
Sudut pandang Lucas.
"Kat kau dimana "
Aku membuka pintu kamar Kat, tapi tidak ada dia, Kat tidak ada di dalam kamar ke mana dia. Kemana dia pergi. Aku dengan khawatir mencari Kat ke seluruh rumah tapi tak ada, saat ada Daisy aku menanyakan Kat padanya.
"Di mana Kat Daisy. Apakah kau menyembunyikannya lagi, apakah kau membantunya untuk pergi lagi di mana dia sekarang"
Adikku malah mengerutkan keningnya" Aku tidak tahu, aku baru saja pulang dari rumahnya Kak Nabil. Kenapa tiba-tiba kau bertanya padaku. Bukan Kat selalu ada di sampingmu bukannya kau menyuruhku untuk tidak mendekati lagi Kat "
"Kita buktikan di CCTV "
"Ya sudah ayo kita buktikan, yang terpenting aku tidak melakukan hal apapun. Aku tidak membantu Kat untuk kabur lagi. Ayo kita lihat di CCTV ke mana Kat pergi dan apa yang terjadi sebelumnya pasti Kat pergi ada hal yang terjadi kan"
Aku tak menjawab adikku, kami berdua langsung pergi keruang Cctv, aku segera mengeceknya. Alangkah kagetnya aku saat melihat perkelahian Kat dan juga Adiba ternyata yang pertama menyerang adalah Adiba.
"Aku yakin kau telah membela Adiba dan memarahi Kat kan. Ini lihat saja yang pertama kali melakukan kekerasan itu Adiba dan aku melihat kau memarahi Kat setelah itu. Kau ini terlalu membela perempuan itu sudah aku katakan kan Adiba itu perempuan licik"
Aku kembali tak menjawab Daisy, aku mengecek GPS yang aku pasang dicincin itu. Ada dibelakang dapur. Aku segera berlari kesana lagi-lagi Daisy mengikutiku.
Tapi disana tak ada siapa-siapa, aku hanya menemukan cincinya saja "**** dia kabur "
__ADS_1
"Makanya dengarkan dulu penjelasan pacar jangan terlalu membela orang yang memang tinggal di sini. Belum tentu dia baik seharusnya kau lihat dulu dari masa lalu ibunya seperti apa, masa lalu neneknya seperti apa. Kau ini terlalu gegabah jadi orang membela orang yang salah. Rasakan Kat sekarang pergi kan dari sampingmu. Semoga saja saya Kat tidak akan pernah kembali lagi padamu"
Adikku setalah mengatakan itu langsung pergi begitu saja. Bodohnya aku kenapa aku tidak mendengarkan Kat malah mendengarkan perempuan gila itu. Aku sudah tahu bagaimana dia tapi aku malah terus membelanya.
Aku segera keluar dari rumah dan mencari dahulu ketempat-tempat terdekat tapi tak ada. Aku kembali lagi kerumah dan menyuruh anak buah Papih untuk mencari Kat.
"Kemana kau Kat sebenarnya kenapa kau tiba-tiba pergi begitu saja"
Aku melajukan mobilku dengan pelan, takut-takut aku menemukan Kat sedang bersembunyi dariku. Aku sudah celingak-celingguk tapi tak ada , aku tak menemukan Kat.
Ada telfon, saat kulihat itu adalah anak buah papihku " Bagaimana apakah sudah ketemu "
"Belum Tuan muda, kami tak menemukan nona Kat"
"Baik Tuan kami akan mencari nona Kat "
Sambungan langsung aku putuskan, aku begitu marah banyak orang yang aku kerahkan, tapi hanya untuk mencari satu orang saja mereka tidak bisa. Malah mengatakan kalau mereka tidak menemukan Kat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku pulang larut, tapi aku malah mendengar keributan di rumah. Saat aku masuk mami menampar Adiba. Aku segera menghampiri mamih.
__ADS_1
Disana juga ada ibunya Adiba yang berteriak pada mamih "Kau ini sebenarnya maunya apa, sampai-sampai Kat pergi dari rumah ini. Kau tahu siapa Kat dia adalah orang terpenting dalam hidupku. Tapi kau telah membuat dia pergi dari sampingku"
"Maafkan anakku nyonya, dia tak tahu kalau Kat adalah anak perempuan yang selama ini nyonya cari "
"Ini tidak terjadi satu kali saja Airin, ini sudah terjadi beberapa kali anakmu sudah sangat keterlaluan saat ada tamu ke rumahku dia selalu ketus dan tidak pernah hormat pada mereka. Lalu sekarang pada Katherine anaknya dari Jovanka sahabatku. Dia melakukan hal tidak baik bahkan dia menjambaknya seperti itu. Aku lihat semuanya dari CCTV siapa yang salah dan itu anakmu Airin. Harus bagaimana lagi aku menghadapi anakmu ini"
"Maafkan anakku nyonya, maafkan dia "
"Seharusnya bukan kau yang meminta maaf, tapi orang ini anak ini yang tidak tahu diri. Dari dulu kau selalu nakal"
"Mih sudah " aku mencoba untuk melerai semua ini.
"Apa, kau juga kenapa tidak membela Kat, sudah tahu bagaimana sifat perempuan ini anak licik ini tapi kau masih saja membelanya. Ada apa denganmu apakah kau mencintai perempuan ini kalau begitu lepaskan Kat "
"Mana mungkin aku suka pada Adiba, aku hanya mencintai Katherine saja. Mami tenang saja aku akan terus mencari Kat sampai dia ketemu"
"Cari dia sampai ketemu, mamih tidak mau tahu. Kat harus ketemu "
Mamihku langsung pergi begitu saja. Bahkan dia menangis. Aku melihat kearah Adiba dan juga ibunya.
"Kalau bukan karena hutang Budi pada Om Tora mungkin aku sudah mengusir kalian berdua, karena Om Tora telah mengabdi pada Papiku dan merelakan nyawanya demi Papiku maka aku membiarkan kalian untuk tinggal di sini. Jika sampai kau Adiba macam-macam lagi pada Kat atau pada keluargaku yang lain aku tidak akan segan-segan melukaimu atau sampai membunuhmu ingat itu kau tahu siapa aku dan jangan harap kau bisa ada disampingku. Jangan mimpi jangan terlalu tinggi impianmu itu "
__ADS_1
Adiba menangis, dia tak menjawab. Aku langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Kepalaku begitu pusing mencari Kat.
Kemana dia pergi. Kenapa dia langsung pergi begitu saja. Aku salah karena tak membela Kat dari awal. Kalau saja aku tahu kejadian awalnya pasti aku akan membela Kat bukan Adiba.