Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 116 Seperti jin


__ADS_3

Teman Lucas sudah datang, bahkan mereka sudah mengobrol. Bahkan sesekali temannya Lucas menatap Kat yang sibuk membaca buku pelajarannya.


"Cantik juga, boleh kali bagi-bagi Lucas. Jangan serakah lah "


Lucas diam, dia menatap temannya dengan tajam "Tenang-tenang becanda, siapa dia perempuan bayaran ? Atau perempuan yang khusus menghangatkan ranjangmu saja ? Kalau sudah bosan bolehlah kau kirimkan kerumahmu"


Tangan Lucas sudah terkepal mendengar setiap hinaan yang diberikan Agung pada kekasihnya "Lo belum pernah ngerasain ya ada sesuatu yang nusuk tubuh lo"


"Emm, apa ya belum deh kenapa tiba-tiba topiknya berubah. Ya udah gue pulang dulu ya mau nyantai sama cewek-cewek gue. Nanti kalau lu udah bosan langsung telepon gue. Gue jemput tuh perempuan lumayan cantik juga"


Agung langsung saja pergi meninggalkan Lucas. Agung benar-benar tidak melihat bagaimana raut wajah Lucas yang sudah sangat mengerikan.


Lucas keluar dari dalam ruangan dan menemui Nabil yang masih ada diruangannya juga "Kenapa bang"


"Bawa Agung ketempat persembunyian kita. Bawa dia hidup-hidup ingat "


"Agung temen Abang yang tadi baru datang kan ? "tanya Nabil yang masih kebingungan.


"Ya dia, bawa dia hidup-hidup dan putus semua kerja sama kita dengan Agung "


Lucas langsung pergi tanpa mendengarkan jawaban dari Nabil, sudah muak dirinya mendengarkan Agung yang sudah berani-beraninya menganggap murah calon istrinya.


"Apakah pekerjaan mu sudah selesai ? "


"Apakah kamu mendengar kata-kataku dan juga Agung tadi"


"Tidak, aku terlalu fokus membaca pelajaranku karena lusa akan ada ulangan jadi aku harus belajar"


"Baiklah ayo pulang "


Kat segera membereskan bukunya yang berserakan dan memasukannya kembali pada tasnya, lalu mendekati Lucas dan tangannya langsung digandeng.


...----------------...


Tengah malam Kat terbangun masih penasaran dengan ruangan yang dikunci itu, sebenarnya itu ruangan apa sampai-sampai dirinya sangat ingin tahu.


"Sebenarnya ada apa disana. Aku takut ada yang disekap, siapa tahu aku bisa menolongnya "


Kat mengerakkan gagang pintunya, masih terkunci siapa tahu Lucas lupa menguncinya karena tadi dirinya melihat Lucas masuk kedalam sini.


"Ternyata dia ingat dan mengunci pintunya. Gagal dong"


Tiba-tiba saja tangannya digenggam dengan sangat erat. Kat menatap siapa orang itu ternyata itu Lucas "Sedang apa disini "


"Tadi aku haus dan tak sengaja lewat sini "


"Ingat Kat ada batasannya, semua hal tidak perlu kau ketahui. Kau hanya perlu diam nyaman hidup bersamaku tidak usah terlalu masuk dalam, ke dalam hidupku. Kau tidak usah tahu tentang hidupku sedalam itu sampai ingin tahu ada apa di dalam ruangan ini"

__ADS_1


Kat masih mencoba melepaskan tangannya yang digenggam begitu erat oleh Lucas "Mengerti atau tidak"


"Ya aku mengerti, tidak ada maksud aku ingin tahu bagaimana kehidupanmu. Aku hanya lewat sini saja memangnya salah saat melihat pintu ini, aku hanya melewat dan diam di sini karena pintunya kukira bisa dibuka tadinya aku ingin tidur di bawah tidak mau di lantai 2"


Kat menghentakkan tangan Lucas dan berlari kearah kamarnya, lalu menguncinya juga. Jangan sampai Lucas masuk dan menyakitinya.


"Huff, awas saja ya aku akan tahu ada apa disana sampai-sampai kamu sembunyikan dari aku. Aku tidak mau nanti saat aku menikah dengannya tiba-tiba ada perempuan yang muncul dan malah menghancurkanku. Mungkin saja di dalam sana ada kenangannya bersama mantan pacarnya"


"Karena kalau aku sudah sampai menikah dengannya aku tak akan bisa lepas lagi. Sekarang saja aku tak bisa lepas apalagi nanti kan. Bisa-bisa aku terkurung selamanya"


Kat menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya, semoga saja bisa tidur dan besok berangkat pagi-pagi tanpa harus diantarkan oleh Lucas.


...----------------...


Benar Kat bisa bangun pagi dan jam 6 pagi dia sudah sampai di kampusnya. Rasannya membosankan belum ada siapa-siapa hanya ada orang yang sedang sapu-sapu saja.


"Kenapa aku tiba-tiba jadi bodoh ya, kalau tahu begini aku kabur saja tadi tidak usah pergi ke kampus dan diam di sini sepagi ini dasar Kat bodoh"


"Kabur kemana "


Kat langsung mengalihkan pandangannya saat mendengar suara siapa. Kat hanya bisa menepuk dahinya saja saat melihat siapa yang datang.


"Kenapa kamu ada disini Lucas "


"Kenapa sayang, aku tidak boleh ada disampingmu ya. Padahal aku sangat ingin ada disampingmu. Ini aku bawakan sarapan makan dulu "


Lucas membuka sebuah bekal dan menyimpannya disamping Kat. Lalu Lucas membukakan air minum untuk Kat.


Kat dengan kesal mengambil air minum itu dan menegaknya. Kenapa coba Lucas bisa tahu dirinya kemari, maksudnya dirinya pergi kekampus pagi-pagi.


Sepertinya memang sangat sulit untuk kabur dari Lucas. Bisa-bisa dirinya akan seumur hidup bersama Lucas.


"Ayo makan sarapan mu, apa mau aku suapi "


Kat mengelengkan kepalanya, tapi Lucas lebih dulu mengambil sendok dan mengambil nasi dan lauk pauknya lalu menyuapi Kat.


"Aku bisa sendiri "


"Tidak apa biar aku suapi, kamu kalau makan suka belepotan lebih baik aku yang suapi "


"Memangnya aku akan kecil "


"Dimataku kamu adalah anak kecil "


"Berarti kamu pedofil "


"Tidak juga. Ayo makan yang benar. Kalau makan itu tidak boleh banyak bicara harus fokus pada makanan mu"

__ADS_1


Kat hanya bisa mendengus, kenapa perhatian kecil ini membuat hatinya selalu menghangat. Tapi tidak dirinya tidak boleh terbuai oleh sikap baiknya Lucas. Bisa saja ini hanya topeng saja.


...----------------...


Reno kembali datang dan menganggu Kat bahkan sekarang dengan beberapa teman perempuannya.


"Oh ini ya perempuan angkuh itu Reno, tidak cantik katamu sangat cantik tapi setelah dilihat dari dekat bisa saja"


Kat tidak peduli, dia hanya fokus pada ponselnya menonton konser BTS. "Apakah kau tuli kami sedang bicara padamu " ucap perempuan itu yang menarik ponsel Kat, tapi masih Kat pegang dengan erat. Enak saja ponselnya akan dibanting. Apalagi dirinya sedang menonton BTS.


"Kau bicara padaku, ku kira kamu sedang berbicara pada tembok"


"Berani ya, kamu tahu siapa keluargaku_"


Kat langsung memotongnya dan menyimpan jari telunjuknya dibibir perempuan itu "Aku tidak peduli siapa keluargamu, ayahmu punya jabatan apa aku tidak peduli. Kalau ada masalah apa-apa itu jangan melibatkan orang tua atau jabatan orang tua, memalukan sekali. Jadilah diri sendiri jangan mempermalukan dirimu sendiri apalagi mempermalukan orang tuamu. Karena sikapmu yang tidak baik seperti ini, kita ini sudah kuliah kita ini sudah dewasa seharusnya sikap kekanak-kanakanmu itu dihilangkan, kalau kamu belum sanggup untuk menjadi dewasa lebih baik kamu kembali lagi menjadi anak kecil yang sekolah di TK bersama anak-anak"


Kat menurunkan tangannya dan menatap Reno "Kamu juga seorang pria kan dan nanti juga kamu akan menjadi kepala keluarga. Belajarlah untuk menjadi orang dewasa jangan terus membully orang-orang karena jabatan ayahmu dan juga karena ayahmu yang mempunyai kampus ini. Toh ayah yang punya fasilitas ini punya kampus ini, bukan dirimu kamu itu cuman anaknya saja tidak lebih dari itu "


Kat meninggalkan mereka semua. Tak peduli mereka akan makin membully dirinya yang terpenting dirinya sudah memberitahu mereka.


Agar tak memakai jabatan orang tua dalam melakukan apa-apa, jadilah diri sendiri dan carilah jati diri sendiri jangan mengandalkan jati diri orang tua.


Mereka semua langsung bubur, mereka tak ada yang berani mengejar Kat atau membantah Kat. Mereka berjalan cepat kearah kelas mereka.


"Kat mau dari mana " tanya Daisy yang khawatir


"Aku tadi disana lagi nyantai, kamu baru datang Daisy"


"Iya aku baru datang banget. Aku lihat tas kamu tapi kamunya ga ada "


"Hehe iya tadi aku cari WiFi gratis buat nonton BTS biasa liat suami masa depanku Suga, tadinya mau pake data tapi buat dirumah aja deh "


"Dasar ya kalau Abang tahu dia marah loh "


"Makannya diem jangan sampai dia tahu, bisa bisa suami masa depanku diincar oleh kakakmu "


Mereka berdua tertawa dengan lepas, tapi tiba-tiba ada yang menyenggol Kat sampai-sampaj Kat mundur beberapa langkah.


"Ow ku kira tak ada orang "


Adiba langsung saja masuk kedalam kelas "Kenapa dengan dia, apa dia sakit ? "


"Sudahlah biarkan saja memang dia begitu. Aku sudah muak melihat mukanya tapi papih masih saja memberikan dia pasilitas untuk bisa kuliah. Padahal kesalahan dia itu sangat banyak "


"Mungkin papihnya punya alasan kenapa mempertahankan perempuan itu "


"Mungkin saja, tapi aku tidak suka "

__ADS_1


"Sudah ayo masuk sebentar lagi dosen masuk "


Kat membawa Daisy masuk. Dari pada membicarakan orang lain lebih baik masuk kan dan menunggu dosen datang, untuk memulai pelajaran yang pasti akan sangat memusingkan.


__ADS_2