
Bibi Merry keluar dari kamar dan melihat Tamara yang terbirit-birit masuk kedalam kamarnya. Sedangkan bibi Merry mendekati seorang pelayan yang menyamar menjadi hantu.
Bibi Merry mengangkat jempolnya "Bagus takuti dia terus sampai dia mau pergi dari rumah ini. Aku suka dengan kerjamu sangat memuaskan sekali, aku ingin Tamara kapok dan tak seperti itu, kalau perlu dia mengakui semua kesalahannya itu pada polisi "
"Tapi bibi, kalau sampai ketahuan bagaimana yang pasti nyonya akan sangat marah sekali pada kami semua. Nyonya pasti akan menghukum kami dengan sangat berat, apakah semuanya akan baik-baik saja bibi kalau kita terus melanjutkan ini"
"Kamu hanya perlu percaya padaku saja, semuanya akan baik-baik saja. Tenang saja aku yang menanggung semuanya jika Tamara sampai marah aku yang akan bertanggung jawab, kalian tidak usah takut lakukan saja apa yang aku minta"
"Baiklah bibi kami akan mengikuti kata-kata bibi. Kami akan menakuti nyonya Tamara lagi. Kami akan mengikuti kata-kata bibi "
Bibi Merry mengangkat jempolnya tanda setuju. Bibi Merry kembali masuk kedalam kamar untuk pura-pura tidak tahu.
Sedangkan Tamara sendiri yang ada didalam kamar, menutup jendela nya dan menarik gordennya. Tamara diam membeku saat melihat ada yang berdiri dihadapannya dengan rambut yang menjuntai.
"Lea, jangan ganggu aku, kenapa kamu malah seperti ini kenapa kamu malah gentayangan. Aku tidak salah aku tidak pernah salah padamu keluar sana jangan ada disini "
Tapi hantu itu, malah makin mendekatkan dirinya kearah jendela. Dan matanya terbuka dengan sangat lebar sekali.
Tamara makin takut-takut saja, Tamara menarik selimutnya dan menutup dirinya. Tak mau melihat itu, melihat penampakan yang begitu menakutkan.
"Jangan ganggu aku, aku tidak punya salah apa-apa padamu, aku tak pernah melakukan apa-apa padamu jauhi aku. Tolong jangan ganggu aku "
__ADS_1
Keringat dingin sudah membasahi tubuh Tamara, perut Tamara juga mulai sakit. Dia tak tahu harus melakukan apa sekali bersembunyi seperti ini.
Seumur-umur baru kali ini dirinya ketakutan dan mendapati hantu yang begitu nyata. "Jangan apa-apakan aku, tolong aku tidak salah aku tidak pernah salah padamu, jangan ganggu aku "
Tamara membuka selimutnya dan melihat kearah jendela tak ada hantu itu, hantunya sudah menghilang Tamara melepaskan selimutnya dan celingak-celinguk.
"Dia benar-benar menghilang jangan sampai dia datang lagi"
Tok tok tok tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Tamara menjadi takut lagi. Tamara kembali menarik selimutnya.
"Kenapa sih kamu terus menggangguku, jangan ganggu aku. Aku tidak punya salah padamu, aku tak punya salah jangan ganggu aku. Aku tidak mau pergi sana "
Ketukan pintu itu makin keras dan handle pintu juga bergerak dengan sangat cepat. "Akhh kesal aku, pergi kamu "
Tamara mengusap tengkuknya, merinding sekali "Jangan kamu kemari, ini adalah rumahku aku tidak sudi kamu tinggal disini ini adalah tempatku dasar Lea sialan " teriak Tamara.
Tamara menutup pintunya dengan keras dan mengambil ponselnya. Menelfon bibi Merry. Seperti pergi beberapa hari dari rumah ini lebih baik. Dari pada harus diam disini dan teror seperti ini.
"Ada apa Tamara, aku akan tidur "
"Kita jadi pergi, aku ingin meninggalkan rumah ini beberapa hari sampai semuanya baik-baik saja. Aku tunggu kamu di kamarku sekarang juga. Kemasi juga barang-barang kamu aku tidak mau menunggu lama"
__ADS_1
"Kita bertemu didepan saja Tamara, agar lebih cepat, agar aku tidak bolak balik kearah kamarmu. Aku sudah menyiapkan semuanya jadi tinggal pergi saja"
"Tidak, kamu kesini saja ke kamarku. Jangan terus membantahku aku ini adalah atasanmu. Jadi ke sinilah kamu ini tak pernah menuruti apa mauku jadi datang kemari sekarang juga. Aku tidak suka bantahan ya. Aku ingin kamu yang kemari "
"Baiklah-baiklah aku mengalah untukmu, aku akan kesana sekarang juga "
Sambungan langsung diputuskan Tamara menganti pakaiannya dengan yang baru. Ini sudah penuh dengan keringat dan sangat menjijikan sekali untuknya. Baru kali ini mendapati peluh yang banyak.
Sedangkan bibi Merry bersorak gembira akhirnya apa yang dirinya mau terwujud memang ini adalah ide cemerlang. Dirinya ternyata pintar juga ya bisa mengelabui Tamara dengan sejauh ini.
Bibi Merry malah sengaja berlama-lama didalam kamar, memoles wajahnya dulu, menyisir rambutnya dan banyak lagi yang bibi Merry lakukan. Sengaja ingin membuat Tamara menunggu.
Bibi Merry akhirnya keluar, mengetuk pintu kamar Tamara. Tak butuh lama juga untuk Tamara membuka pintu dan menarik tangan bibi Merry untuk pergi dari rumah ini.
"Kita akan kemana bi"
"Terserah aku, yang penting kamu aman kan semuanya aman "
"Ya baiklah, awas saja membawaku ketempat kumuh"
"Tenang saja aman "
__ADS_1
Bibi Merry membuka pintu mobil dan Tamara masuk, lalu diikuti bibi Merry juga. Meraka pergi menjauh dari rumah itu. Tinggal satu lagi misi bibi Merry, nanti setelah sampai dirumah barunya saja.