
Ayu yang sedang melamun sampai kaget saat mendengar ketukan pintu, baru saja Mamanya Alex pergi sekarang sudah ada yang datang lagi. Dengan langkah cepatnya Ayu membuka pintu, saat akan menutupnya lagi pintunya ditahan. Kenapa Ayu melakukan itu karena yang datang adalah Alexander. Ayu tidak mau berbicara dengannya.
Ayu sangat takut sekali dengan Alex, memang awalnya Ayu berani. Tapi lama-kelamaan saat melihat Alex yang sebenarnya dan mampu melukainya Ayu menjadi sangat takut sekali. Alex adalah monster berkedok wajah tampan.
"Aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin bicara denganmu. Aku ingin membuat kesepakatan denganmu Ayu cepat buka pintunya, jangan menahannya kalau nanti kamu jatuh jangan salahkan aku "
Pintunya didorong dengan kuat oleh Alex, jadi pintunya terbuka begitu saja. Alex menarik tangan Ayu untuk duduk berhadapan dengannya tidak lupa Alex juga tadi mengunci dulu pintunya. Jangan sampai ada yang mendengar ini semua. Yang ada bisa gagal rencananya ini.
"Aku tidak mau menikah denganmu Ayu, aku belum siap menikah aku masih ingin bebas aku tidak mau terikat dengan perempuan mana pun termasuk kamu" Alex langsung mengutarakan apa maunya pada Ayu.
"Aku juga tidak mau, memangnya aku mau menikah denganmu. Ya sudah kalau begitu kamu bicara saja dengan Mamamu dan juga Ayahmu, aku juga tidak mau tersiksa seumur hidup, aku juga belum siap menikah dengan umurku yang masih muda seperti ini"
Alex malah tersenyum mendengar kata-kata dari Ayu, apa lagi mendengar kata-kata tersiksa seumur hidup singgung lucu sekali " Padahal aku hanya ingin mempermainkan mu saja, gara-gara Mama ke apartemen jadi ketahuan kan. Begini saja lebih baik kita membuat surat perjanjian kita menikah tapi hanya dalam waktu 1 tahun saja bagaimana"
"Apakah tidak akan ketahuan, tapi aku tidak mau sampai disentuh olehmu lagi. Aku tidak mau dituntut harus melakukan itu bersamamu. Enak di dirimu tapi tidak enak padaku "
Alex mendelikan matanya "Aku tidak akan menyentuhmu, masih banyak perempuan di sana yang ingin aku sentuh. Jadi jangan terlalu menganggap kalau dirimu spesial karena aku mengurung mu di apartemen. Aku hanya masih penasaran saja padamu. Jadi suatu saat aku bisa membuangmu Ayu. Bahkan kamu sudah aku beli "
"Baiklah aku setuju dengan usulmu itu, tapi jika nanti ke depannya ada masalah, aku tidak mau ikut campur, itu adalah masalahmu. Kamu yang pertama mengajakku untuk membuat perjanjian itu
Kita menikah semacam pernikahan kontrak" Ayu langsung saja pada intinya. Ayu tidak mau membuat masalah dengan Alex atau menambah-nambah masalah lagi.
"Ya begitulah aku tidak tahu mau nikah kontrak mau apa yang terpenting kita menikah, hanya dalam satu tahun saja. Jika kamu sampai melahirkan anakku maka anak itu akan aku ambil dan kamu tidak berhak menemuinya. Kamu juga tidak berhak untuk mengakuinya sampai kapan pun itu "
Ayu diam cukup lama saat mendengar kalau nanti dia hamil dan anaknya dibawa oleh Alex. Apakah Ayu akan rela kalau misalnya anaknya sampai dibawa oleh Alex, karena mau bagaimanapun kan nanti Ayu yang melahirkan Ayu yang mengurusnya bukan Alex. Ayu juga yang berjuang demi anaknya bukan Alex.
"Tapi, aku tidak bisa kalau harus memberikan anakku seutuhnya padamu. Aku juga ingin bertemu dengannya. Jika aku memang sekarang benar-benar hamil, aku ini ibunya Alex mau bagaimana pun jadi kamu jangan egois "
__ADS_1
"Tidak bisa setuju atau tidak, kamu tidak akan pernah bisa bertemu dengan anakku. Karena dia sudah menjadi milikku bahkan aku yang membuatnya kamu hanya tinggal berbaring saja. Kamu tidak akan bisa membiayainya sampai kapanpun Ayu, yang ada anakku nanti akan kekurangan. Lebih baik kamu nanti setelah 1 tahun kita menikah pergi sejauh-jauhnya dariku. Jangan pernah menampakan lagi batang hidungmu itu, maka aku tidak akan mengganggu hidupmu dan kamu juga tidak akan terbebani oleh anakku kedepannya "
"Itu terlalu berat, mungkin aku setuju untuk menikah kontrak denganmu tapi kalau untuk dipisahkan dengan anakku sendiri aku tidak bisa, aku mohon jangan lakukan itu kamu jangan jadi orang yang keras Alex"
"Aku tidak punya solusi lagi, maka ikuti saja kita menikah dulu sesuai apa yang mamaku dan ayahku katakan, setelahnya kita bebas dan kamu juga tidak boleh mengaturku jika aku pergi dengan wanita lain. Kamu tidak usah marah ataupun cemburu dan sebaliknya aku juga tidak akan marah saat kamu pergi dengan laki-laki lain, aku tidak peduli kamu mau melakukan hal apapun dengan laki-laki manapun itu. Aku tak akan melarangnya "
"Baiklah aku setuju, jadi kita tidak boleh ikut campur dalam masalah kehidupan kita masing-masing. Pokoknya kita berumah tangga tapi hidup masing-masing begitu kan. Awas saja nanti kalau kamu berubah fikiran aku tidak akan menerimanya"
"Ya ternyata kau pintar juga, jadi ingat jangan pernah melarang. Ingat juga aku tidak akan berubah fikiran. Aku sudah memikirkannya dengan sangat matang sekali. Jadi aku tak akan berubah. Aku juga tidak mau seumur hidup hanya dengan mu terikat denganmu saja sangat membosankan sekali "
"Tentu aku tidak akan melarang. Aku juga tidak mau menikah dengan laki-laki yang suka selingkuh dan suka memukul sepertimu. Aku ingin menikah dengan laki-laki yang benar-benar mencintaiku bukan seperti mu "
"Baiklah hanya itu saja yang ingin aku bicarakan, aku juga tidak terlalu ingin lama-lama di kamar bersamamu. Besok kita akan pergi ke rumah orang tuamu untuk melamar mu. Sepertinya pernikahan ini akan dilaksanakan dengan cepat sekali"
Alex tanpa mau menunggu jawaban dari Ayu keluar dari dalam kamar itu. Sedangkan Ayu membaringkan tubuhnya memikirkan bagaimana nanti sikap orang tuanya.
Meskipun Alex hanya menikahinya dengan pura-pura, tidak tidak menikahnya memang beneran tapi dalam menjalaninya mereka menjalani hidup masing-masing saat nanti menikah. Semoga saja orang tuanya tidak marah dan bertanya yang aneh-aneh Ayu sangat takut sekali.
...----------------...
Vio menatap kembarannya yang masih saja cemberut "Kamu emang gak mau pulang ke rumah, terus kamu mau diem aja gitu di hotel udahlah pulang aja. Tagihannya bakal gede banget loh. Nanti Ayah makin marah sama kamu "
"Aku ga mau pulang Vio, aku ga mau pokoknya aku kesel sama ayah, Ayah itu udah semena-mena banget apalagi mama ga bela aku sama sekali. Mama cuman diem aja gitu aku juga nggak akan terusin perusahaan Ayah biarin aja. Aku pengen Ayah yang datang kesini dan minta sama aku dengan baik-baik satu lagi Ayah harus minta maaf padaku "
"Kalau kamu kayak gitu yang ada Ayah cari orang lain. Emangnya kamu mau posisi kamu direbut sama orang lain. Ga kan ayolah kamu jangan sama keras sama Ayah, kamu udah tahu sendiri kan gimana watak ayah. Jangan harap juga ayah akan minta maaf sama kamu, sampai kapanpun Ayah nggak akan pernah lakuin itu. Kamu kayak yang baru kenal Ayah aja deh"
"Ya tapi ga usah sampai mukul juga kali. Kita bisa bicara baik-baik ga usah kayak gitu. Aku tuh kesel banget sama tingkah Ayah yang ga pernah berubah dari dulu. Terus saja begitu "
__ADS_1
Fio memeluk kembarannya itu dan mengusap-usap punggungnya "Aku ngerti aku sangat mengerti jika pun aku ada di posisi kamu, aku juga akan marah dan akan pergi dari rumah, tapi pikirkan dulu ke depannya kalau sampai Ayah mengganti dengan orang lain ayah akan memberikan posisi itu terus dan perusahaan itu juga akan menjadi milik orang itu. Bukannya dari kecil kamu ingin memimpin perusahaan itu kan, jangan sampai mimpi kamu itu jadi sia-sia saja "
Vio melepaskan pelukannya dan menatap mata kembarannya "Iya juga sih ya udah deh kamu pulang dulu aja nanti aku pulang. Pokoknya kamu ga usah khawatir lagi sama aku ya, ga usah cari-cari aku lagi Vio. Kamu itu pasti sibuk banget "
"Aku khawatir sama kamu. Kalau aku ga khawatir aku ga akan pernah cari kamu Valeria, aku peduli sama kamu makannya aku begini "
"Maafin aku yang udah buat kamu khawatir. Nanti aku pulang aku janji aku pulang. Aku ga akan buat kamu khawatir lagi "
"Ya udah aku pulang dulu"
Vio segera keluar dari kamar hotel itu. Tadi saat di butik Vio langsung ke sini saat menemukan di mana saudaranya berada. Cukup susah sekali mencari saudaranya ini kalau sudah kabur-kaburan seperti ini.
Vio yang mendapatkan telepon dari pacarnya segera mengangkatnya "Halo Daniel ada apa "
"Bagus ya kamu pergi ke hotel untuk menemui siapa, kamu selingkuh dari aku Vio "
"Selingkuh maksud kamu apaan sih, aku ini ke hotel temuin Valeria dia ada di sini kamu kok tiba-tiba nuduh aku kayak gitu aja Daniel. Emangnya kamu lihat kalau aku sama laki-laki pergi ke hotel, ada buktinya ga jangan asal nuduh deh "
"Ya terus kenapa kamu nggak izin dulu, kenapa kamu ga kabarin aku juga "
"Ga ada waktu buat aku izin, aku lagi cari saudara aku kamu bisa ngerti nggak sih, jangan terlalu cemburu sama aku. Aku juga akan berpikir dua kali nggak mungkin lah aku selingkuh dari kamu ngapain juga aku selingkuh"
"Aku jemput kamu sekarang, jangan kemana-mana"
"Ga usah aku bawa mobil sendiri. Kalau kamu emang belum percaya sama aku ga usah ajak aku untuk pacaran "
Vio langsung memutuskan sambungannya sepihak. Kenapa Daniel ini begitu positif dan cemburuan sekali tanpa sebab yang pasti, tanpa melihatnya langsung dan Daniel langsung menyangka kalau dirinya selingkuh karena pergi ke hotel, pemikiran yang sangat menyebalkan sekali untuk Vio. Kalau begitu terus Vio tak akan bisa.
__ADS_1