
"Bagaimana apakah ayah bicara dengan Kat "
"Tidak bisa chelsea, sudah aku bilang bila Kat sudah bersama Lucas pasti akan sangat sulit dan dia akan terkekang. Itu yang selama ini aku khawatirkan "
"Lalu kenapa ayah merestui mereka, kalau begitu kita batalkan saja "
"Sulit akan sulit sekali. Kamu tidak tahu siapa dia. Kamu tidak mengenal Lucas jadi jangan gegabah ingat jangan pernah gegabah. Dia itu bukan orang sembarang"
"Baiklah, tapi ayah akan kembali lagi sama ibu kan "
"Ayah gimana Chelsea, udah ayah bilangkan ayah ga bisa kembali lagi kepada mamah kamu "
"Kenapa begitu ayah, apa salah mamah "
"Banyak dan ayah ga bisa jelasin satu persatu "
"Hemm kukira kalian akan kembali lagi padahal kan kalian sudah menikah lama. Masa ayah tiba-tiba berpisah dengan ibu"
"Lebih baik kamu istirahat Chelsea ayah juga mau istirahat "
Chelsea tanpa banyak bicara segera pergi meninggalkan ayah tidurinya. Ya sekarang dirinya dan juga ayah tirinya satu rumah. Semua harta ayahnya sudah hilang.
Perusahan Kat juga tidak dipegang oleh ayahnya lagi entah siapa yang mengambilnya. Tidak mungkin Kat, Kat itu terlalu polos padahal dirinya ingin menguasai semuanya tapi tak mendapatkan surat-surat itu.
Surat-suratnya sudah menghilang. Salah satu tujuan dirinya tinggal bersama Kat ya ini, ingin mendapatkan semua harta Kat.
Dirinya selama ini tak benar-benar baik baik pada Kat semuanya hanya sandiwara belaka, semuanya hanya pura-pura saja tak ada yang benar-benar.
Meskipun dirinya tahu harta itu milik mamahnya Kat tapi tetap saja bukan dia yang mengelolanya, keluarnya lah yang harus mendapatkan itu semua. Bukan Kat karena dia tak tahu apa-apa.
...----------------...
Kat yang sedang pulas-pulas nya tertidur malah terbangun kan dengan ketukan pintu, dengan mata yang begitu mengantuk Kat membuka pintunya.
__ADS_1
Ternyata itu Lucas mana Kat langsung terbuka, kenapa dia ada disini "Ada apa "
"Ingin menemuimu "
"Tidak bisa aku harus tidur dan aku juga tidak bisa meninggalkan Daisy tolong biarkan aku tidur "
"Mari kita ke balkon "
Lucas malah membawa Kat kearah balkon kamar Daisy, lalu menutup pintunya dengan perlahan. Lucas hanya diam menatap keluar.
Kat sudah sangat kedinginan hanya memakai pakaian tidur saja "Sini aku peluk "
"Tidak, aku baik-baik saja "
"Aku tahu kamu dingin sini aku peluk "
Lucas menarik tangan Kat dengan perlahan dan lembut lalu memeluknya dengan erat, Kat sekarang membelakangi Lucas.
"Kau tahu Daisy sudah dilecehkan dan aku yang sudah menghabisi mereka. Mungkin kau juga sudah tahu kalau itu aku yang melakukannya, kau jangan takut ya karena aku membunuh mereka. Sungguh aku punya alasan melakukan itu. Kalau saja mereka tidak membuat masalah mungkin aku tak seperti itu "
"Aku tidak akan mengusik mereka, aku tidak akan membuat mereka mati muda, sungguh aku tidak akan mengusik mereka. Aku tidak terima kalau adikku dilecehkan seperti itu "
"Satu hal yang harus kau tahu otak dari semua itu adalah Adiba kau harus hati-hati dengan perempuan itu dia itu sedikit berbahaya dan licik jangan sampai kau terpengaruh olehnya. Karena dia bukan orang baik ingat dia bukan orang baik "
"Dia bilang dia hamil olehmu "
"Lalu apakah kau percaya dengan semua ucapannya, apakah kau yakin kalau aku bisa membuatnya hamil"
Kat langsung mengelengkan kepalanya "Bagus aku suka pemikiranmu yang ini. Kau tak mudah percaya pada orang lain "
Lucas membalikan badan Kat, dielusnya pipi Kat yang sangat lembut, wajah Lucas makin mendekat saat melihat Kat memejamkan matanya menikmati sentuhannya ini.
Rasanya begitu nyaman hangat dan tak merasa seperti dulu yang selalu harus waspada dan ketakutan. Entah kenapa dirinya mudah terbuai seperti ini.
__ADS_1
Seharusnya jangankan, Kat tiba-tiba merasakan ada yang menempel pada bibirnya. Kat membuka matanya ternyata bibi Lucas sudah menempel pada bibirnya masih diam.
Tapi dengan perlahan demi perlahan bibir Lucas bergerak dan mengecup bibirnya dengan perlahan sangat perlahan sekali. Berlanjut pada ciuman yang begitu menuntut Kat yang memang belum pernah melakukan ini hanya diam saja.
"Kat ikuti aku, balas aku sayang jangan diam saja "
Pelukan Lucas makin erat, Kat mencoba mengikuti kata-kata Lucas karena dirinya tidak mau kalau dikasari lagi.
Dirinya mencoba mengikuti apa yang Lucas lakukan meskipun kesulitan tapi dengan perlahan Kat mengikutinya.
Tanpa mereka sadari ada orang yang terus menatap Meraka dan merasa sangat kesal. Orang itu langsung pergi masuk kedalam rumahnya.
"Adiba ada apa "
"Aku tidak mau menikah dengan Toni, aku mau menikah dengan Lucas, aku hanya ingin dia kalau bukan dengan Lucas aku tidak mau "
"Kenapa tiba-tiba berubah fikiran seperti ini. Bukannya kau sendiri yang menyangupinya, itu semua ada ditanganmu, aku tak ikut campur saat memilih kau sendiri yang memilih. 1 Minggu lagi kau akan menikah jangan gegabah "
Adiba diam, bukannya pernikahannya bareng kan dengan Lucas. Itu bagus lihat saja apa yang akan dirinya lakukan.
Dirinya tidak akan sudi menikah dengan laki-laki yang tidak dirinya cintai. Tak Sudi harus hidup seumur hidup dengannya yang ada bisa mati muda dirinya ini.
"Jangan fikirkan yang aneh-aneh Adiba. Mamah tidak mau diusir, mereka sudah memberi kita kesempatan jadi jangan kecewakan mereka. Sudahi semuanya mamah tidak mau diusir ya "
"Tenang saja mamah tidak usah takut. Kita akan tinggal ditempat itu, dirumah besar itu. Mamah akan senang dan kita akan mendapatkan itu semua kita akan memiliki hartanya mamah bisa tenang ya aku tak akan melibatkan mamah "
"Tetap saja mamah yang akan menanggung semuanya Adiba. Sudahlah jangan seperti itu terus. Mamah tidak mau ada masalah besar lagi cukup yang kemarin dan jangan ada masalah yang lain lagi "
"Bodo aku akan melakukannya apa yang menurutku benar. Aku tidak mau hidup seperti ini terus. Aku juga mau jadi nyonya maka aku akan melakukan apa saja, aku harus mewujudkan semuanya aku tidak mau kalah ingat itu mamah"
Adiba langsung saja pergi meninggalkan mamahnya, rasanya percuma bicara dengan mamahnya yang sulit diajak kerja sama. Mamahnya sekarang jadi segala takut.
Sebenarnya apa yang waktu itu mamahnya bicara dengan tuan Liam, harusnya dirinya ikut pasti dirinya akan tahu apa yang mereka bicarakan. Pasti ini adalah sebuah ancaman sampai-sampai mamahnya takut dan tidak mendukungnya lagi.
__ADS_1