
Mereka berdua tidak jadi makan malam, karena tiba-tiba saja Daniel menjadi rewel. Jadi mereka berdua membatalkannya saja dan diam di rumah tapi ada rencana yang sudah Kat pikirkan, untuk jalan-jalan besok mumpung suaminya sedang tidak banyak kerjaan.
Kapan lagi kan mereka akan jalan-jalan pekerjaan suaminya begitu banyak sekali. Bahkan menumpuk kadang-kadang dibawa kerumah juga agar cepat selesai katanya.
"Sayang karena kamu kan besok libur gimana kalau kita berkemah lagi. Mungkin yang waktu itu gagal semoga saja yang ini nggak, tapi jangan ke tempat yang dulu lagi aku takut. Ke tempat yang lain gitu, yang lebih bagus dari tempat yang dulu gimana tuh kamu setuju kan "
"Boleh kalau kamu emang mau berkemah aku nggak masalah kok, tapi yakin mau berkemah lagi, beneran nih ga akan pindah tempat lagi gitu sayang. Ketempat yang lain "
"Yakin aku tuh lihat ada tempat bagus untuk kita berkemah dan aku juga pengen coba di sana. Aku penasaran tempat itu. Banyak banget yang datang kesana dan bilang kalau tempatnya itu bagus banget"
Kat sama sekali tidak trauma dengan dulu yang terjadi pada mereka, tentang perampokan itu tidak sama sekali tidak trauma. Karena beda tempat pasti tidak akan ada kejadian seperti itu lagi. Masa iya akan kejadian seperti itu lagi. Pasti tidak mungkin kan itu terjadi.
"Baiklah sayang besok kita akan pergi ya, sepertinya juga cuaca sedang bagus lebih baik sekarang kita tidur. Lihat Daniel sudah tidur terlebih dahulu kan, ayo kita susul dia dan bermimpi indah bersama Daniel "
"Baiklah, aku akan tidur. Kamu juga tidur jangan terus memikirkan pekerjaan"
Kat berbaring di samping anaknya dan memeluk tubuh mungilnya itu. Lucas juga sama, mereka tersenyum dan mencoba untuk menutup kedua bola matanya hari ini Daniel tidur bersama mereka berdua.
...----------------...
Benar saja mereka pergi untuk berkemah, dengan mobil yang berbeda tapi dengan isi yang hampir sama seperti mobil yang waktu itu.
Daniel juga sepertinya senang sekali, dia banyak tersenyum hari ini, bahkan melihat ke sana ke sini tidak mau diam. Lucas sendiri mengikuti ke mana istrinya mau, mereka benar-benar datang ketempat yang Kat mau.
Akhirnya mereka sampai. Ternyata banyak yang berkemah di sana, tempatnya sangat luas dan juga banyak tanaman bunga-bunga. Pantas istrinya mau ke sini pasti ingin melihat pemandangan di sini kan.
Banyak juga permainan anak-anak. Disini banyak sekali anak kecil ramai sekali. Apa mungkin setiap hari seperti ini penuh.
"Lucas tapi untuk hari ini, malam ini aku ingin berkemah. Aku tidak mau tidur lagi di dalam mobil kali ini saja. Aku janji hanya kali ini saja "Kat mengatupkan kedua tangannya memohon pada suaminya untuk berkemah, ya agar bisa merasakan bagaimana berkemah dengan suami dan anaknya.
Dulu pernah berkemah tapi dengan teman-temannya sekarang ingin coba berkemah dengan suaminya. Bagaimana rasannya akan menyenangkan apa akan sama saja seperti bersama teman-temannya.
"Baiklah kita pasang tenda sekarang ya, kamu diam saja di mobil biar aku yang memasang tenda. Atau kamu bermain saja bersama Daniel mungkin kamu ingin ke taman bunga itu, dari tadi aku lihat matamu tak pernah lepas dari tanaman yang satu itu"
"Benarkah boleh, kamu nggak akan melarang aku kesana gitu "
"Nggak akan, ngapain juga larang kamu udah sana main sama Daniel. Aku di sini pasang tenda"
"Kamu yakin sendirian, aku bantuin deh "
"Ga usah sayang, udah biar sama aku aja. Kamu main aja sama Daniel ya, sekali berkenalan dengan yang lain disana "
Kat memberikan satu kecupan pada suaminya dan berjalan dengan mengais anaknya, bergabung dengan orang-orang yang ada di sana. Memetik bunga yang Kat inginkan.
Sedangkan Lucas hanya menatapnya dari jauh dan segera memulai memasang tenda. Ini adalah keinginan istrinya dan dirinya harus mengikutinya. Semoga saja tidak ada kejadian seperti dulu lagi apalagi kan sekarang sudah ada Daniel.
Semoga saja sekarang aman dan tak ada kejadian yang mengerikan untuk istrinya. Kalau dirinya datang sendiri dan terjadi seperti itu dirinya pasti akan melawan dan dengan senang hati akan menghabisi mereka. Lumayan kan untuk menambah skill membunuhnya.
Kat yang sudah bosan bermain dengan sang anak, menghampiri suaminya yang sedang memasak bahkan suaminya itu membawa kompor sungguh tidak terduga.
"Sini sayang makan dulu, ayo perutnya harus diisi nanti main lagi bersama Daniel. Masih panjang waktunya sayang. Saatnya mengisi perut dulu "
Daniel diturunkan, karena dari tadi dia ingin turun terus. Untung saja suaminya sudah memberikan alas untuk anaknya bermain. Bahkan robot-robotan mainan Daniel banyak yang dibawa kemari, agar anak itu bisa anteng dan tidak rewel.
Tapi kalau dirumah juga Daniel tak pernah rewel dia selalu anteng dan bermain dengan mainannya ini. Daniel anak yang baik.
"Ini untuk mengganti malam tadi yang kita tidak jadi makan malam, lihat aku sudah membuatkan makanan untukmu sebenarnya sih hanya menghangatkan saja karena ini tadi sudah siapkan oleh pelayan"
Kat menganggukan kepalanya "Tidak apa tidak masalah, terimakasih sudah menggantinya aku suka makan seperti ini "
Mereka berdua segerang makan sambil sesekali menatap Daniel yang asik dengan robot-robotannya, dan juga mainan yang lain. Tiba-tiba saja mendung Kat langsung murung, cuaca yang mulai mendung. Padahal kemarin panas tapi sekarang kenapa tiba-tiba mendung kenapa cuaca tak pernah mendukungnya.
__ADS_1
"Lihatlah setiap kita keluar pasti seperti ini mendung cuacanya. Padahal kan aku ingin menghabiskan waktu dengan kalian. Kenapa sih harus selalu mendung seperti ini kapan kita bisa menghabiskan waktu bersama-sama, kenapa harus seperti ini terus "
"Yang sabar sayang, namanya juga cuaca tak pernah ada yang bisa menebaknya. Seharusnya kita mensyukuri semua ini "
Tiba-tiba hujan turun, Lucas langsung mengambil anaknya dan menuntun istrinya untuk masuk ke dalam mobil. Lalu menutup pintu mobil juga karena hujannya begitu deras, sangat deras sekali sampai-sampai ada angin.
Kat menundukan kepalanya, kecewa setiap mereka akan berkemah selalu saja seperti ini. Tidak ada hari yang bagus kapan mereka bisa bersenang-senang kalau seperti ini terus.
Padahal kan dirinya sudah membayangkan tidur bertiga didalam tenda itu, saling peluk memberi kehangatan tapi ini malah seperti ini tak suka. Semuanya menjadi gagal dan hancur begitu saja.
"Sudah sayang nanti juga kita bisa berkemah lagi kan, kapan-kapan kita bisa kemari lagi mungkin cuaca sedang tidak mendukung saja. Tak usah sedih sayang kita bisa memulai dari awal lagi nanti ya "
"Tapi kenapa saat kita akan berkemah, jalan-jalan pasti saja mendung dan hujan apa kita tidak boleh keluar dari rumah. Padahal kan aku ingin jalan-jalan bersama kamu dan juga Daniel. Kesal aku kecewa juga aku ini "
Lucas mengusap kepala sang istri "Sabar sayang nanti juga ada waktunya, kalau perlu kita nanti berkemah saja di taman belakangnya. Atau kamu mau aku buat perkemahan khusus untuk keluarga kita saja. Agar kamu bisa kapan saja berkemah "
Kat hanya mengangguk saja dan mengambil alih sang anak. Memeluknya dan melihat kearah luar. Sepertinya hujan juga tak akan reda-reda. Pasti akan terus hujan.
Benar saja mereka sudah 4 jam, tapi hujan belum berhenti-henti juga "Kita pulang saja ya sayang, lihatlah tenda kita saja sudah terbang entah pergi ke mana dan tak tahu kemana juga terbangnya. Kalau diteruskan juga tidak akan baik "
"Ya sudahlah mau bagaimana lagi, kita pulang saja percuma diam diri disini juga hanya diam dalam mobil " Kat segera pindah ke depan, disusul oleh suaminya juga yang pindah ke arah kemudi.
Kalau mereka terus saja di sini bisa-bisa mereka malah terjebak, itu akan gawat kan lebih baik pulang saja. Baru juga setengah jalan tapi sudah macet saat dilihat ternyata ada longsor tiba-tiba saja Lucas mengingat tentang kejadian itu, jangan sampai kejadian itu terulang lagi apalagi sekarang ada Daniel.
"Lucas sepertinya kita harus putar balik, aku tidak mau sampai kejadian yang dulu terjadi lagi. Aku tak ingin dikejar-kejar lagi dan menyembunyikan sesuatu yang besar lagi "
"Baiklah kita pergi ke tempat awal saja ya, banyak juga yang pulang lagi ke sana. Siapa tahu mereka tahu jalan yang lain agar kita bisa pulang dengan selamat "
Lucas kembali memutar balikan mobilnya ke arah tempat berkemah mereka, banyak juga yang kembali. Tapi beberapa saat kemudian mereka turun dan pergi ke arah hutan entah mau ke mana.
Mereka berbondong-bondong masuk kedalam hutan, memang ada jalan tapi kecil sekali jalannya itu. Hanya akan cukup untuk berjalan kaki saja. Sedangkan mobil mau tidak mau harus ditinggalkan.
"Sebentar biar aku tanyakan dulu ya sayang, kamu diam dulu di sini ya bersama Daniel jangan kemana-mana. Ingat jangan kemana-mana diam saja disini "
Lucas mengejar orang yang belum jauh, lalu menanyakan mereka akan pergi ke mana "Maaf Pak kalian mau pergi ke mana ya. Apa ada jalan sampai-sampai banyak orang yang masuk kedalam hutan seperti ini pak "
"Kata warga sih ada Pak, makanya kami mau berjalan dulu ke depan semoga saja ada jalan yang lain yang bisa kita lalui. Kita tak mungkin kan terus terjebak disini. Takut takut nanti bencana itu akan maju kearah sini"
"Baiklah terima kasih Pak atas informasinya "
Lucas kembali lagi ke arah istrinya dan membuka pintu mobil "Mereka mencari jalan sayang apa kita mau mengikuti mereka, atau kita akan diam disini mencari cara yang lain saja. Atau aku akan menelfon anak buah ku saja untuk mencari jalan yang aman "
"Boleh lebih baik kita ikuti saja mereka, semoga saja kita dapat jalan kan daripada kita terus di sini. Aku takut longsornya makin parah "
"Baiklah sebentar"
Lucas mengambil beberapa pistol dan juga pisau, sedangkan Kat sendiri dia memakaikan beberapa lapis jaket pada anaknya, takut-takut dia kedinginan kasihan kan. Apalagi cuaca sedang seperti ini sangat tidak mendukung.
"Ini kamu pegang pisau, pegang yang erat "
"Untuk apa Lucas, aku tidak mau aku lebih baik tak pegang apa-apa saja "
"Untuk jaga-jaga saja, siapa tahu ada orang jahat di dalam hutan itu. Kita tidak pernah tahu di dalam sana ada apa. Apa ada hewan buas apa ada manusia yang lebih buas dari hewan. Ini untuk jaga-jaga jangan pernah melepaskan pisau ini dan terus peluk Daniel, aku akan melindungi kalian berdua "
Kat menganggukan kepalanya, Kat menggenggam pisau itu dengan erat dan memeluk anaknya dengan sebelah tangannya. Untuk saja tadi membawa beberapa selimut juga untuk anaknya.
Mereka berjalan paling belakang. Lucas juga terus melihat kanan kiri, takut-takut ada orang yang menyerang mereka "Kita lebih baik memisahkan diri saja sayang firasat ku mengatakan kalau akan ada sesuatu di depan sana, ada sesuatu yang tak beres sayang "
"Tapi mereka semua lurus, mereka semua jalan ke sana Lucas, kalau kita memisahkan diri bagaimana kalau terjadi sesuatu pada kita tidak akan ada yang menolong. Lebih baik kita ikuti mereka saja. Mereka lebih tahu kan jalan ini "
"Lebih baik memisahkan diri daripada kita harus mengikuti orang-orang itu, yang berjalan tanpa arah, aku yakin mereka tak tahu jalan untuk keluar mereka hanya menduga-duga saja. Ayo cepat kita belok kiri saja, ayo sayang ikuti apa yang aku mau ini demi keselamatan kita "
__ADS_1
Lucas menggandeng tangan istrinya, supaya dia mau ikut dengannya jangan sampai mereka lurus dan tiba-tiba ada sesuatu hal yang terjadi kan. Mereka terus saja berjalan Lucas juga sesekali melihat ke arah istrinya bukan tidak mau bergantian untuk mengais Daniel.
Tapi dirinya sedang berjaga-jaga kalau ada orang jahat gerakannya akan cepat kan, kalau misalnya dirinya membawa Daniel yang ada dirinya akan membahayakan Daniel.
Mereka bertiga berhenti sejenak, mereka masih melihat orang-orang yang masih berjalan tapi, tiba-tiba orang-orang dihadang oleh seseorang banyak sekali orang di sana.
Memang Lucas dan Kat melihat ada rumah tapi banyak sekali laki-laki yang keluar dari rumah itu, dan menyerang orang-orang itu. Seperti rumah penjahat itu.
"Lihat sayang apa firasat ku kan, kalau kita mengikuti mereka yang ada kita akan bahaya kita akan mati di tangan para orang-orang buas itu. Mereka akan lebih buas dari hewan. Sepertinya kita masuk markas pencuri ayo cepat kita harus berjalan lagi jangan sampai mereka mengetahui keberadaan kita"
"Aku takut "
"Aku akan terus melindungimu. Jangan pernah takut selagi aku masih ada disampingmu sayang, ingat aku akan selalu ada disampingmu "
Lucas tetap tenang. Dia berjalan dengan perlahan dan menenangkan istrinya yang terus saja gelisah dari tadi dan terus melihat ke arah belakang. Lucas mencoba untuk mengalihkan pandangannya.
Setelah cukup lama berjalan Lucas mengeluarkan ponselnya mereka akhirnya menemukan jalan raya juga. Mereka tak dikejar dan orang-orang itu tidak tahu ada orang yang selamat.
"Nabil kirimkan aku mobil ke alamat yang aku berikan padamu, jangan lama aku tidak mau menunggu lama di sini"
"Sebenarnya Abang itu pergi ke mama lagi sih, main-main terus tapi akhirnya malah terjebak "
"Sudah cepet kirim, apa kek yang bisa cepat ke tempat ini ya jangan lama "
"Oke deh Abang, siap akan aku kirim secepatnya "
Lucas menyimpan kembali ponselnya dan mengajak istrinya untuk beristirahat di pinggir pohon yang bisa menutupi mereka.
"Duduk disini"
Kat hanya bisa patuh duduk disamping suaminya "Aku sudah tidak mau lagi berkemah lagi. Aku tidak mau seperti ini lagi lebih baik diam saja di rumah daripada harus terancam terus seperti ini, saat aku keluar pasti akan ada kejadian seperti ini "
"Mungkin ini hari sial kita, sudah tak usah menyesal kapan-kapan kita akan mencoba untuk berkemah lagi"
"Tidak mau. Aku nggak mau berkemah lagi kayak gini pokoknya aku ga mau, enggak deh udah dua kali aku lihat orang yang dibunuh kayak gini aku nggak mau lagi ah takut. Tadi aja mereka itu brutal banget untung aja kamu punya firasat kalau kita harus belok ke arah kiri kalau kita lurus gimana kita harus lari gimana"
Lucas memeluk istrinya dan juga anaknya. Memang dirinya tahu kalau Kat tidak akan pernah tahan melihat yang seperti itu, tapi itu hal biasa untuknya bunuh membunuh adalah hal yang paling biasa dalam hidupnya dan itu adalah kesehariannya.
Tapi untuk sekarang mungkin dirinya membatasi tentang hal itu, ingin mencoba untuk lebih berdekatan lagi dengan keluarganya dan sekarang dirinya juga sudah punya anak, harus ada yang dirinya jaga, jangan sampai anaknya itu ikut jejak apa yang pernah dirinya lakukan.
...----------------...
Mobil sudah datang, mereka segera masuk ke dalam. Daniel dari tadi untungnya tidur tidak rewel sama sekali dia nyaman dipelukan sang Ibu. Kat menyandarkan tubuhnya rasanya lelah sekali apalagi mengingat tentang pembunuhan tadi.
Banyak orang yang berlari berteriak dan anak kecil pun bahkan sampai dibunuh tadi. Bagaimana kalau dirinya ada di posisi itu sudahlah dirinya tak mau membayangkan itu. Apalagi dirinya sedang membawa sang anak.
"Sudah jangan difikirkan "
"Tapi bagaimana dengan nasib mereka. Apakah polisi akan menemukan mereka apa kita perlu menelpon polisi untuk menolong mereka. Ya maksudnya setidaknya jasad mereka bisa ditemukan dan kembali pada keluarganya, aku ingin penjahat itu ditangkap agar tak ada korban lagi "
Lucas menggenggam tangan istrinya, lalu menggelengkan kepalanya "Kita tidak usah ikut campur dan menjadi saksi mata, karena itu akan berat. kita akan terus diinterogasi dan segala macam halnya mereka pasti akan pulang ke keluarganya. Kita hanya perlu bungkam dan diam tidak usah ikut campur tentang hal apapun yang terjadi tadi"
"Tapi "
"Sudah sayang, lebih baik kamu istirahat. Sepertinya kamu kelelahan. Aku tahu kamu lelah tadi berjalan nanti sampai di rumah aku akan memijat kakimu. Sekarang waktunya tidur. Jangan memikirkan orang lain belum tentu orang lain memikirkan tentang kita"
Kat menyenderkan kepalanya di bahu suaminya, masih dengan fikiran yang penuh, memikirkan kejadian itu, memikirkan bagaimana keadaan orang-orang disana.
Apalagi dengan anak kecilnya. Kenapa mereka setega itu sampai membunuh anak kecil, padahal anak kecil tidak tahu apa-apa mereka menusuk, menembak dengan membagi buta seperti tadi.
Apa mereka tidak punya anak sampai-sampai tega melakukan itu pada anak kecil. Bagaimana kalau posisi anak mereka ada di sana apa mereka akan melakukannya juga apa mereka akan tega juga kenapa ada orang yang setega itu membunuh anak kecil.
__ADS_1