
"Kat bebeb udah dateng tuh "
"Hah maksudnya kak "
"Itu bebeb udah nunggu, udah cepat beres-beres kan bos sudah bilang ga boleh ada yang lembur lagi. Ayo cepat itu juga bis kita udah datang buat jemput itu juga bebeb kamu udah jemput loh"
Aku yang bingung mengikuti apa kata-kata Kak Cindy saja aku membereskan semua barang-barangku. Saat aku keluar ternyata itu Kak Abraham dia sudah menungguku dengan senyum manisnya, teman-temanku langsung menyoraki ku "Cie cie ah yang dijemput bebeb"
Aku hanya bisa tersenyum saja memang di sini tidak ada yang cemburu-cemburuan. Apalagi Kak Abraham tidak mau dipanggil Pak ataupun di specialkan katanya sih dia ingin dengan karyawannya itu akrab dan seperti teman saja. Aneh kan ada bos seperti itu.
Aku menghampiri Kak Abraham dan kami segera naik ke dalam mobil. Sedangkan teman-temanku yang lain para perempuan mereka menaiki bis yang sudah disiapkan oleh Kak Abraham.
Kukira Kak Abraham hanya pura-pura saja ingin mengantar jemputku, ternyata dia benar saja menungguku pulang dan sampai pekerjaanku selesai.
"Gimana kerjaannya ada yang sulit ga. Kalau ada bilang sama kakak biar sekalian Kakak bantuin"
"Untuk sekarang sih ga ada Kak, aku udah mulai terbiasa kok dan aku juga sering diajari sama yang lainnya"
"Bagus deh. Tapi kalau ada yang perlu kamu tanyain atau kamu ga ngerti tanya aja sama kakak ya"
'Iya Kak pasti nanti aku tanya kakak kok"
Setelah sampai di rumah Kak Abraham membantu ku turun dari dalam mobilnya. Kami berdua berjalan ke arah rumahku saat aku membuka kunci pintu Kak Abraham malah membukakan pintu untukku.
"Kakak mau mampir dulu"
"Tidak Kakak tidak mampir ini sudah sore. Tidak baik kan laki-laki ada di rumah perempuan jam segini. Kamu segera masuk istirahat dan kunci pintu, semuanya dikunci ya jangan keluar apalagi sampai keluar malam takut takut tiba-tiba orang itu ada, penjahat itu tiba-tiba datang tak akan pernah tahu kan siapa yang akan menjadi incarannya nanti"
"Iya Kak nanti aku langsung kunci pintu kok, apalagi ini kan udah beli makanan jadi aku ga perlu keluar lagi"
"Ya udah kakak pulang ya, gih cepet masuk sebelum kamu masuk Kakak ga akan pergi"
__ADS_1
"Ya Kak. Aku masuk dulu ya makasih banget"
"Iya sama-sama Kat, udah sana cepat masuk"
Aku segera masuk dan mengunci lagi pintu. Aku melihat ke arah jendela dan Kak Abraham segera pergi dari halaman rumahku. Rasanya lega sekali ada Kak Abraham yang mengantar jemputku. Meskipun agak sedikit canggung karena dia bosku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku yang sudah selesai makan berfikiran untuk menelfon Daisy, aku ingin berbicara dengannya lebih tempatnya dengan mamih Zeline. Akan aku adukan semuanya kalau anaknya disini sudah meneror ku habis-habisan bahkan membunuh temanku.
Pada deringan pertama tak diangkat, tapi yang kedua diangkat "Siapa ya ini "
"Daisy aku ini Kat"
"Kat akhirnya kau meneleponku. Kenapa kau tiba-tiba menghilang seperti itu. Ada apa denganmu semua orang di sini mencarimu"
"Ceritanya panjang sekali. Bolehkah aku berbicara dengan mamamu ada sesuatu yang ingin aku bicarakan ini sangat penting"
"Iya ini tentang kakakmu, boleh aku berbicara dengan mamamu kan"
"Tentu, sebentar ya"
"Iya Daisy"
Aku menunggu, ini adalah keputusanku yang tepat untuk berbicara pada Mami Zeline. Aku masih sayang nyawaku kalau dia tidak bisa ditangkap polisi mungkin dengan Mami Zeline dia tidak akan terus mengincarku kan.
"Kat kau baik baik saja, kau kemana saja selama 1 tahun ini. Kamu tinggal di mana sama siapa. Kenapa kamu tiba-tiba lost connect gitu"
"Aku baik-baik aja kok mih. Maaf ya aku udah bikin Mami khawatir. Aku disini baik-baik aja aku juga udah kerja kok Mi. Ada sesuatu yang ingin aku bicarain sama mami ini tuh penting banget"
"Masalah apa sayang, masalah sama Abang ya ada apa. Apa dia sakitin kamu"
__ADS_1
"Mungkin ini akan sakitin hati Mami, tapi aku harus bicara sama Mami, aku ga mungkin terus mendem semua ini sendirian Mi. Aku capek, aku stress, aku tertekan. Aku tidak tahu harus bicara pada siapa lagi"
"Ada apa sayang bicara sama Mami, Mami akan mendengarkan semuanya"
"Mami percaya ga kalau satu tahun yang lalu ada orang yang laporin kalau ada pembunuhan itu aku yang laporin dan orang yang bunuh itu Abang"
"Maksud kamu apa Kat "
"Mami mungkin ga tahu kalau selama ini Abang itu belum sembuh, Abang itu pura-pura sembuh di depan mami. Dia hanya ingin membuat Mami percaya kalau dia itu baik-baik saja tapi sebenarnya dia itu masih sakit mih"
Aku diam tapi tak ada jawaban, aku kembali melanjutkan kata-kataku lagi saja.
"Di sini Abang meneror ku mih, dia sudah tahu persembunyianku sekarang di mana. Dia datang kemari dan membunuh temanku, teman baikku Barbara dia dibunuh dengan sangat sadis. Aku tidak tahu bagaimana pikirannya tapi dia ingin balas dendam. Dia ingin menghabisi teman-temanku Mih"
"Kamu yakin Abang yang melakukan ini"
"Aku yakin, aku melihat setiap apa yang Abang lakukan. Kalau Mami mau tahu aku akan kirim semua chat yang Abang kirim padaku"
"Maafkan Lucas. Mungkin dia tidak bisa sembuh, tapi apakah kau bisa membantu mami untuk menyembuhkan Lucas "
"Mungkin kalau dia tidak menyiksaku atau mengekang ku aku bisa membantunya, tapi dia melakukan itu padaku. Bahkan dia sekarang mengincar nyawaku. Aku tidak bisa ditekan seperti ini terus mih. Aku lelah, aku capek, aku stress dan aku seperti akan gila. Dulu aku ditekan oleh ibu tiriku. Sekarang Abang yang mau menekan ku, memang hidupku selalu kacau tapi setidaknya aku ingin hidup tenang bisa kan Mami berbicara pada Abang"
"Baiklah Mami mengerti keadaan, mami akan berbicara dengan Abang, Mami akan membicarakan semuanya padanya. Kamu tidak perlu takut Mamih jamin Abang tidak akan pernah menerormu lagi ataupun macam-macam lagi padamu. Kamu bisa pegang janji mami. Abang akan baik-baik dan tidak akan pernah jahat lagi padamu"
"Terima kasih Mi, aku sangat berterima kasih. Maaf bila aku seperti menjelek-jelekkan abang. Tapi ini memang keadaannya ini memang kenyataannya. Abang itu belum sembuh dan aku takut sangat takut"
"Iya mami mengerti, ya sudah Mami akan menelpon dulu Lucas dan berbicara padanya "
'Iya Mih makasih ya Mih, sekali lagi makasih"
Sambungan langsung dimatikan dari sana, aku menyimpan ponselnya ada rasa bersalah juga sih karena sudah membuat hati Mami sakit, tapi ini demi kebaikan aku juga kan.
__ADS_1
Aku tidak bisa terus di teror seperti ini. Aku lelah dan aku sangat ketakutan. Aku ingat tentang aku ingin hidup seperti orang lain. Maafkan aku bila hati Mami sakit karena aku.