Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 138 Berkemah yang menakutkan


__ADS_3

Kat yang menatap suaminya diam saja dan langsung membelakanginya menjadi aneh. Ada apa dengan suaminya ini.


"Lucas "


"Hemm"


"Kamu kenapa "


"Ga apa-apa sayang aku baik-baik saja "


Lucas membalikan badannya lagi dengan senyumnya yang begitu lebar. "Nanti lagi ya "


"Apanya "


"Yang tadi "


"Emm, akan aku fikirkan "


"Sayang jangan begitu, aku suamimu "


Lucas memeluk Kat dari sambung dan mereka dia menatap hujan yang makin lebar saja. "Lucas sepertinya camping kita tak akan berjalan lancar"


"Ya mau bagaimana lagi sayang, tidurlah dulu nanti kalau sudah membaik cuacanya kita akan membuat api unggun "


Lucas berbaring bersama sang istri, lalu menepuk-nepuk punggungnya agar cepat tidur. "Tidur sayang, tidur dulu saja ya "


Kat hanya menganggukan kepalanya, mempererat pelukannya pada suaminya karena memang sangat dingin sekali.


Dinginnya sampai menusuk tulang, selimut tebal yang mereka bawa juga kurang. Dinginnya disini benar-benar dingin sekali.


Lucas melepaskan pelukannya pada sang istri. melihat keluar jendela ternyata sudah berhenti hujannya. Lucas membuka pintu mobil dan mengecek keluar. Siapa tahu dirinya bisa membuat api unggun seperti apa yang sudah tadi dirinya janjikan pada sang istri.


Tapi Lucas malah melihat ada bercak darah "Darah, apa disini ada yang mati "


Lucas berjalan dengan sangat perlahan kearah mobil yang tak jauh darinya. Ternyata didalam mobil itu ada dua orang yang sudah meninggal dengan darah yang sudah tak karuan.


Lalu saat Lucas melihat kejok belakang Lucas melihat ada perempuan yang dilecehkan. Lucas langsung saja pergi takut terjadi apa-apa sang istri.


Lucas langsung menjalankan mobilnya, Kat yang terganggu tidurnya langsung bangun "Lucas kita akan pindah "


"Kita akan pulang saja"


"Kenapa apa ada masalah, hujan sudah berhenti apa kita tidak jadi membuat api unggun ? "


"Pindah kedepan sayang, pakai seatbelt ya "


Kat langsung pindah kedepan dan memakai seatbelt seperti apa yang suaminya katakan. Kat melihat kebelakang ada beberapa orang yang keluar dari dalam mobil yang tadi tak jauh terparkir didekat mobilnya.


"Lucas kenapa mereka memakai pakaian hitam dan juga memakai topeng "


"Mungkin mereka sedang bermain"


Kat yang merasa aneh dengan jawaban sang suami akhirnya diam saja. Suaminya bicaranya ngawur. Masa orang dewasa bermain topeng.


Lucas sendiri sebenarnya bisa melawan mereka tapi di sini dirinya membawa Katherine, kalau misalnya dirinya menghabisi mereka semua lalu bagaimana kalau ada yang lain dan mendekati istrinya bisa gawat kan lebih baik untuk sekarang kabur dulu saja.


Mobil berhenti, karena didepannya ada mobil. Sepertinya jempatan didepan ambruk. Lucas membuka sedikit jendela dan melihat keadaan.


Ingin mencari jalan lain, agar bisa cepat-cepat pulang tak mungkin kalau dirinya harus terjebak disini lama. Itu akan sangat membosankan sekali. Harus mencari jalan alternatif takut-takut orang-orang jahat itu datang kemari. Dirinya yakin kalau mereka perampok dan akan melakukan hal yang sama pada pengendara lain.


"Sayang"


"Iya Lucas "


"Aku akan jujur padamu, tadi aku melihat ada yang dibunuh di depan mobil kita yang tadi parkir tak jauh dari kita itu. Dia menjadi korban perampokan mungkin dan aku juga melihat ada perempuan yang dilecehkan makanya aku ingin cepat-cepat pulang. Kemungkinan mereka juga akan kemari lagi lihat saja sekarang macet dan bisa saja mereka menyusul dan mendekati kita mobil kita paling belakang"


"Kenapa kamu tadi tidak bilang, berarti yang memakai topeng tadi penjahat ? "

__ADS_1


"Iya mereka penjahat. Aku tidak mau membuatmu takut makanya aku tadi berbohong. Ini demi kebaikanmu pokoknya pakai senjatamu dan kamu jangan takut jika aku nanti membunuh mereka. Intinya kamu harus tenang dan percaya sama aku"


Lucas merogoh sesuatu ternyata pistol dan beberapa pisau juga. Lucas memberikan pistol satu lagi pada Katherine "Ingat kalau mereka mendekatimu ataupun aku tiba-tiba tidak ada di sampingmu mereka mengancammu. Maka tembak saja jangan takut, aku yang akan menjamin semuanya ya. Jangan pernah takut untuk membunuh orang jahat"


Kat menerimanya dengan tangan bergetar Takur sekali, baru kali ini dirinya memegang senjata seperti ini. Apalagi akan ada orang jahat.


Lucas sendiri sedang sedang sibuk dengan ponselnya, Lucas menghubungi Nabil "Kamu ini lama sekali mengangkatnya. Sebenarnya kamu ini dari mana saja Nabil"


"Aku lagi tidur Bang. Ada apa sih malam-malam nelpon"


"Aku lagi kejebak macet, carikan jalan alternatif di sini aku akan mengirimkan lokasiku sekarang di mana"


"Baiklah baik"


Lucas langsung saja mematikan sambungannya dan mengenggam tangan istrinya "Tenang ya, aku akan selalu melindungi kamu dan anak kita aku janji "


Lucas mencium tangan Kat lama. Saat melihat kebelakang ada mobil yang berhenti dan keluar beberapa orang. Mengetok-ngetok kaca mobil dengan senjata.


Bahkan mobil yang lain juga sama, mereka melakukannya kesetiap mobil yang ada disini. Bahkan mereka banyak. Mungkin ada 8 orang.


"Lucas mereka datang "


Lucas memundurkan mobilnya dan menabrak mobil penjahat itu, bahkan Lucas menabrak penjahat yang menghalanginya. Tak peduli dia terlindas nanti yang terpenting istrinya selamat.


Dia masuk kedalam hutan, mereka malah diikuti oleh para perampok itu. Mereka benar-benar cari mati. Lucas melihat ada belokan dan itu bagus untuk menyembunyikan mobilnya.


Lucas menatap istrinya "Kamu tetap di sini, jangan kemana-mana ingat jangan pernah ke mana-mana. Aku akan melihat mereka dulu ya kamu hanya perlu patuh sama aku maka kamu akan selamat"


"Tapi lucas "


"Aku akan kembali sayang "


Lucas keluar dari dalam mobil, dia juga membuka terlebih dahulu pintu bagasi dan mengambil sesuatu setelah itu menutupi sebagian mobilnya dengan rumput-rumput yang ada di sana.


Lucas ternyata membawa kawat berduri dia sengaja membuat itu untuk berjaga-jaga saja, siapa tahu dia mendapatkan tawanan. Lucas membentangkan kawat berduri itu dan menunggu kedatangan para penjahat itu tak butuh waktu lama mereka langsung datang dan ban mobil mereka pecah sampai sampai-sampai mobil itu terguling-guling ke arah jurang.


Lucas yang tidak mau mereka hidup turun dan melihat keadaan mobil yang sudah sangat berantakan, dari beberapa orang itu ada yang ingin keluar tapi Lucas segera menghabisi mereka dengan pisau yang dia bawa. Meskipun dia membawa pistol tapi dia lebih suka menghabisi korban-korbannya memakai pisaunya.


Kat yang melihat suaminya penuh darah langsung kaget "Ada apa, apa kamu terluka Lucas "


"Tidak ada yang terluka tetap diam di sini sayang "


Lucas mengambil bensin dan juga korek apinya. Lalu menyiramkan semua bensin itu ke setiap sisi mobil bahkan orang-orang yang ada di dalamnya juga Lucas basahi dengan bensin itu.


Lalu menyalakan api dan terbakar lah. Lucas langsung berlari dengan cepat, takut-takut dia malah terkena puing-puing mobil itu nanti yang meledak.


Lucas sudah kembali lagi ke dalam mobil mengganti pakaiannya dengan yang baru, tapi Kat malah memasukkan pakaian-pakaian itu ke dalam kresek besar.


"Kenapa kamu masukkan ke sana sayang"


"Ini agar tidak ada tanda bukti, kalau kamu meninggalkan pakaiannya di sini bisa-bisa kamu kena masalah. Kamu bunuh mereka semua kan "


"Iya kalau aku ga bunuh mereka, kita akan terus dikejar sampai pulang bahkan mungkin kita ga tahu bagaimana keadaan kita nanti kedepannya. Yang terpenting kamu sama anak kita itu selamat udah jangan pikirin aku nanti ditangkap Polisi ataupun tidak"


Lucas menjalankan kembali mobilnya sambil menghubungi Nabil "Apalagi sih Bang aku kan lagi cari jalan alternatif"


"Udahlah itu lupain, sekarang pokoknya cek ke tkp. Apakah semua barang bukti sudah lenyap dan tidak ada sidik jariku sama sekali"


"Maksud Abang apa Abang di sana bunuh orang "


"Ya kalau udah tahu ga usah nanya pokoknya datang kemari dan bereskan semua ini jangan sampai ada jejakku sedikitpun ingat"


"Ya baiklah baiklah. Camping bukannya seneng-senanga ini malah bunuh orang"


"Bacot "


Lucas kembali mencari jalan sendiri, biarkan Nabil yang membereskan ini semua kasian istrinya kalau terlalu lama disini.

__ADS_1


...----------------...


Mereka akhirnya sampai rumah juga, tapi Kat tak melihat suaminya masuk. Kat lihat keluar jendela ternyata lucas sedang membakar pakaian yang tadi. Kat hanya melihat dari lantai atas tidak mendekati Lucas sama sekali.


Melihat Lucas yang akan berbalik Kat segera berlari ke tempat tidur dan diam di sana. Jangan sampai Lucas tahu kalau dirinya tadi mengintip.


"Sayang kenapa kamu melamu apa kamu takut sama aku "


Lucas berjongkok dan memegang tangan istrinya dengan erat "Ga terlalu sih, cuman apakah keluarganya ga akan cari mereka ya"


"Penjahat itu pantas untuk mendapatkan semua itu, kalau aku tadi tidak menghabisi mereka. Mereka akan menghabisi banyak lagi nyawa dan mungkin akan ada beberapa lagi perempuan yang mereka lecehkan itu akan makin beresiko kan. Ini akan makin membuat banyak perempuan trauma dengan laki-laki sayang "


"Iya kamu benar. Tapi bagaimana kalau polisi tahu, kalau kamu sudah menghabisi mereka semua. Bagaimana kalau mereka tiba-tiba datang kemari dan menangkapmu"


Lucas tersenyum dengan kata-kata yang terlontar dari bibir sang istri "Kamu takut kehilangan aku "


"Emm, a_ku em ya aku takut kalau nanti anak kita ga punya ayah "gugup Kat sambil menatap kearah lain tak mau melihat mata Lucas.


Lucas bangkit dan mengecup kening sang istri "Baiklah aku akan membersihkan diriku dulu, gak enak ada bau amis. Kamu berbaring dulu ya nanti kalau mau apa-apa bilang padaku. Aku akan menyiapkan semuanya sayang"


"Iya "


Lucas masuk kedalam kamar mandi, dan Kat hanya diam saja menunggu suaminya. Kenapa juga tadi dirinya gugup sekali.


...----------------...


Kat terbangun tapi tak ada suaminya. Dirinya hanya sendirian. Dimana suaminya saat melihat nakas ada roti bakar dan susu juga. Lalu diatasnya ada sebuah surat dan bunga mawar merah.


Kat membukannya dengan perlahan ternyata pesan dari suaminya.


Sayang maafkan aku tidak membangunkanmu, tapi aku sudah membuatkan kamu sarapan, pagi ini aku harus cepat-cepat pergi ke kantor. Jadi aku tidak bisa menemanimu bangun saat pagi ini.


Tapi tenang saja, aku tidak akan lama. Hanya akan mengurus beberapa berkas setelah itu aku akan pulang dan menemanimu lagi. Di bawah sudah ada beberapa pelayan dan juga bodyguard yang aku tugaskan untuk menjagamu. Jangan keluar rumah ya tetaplah diam di rumah aku sudah menyiapkan semua kebutuhanmu.


Kat menyimpan kembali surat itu dan melihat ke arah jendela. Mobil yang kemarin mereka gunakan ternyata sudah tidak ada, tapi di sana ada beberapa orang berjaga bahkan banyak sekali yang berjaga.


Bukan beberapa lagi, saat Kat melihat ke taman lebih banyak di sana. Bahkan ada yang berkumpul di pintu belakang pintu depan pokoknya banyak sekali orang.


"Apakah Lucas bermasalah "


Penasaran dengan penjahat itu, akhirnya Kat mencari berita terkini dan ketemu di sana hanya diberitakan kalau mobil itu terbakar karena kecelakaan. Karena tangki bensin yang bocor mengakibatkan mobil itu terbakar dan disana tertulis kalau semua itu hanya kecelakaan saja.


Ket sudah membaca itu tenang sekali, rasanya tidak ada lagi yang harus dirinya pikirkan. Semuanya baik-baik saja suaminya akan baik-baik saja.


Kat yang ingin mendengar dulu suara suaminya akhirnya menelponnya, tak butuh waktu lama langsung diangkat.


"Ada apa sayang, apa kamu sudah rindu padaku padahal aku baru meninggalkanmu berapa jam"


"Bukan begitu, kamu yakin tidak ada masalah di rumah sangat banyak sekali bodyguard. Apa tidak salah menempatkan orang-orang ini begitu banyak sekali. Apa kamu ditangkap polisi dan berpura-pura padaku kalau kamu pergi ke kantor ? "


"Untuk apa aku berbohong sayang, aku memang benar-benar di kantor. Aku memang sedang banyak pekerjaan dan Nabil juga tidak bisa menghandle semua pekerjaanku. Jadi mau tidak mau aku harus turun tangan kemari dan mengerjakan bagian-bagian yang susah. Nanti setelahnya Nabil yang akan mengerjakannya. Jika kamu masih belum percaya ayo alihkan menjadi video call"


Kat melihat kalau suaminya itu sedang duduk di kursi kebesarannya dan diarahkan juga ke beberapa berkas yang Lucas sedang kerjakan. Oke sekarang tenang suaminya tidak kemana-mana, ada di perusahaannya.


"Baiklah aku percaya, tapi bisakah tidak menempatkan bodyguard sebanyak itu rasanya aku risih kalau di rumah terlalu banyak orang. Apalagi berjajar seperti itu"


"Itu hanya untuk keamananmu saja sayang, aku hanya ingin kamu aman di sana dan tidak terganggu oleh apa-apa. Takut-takut ada orang jahat yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Kemarin juga tidak disangka-sangka kan akan ada seorang penjahat saat kita berkemah. Maka aku harus menempatkan orang banyak di rumah agar kamu selalu selamat dan terlindungi saat aku tidak ada di sana"


"Jangan sebanyak itu juga Lucas, aku tidak terlalu suka"


"Sudah sayang, itu sudah keputusanku itu yang terbaik buat kamu. Lebih baik kamu makan sekarang sarapanmu, mandi dan setelah itu kamu bebas mau melakukan apa asalkan jangan kabur saja "


"Iya iya baiklah, aku akan sarapan kamu juga kerja jangan terlalu lelah"


"Iya istriku sayang, makin ke sini kamu makin perhatian ya"


Melihat senyum Lucas yang begitu tulus seperti itu Kat malah malu sendiri. Mendapat senyum yang sangat manis sekali dari suaminya. Kat yang gugup menundukkan kepalanya lalu mematikan sambungan teleponnya sepihak.

__ADS_1


Karena jantungnya sudah berdegug dengan sangat kencang. Entah apa ini, apa dirinya mulai tertarik pada Lucas, karena perhatian perhatiannya yang selama ini dia berikan padanya.


Apakah itu tak masalah kalau dirinya mencintai Lucas, apa tidak akan tersakiti lagi dirinya oleh Lucas. Apa semuanya akan baik-baik saja. Semoga saja semuanya baik-baik saja.


__ADS_2