu sudahlah Kat mungkin akan sangat pusing sekali. Sifat anaknya ternyata tidak sama mereka sangat berbeda jauh sekali ,mereka masing-masing memiliki sifat dan sikapnya Lucas.
Kalau Lucas jangan ditanya lagi, dia memiliki semuanya. Tapi sekarang suaminya itu sudah berubah. Lucas sudah baik dan Kat begitu mencintainya bahkan cintanya tak pernah pudar yang ada makin tambah saja.
...----------------...
Vio yang tadi disuruh oleh Kat untuk pergi ke kamar Daniel dan menyuruhnya untuk segera makan membuka pintu kamar Daniel dengan perlahan, sebenarnya sudah biasa Vio keluar masuk kamar Daniel tapi itu saat dirinya berstatus teman tapi sekarang sudah men jadi pacar saja.
Kamar Daniel tak ada yang berubah masih sama saja. Dengan cat berwarna coklat dan juga seprai hitam serta wangi yang maskulin. Mencerminkan bagaimana Daniel itu sebenarnya.
Vio menatap sana sini, tidak ada siapa-siapa Vio masuk lebih dalam lagi kedalam kamar Daniel, tak lupa menutup pintunya juga. "Daniel kamu masih di kamar mandi, kamu dimana Daniel "
Tapi tiba-tiba saja ada yang memeluk Vio dari belakang, ternyata Daniel tadi dia bersembunyi , ada-ada saja dia ini. Daniel mencium pipi Vio dan juga lehernya "Aku sudah mandinya sayang, lihatlah aku sudah wangi dan sudah berganti pakaian juga. Tadinya sih ingin ganti pakaian saja tapi rasanya lebih baik sekalian mandi saja, akan lebih enak kan "
"Iya kamu wangi banget"
__ADS_1
"Udah sayang masaknya udah selesai"
"Udah, makanya aku ke sini disuruh Mama buat susulin kamu. Kamu lama banget sih makanya aku disuruh ke sini. Biasanya juga kamu ga akan lama deh"
"Sengaja kan biar disusul kamu sayang, aku pengen kamu yang panggil kesini "
Vio membalikkan badannya dan melihat Daniel yang memakai kaos oblong, pakaian santai di rumah seperti biasa. Karena kalau di rumah Daniel lebih suka memakai kaos seperti itu. Tak lupa dengan celana pendeknya.
"Kamu ini ya. Oh ya orang tuaku udah pada pulang nih. Jadi kamu mau kapan "
"Yaudah aku akan segera kesana. Aku udah ga sabar pengen nikah sama kamu "sambil mengecup bibir Vio.
"Kamu emangnya ga bosen ya dari dulu kamu selalu ikutin aku kemanapun aku pergi, kamu pasti ada bosannya dong "
"Ga pernah tuh sayang, aku ga pernah merasa bosan aku malah suka ngikutin kamu terus, lihatin kamu dari kejauhan, terus kamu beli apa, pergi sama siapa. Aku suka lihatin kamu tapi kalau kamu pergi sama laki-laki aku marah. Aku ga suka itu. Rasannya aku pengen pukul mereka aja "
"Hemm, aku tahu pantasan saja aku tak bisa punya kekasih. Pasti mereka sudah takut duluan sama kamu"
"Ya karena hanya aku saja yang pantas untukmu, aku saja yang bisa membuatmu bahagia kalau laki-laki lain tidak tahu mungkin saja mereka akan menyakitimu kan. Mereka tak akan pernah bisa dipercaya, kalau aku sudah tentu bisa dipercaya kita teman dari dulu "
Mereka berdua turun ke lantai bawah untuk segera makan. Di sana juga sudah ada Alex yang wajahnya sangat suram sekali. Daniel yang tahu kalau adiknya akan segera di nikahkan juga hanya diam saja. Daniel tidak mau terlalu ikut campur masuk ke dalam masalah adiknya.
Bukannya tidak mau membantunya, tapi Daniel ingin membuat Alex lebih mandiri lagi agar dia tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. Agar Alex itu berfikir kalau masalah itu harus diselesaikan sendiri tidak boleh meminta bantuan pada orang lain, tidak boleh mengandalkan bantuan dari orang lain misalnya masih bisa dan sanggup menyelesaikan masalah itu sendiri maka selesaikan saja dulu sendiri.
Daniel dan juga Vio makan sepiring berdua, sesekali mereka saling suap juga. Kat yang melihatnya bahagia sekali anaknya salah satu anaknya akhirnya menemukan cinta sejatinya, semoga saja Alex nanti bisa mencintai Ayu sepenuhnya dan tidak menyakiti Ayu kembali.
Ayu adalah perempuan baik, Kat yakin Ayu akan sangat mencintai Alex nantinya. Ayu tidak neko-neko dia sederhana dan juga manis sekali. Pertama Kat melihatnya Kat sudah suka dengan Ayu.
...----------------...
Daniel menopang dagunya sambil menatap Vio yang sedang tertidur, memang sudah kebiasaannya seperti ini. Dulu saja saat masih sekolah Daniel selalu melakukan ini menatap Vio lama-lama dan sekarang Daniel melakukannya lagi.
__ADS_1
Mereka sekarang ada di dalam mobil, tadi setelah selesai makan siang Daniel mengajak Vio untuk ke pantai hanya ingin berduaan dan menghabiskan waktu bersama. Kapan lagi kan mereka seperti ini, mereka nanti akan disibukan dengan banyak hal lagi.
Daniel begitu suka menatap Vio yang sedang tertidur, wajahnya itu begitu cantik sekali. Memang Daniel selalu menemui perempuan-perempuan cantik bahkan melebihi dari Vio, tapi entah kenapa Daniel hanya tertarik pada Vio saja, Vio seorang tak ada yang lain.
Vio tiba-tiba saja terbang dan yang pertama dia lihat adalah Daniel yang sedang menatapnya sambil senyum-senyum. Vio menutup wajahnya karena malu "Jangan tatap aku seperti itu. Aku baru bangun tidur. Kenapa kamu tidak membangunkan ku saja. Kita sudah sampai pantai kan "
Daniel melepaskan tangan Vio yang menutupi wajah cantiknya itu "Jangan tutupi wajahmu, terlalu indah. Aku suka melihatnya. Ya kita sudah sampai pantai tapi aku tidak mau mengganggu kekasihku yang sedang tertidur lelap ini. Aku suka saat melihat kamu tertidur seperti itu, terlihat seperti anak kecil dan mengemaskan sekali sayang "
Daniel yang akan mencium bibir Vio malah mencium tangannya, karena Vio menutupi bibirnya "Kenapa lagi sayang, aku ingin mencium mu "
"Aku baru bangun tidur kamu jangan cium aku"
"Tidak masalah"
Daniel mencium bibir kekasihnya dan melepaskannya sambil tersenyum puas "Apa kita akan terus diam disini Daniel "tanya Vio yang mulai gugup terus diperlakukan seperti ini oleh Daniel.
Daniel masih diam, dia malah tersenyum sambil menatap Vio "Sebenarnya apa yang kamu lihat. Kenapa kamu terus saja tersenyum seperti itu Daniel apakah kamu tidak pegal terus tersenyum "
"Aku sedang membayangkan bagaimana kalau nanti kita berdua punya anak, pasti mereka akan sangat cantik sepertimu. Aku sangat tidak sabar sayang mereka akan lucu-lucu pintar dan menggemaskan sekali seperti mu "
"Kita ini belum menikah, kamu sudah berpikir ke sana saja "
"Tidak masalah. Sebentar lagi kita akan menikahkan. Maka aku harus memikirkan segalanya aku sudah membayangkan bagaimana nanti anak kita yang lucu-lucu itu. Maka secepatnya aku akan menikahimu dan menghamili mu juga membuat anak yang banyak sekali"
"Emangnya aku ini pabrik anak"
"Iya aku tahu kamu bukan pabrik anak, tapi kamu Ibu dari anak-anakku sayang. Aku ingin punya anak banyak bersamamu agar rumah kita itu ramai banyak anak kecil. Lalu nanti kita setelah tua anak-anak kita akan pergi ke rumah untuk menengok keadaan kita, pasti akan sangat menyenangkan sekali berkumpul dengan anak-anak dan cucu pokoknya aku sudah membayangkan itu semua sayang "
"Baiklah Daniel ,itu akan kita fikirkan nanti. Sekarang ayo kita ke pantai tujuan utama kita ke pantai kan"
"Iya sayang aku sampai lupa karena di hadapanku sudah ada bidadari jadi aku lupa segalanya"
__ADS_1
Vio tersenyum kecil dan lebih dulu keluar dari dalam mobil. Vio membuka sepatunya juga ingin langsung merasakan pasir pantai yang sangat lembut, disusul dengan Daniel yang langsung menggandeng tangan kekasihnya.
Mereka duduk dan menatap air yang sedang tenang. Vio menyandarkan kepalanya di bahu Daniel, suasana yang begitu tenang dengan angin yang sejuk pula.