Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 79 Kejadiannya.


__ADS_3

Sudut pandang Lucas.


1 tahun lamanya aku membiarkan Katherine untuk lepas dariku. Tapi selama ini aku tidak membiarkannya sendirian. Mungkin dia tidak tahu selama ini aku selalu mengikutinya dan aku tahu di mana dia, bersama siapa dan apa yang dia lakukan. Bahkan aku tahu di mana rumahnya tanpa harus Katherine beritahu.


Saat itu, saat kejadian Katherine melaporkan aku ke kantor polisi aku langsung lari tanpa membereskan semua yang aku lakukan. Aku bahkan tidak menghilangkan tanda bukti yang seharusnya aku hilangkan. Aku membiarkan ketiga mayat itu begitu saja tapi aku tidak meninggalkan sidik jariku ataupun jejak yang fatal.


Aku sangat kecewa dengan apa yang Kat lakukan, dia melaporkanku ke polisi dia ingin melihat aku di penjara. Aku begitu sangat kecewa dan aku ingin membalaskan semua rasa kecewa kepada Katherine. Setelah dia mulai tenang dan terlihat bahagia maka aku akan datang lagi dan mungkin aku akan menghancurkan hidupnya.


Cintaku pada Katherine begitu dalam, sangat dalam sekali, tapi satu kali dia berkhianat maka aku harus membalasnya. Tidak peduli aku mencintainya ataupun tidak. Tapi yang pasti aku harus membalas setiap apa yang Kat lakukan dia tidak akan pernah bisa lepas dariku seumur hidup, dia akan terus terikat bersamaku.


Sekarang sasaranku adalah Barbara temannya Katherine, akan aku perlihatkan pada Katherine kalau aku sudah ada. Aku ada di sekelilingnya dan aku akan menghabisi teman dekatnya Barbara yang selama ini dekat di kantor bersamanya.


Sebenarnya aku tidak mau sih membunuh Barbara, tapi demi memperlihatkan bahwa aku ini ada dan tidak tertangkap polisi pada Katherine maka aku melakukannya. Sebelumnya aku ingin langsung menghampiri Kat tapi aku ingin memberi dulu pelajaran, sedikit pelajaran padanya aku akan menerornya dan membuatnya sangat ketakutan.


Malam ini aku melihat Katherine dan Barbara pulang bersama di 12.20 malam mereka berani juga pulang jam segini, tapi itu adalah hal yang baik untukku. Aku bisa menangkap mereka berdua, tidak tidak aku bisa menangkap Barbara maksudku.


Saat mereka sudah berpisah aku segera mengejar Barbara dan menepuk lengannya"Ada yang bisa saya bantu"kata Barbara dengan lembut padaku.


"Iya aku butuh bantuanmu, bisa kau bantu aku untuk membawa Ibuku ke rumah sakit mobilku rusak. Apakah aku bisa meminjam mobilmu itu rumahku yang paling ujung. Aku tetangga baru mu bisa kau bantu aku"


Aku lihat Barbara diam, dia menatapku dari atas sampai bawah "Ibumu ? Kapan kau pindah ke daerah sini kurasa belum ada tetangga baru di sini. Kau bisa memesan taksi kenapa harus minta bantuan ku "


"Baru saja aku pindah seminggu yang lalu, aku belum memperkenalkan diri pada tetangga yang lain bisa kau bantu aku, Ibu sangat kritis. Aku berjanji tidak akan melakukan apa-apa padamu. Sungguh aku berjanji itu padamu aku hanya perlu bantuanmu saja, kalau pesan taksi akan lama "


"Baiklah ayo ke rumahku dulu, aku akan mengambil mobil dulu setelah itu kita antar ibumu ke rumah sakit"

__ADS_1


"Terima kasih kalau boleh tahu siapa namamu"


"Aku Barbara dan kau"


"Lucas "


"Oh Lucas salam kenal"


"Iya "


Barbara kembali berjalan dan aku mengikuti dari belakang. Perlahan-lahan aku mengeluarkan pisau andalanku dari baju kemeja yang aku pakai. Lalu tanpa banyak bicara dan tanpa banyak basa-basi lagi kutancapkan pisau itu tepat di leher Barbara.


Aku melihat Barbara langsung memegang pisau itu, aku kelilingi tubuhnya dan dia langsung terjatuh bruk. Aku berjongkok dan menatap wajahnya yang kesakitan.


Mulutnya seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi sepertinya sangat sulit "Seharusnya seorang perempuan tidak pulang malam. Kau terlalu gegabah berteman dengan Katherine, kita kenalan kembali ya aku Lucas pacar Katherine temanmu yang sekarang. Aku adalah pembunuh yang sedang dicari-cari oleh polisi itu. Kau pasti sudah tahu kan dari Katherine kalau dia yang telah melaporkan aku pada polisi, aku datang untuk menerornya dan aku datang untuk mengambil nyawamu juga Barbara, bagaimana hidup bersama Katherine suka"


Sebelum aku pergi aku mengambil dulu ponsel dari Barbara, kita beri kabar Kat kalau temannya ini baik-baik saja.


Baru juga aku akan mengetik pesan, tapi Kat sudah lebih dulu memberikan pesan pada Barbara, aku membacanya ternyata dia sangat khawatir dengan sahabatnya ini.


Sambil berjalan ke arah rumah baruku kubalas semua pesan dari Katherine. Untuk pertama kalinya lagi aku mendapatkan balasan yang begitu perhatian dari Katherine. Meskipun aku harus berpura-pura menjadi orang lain.


"Tapi kalau aku pulang, aku tidak akan pernah melihat bagaimana takutnya Katherine di rumah. Lebih baik aku lihat saja dia"


Aku membelokkan langkahku dan pergi ke arah rumah Katherine. Aku bersembunyi di sebuah pohon dan aku melihat Katherine terus saja membuka horden jendelanya. Mungkin dia takut kalau aku datang tiba-tiba tapi sebentar lagi itu akan aku lakukan.

__ADS_1


Aku akan datang tiba-tiba padanya dan aku akan mendapatkannya seutuhnya dan dia tidak akan pernah bisa lepas lagi dariku. Mungkin satu tahun sudah cukup kan untuk aku membiarkan dia menghirup udara segar sebelum hidup seumur hidup denganku.


"Abang "


Aku melihat siapa yang memanggilku, ternyata itu Nabil "Hemm"


"Kenapa ga langsung pulang, udah cepat pulang"


"Nanti pengen lihat gimana Katherine apa dia ketakutan kaget atau gimana"


"Udahlah besok juga dia bakal kaget lihat temennya mati. Udah yuk pulang bang. Udah malam nih kita juga besok harus lihat drama yang lebih gila lagi kan"


"Hemm "


"Ayo bang bukan ham hem ham hem terus kita pulang. Jangan sampai nanti ada orang yang curiga sama kita karena mayat perempuan itu. Dia kan udah mati pasti bakal ada orang yang temuin dia"


"Iya bawel nih bawa ponsel perempuan itu, jangan sampai ponsel ini jatuh ke tangan Katherine atau keluarganya"


"Buat apa sih bang. Kita kan bisa beli ponsel ini yang banyak di konter"


"Udah simpan aja masih ada yang harus aku lakukan, bawa saja ponsel itu akan berguna juga nantinya untuk kita"


"Iya iya deh "


Aku mendahului Nabil, aku kembali melewati mayat itu tapi aku biarkan saja. Aku sama sekali tidak peduli dan aku ingin orang lain yang menemukan mayat ini bukan aku ataupun Nabil.

__ADS_1


Biarkan saja mereka berteriak saat melihat ada mayat di tengah jalan seperti ini. Apalagi aku membunuh Barbara hampir dekat dengan rumahnya, mungkin tepat di depan rumahnya ya aku membunuhnya.


__ADS_2