Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 151 Hanya rahasia kita berdua


__ADS_3

Lucas yang sudah ada di apartemennya segera mengecek flashdisk yang diberikan oleh dokter, tadi saat melihat memang ada orang yang sedang mengobrol sangat serius sekali, tapi Lucas sama sekali tidak mengenalnya, sungguh dirinya tidak mengenal wajah-wajah dari orang itu sangat asing baginya.


Ini untuk pertama kali dirinya melihat wajah orang-orang ini. Siapa mereka berdua. Apa urusannya dengannya. Lucas fikir-fikir tak pernah berurusan dengan orang-orang ini.


"Siapa mereka, memangnya aku punya musuh seperti mereka kurasa tidak ada. Aku tidak mempunyai musuh seperti mereka, wajahnya begitu asing sekali" Lucas terus saja berfikir. Memikirkan tentang dua orang ini.


Beberapa kali Lucas mengeceknya, melihat kembali wajah itu dengan seksama siapa tahu ada wajah yang dirinya kenal. Tapi tetap saja tidak ada ciri-ciri wajahnya yang dirinya kenal.


Apa mungkin ini musuh papihnya, masa sih musuh papihnya mengincar istrinya. Yang ada mengincar dirinya kan bukan istrinya. Istrinya tidak tahu apa-apa.


Lucas mengeluarkan ponsel barunya dan menghubungi Nabil, satu-satunya orang yang bisa dirinya andalkan hanyalah Nabil, tak ada lagi.


"Siapa ini "


"Ini aku Lucas "


"Hah kenapa nomor baru bang, apakah Abang baik-baik saja "


"Aku baik, datang ke apartemenku sekarang tapi bukan apartemen yang biasa. Aku ada di lantai paling atas apartemen yang satu lagi sepertinya aku sedang dimata-matai, tapi lebih baik kamu masuk saja pada apartemenku yang pertama di sana sudah ada pintu yang menghubungkan ke apartemenku yang paling atas ini"


"Baiklah bang, aku akan kesana. Apakah perlu aku menyamar, siapa tahu aku juga diikuti "


"Ide yang bagus menyamar saja itu akan lebih baik, jangan sampai ada menculikku aku masih butuh dirimu itu "


Lucas langsung mematikan sambungannya, dia kembali mengulang-ulang video itu siapa tahu dia mengenali satu ciri-ciri saja dari dua orang itu ya semoga saja salah satunya ketemu meski tak menemui ciri-ciri orang yang dirinya kenal.


...----------------...


"Aku dimana, kenapa aku disini mana suamiku"


"Nyonya kamu sudah sadar. Sebentar aku cek dulu ya"


Dokter Delia dengan telaten segera mengecek kesehatan Katherine, mengecek semuanya tidak ada yang terlewat. Dokter Delia lalu tersenyum ke arah Katherine.


"Aku di mana dan anakku"Kat segera memegang perutnya, takut kehilangan sang anak.


"Tenang saja Nyonya anak Nyonya baik-baik saja. Dia selamat. Kalian berdua selamat nyonya "


"Lalu suamiku mana, kenapa dia tak ada disini aku ingin bertemu dengan suamiku "


"Suami anda menitipkanmu padaku, ada sesuatu hal yang genting dan aku harus menjagamu Nyonya. Tenang saja aku bukan orang jahat. Aku akan menjagamu dengan nyawaku"


"Boleh aku minta minum, tenggorokanku rasanya kering sekali"


Dokter Delia segera memberikan air putih kepada Katherine, setelah itu menyimpannya kembali dokter Delia tersenyum pada Katherine tidak menyangka dirinya bisa membantu istri dari seorang pengusaha hebat. Ya meskipun saat awal dia tidak tahu kalau ini adalah istrinya Tuan Lucas.


Kalau pun ini bukan istri tuan Lucas dirinya pasti akan menolongnya demi keselamatan pasienya. Apapun akan dirinya lakukan.

__ADS_1


"Apakah suamiku baik-baik saja, bukannya kita kecelakaan dia tidak apa-apa kan. Dia tidak terluka parah kan "


"Tuan Lucas baik-baik saja nyonya, dan luka tuan Lucas juga tidak begitu parah "


"Baiklah terimasih "


Katherine dengan perlahan memejamkan matanya, mencoba untuk tidur semoga saja bisa tidurkan. Meskipun fikirannya terus saja tertuju pada suaminya.


Badannya masih begitu lemas. Matanya juga perih sekali. Semoga saja saat membuka mata suaminya sudah ada dihadapannya dirinya ingin sekali bertemu dengan suaminya itu.


...----------------...


"Aku tidak tahu siapa ini bang, aku tak pernah bertemu dengan mereka, sangat asing sekali wajah mereka ini bang "


"Lalu kenapa dia ingin menyakiti Katherine sampai-sampai dia ingin membunuh Katherine. Lalu ada apa dengan mereka berdua ini. Apa alasannya dan ada masalah apa dia denganku ataupun dengan Katherine. Setahuku Katherine hidup biasa-biasa saja seperti orang lain, tidak punya masalah apapun dengan siapapun"


"Mungkin saja ini adalah musuh di masa lalu, bisa saja kan orangnya merubah wajahnya operasi plastik mungkin, kita tidak akan pernah tahu kan apa yang akan dilakukan oleh orang itu. Atau mungkin dia adalah keluarga dari korban yang Abang bunuh. Bisa saja kan mereka mengetahui semuanya "


"Iya juga, tapi kita harus cepat menemukannya, kalau kita tidak cepat-cepat menemukannya yang ada kita akan terus kecolongan. Yang aku pikirkan pasti kecelakaan ku itu dan juga Kat adalah ulah mereka berdua tidak mungkin itu kecelakaan biasa, mereka sudah memata-matai aku "


"Bisa saja, oh ya Bang kenapa Abang sangat percaya dengan dokter Delia. Apa mungkin dia komplotannya bisa saja kan mereka bertiga itu bersekongkol untuk mengelabui abang dulu agar abang percaya pada dokter Delia itu. Nanti bagaimana kalau Kat malah mereka culik lagi, bisa gawat kan bang itu semua"


"Tidak mungkin, aku sudah mengecek siapa dokter Delia itu, latar belakangnya seperti apa aku sudah mengeceknya. Kamu tenang saja aku juga sudah menempatkan beberapa bodyguard disana. Dia tak akan bisa kabur kemana-mana dia hanya seorang perempuan biasa saja "


"Baiklah, aku mengerti "


"Baiklah akan aku ganti nanti, tapi aku tak akan membuang ponsel ini. Banyak sekali kenangan di ponsel ini"


"Terserah kamu saja yang terpenting untuk sekarang jangan pake ponsel ini dulu. Satu lagi Nabil hanya dirimu saja yang tahu kalau Katherine masih hidup. Jangan beri tahu keluarga besar kalau Katherine masih ada. Ini hanya rahasia kita berdua saja, tak boleh ada yang tahu dulu "


"Kenapa begitu, mereka sangat sedih atas kehilangan Katherine masa mau disembunyikan begitu saja. Apalagi mamih suka pingsan kasian dia selalu menangis dan memikirkan Kat "


"Itu lebih baik daripada harus terbuka dan nanti malah memancing musuh-musuh yang lain. Lebih baik aku sembunyikan saja Katherine bersama anakku, suatu saat aku akan kembali. Kamu hanya perlu diam mamih juga sebentar lagi akan baik-baik saja dia tak akan kenapa-napa "


Nabil dengan pasrah menganggukan kepalanya mau bagaimana lagi, harus patuh kalau tidak patuh abangnya pasti akan sangat mengomel padanya nanti.


Satu lagi, pasti dirinya akan diancam. Dirinya masih sayang nyawa dan masih ingin hidup dengan tenang sekali.


...----------------...


"Maaf anda tidak bisa masuk, anda bukan keluarga tuan Lucas ataupun nyonya Katherine "


"Tidak bisa masuk, apa kalian tidak tahu kalau aku sebentar lagi akan menjadi Nyonya rumah ini. Biarkan aku masuk, aku sudah bilang pada Abang kalau aku akan kemari lalu apa salahnya aku mendatangi rumah ini. Aku adalah calon Nyonya kalian jadi cepat buka pintunya, jangan buat aku marah dengan tingkah kalian semua ini yang tak hormat padaku. Ayo cepat buka pintu gerbang ini dan biarkan nyonya mu ini masuk kedalam rumah "


"Buktinya mana, kami butuh bukti bukan hanya kata-kata yang tak bermutu dari mulutmu itu "


"Bukti kamu bilang, bukti apa kamu masih belum percaya siapa aku. Aku adalah calon istrinya Lucas. Katherine sudah tiada, Lucas melamarku dan menyuruhku untuk datang kemari lihat aku sudah membawa koper dan barang-barangku. Jangan keras kepala aku harus masuk sekarang, awas jangan halangi jalanku, aku tak suka kalau dihalangi seperti ini. Kalian semua harus minggir jangan halangi aku "

__ADS_1


"Tidak bisa, kami perlu bukti perintah dari tuan Lucas langsung dan Tuan Lucas langsung yang menelpon pada kami, bukan kamu yang tiba-tiba datang kemari membawa koper sebesar itu. Jika ingin menumpang jangan di sini. Di sini bukan tempat pengungsian orang sepertimu lebih baik anda pergi sekarang juga. Sebelum saya mengusir anda dengan kejam, silahkan angkat kaki dari sini "


"Biarkan aku masuk dulu "


"Tidak bisa anda tidak bisa masuk, silahkan pergi dari sini. Tolong jangan menganggu kami disini. Kami disini banyak sekali pekerjaan bukan hanya anda saja urusan kami banyak sekali "


Adiba menghentakan kakinya dan berjalan ke arah kursi yang ada di sana. Lalu dia duduk dan menghubungi nomor Lucas, tapi tidak aktif, tapi Adiba tidak sama sekali menyerah dia terus menghubungi nomor Lucas. Pokoknya dirinya harus bisa menempati rumah itu.


"Kenapa tidak diangkat. Ayo angkat aku butuh kepastian aku harus tinggal di rumah besar ini. Aku harus jadi Nyonya rumah di sini, jangan sampai aku malu pulang ke rumah laki-laki tidak tahu diri itu. Aku tidak mau bersamanya lagi, aku muak bersama laki-laki menyebalkan itu "


Adiba terus saja memberi pesan yang sangat banyak sekali. Tak peduli dengan keadaanya sekarang yang terpenting sekarang adalah bisa menghubungi Lucas. Dia adalah kunci dari semuanya agar dirinya bisa masuk rumah besar ini.


"Di mana sih kamu, seharusnya kamu ada di rumah kan Lucas, harusnya aku bisa masuk ke dalam rumah kenapa ini sulit sekali masuk saja sulit bagaimana mau jadi nyonya rumah. Kamu ini mempersulit aku saja. Padahal yang gampang-gampang saja jangan sulit-sulit"


"Silakan anda pergi dari sini jangan menghambat pekerjaan kami. Kamu ini ya memang benar-benar tak tahu malu sekali "


Adiba melihat ke arah orang yang dari tadi nyerocos padanya "Tidak mau, aku sudah bilang kan aku tidak akan pergi sampai kapanpun ini adalah rumahku titik. Aku akan tinggal di sini aku akan menempati rumah ini di sini. Seharusnya kamu bisa menghargaiku bukannya mengusirku seperti itu, awas saja nanti kalau Lucas sudah tahu kamu akan habis ditangannya"


"Tolonglah jika ingin menjadi orang gila jangan di sini. Nyonya Katherine baru saja tiada jangan membual seperti itu. Tuan kami tidak mungkin langsung menikah lagi, kami tahu siapa Tuan kami jadi jangan terlalu percaya diri. Kalau kamu ingin mengkhayal maka menghayal lah di rumahmu sendiri jangan di sini jangan menghambat pekerjaan kami semua di sini"


"Hey jaga bicaramu ya. Aku sama sekali tidak gila, Kamu yang gila. Aku benar-benar akan menjadi Nyonya rumah di sini. Katherine juga sudah menyuruhku untuk menjadi penggantinya di sini, lalu apa salahnya aku datang kemari kalian saja yang tidak tahu mungkin saja Katherine dulu tidak memberi wasiat ini pada kalian, makannya kalian tidak tahu hanya aku saja disini yang tahu "


Dengan tidak tahu malunya Adiba mengebrak-gebrak pagar rumah dan berteriak-teriak. Anak buah Lucas yang kesal langsung menyeret Adiba dan mendorongnya dengan kuat. Tak peduli dia akan terluka.


"Pergi sana "


"Tidak mau "


Orang itu langsung mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang. Dirinya harus segera mengusir orang ini.


"Hallo tuan maaf menganggu "


"Ada apa kenapa tiba-tiba menelpon, ada masalah dengan Lucas "


"Maaf tuan, tuan Lucas tidak ada di rumah tapi di sini ada seorang perempuan yang terus ingin masuk dan mengaku-ngaku kalau dia adalah calon istri Tuan Luas. Saya bingung harus melakukan apa, dia dari tadi menganggu pekerjaan kamu disini "


"Siapa "


"Perempuan yang tinggal di rumahmu itu, anaknya Tora ya anaknya Tora, dia ada disini tuan "


"Dia ada disana, sendirian ? "


"Iya Tuan dia ada di sini, dia juga membawa koper besar seperti akan pindahan saja. Saya tidak mengizinkannya untuk masuk ke dalam rumah. Saya tidak mau sampai Tuan Lucas marah, dia mengatakan kalau nyonya Kat sendiri yang mengatakan kalau dia adalah pengganti Nyonya rumah di sini. Saya bingung di sini Tuan baru saja berduka tapi datang orang seperti ini bagaimana saya harus menyikapinya. Saya juga tak bisa memutuskan sesuatu tanpa izin tuan "


"Baiklah nanti saya akan mengurusnya, kamu tahan saja dia. Jangan sampai dia masuk ke dalam rumah, tahan saja dia terus jangan buat dia masuk "


"Baik tuan "

__ADS_1


__ADS_2