
"Kami akan menyelidiki semuanya Tuan "
"Ya selidiki semuanya, aku tak mau sampai sekolah punya orang tua ku ini jelek. Kau harus menemukan siapa pembunuhnya dan jangan sampai ada media yang meliputnya"
"Ya, saya menjamin itu tak akan terjadi, tak akan ada media yang meliput "
"Baik akan saya pegang janji mu itu, kalau sampai ada media yang meliput dan tahu kau yang pertama aku cari"
"Iya Tuan, saya akan bertanggung jawab. Baiklah saya akan bekerja lagi Tuan, kami akan mengotopsi korban "
Tio yang melihat Lucas diam dan dia juga langsung melengos pergi, akhirnya Tio juga pergi.
"Kenapa dia "
"Entahlah menjadi jutek seperti itu. Aku juga tidak tahu kenapa, tadi awal kita datang biasa-biasa saja ya dia. Tak seperti itu "
"Hemm, berubahnya sangat cepat sekali ya "
"Benar sekali, yaudah ayo bawa kerumah sakit "
"Baik Pak Tio "
Mayat segera dibawa dan di masukan kedalam mobil ambulans, bahkan sekolah ditutup ketat tak ada yang boleh masuk hanya medis dan juga polisi saja.
...----------------...
"Kak Tio "
"Iya Kat, kakak dateng sesuai apa yang kakak janjiin sama kamu, Ayah ada "
Aku mengelengkan kepala "Ayah tak ada Kak Tio, Ayah sudah bekerja lagi "
__ADS_1
"Baiklah mau makan bersama, ayo Kakak punya tempat rekomendasi untuk kita makan "
"Boleh Kak, aku ganti baju dulu ya "
"Sudah begini saja pakai baju santai "
Kak Tio menarik tanganku naik kedalam mobil, selama perjalanan kami berdua bercanda dan apapun itu dibahas, memang kami sudah lama juga tak bertemu.
"Ini Kak tempatnya "
"Iya, kamu suka ga"
"Suka Kak "
Kembali tanganku digandeng oleh Kak Tio begitu ramai sekali, tapi tiba-tiba tatapan mataku bertabrakan dengan seseorang yang selalu memusuhiku.
Aku langsung menatap Kak Tio " Kak lebih baik kita cari tempat makan yang lain "
"Emm, bukan begitu Kak tapi_"
"Kalian ada di sini pasti sedang mencari tempat dudukan. Ayo bergabung dengan kami"
Tiba-tiba ada yang memotong pembicaraan ku, dan aku tahu siapa itu, dari suaranya saja aku sudah tahu itu siapa.
"Tuan Lucas "
"Panggil saja Lucas, jadi kalian butuh tempat duduk ayo bergabung "
Kak Tio menatapku dan langsung menarik tanganku ke meja Pak Lucas ada perempuan itu juga. Rasannya aku tak mampu kalau harus dekat dengan perempuan itu.
"Terimakasih Lucas karena memberi kami tempat duduk "
__ADS_1
"Ta masalah, berbagi tempat duduk itu sudah biasa kan"
"Iya "
"Jadi kalian berdua ini sepasang kekasih atau bagaimana"
"Emm, kami teman, Kat adalah teman dari adikku Dian jadi kami sering jalan-jalan sama-sama "
"Begitu ya, lalu Dian nya kemana "
"Dia tak ikut "
"Hemm, begitu ya "
Kak Tio hanya menganggukan kepalanya lalu menatap aku yang terus saja diam, Kak Tio menggenggam tanganku dihadapan Pak Lucas.
"Kamu mau makan apa Kat "
"Samakan saja seperti Kakak "
"Benarkah "
"Iya Kak sama kan saja "
Prang
"Oh maaf tadi gelas ku tersenggol. Maaf ya telah mengganggu kalian berdua"
Aku yang kaget sampai melihat kearah Pak Lucas, tatapan itu adalah tatapan yang aku hindari, dia menajamkan matanya padaku, lalu menatap tanganku yang masih digenggam oleh Kak Tio.
"Iya tak apa " jawab Kak Tio sambil kembali fokus pada menu.
__ADS_1
Aku yang takut dengan tatapan itu, mempererat pegangan tanganku pada Kak Tio dan menundukan pandanganku saja.