
"Sela kapan kamu akan ke rumahku, katanya kamu akan datang ke Ibuku kita akan menikah kapan. Lihat Daniel saja sudah menikah Alex juga yang lebih dari kita di bawah kita dia sudah menikah juga, Ibuku ingin membicarakan tentang pernikahan kita. Ayo sayang Ibu sudah menunggu lama kasian dia "
Sela menatap Hans pacarnya, mereka sudah lama pacaran malahan dari semenjak SMP sampai sekarang, tapi entah kenapa Sela belum siap untuk menikah saja, rasannya tak akan siap Sela menikah.
"Kamu mau memberi alasan lagi pada aku, kalau kamu belum siap menikah ya sampai kapan Sela. Kita mau terus pacaran sudah berapa lama kita pacaran, kita pacaran hampir 10 tahun masa harus terus seperti ini. Aku juga ingin seperti yang lain, aku ingin terus sama kamu dalam ikatan yang sah Sela "
"Aku belum siap, jika kamu mau mencari perempuan lain cari saja. Aku belum siap untuk menikah, aku juga ga tahu aku akan bisa menjadi istri kamu yang baik atau tidak. Kalau misalnya dipaksakan tidak akan pernah baik "
Hans mengusap wajahnya, selalu saja ini jawaban dari pacarnya. Tak pernah ada yang lain, Hans rasannya bosan dengan jawaban yang itu-itu saja "Memangnya kamu rela kalau sampai aku menikah dengan perempuan lain, emangnya kamu mau melihat aku bahagia dengan perempuan lain. Lalu selama 10 tahun ini kamu anggap aku apa Sela, jangan buat aku kecewa dengan tingkah kamu ini "
Sela mendekati Hans dan menggenggam kedua tangannya "Bukan seperti itu aku hanya takut saja untuk menjalani rumah tangga. Aku takut kalau rumah tangga kita akan gagal seperti Mamaku dan juga Ayahku. Aku sangat takut sekali kamu lihat Mamaku sampai sekarang tidak menikah kan dan ayahku juga sama. Aku takut sekali kalau kita akan gagal"
"Aku yakin kita berdua tidak akan pernah gagal, kita dan juga orang tuamu berbeda tidak sama. Tolong pikirkan semuanya. Mau sampai kapan kita pacaran mau sampai 15 tahun kita pacaran, mau sampai kakek nenek kita pacaran itu yang kamu mau. Mamaku sudah selalu bertanya kapan menikah kapan menikah sedangkan aku sudah punya kamu tapi kamu nya ga pernah mau aku ajak serius. Di luaran sana banyak perempuan yang pengen diajak serius tapi kamu malah sebaliknya "
"Aku akan berpikir dulu, aku akan memikirkan semuanya. Aku janji aku akan memberikan keputusan dengan cepat sama kamu "
"Sampai kapan aku harus menunggu kamu memikirkan semua itu. Ini adalah kata ketiga kalinya kamu akan berpikir dulu dan kamu akan berpikir selama berbulan-bulan. Bukan satu hari atau dua hari Sela "
"Aku janji untuk yang kali ini tidak akan lama. Aku harus pulang kamu juga pulang ya tidak usah mengantarkan aku, aku akan pulang sendiri. Kamu nanti langsung istirahat ya Hans "
Sela langsung pergi begitu saja Hans sudah pusing dengan tingkah pacarnya ini. Hans tidak mau menikah dengan perempuan manapun, mereka ini sudah pacaran 10 tahun sudah tahu bagaimana suka dan dukanya, mereka tidak pernah terpisah Hans tidak mau kalau perjuangan mereka ini harus sia-sia saja.
__ADS_1
Sepertinya Hans harus minta bantuan pada Daniel, dia lebih mengerti dan lebih tahu bagaimana Sela, mereka kan bersahabat dari dulu pasti Daniel akan bisa menasehati Sela, pasti Daniel akan bisa merubah isi kepala Sela itu.
Hans akan membicarakan hal ini nanti dengan Daniel, semoga saja dia punya waktu. Hans tak ingin mamanya nanti bertindak gegabah dengan menjodohkannya dengan anak teman nya itu. Hans tidak akan bahagia kalau sampai itu terjadi, kebahagiaannya ada pada Sela. Hanya Sela saja tidak dengan perempuan lain.
...---------------...
Sela pulang dengan wajah murung, dia masuk ke dalam rumah dengan pikiran yang sangat penuh sekali. Sudah beberapa kali Hans mengajaknya untuk menikah tapi hatinya belum siap, bahkan entah kapan akan siapnya Sela juga tidak tahu.
"Ada apa dengan kamu. Kenapa murung seperti ini, biasannya kamu akan ceria Sela "tanya Adiba saat melihat anaknya pulang dengan raut wajah yang sangat sedih sekali.
Sela memeluk mamanya dengan erat "Hans mengajakku menikah lagi, tapi aku belum siap aku tidak bisa aku takut mengecewakannya. Aku bukanlah perempuan terbaik untuknya, banyak kekurangan dalam diriku ini Mama, aku takut tidak bisa bersanding dengan Hans "
Adiba mengusap rambut anaknya "Kenapa harus takut, kenapa belum siap. Apa karena mama dan juga Ayah yang gagal dalam pernikahan membuat kamu takut untuk menjalani semua ini. Kamu jangan sampai berpaku pada hubungan kami berdua, memang kami saja tidak berjodoh. Kamu harus selalu bahagia Mama tahu Hans adalah laki-laki yang baik, dia akan membuat kamu bahagia dia tidak akan membuatmu kecewa. Mama sudah mengenal Hans lama, dia pasti akan sangat sempurna sekali untuk menjadi suami dan kamu juga sama sayang, jangan pernah takut "
"Iya memang tidak akan sama, sangat berbeda sekali. Tapi mama yakin kalian bisa menjalaninya kalian bisa hidup berumah tangga dengan baik. Mungkin kalau ada masalah-masalah kecil itu masalah biasa, yang ada dalam rumah tangga, setiap rumah tangga pasti akan ada saja masalahnya. Jadi kalian harus bisa menjalaninya"
"Memangnya kamu mau nanti tiba-tiba Hans ninggalin kamu, ga akan dapat untuk kedua kalinya lagi laki-laki kayak Hans. Kamu nanti akan menyesal di kemudian hari. Mungkin sekarang kamu biasa-biasa saja merasa kalau semuanya akan baik-baik saja kamu tanpa Hans, tapi nanti kamu akan menyesal setelah Hans menikah dengan perempuan lain dan kamu melihat kebahagiaan Mereka "
"Jangan sampai nanti kamu malah merebut kebahagiaan itu. Mama ingin yang terbaik untuk kamu dan kamu juga jangan melihat kegagalan Mama. Kita berdua itu berbeda dan mama yakin kamu akan bahagia dan tidak akan satu nasib dengan mama"
Sela mendongakan kepalanya dan mencium pipi mamanya, Sela harus berbicara lagi dengan Hans benar kata mamanya, kalau penyesalan itu datang di akhir mana mungkin Sela bisa tenang melihat Hans yang bahagia dengan perempuan lain.
__ADS_1
Bahkan saat melihat Hans mengobrol dengan temannya saja kadang Sela selalu cemburu apalagi melihat Hans bahagia dengan perempuan lain, bisa-bisa Sela akan hancur, Sela tidak akan membiarkan itu.
"Bagaimana apakah kamu sudah merubah keputusanmu itu, apa kamu akan tetap dalam pendirianmu saja. Apa kamu mau nanti sakit hati dan malah menyesali semuanya Sela. Jangan pernah membuat dirimu sakit"
"Aku sudah berubah pikiran mah, aku akan berjuang bersama Hans aku akan berbicara dengannya aku tidak mau kecewa di akhir. Aku tidak mau kalau Hans bahagia dengan perempuan lain "
"Bagus sayang, jangan pernah pikirkan tentang masa lalu orang tuamu. Pikirkanlah masa depanmu nanti. Jangan pernah takut untuk melangkah ke depan, setiap kehidupan pasti akan ada rintangan pasti akan selalu ada masalah dan dalam masalah itu pasti juga akan ada penyelesaian, tak akan mungkin kan ada masalah dan tidak ada penyelesaiannya"
Sela menganggukan kepalanya, Sela bercerita pada orang yang benar. Mamanya selalu membuat hatinya tenang. Meskipun orang tuanya berpisah tapi mereka memberikan kasih sayang yang lengkap padanya, bahkan kalaupun mau jalan-jalan mereka akan pergi bertiga tanpa memikirkan status mereka seperti apa.
Mamanya dan juga ayahnya akur dan selalu membuat Sela bahagia. Sebenarnya Sela ingin mamanya dan juga ayahnya kembali, tapi sepertinya sangat sulit sekali mereka seperti membuat dinding masing-masing untuk hal itu tak terjadi lagi, untuk mereka tidak bersatu lagi. Tapi semoga saja setelah Sela menikah orang tuanya juga bisa menikah kembali dan bersatu kembali. Sela berharap lebih akan hal itu.
"Besok temui Hans dan berikan dia bekal makanan, bicara dengan dia baik-baik. Mama yakin Hans adalah laki-laki yang baik yang akan bisa membuat kamu selalu bahagia dan tersenyum. Mama sudah mengenal dia bagaimana orangnya. Mama sudah sangat percaya dengan Hans dan jika sampai kalian tidak menikah dan kamu jatuh ke tangan laki-laki lain mungkin Mama tidak akan pernah percaya. Mama sudah melihat bagaimana perjuangan Han selama ini untuk kamu"
"Iya Mah makasih ya, Mama udah buat aku sadar kalau yang aku lakukan selama ini salah. Untung saja Hans masih bertahan dan mau tungguin aku, malau nggak mungkin aku udah sakit hati lihat Hans bahagia dengan perempuan lain. Sela ga bisa bayangin semua itu. Buat bayangi nya aja sakit rasannya "
"Iya makanya, kalau mau ambil keputusan itu harus dipikirkan dengan matang dulu. Kamu tidak boleh asal bicara laki-laki biasanya kalau sudah lelah dia akan pergi dan mengikuti apa kemauan yang diinginkan oleh pacarnya itu. Untung saja Hans masih bisa sabar dengan kamu sayang "
Sela menganggukan kepalanya dia mencium tangan mamanya dan memeluknya dengan erat lebih erat lagi. Sela memang sengaja membawa mamanya pindah, neneknya juga sudah tiada jadi Sela tidak mau membuat mamanya tinggal sendirian kasihan. Kalau Ayahnya masih bekerja di nenek dan kakeknya Daniel masih betah katanya dan di sana banyak teman juga.
Awalnya Ayahnya kerja bersama om Lucas tapi dia kembali lagi kepada orang tuanya om Lucas. Mungkin waktu itu Ayahnya ingin suana baru, ya mungkin itu pun.
__ADS_1
Adiba menatap anaknya dengan lekat, dia begitu bahagia sekali kehidupannya bisa berubah seperti ini. Kalau dulu dirinya tak berubah mungkin Sela tak akan ada dalam pelukannya, Sela tak akan pernah mengenalnya sampai kapanpun.
Mereka akan asing rasanya, tapi untung saja Adiba waktu itu menyesal dengan perbuatannya dan juga dengan bantuan Kat yang begitu berarti sekali, Adiba tak akan pernah melupakan bantuan dari Kat. Meskipun dulu dirinya selalu membuat Kat celaka tapi dia tak pernah membenci dirinya. Sungguh beruntung sekali Adiba ini mempunyai teman seperti Kat.