Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 244 Kena juga kan


__ADS_3

Kat benar-benar datang ke kantor saat jam makan siang, tentu saja agar perempuan itu ada dan tidak sedang bekerja. Kat melangkah dengan anggun di sampingnya sudah ada Sela. Mereka pergi ke arah kantin karena sudah ada beberapa karyawan yang disuruh menahan Rena di sana.


Jaga-jaga saja takutnya dia malah kaburkan.Rena itu kan perempuan licik maka harus di jaga dengan ketat agar tak bisa melakukan apa-apa. Kat ingin sekali melihat wajahnya secara langsung, seperti apa sih wajah perempuan penghancur rumah tangga orang itu.


Rena juga sedang duduk sendiri dan sedang makan. Kat langsung duduk berhadapan dengan Rena dan Sela duduk di tempat yang lain, karyawan yang lain juga kaget saat Kat datang mereka tahu siapa orang itu. Siapa Kat tidak ada yang tidak tahu siapa Katherine. Mereka semua tahu apalagi foto keluarga mereka terpajang besar juga di dalam perusahan.


Kat berdehem untuk memancing perempuan ini yang sedang fokus pada ponselnya " Ibu katherine ada di sini, bagaimana Bu kabarnya apakah baik. Aku senang bisa langsung bertemu dengan ibu Katherine"ucapannya dengan kaget tapi tiba-tiba senyumnya langsung terukir. Bahkan Rena sudah mengulurkan tangannya dan berdiri juga.


Tapi Kat hanya menatapnya sambil mengangkat salah satu alisnya. Kat tak menerima tangan Rena dan langsung saja duduk. Rena dengan malu menarik tangannya dan duduk berhadapan dengan Kat.


Rena binggung ada apa ini, apa ibu datang kemari untuk memperjelas hubungannya dengan Alex untuk menikahkannya dengan Alex. Rena begitu senang saat melihat Katherine. Meskipun tadi sangat sombong tapi Rena tak peduli yang terpenting dirinya akan menjadi bagian keluar mereka.


"Ada apa Ibu menemuiku, apa ada sesuatu yang ingin Ibu bicarakan. Ibu sampai jauh-jauh menemui aku langsung padahal ibu bisa langsung menghubungi aku, dan aku akan datang kerumah ibu nantinya "ucap Rena dengan suara yang dibuat-buat lembut dan juga sopan pada Katherine.


"Masih bertanya padaku"


Senyum Rena langsung pudar. Maksudnya apa, Rena benar-benar tidak tahu maksud orang yang ada di hadapannya ini menemuinya ada apa ini. Kenapa begitu misterius. Rena benar-benar tak mengerti apa maunya ibu mertuanya ini.


"Masih belum menyadari kesalahanmu. Masih betah kerja di sini nggak sih sebenarnya kamu ini, atau emang kamu udah ga mau kerja disini "


"Memangnya apa kesalahanku Bu, aku tidak pernah membuat kesalahan aku selalu mengerjakan pekerjaan kantor dengan benar, tidak pernah ada yang salah. Dan aku juga masih betah bekerja di sini aku masih butuh. Orang tuaku masih membutuhkan uang apalagi aku ini tulang punggung keluarga Bu, kalau tidak aku yang bekerja siapa lagi"


"Tulang punggung keluarga, apakah kamu memberikan makan keluargamu dengan uang halal ? Atau memberikan uang dari hasil kerja sampingan kamu itu"


"Tentu saja Bu uang halal, mana mungkin aku tidak memberikan uang halal pada keluargaku. Gaji yang diberikan oleh perusahaan ini aku berikan pada Ibuku. Mana mungkin aku memberikan mereka makanan dari uang haram. Aku sama sekali tidak mengerti dengan setiap pertanyaan yang Ibu lontarkan. Sebenarnya ada apa Ibu aku benar-benar bingung, aku rasa aku tak pernah membuat masalah juga "


"Sudah puas menggoda Alex, apa ingin lanjut lagi bersamanya. Apa ingin terus menjadi perempuan murahan "


"Bukan aku yang menggoda Pak Alex bu, tapi Pak Alex sendiri yang mendekatiku aku tidak tahu dia punya istri. Aku sungguh tak tahu itu. Pak Alex juga tak mengatakannya. Aku kira Pak Alex belum menikah"


"Kalau pun Alex belum punya istri aku tidak akan sudi memiliki menantu seperti kamu, yang sudah dicicipi oleh banyak laki-laki memangnya gampang masuk keluargaku, aku akan menyeleksinya dulu "


"Awalnya mungkin kamu tidak tahu Alex sudah punya istri tapi setelahnya kamu tahu kan Alex punya istri, tapi masih nekat untuk melanjutkan hubunganmu itu. Kamu tidak malu menjadi perempuan yang tidak berguna, perempuan yang ada di tengah-tengah hubungan orang lain apa tidak malu, apa tidak kasihan dengan orang tuamu sendiri. Sebenarnya apa sih yang kamu harapkan dengan menjadi orang ketiga. Apakah ada untungnya apakah itu memang hobimu dari dulu ya "


Rena menelan ludahnya ibunya Alex sudah tahu, kenapa secepat ini apa ada yang melaporkannya, apa Alex berbicara pada ibunya untuk mempertahankannya. Oh iya Rena baru ingat pasti istrinya Alex berbicara pada ibu mertuanya ini dasar perempuan pengadu.


"Seharusnya kamu ini sebagai perempuan harus menjaga martabatmu sebagai perempuan. Perempuan itu harus jual mahal jangan jual murah, orang tuamu mendidikmu dengan benar menyekolahkanmu tapi kelakuanmu malah seperti ini. Jika orang tuamu tahu mereka akan kecewa dengan kamu. Apa bagusnya menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain, apakah kamu akan mendapatkan piala jika menjadi orang ketiga ? "

__ADS_1


"Lalu jika kamu sudah merebut suami orang lain kamu senang kan. Lalu kamu tidak memikirkan kan bagaimana rasanya perempuan itu saat suaminya direbut olehmu. Mungkin kalian berdua memang salah perempuan dan laki-lakinya salah tidak ada yang benar, tapi sebagai perempuan apa kamu tidak berpikir ke sana tidak berpikir kalau perempuan itu akan sakit hati depresi dan semacamnya "


"Jika laki-laki itu sudah punya anak kamu tidak berpikir bagaimana keadaan mental anaknya, kondisi anaknya apa bagusnya sih menjadi orang ketiga. Aku ingin tahu dari pakarnya langsung"


"Bu aku aku benar-benar minta maaf. Aku tidak akan pernah melakukan itu lagi aku tidak akan mendekati anak-anak Ibu aku akan menjauh aku janji itu. Aku tak akan menganggu rumah tangga Alex lagi. Sekali lagi aku minta maaf Bu. Tapi tolong jangan pecat aku, aku masih mau bekerja disini "


"Aku tidak bisa memegang ucapan orang ketiga karena dia hanya bicara saja tidak dengan membuktikan. Nanti juga kamu setelah aku pergi akan melakukannya lagi akan seperti itu lagi"


'Seharusnya kamu juga merasakan bagaimana diduakan oleh pasangan sendiri, cobalah menikah dan suruh suami kamu selingkuh pasti kamu akan merasakan bagaimana posisi perempuan-perempuan yang sudah kamu sakiti itu. Sudah berapa banyak yang menjadi korbanmu apa sih keunggulanmu, menurutku kamu biasa-biasa saja tidak menarik tidak perlu ada yang di istimewakan "Kat menatap Rena dari atas sampai bawah dengan tatapan yang sinis sekali.


"Mungkin kamu berpikir kalau aku akan menerimamu saat menjalin hubungan dengan Alex. Jangan harap aku tidak akan mau punya menantu bekas orang ketiga, apalagi akan menghancurkan rumah tangga anakku. Kamu ini seharusnya tidak melakukan hal seperti ini memalukan sekali kamu ini "


"Kalau ingin piala aku akan membelikannya, untukmu agar kamu bangga dengan dirimu itu, karena kamu sudah mencapai apa yang kamu mau, tapi mulai sekarang aku tidak akan bisa mempekerjakan mu lagi, aku mengeluarkan mu dari kantor ini Rena tidak ada lagi kata maaf atau apapun itu. Aku tidak menerimanya sama sekali"


"Nanti kamu bisa ambil gajimu dan juga bereskan semua barang-barang mu. Aku juga tidak puas dengan pekerjaanmu itu, kamu terlalu lalai dan lebih mementingkan pekerjaan sampinganmu sebagai orang ketiga itu. Makanya pekerjaan banyak yang terhambat dan juga banyak sekali yang tertunda. Karma itu akan datang suatu saat kamu akan merasakannya, suatu saat kamu akan dibalas lebih-lebih lagi dari apa yang kamu lakukan. Orang yang telah menyakiti hati orang lain akan mendapatkan karmanya dengan sangat berat sekali dan menyakitkan sekali "


"Dari dulu perselingkuhan itu tidak pernah dibenarkan, dan yang paling dirugikan adalah istri dan juga anak mereka sangat-sangat dirugikan, kamu akan mendapatkan ganjarannya nanti. Allah itu nggak pernah diam Rena suatu saat nanti semua balasan itu akan turun sama kamu dan kalaupun kamu melakukan sebuah perzinahan akan lebih berat lagi"


"Aku tidak menyangka saja di dalam perusahaanku ada perempuan nakal sepertimu, ada perempuan yang murahan sepertimu. Padahal dari awal aku tidak mau sampai perusahaanku ini dikotori oleh orang sepertimu, orang sepertimu itu tidak boleh diberi ruang kalau diberi ruang malah akan menjadi-jadi tinggalkan perusahaanku sekarang juga dan jangan pernah kembali lagi ke mari"


"Satu lagi kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan pekerjaan di manapun. Selamat karma pertama sudah datang padamu dan itu dariku, karena kamu sudah berani membuat menantuku menangis maka inilah balasannya dariku"


Tidak ada yang mendekati Rena sama sekali, mereka hanya diam dan saling bisik bisik kalau untuk para perempuan sih mereka senang karena hama yang sedari dulu yang ingin mereka singkirkan akhirnya sekarang sudah tersingkirkan juga.


Mereka bersyukur apa yang di lakukan Rena diketahui oleh bos besar mereka dan akhirnya di dipecat juga kan. Jadi tidak akan ada korban lagi di perusahaan ini, karena pembawa masalahnya hari ini sudah di out dari perusahaan.


Sedangkan Rena sekarang sendiri dia sedang mengusap air matanya. Dia tidak menyangka malah akan dikeluarkan dari kantor hanya karena berhubungan dengan anak yang punya kantor ini.


Rena tidak terima tiba-tiba dikeluarkan begitu saja, Rena tidak mau keluar dari sini penghasilannya begitu besar di sini. Apalagi tadi ibu bilang kalau dia tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dari manapun bagaimana dengan hidupnya.


Rena langsung bangkit. Dia menatap teman-temannya yang masih mantapnya dengan sinis "Apa kalian melihatku seperti itu, puas kalian melakukan ini siapapun yang telah melaporkanku akan aku balas jadi aku tidak akan pernah bermain-main, aku pasti akan membalas dendam akan hal itu. Aku tidak rela tiba-tiba dikeluarkan seperti ini"


"Apaan sih salahnya sendiri jadi orang ketiga terus, tapi malah nyalahin kita kan, ga terima lagi dikeluarin gara-gara salahnya sendiri aneh deh. Makanya jangan main-main sama anak bos tahu diri sedikit lah mau jadi Nyonya rumah, tapi dengan cara licik udah tahu anak bos itu udah pada nikah tapi masih aja dideketin. Ya iyalah kayak gini kan akhirnya "celetuk salah satu orang melawan Rena.


Rena segera mendekati orang itu, saat akan menjambak rambutnya sudah ada beberapa orang yang menghalanginya. Rena menatap teman-temannya yang akan melawannya satu lawan banyak orang akan kalah.


Jadi Rena lebih baik pergi dia akan ke ruangan Alex dan meminta pertanggungjawabannya. Rena tidak mau ya nanti dirinya jadi pengangguran. Dia tidak punya uang sepeserpun Alex harus memberikannya uang.

__ADS_1


Alex yang harus bertanggung jawab, karena semua ini terjadi karena orang tua Alex yang sok berkuasa itu. Beraninya sekali memecatnya seperti itu. Padahal kan semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik tidak seperti ini. Sungguh menyebalkan sekali ibunya itu.


Rena langsung saja masuk ke ruangan Alex, Alex masih fokus dengan laptopnya. Rena di sana langsung menangis memberitahu semuanya pada Alex," Alex mamamu datang dia mengancamku. Bahkan dia mengeluarkan ku dia mencaci maki ku, dia sudah melecehkan aku di depan banyak orang, dia sudah mempermalukan aku di tempat umum seperti itu aku sakit hati tolong bela aku di hadapan Ibumu itu, jangan biarkan aku dihina seperti itu Alex ayo cepat temui ibu kamu itu aku tidak terima diperlakukan seperti itu. Jangan diam saja Alex "


Alex menatap sekilas Rena, lalu kembali fokus pada laptopnya pikiran Alex sekarang sedang bercabang memikirkan di mana Ayu. Alex begitu khawatir dengan keadaan Ayu apakah dia baik-baik saja, apakah tidak ada masalah semalam Alex sudah mencari Ayu kemana-mana tapi tidak ketemu.


Sampai-sampai Alex pulang subuh entah kenapa Alex ingin mencari Ayu, padahal kan dengan perginya Ayu berarti Alex bebas tapi ini Alex malah mencari-cari keberadaan Ayu. Aneh sekali kan dirinya ini.


"Jangan diamkan aku Alex. Aku sedang berbicara denganmu bagaimana dengan aku. Aku dikeluarkan dari perusahaan ini, tolong bilang pada mamamu untuk tidak melakukan itu. Aku tidak mungkin keluar dari sini sedangkan aku harus membiayai keluargaku, mengertilah tidak akan aku mendapatkan pekerjaan yang gajinya lebih besar dari sini. Dan mamah mu juga mengancam kalau aku tidak akan pernah mempunyai pekerjaan sampai kapanpun, tidak akan pernah ada yang menerima aku bekerja bagaimana ini Alex. Tolong aku Alex "


"Kenapa kamu berbicara padaku. Memangnya aku peduli, emangnya aku dari awal berbicara padamu akan menanggung semuanya tidak kan, keluar dari ruanganku dan panggil aku dengan sebutan Pak Alex panggil aku dengan sopan"


Rena kaget mendengar Alex yang berbicara seperti itu, "Apa-apaan ini Alek, hubungan kita ini sudah sampai ke tahap yang begitu intim, tapi kamu malah berbicara seperti ini. Apa maksudmu Alex kamu ini kenapa sih tiba-tiba seperti itu. Aku ini minta bantuan kamu aku ini begini juga gara-gara kamu, kamu benar-benar tega sama aku Alex. Kamu ga tanggung jawab ya dengan apa yang sudah kamu lakukan "


"Gara-gara aku, emangnya siapa yang duluan deketin emangnya siapa yang duluan nyerahin dirinya, emang aku pernah minta buat kamu serahin diri kamu sama aku ga kan, kamu dengan sukarela memberikannya padaku. Umpamanya begini kucing diberi ikan asin maka langsung dilahap lah, tidak akan pernah di diamkan. Jadi jangan terlalu naif jadi perempuan. Makanya jangan terlalu bodoh dan jangan terlalu bisa dimanfaatkan oleh laki-laki, keluar dari ruanganku sekarang atau aku panggil security kamu juga sudah dikeluarkan kan oleh Mamaku, maka keluar dari perusahaan ini jangan pernah kembali lagi ke sini, sana cepat pergi dari sini "


Rena menggelengkan kepalanya. Rena tidak mau pergi, Rena tidak mau pergi begitu saja sebelum Alex mau membiayai hidupnya. Enak saja Rena tak mau rugi ya "Aku tidak mau kamu harus tanggung jawab, kamu sudah memakai ku kan jadi kamu harus tanggung jawab. Aku tidak suka diperlakukan seperti ini " biasanya laki-laki akan tunduk padannya akan langsung mau bertanggung jawab tapi Alex begitu sulit sekali sampai-sampai Rena takut ditinggalkan oleh Alex.


"Yakin hanya aku saja yang berhubungan intim denganmu, kurasa tidak. Bahkan kamu juga saat melakukan denganku sudah tidak perawan kan sudah banyak laki-laki yang memasuki mu, jadi minta tanggung jawab padaku, pada mereka saja bukan aku yang pertama melakukannya bersamamu, mungkin saja setelah bersamaku kamu melakukannya dengan laki-laki lain kan"


Rena menggelengkan kepalanya dengan kuat "Tidak aku tidak melakukannya lagi dengan laki-laki lain, hanya denganmu saja jadi kamu harus tanggung jawab kamu harus menanggung segalanya. Ga bisa kayak gini dong aku ga mau ya Lex hidup aku berantakan, aku dipecat ga punya apa-apa terus kamu juga sekarang kayak gini. Enak banget ya jadi kamu Alex"


"Memangnya aku peduli ga tuh, aku sama sekali ga peduli mau bagaimanapun keadaan kamu, aku benar-benar tak peduli "


"Ga, ga bisa kayak gitu kamu ga bisa lakuin ini sama aku. Aku ga mau ya kamu tinggalin gitu aja. Kamu harus tanggung jawab sama aku. Gimana kalau aku hamil Alex "


"Dari awal tidak ada pembicaraan itu, jadi aku harus tanggung jawab apa. Apa yang harus aku pertanggung jawabkan tak ada kan, jangan aneh-aneh lah. Keluar sama keluar"


Rena mengelengkan kepalanya lagi "Ga aku ga mau, aku ga mau kemana-mana aku mau disini aja, aku ga mau ya pergi dari sini. Aku ga bisa kamu adalah milikku sampai kapan pun itu "


Alex tersenyum sinis, Alex mengebrak mejanya dengan kedua tangannya sambil bangun. Menatap Rena dengan marah, Alex berjalan kearah Rena. Rena fikir Alex akan memeluknya, akan menciumnya pokoknya akan memanjakannya, tapi tanggapannya salah Alex malah menjambak rambut Rena dengan kuat sambil membawa nya keluar dari ruangannya.


"Sakit Alex lepaskan ini sakit sekali, Alex tolong sakit siapa saja tolong aku "


"Berisik sekali, kamu memang perempuan tak berguna jangan ganggu aku, sudah aku bilangkan keluar ya keluar malah masih diam didalam ruanganku "


Rena didorong begitu saja oleh Alex, karyawan yang lalu lalang tak ada yang menolongnya atau membelanya mereka malah tersenyum dan langsung berbisik-bisik mereka juga sudah geram dengan tingkahnya Rena yang selalu semena-mena pada siapa saja.

__ADS_1


Sekarang rasakan dia di usir oleh tuan rumah biar tahu rasa perempuan itu, agar dia bisa berubah juga menjadi orang ketiga itu tak akan selamanya indah pasti akan ada sialnya.


Seperti sekarang ini, sial kan Rena, langsung dilabrak oleh ibunya laki-lakinya dan langsung dipecat juga. Sudah nasibnya juga itu.


__ADS_2