Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 105 Adiba berpura-pura


__ADS_3

"Maaf aku tak sengaja "


Kat tak sengaja menabrak tubuh seseorang, dia tadi terburu-buru sampai dirinya ini menubruk orang lain.


"Kamu ini anak baru ya di sini ga hati-hati banget sih jalannya"


"Maaf aku ga sengaja, sungguh aku minta maaf. Sekali lagi aku minta maaf "


"Minta maaf minta maaf, emangnya cukup dengan kata maaf itu map saja berantakan "


"Biar aku bereskan "


Kat mengambil semua berkas-berkas yang berserakan dan memberikannya pada perempuan itu "Lain kali hati-hati ya jalannya, jangan berlari seperti itu untung saja kau menabrak ku, kalau kau sampai menabrak Pak Lucas bisa habis kau "


Perempuan itu langsung meninggalkan Kat sedangkan Kat sendiri cepat-cepat untuk segera pergi dari sini. Baru juga melangkah namanya sudah dipanggil.


"Mau kemana sayang, kita belum selesai kemari dan kita habiskan waktu bersama-sama di ruanganmu yang sangat besar. Apakah kau tidak belajar"


"Emm, aku pulang saja. Aku harus menemui Daisy, aku mau pulang saja "


"Iya aku yakin "


Kembali Kat berjalan, tapi langkahnya diberhentikan kembali oleh Lucas "Aku mau pulang "


"Kita pulang sama-sama saja "


Kat hanya diam saja, dirinya tak berani menatap mata Lucas yang kembali tajam lagi "Aku sudah bilangkan jangan takut lagi. Kita akan memulainya dari awal. Aku janji jika kau menurut padaku aku akan baik padamu "


"Janji "

__ADS_1


"Aku janji, aku tak akan jahat lagi padamu aku akan memulainya dari awal "


Lucas memeluk tubuh Kat yang tegang, awalnya Kat menolaknya tapi dengan pasrah dirinya membalasnya. Lucas melepaskan pelukannya dan mencium keningnya.


"Kita pulang ya sayang, aku tak akan membebani mu dengan semua tugas perusahaan aku hanya ingin kau tahu saja kalau ini kepunyaan mu, ini adalah milikmu"


Kat hanya bisa diam saja, harus menjawab apa dirinya binggung sekali apakah harus percaya atau tidak. Karena dirinya masih takut dengan tipu daya dari laki-laki ini.


...----------------...


Sekarang Kat sudah ada dirumah, bahkan Kat baru saja menemani Daisy tertidur. Daisy tidak bisa tidur kalau sendirian kasian dia.


Kat menatap Daisy dan mengusap keningnya, Kat membuka pintu perlahan dan keluar dari kamar. Dirinya ingin menghirup udara segera dan menikmati malam yang dingin ini sendirian.


Kat pergi ketaman, dia duduk dan memeluk dirinya sendiri. Kat menatap lampu taman yang redup-redup "Boleh aku duduk "


Kat menatap orang itu, itu kan Adiba Kat hanya menganggukan kepalanya saja "Kau hebat bisa mendapatkan hati Abang "


"Masa sih tidak, kau tahu aku bahkan ingin mendapatkannya tapi sulit sekali. Tapi satu yang perlu kau tahu aku hamil oleh Abang "


Kat malah tertawa "Kenapa kau malah tertawa aku berkata jujur. Apakah kau tidak percaya dengan kata-kataku, apakah kau tidak bisa melihat wajahku yang serius. Seharusnya dia bertanggung jawab tapi karena dia tak mau makannya aku harus menikah dengan yang lain "


"Benarkah kau hamil oleh Lucas lalu jika benar kenapa kau tidak minta tanggung jawabnya saja. Tapi yang aku anehkan katamu Lucas kan menyukaiku kenapa dia bisa memakai mu. Apakah kau memberikan dengan cuma-cuma "


Kat menatap Adiba, tapi Adiba diam saja. Dia menghembuskan nafasnya dan menyenderkan badannya "Aku terlalu mencintai makannya aku mau saja. Tapi kau harus tahu kalau anak ini adalah anak Abang, kau harus terima jika suatu saat anakku yang akan menjadi penguasa semua hartanya ingat itu dia adalah anak pertamanya "


"Tapi dia bukan anak sah, dia ada saat kalian belum menikah. Sudah ya rasanya berbicara denganmu tidak bermutu aku mah bosan dan mengantuk. Lebih baik kau teruskan menghayal ya tapi ingat awas gila. Satu hal jangan anggap aku ini perempuan bodoh ingat itu jangan anggap aku perempuan bodoh "


Kat langsung meninggalkan orang itu, karena tidak akan penting kalau terus bersama dia yang ada perempuan itu akan berbicara lebih ngawur lagi.

__ADS_1


Kalau memang Adiba hamil oleh Lucas mungkin Lucas akan bertanggung jawab, apakah dirinya perlu mempertanyakan itu. Tapi tak penting juga yang ada malah dirinya disangka cemburu lagi.


Padahal kan dirinya tidak cemburu sama sekali yang ada kalau benar ya Alhamdulillah. Jadi dirinya tak perlu menikah dengan Lucas. Dirinya belum mau menikah dengan Lucas yang menyebalkan itu sangat kasar itu.


...----------------...


Sedangkan Lucas sendiri sedang menghubungi ayahnya Kat "Kenapa kau terburu-buru menikahi anakku kenapa ada apa, apakah anakku hamil "


"Jangan seperti itu Kat adalah perempuan baik-baik saja mana mungkin dia hamil tolong jaga ucapanmu ya. Aku menikahi Kat karena ingin menjaganya, aku ingin dia terjauh dari orang-orang yang akan menipunya. Oh iya terimakasih atas surat-surat perusahannya sudah ada padaku, itu adalah keputusan baik dengan kau tidak terus mengunakan uang dari mantan istrimu "


"Aku akan jadi wali, aku akan datang tapi aku ingin bicara dulu dengan anakku itu, sekali saja aku sudah lama tak mendengar suaranya dan kabarnya juga "


"Maaf nanti saja saat hari pernikahan kami kau boleh bicara dengannya. Sekarang Kat sedang tidur dia baik-baik saja dan tak terjadi apa-apa padanya dia baik-baik saja dan akan aman bersamaku kau tidak usah khawatir. Aku bukan dirimu yang akan berat sebelah dan membela salah satunya "


"Aku ingin bicara sekarang dengan putriku "


"Maaf tidak bisa, nanti saja ada waktunya terimakasih karena kau mau datang kemari untuk mewali anakmu aku senang mendengarnya"


Lucas langsung mematikan sambungannya dan tersenyum senang. Enak saja dia mau berbicara dengan Kat jangan sampai Kat terpengaruh dan mau mendengarkan mereka semua. Meraka itu sedang memasang topeng.


...----------------...


"Kat kamu dari mana kenapa kamu tinggalin aku, aku takut "


"Maaf tadi aku keluar sebantar Daisy, aku ga kemana mana kok, udah yu tidur lagi "


Daisy membaringkan tubuhnya lagi, "Kamu bakal nikahkan sama kakakku Kat "


Kat diam, dengan ragu Kat menganggukan kepalanya tidak mau membuat hati Daisy sakit "Benar ya kau akan menikah dengan kakakku dan tak akan kabur lagi. Kau akan selalu ada disamping kakakmu, kau akan terus menemaninya. Aku ingin kau bahagia Kat, aku ingin kau selalu bahagia. Aku tidak mau sampai kau tersakiti. Kakakku pasti akan menjagamu dengan baik, aku sudah mengenal bagaimana kakak, mungkin di egois tapi kalau sudah mencintai satu perempuan dia akan terus mencintai perempuan itu dan aku yakin kamu adalah perempuan yang cocok untuk kakakku "

__ADS_1


Kat tersenyum dan ikut membaringakan tubuhnya, dengan perlahan Kat membaringakan badannya. Rasanya dirinya masih takut. Tapi bagaimana ini permintaan dari Daisy.


__ADS_2