
Saat di rumah sakit sudah banyak orang yang menunggunya, Lucas sudah di obati, dia baik-baik saja. Lukanya tidak terlalu parah. Berbeda dengan Kat.
Di sana juga sudah ada keluarga, Lucas semuanya sudah berkumpul di sana, lengkap semuanya adiknya, ibunya, Ayahnya ada di sana.
"Kenapa Lucas, kenapa bisa sampai terjadi ada apa ini. Apa kamu punya musuh "tanya Zeline sambil menangis.
"Ada mobil di depan dan kami hampir bertabrakan, aku membanting setir dan ternyata di sampingku itu adalah jurang, aku tidak melihat kalau di sana itu ada jurang aku tidak tahu, mamih aku sungguh tak mengeceknya saat akan pergi kesana "sesal Lucas sambil menundukan kepalanya.
Dokter langsung keluar, lalu menggelengkan kepalanya "Maaf Tuan Lucas, aku tidak bisa menyelamatkan istrimu dan juga anakmu, maaf kami semua sudah berusaha sekuat tenaga kami "
Lutut Lucas sampai lemas, Lucas sampai terjatuh, benarkah istrinya meninggalkannya, kenapa harus secepat ini. Kenapa harus istrinya yang tiada.
Padahal baru saja mereka berdua sedang bahagia, tapi kenapa maut harus memisahkan mereka dengan cepat seperti itu. Lucas menatap ibunya, dia menangis. Semuanya yang ada disini menangis.
Lucas segera bangkit, perlahan berjalan ke arah ruangan istrinya menatap tubuh istrinya yang pucat sekali "Maafkan aku, maafkan aku karena tidak bisa menyelamatkanmu. Maafkan aku apa kamu harus meninggalkan aku dengan cepat sekali Kat. Jangan tinggalkan aku, mana bisa aku hidup tanpamu. Katherine jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa seperti ini Katherine, jangan seperti ini ayo bangun" air mata Lucas sudah tak bisa ditahan lagi mengalir dengan deras.
Dada Lucas begitu sesak, melihat istrinya dan juga anaknya yang harus pergi meninggalkannya dengan sangat cepat. Kenapa takdirnya harus begitu, baru saja kebahagian datang.
Lucas sangat terpuruk sekali dengan keadaan ini, dia tidak bisa menerima semuanya dia tidak bisa menerima keadaan istrinya yang sudah tiada beserta anaknya.
"Kenapa harus kamu, kenapa tidak aku saja kenapa kamu yang tiada. Seharusnya aku saja seharusnya aku saja yang tiada. Aku tidak bisa hidup tanpamu, aku tidak akan pernah bisa, aku tidak akan pernah sanggup sayang. Maafkan aku tidak bisa menjaga kamu dan juga anak kita, aku mohon bangunlah jangan seperti ini jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa tanpamu aku tidak bisa hidup tanpamu, tolong bangun lah bangun lah aku tidak mau ditinggalkan olehmu Katherine, bangun Katherine jangan tinggalkan aku Kat "
Lucas memeluk tubuh istrinya itu, dengan tangis histerisnya, berteriak-teriak memangil istrinya. Lucas mencium wajah sang istri, berharap kalau istrinya itu akan kembali bernafas.
Tapi semuanya percuma saja, Katherine tidak bangun dia masih menutup kedua bola matanya, dia benar-benar sudah tiada tidak bisa diselamatkan lagi.
Lucas memeluk tubuh istrinya dengan erat sekali, keluarganya juga sudah masuk melihat Katherine yang sudah tiada, bahkan Zeline sampai pingsan, dia tak sadarkan diri melihat Kat meninggal secepat ini.
...----------------...
Pemakaman langsung dilaksanakan pada pagi harinya, Lucas ada di sana tapi pandangannya selalu saja kosong, dia menatap istrinya yang sudah dikebumikan.
Semua orang disini menangis, apalagi Zeline dia yang paling kehilangan, dia yang paling merasa bersalah karena sudah berjanji pada ibunya akan selalu menjaga Kat, tapi sekarang Kat malah tiada dia malah pergi menyusul ibunya.
"Kat maafkan Mami, seharusnya Mami selalu menjaga kamu, mamih nggak tahu kalau semuanya akan terjadi sama kamu. Mami nggak bisa jaga amanat dari mama kamu, maafkan mami Kat, maafkan mamih "
__ADS_1
"Sudah sudah, ini sudah takdir Katherine kita tak akan bisa melawan takdir, ini sudah takdirnya jangan terus menangisinya " ucap Liam sambil bangkit dan memapah istrinya yang masih saja menangis.
Setelah selesai mereka semua langsung pulang. Lucas juga langsung pulang setalah lama dia di makan Kat, Lucas hanya menangis, tapi dia tidak pulang ke rumahnya bersama Katherine atau ke rumah ibunya.
Dia pergi ke apartemennya, Lucas tidak sanggup untuk pulang ke rumahnya dan mengenang semuanya mengenang tentang istrinya.
"Abang mau aku anterin aja pulangnya, jangan pulang sendirian bang, takutnya nanti ada apa-apa "
"Ga usah Nabil, kamu pulang aja, aku bisa pulang sendiri "
"Abang tapi nggak akan lakuin apa-apa kan, jangan gegabah ya bang, jangan lakuin apa-apa tolong pikirin ke depannya jangan tiba-tiba bunuh diri tolong Bang"
"Tenang saja aku tidak akan melakukan itu"
Dengan lesu Lucas masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan seluruh keluarganya, Zeline juga sangat sedih melihat anaknya yang begitu terpuruk atas kehilangan istrinya.
Mereka baru saja menikah. Bahkan mereka akan dikaruniai anak, tapi kenapa maut begitu dekat pada Kat sampai-sampai Kat harus meninggal.
...----------------...
"Tentu semua itu pasti berhasil, sudah aku bilangkan akan berhasil dengan mulus. Siapa suruh dia berurusan dengan kita, kalau saja dia tidak berurusan mungkin istrinya akan masih hidup beserta anaknya itu. Padahal kita culik saja istrinya dia cantik loh dan masih muda "
"Ya biarkan dia terpuruk, biarkan dia menangis dan usahanya semuanya akan hancur, dia akan tidak punya apa-apa. Biarkan saja dia harus merasakan segalanya. Dia akan sangat kehilangan apalagi dia sangat mencintai seorang Katherine. Lebih baik membunuhnya dari pada menyimpannya disini yang ada Lucas akan datang kemari dan menghabisi kita"
"Ya kamu benar, lalu langkah selanjutnya apa. Kita harus melakukan apa, rencana kita apa selanjutnya"
"Tunggu saja dulu sampai dia reda dalam kesedihannya, kita lihat dulu saja penderitaannya akan sampai kapan. Aku ingin tahu dia akan melakukan apalagi, apakah dia masih akan berani, kita lihat saja dulu. Mungkin dia akan pulih satu minggu, satu bulan atau 1 tahun kita lihat saja ke depannya"
"Baiklah aku akan tunggu arahan mu, aku tidak akan gegabah melakukan sesuatu tanpa arahan mu, aku akan menunggu perintahmu. Apapun yang kamu perintahkan akan aku lakukan"
"Bagus aku senang mendengarnya. Aku suka dengan kerjamu yang bagus seperti ini tidak sia-sia selalu hebat, kamu selalu saja membuatku bangga, jangan sampai kamu nanti mengecewakan ku ya "
"Tentu aku akan selalu membuatmu bangga, tenang saja kerjaku akan selalu bagus "
...----------------...
__ADS_1
Lucas sudah ada di kamarnya, dia memeluk foto Katherine dengan erat "Kat kenapa kamu tinggalin aku, kenapa harus kayak gini. Baru aja kita ketemu, kenapa tiba-tiba kamu udah nggak ada lagi, aku masih nggak percaya kalau kamu udah nggak ada. Aku nggak percaya kalau kamu udah tinggalin aku, aku nggak bisa Kat "
"Padahal kita sudah membuat rencana yang banyak untuk masa depan kita, kita akan pergi ke sini kita akan pergi ke sana, tapi kamu malah ninggalin aku. Kenapa harus begini caranya Katherine. Kenapa harus seperti ini padahal aku selalu ada disampingmu, aku begitu sayang padamu Kat, tapi kenapa kamu harus meninggalkan kami semua. Kenapa harus seperti ini jalannya kenapa harus seperti ini Kat kenapa "
"Aku tidak menyangka kalau kamu akan meninggalkanku secepat ini. Kalau tahu begitu mungkin kita tidak usah pergi, tidak usah jalan-jalan mungkin semuanya akan baik-baik saja kamu akan selamat. Aku bodoh kenapa harus mengajak kamu jalan-jalan "
"Kamu tidak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun. Aku akan selalu merindukan kamu aku akan selalu mendoakan mu agar kamu diterima di sisinya dan juga anak kita akan selalu ada di sampingmu. Aku bahagia pernah bertemu denganmu, aku bahagia pernah ada disampingmu. Aku bahagia kita pernah bersama-sama dan saling menyayangi"
"Aku tidak akan pernah melupakan apapun tentang kisah kita berdua, aku akan selalu mengingatmu. Aku masih tak percaya semua ini Kat. Mungkin aku akan menyusulmu sayang"
Lucas hanya memiliki foto Kat ini saja di apartemennya. Masih memikirkan tentang kematian ini apakah benar Katherine meninggal, apakah benar yang dikubur itu Katherine.
Apakah itu benar Kat, karena setalah dikain kafani dari rumah sakit tak dibuka lagi. Lucas mengigat semua itu. Kenapa dirinya tak melihat lagi karena tidak tega dan pasti dirinya tak akan rela istrinya dimakamkan jadi Lucas lebih baik tak melihat saat istrinya dikafani.
...----------------...
Adiba yang masih ada di pemakaman dia menaburkan bunga ke arah makan Katherine "Tak kusangka kamu akan pergi secepat ini Katherine, berarti tak lama lagi aku akan mendapatkan suamimu kan. Tak kusangka kamu pergi dengan membawa anakmu itu, untung saja kamu membawa anaknya kan kalau tidak aku harus repot-repot menjaga anakmu, aku akan mengajukan perceraian dulu pada suamiku itu. Lalu mengambil suamimu yang tampan dan kaya raya "
"Aku tadinya sedih saat mendengar kamu meninggal, tapi aku kembali ingat kalau aku ingin menjadi istrinya Lucas. Aku senang kamu tiada dan aku akan merebut posisimu, aku akan membuat suamimu jatuh cinta padaku. Tenang saja aku akan membuatnya bahagia sekali lebih-lebih "
"Kamar utama yang selalu kamu kunci akan menjadi milikku, kamu sekarang tidak bisa memilikinya lagi bahkan suamimu juga akan aku miliki. Aku bahagia bisa memiliki semuanya. Kenapa tidak dari dulu saja sih begini, mungkin aku akan bahagia dari dulu tapi tak masalah kamu juga sudah tidak ada kan, jadi aku lebih leluasa lagi mendekati suamimu yang tampan itu"
"Dia tampan, kaya punya segalanya aku bisa membeli apapun dengan uangnya. Aku bisa membahagiakan diriku, aku tidak perlu menunggu gajian suamiku yang miskin itu. Dia banyak uang dia rumah banyak, dia punya mobil yang banyak dan segalanya, aku bisa menggunakannya aku bisa belanja ke sana kemari kan Kat "
"Katherine satu lagi, kasihan sekali ya kamu meninggal tapi tanpa ada keluarga, ayah ibu kakak adik kamu tidak ada di sini. Mereka saat menikah pun tidak ada di sini kan, hanya ibumu saja dan juga ayahmu. Adik dan kakakmu ke mana tidak ada kasihan sekali ya hidupmu. Sudah dulu selalu disiksa oleh Abang sekarang saat sedang bahagia-bahagia kan kamu malah mati dengan sangat mengenaskan"
"Aku akan sangat berterima kasih pada orang yang telah mencelakakan kamu. Aku tahu ini bukan kebetulan, ini adalah sebuah kecelakaan yang disengaja aku tahu ada musuh Abang kan dia pasti mengincar mu, karena kamu adalah kelemahan Abang, kamu adalah kelemahannya"
"Tapi nanti aku akan mendapatkan semuanya, mereka tidak akan pernah bisa mengusikku aku bukan perempuan seperti dirimu yang polos dan bodoh, aku akan selalu bertindak dalam segala hal. Aku tidak akan tertipu ataupun terkecoh, jadi aku akan bisa menjaga suamimu. Kamu titipkan saja ya suamimu itu padaku, aku akan menjaganya dengan baik sekali"
"Aku tidak akan menyia-nyiakan apa yang telah kamu berikan ini, kamu sudah memberikan aku kesempatan untuk dekat dengan suamimu. Maka aku akan menggunakannya dengan semampuku, aku akan selalu menjaga suamimu aku akan selalu mengurusnya dengan baik, tidak usah khawatir suamimu akan terawat olehku"
"Oh ya pakaian-pakaianmu juga akan menjadi milikku ya, apakah kita satu ukuran semoga saja karena aku malas kalau harus belanja lagi, tapi tidak masalah aku belanja lagi dan aku yang menggantikan posisimu"
Adiba segera bangkit dan kembali memakai kacamatanya, dia harus pergi dari sini sekarang. Jangan sampai ada orang yang melihatnya mungkin orang-orang yang tidak mengenalnya akan melihatnya sebagai keluarganya.
__ADS_1
Tapi nyatanya dirinya bukan sama sekali keluarganya, dirinya adalah orang yang akan merebut suaminya Kat, sebentar lagi suaminya akan jadi miliknya. Lucas akan menjadi miliknya, sampai kapanpun akan menjadi miliknya tidak akan pernah menjadi milik orang lain.