
"Jadi bagaimana Toni kamu apakah mau menceraikan Adiba, kamu sudah lihat kan kalau anak itu anak yang sudah dilahirkan Adiba itu anak kamu"
Toni menatap mertuanya, keputusan sudah mutlak kalau dirinya ingin bercerai dengan Adiba, meskipun itu anaknya tetap saja dirinya tidak mau mempunyai istri seperti Adiba.
Ternyata saat melakukan hal seperti itu malah dirinya yang terjebak, padahal ada empat orang lagi yang melakukan tapi malah dirinya yang terjebak dengan perempuan itu.
"Keputusanku tetap sama, aku akan tetap menceraikan Adiba dan aku akan mengurus anak itu tidak masalah kalau aku harus mengurusnya sendiri. Aku lebih baik sendiri daripada harus mempunyai istri tapi seperti tidak mempunyai nya. Aku lebih nyaman sendiri hidup nanti bersama anakku. Tenang saja Ibu tidak usah khawatir aku akan mengurus cucu ibu dengan baik, dia adalah darah dagingku maka aku akan mengurusnya dengan sangat baik"
"Lalu apakah kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan Adiba. Bagaimana kalau dia sakit hati baru saja dia melahirkan tapi kamu sudah menceraikannya, bisa kamu pikir-pikir dulu semuanya"
Toni sudah jengah dengan perdebatan antara dirinya dan juga ibu mertuanya selalu saja seperti ini. Katanya dirinya boleh menceraikan anaknya, tapi setelah anak itu lahir dan dirinya menyanggupi akan mengurus anak itu berkepanjangan seperti ini, dan tidak mau dirinya menceraikan anaknya bagaimana sih.
"Ya tapi aku tidak bisa meneruskan rumah tangga ini aku tidak bisa. Aku lelah jika terus bersama dia. Mungkin nanti akan aku saja yang mengurus anak ini percuma kan aku punya istri, lebih baik aku urus sendiri saja. Ibu kita sudah pernah membicarakan ini dan ibu juga setuju kan, tapi kenapa sekarang malah berbelit-belit seperti ini"
Lagi-lagi Ibu mertuanya menangis. Pasti ujung-ujungnya menangis Toni rasanya ingin berlari dari tempat ini dan membawa kabur anaknya saja, tapi dirinya butuh pekerjaan ini. Gajinya lebih besar dari manapun dan tidak akan ada yang bisa menggajinya sebesar itu ditempat lain.
"Ayolah Bu jangan terus menangis kalau berbicara dengan aku. Ibu tahu sendiri kan bagaimana kelakuan anak Ibu kalau aku terus bersamanya. Aku tidak akan pernah bahagia sampai kapanpun. Dan anakku juga tidak akan pernah terurus olehnya, mengertilah Bu jangan seperti ini Bu. Aku tidak bisa seperti ini terus"
Tangis ibu mertuanya itu malah makin menjadi-jadi saja. Lebih-lebih dari yang tadi. Toni yang tak mau disalahkan langsung saja keluar dari dalam rumah. Kalau terus didalam dirinya yang akan disalahkan terus menerus.
Padahal dirinya tidak salah atas semua itu, tapi tetap harus disalahkan. Tidak enak kan rasanya. Bagaimana kalau kalian ada diposisi ku pasti akan sama sulitnya.
...----------------...
"Siapa "
"Lucas sayang "
__ADS_1
"Seperti perjanjian kita dari awal, aku sudah memuaskanmu di ranjang. Bahkan berkali-kali kamu terpuaskan olehku. Maka tepati janjimu temui dia dan batalkan semuanya"
"Baiklah, apa sih yang tidak untuk kamu sayang. Aku pasti akan membatalkan semuanya "
Stevan mengecup bibir Siena juga lama, lalu pergi dari hotel itu. Sedangkan Siena tersenyum senang mendengar jawaban dari Steven.
"Lihat saja Lucas kamu akan hancur kalau saja kamu menikah denganku kita akan sama-sama menguntungkan. Aku seorang pengusaha dan kamu juga seorang pengusaha sedangkan Katherine istri kamu yang gendut itu bukan apa-apa. Dia tidak ada bandingannya denganku mungkin aku tidak akan melakukan ini kalau kamu memilihku dan meninggalkan istri jelekmu itu"
Siena mengambil tasnya dan pergi dari hotel itu. Bagaimana ya kalau istrinya Steven tahu pasti akan sangat menyenangkan. Hamil dan suaminya malah bermain dengannya.
...----------------...
Lucas dan Stevan sudah berhadapan, mereka ada diruangan Stevan "Ini tinggal tandatangan kontrak"
"Maaf Lucas aku tidak bisa bekerja sama denganmu"
"Emm, ya tapi aku tak jadi bekerja sama denganmu, istriku juga kemarin malam tidak setuju jadi aku mengikutinya saja. Kamu tahu sendirikan perusahan ini adalah milik istriku. Aku disini hanya menjalaninya saja, aku mengikuti apa yang dia katakan"
"Baiklah "
Lucas tanpa banyak bicara lagi langsung pergi, dia curiga ada apa dengan Stevan tiba-tiba tak mau tandatangan kontrak. Padahal semuanya sudah dibicarakan dan cocok kenapa tiba-tiba dibatalkan pasti ada sesuatu yang disembunyikan.
Lucas langsung menghubungi Nabil, harus diselidik enak saja main batal-batalkan saja "Ada apa Abang"
"Selidiki kenapa Stevan bisa membatalkan kerjasama aku dan dia. Kalau perlu kamu hancurkan proyeknya yang sekarang sedang dibangun. Bukannya dia sedang membuat mall kan masih berjalan, bisa saja kamu membuat sedikit kecelakaan tapi setelah tahu kenapa Stevan tiba-tiba membatalkan semuanya. Hancurkan dia secara perlahan aku tidak suka dipermainkan seperti ini "
"Siap bos laksanakan "
__ADS_1
Lucas menyimpan ponselnya keluar dari kantor Stevan, tapi saat akan keluar dia melihat ada Siena yang datang. Bahkan Lucas sampai bersembunyi agar tak terlihat oleh Siena.
Siena kemari, pasti ini ada sangkut pautnya dengan perempuan ular ini. Tidak mungkin kan mereka tiba-tiba saja bertemu dan yang aku tahu mereka itu tidak melakukan kerja sama apa-apa tidak mungkin bersama. Apalagi Tamara tidak ada disini.
Lucas tiba-tiba teringat Tamara, untung saja masih punya kontaknya.
"Ya Lucas ada apa, tak biasanya kamu menelfonku"
"Ada yang ingin aku tanyakan padamu Tamara"
"Apa itu Lucas "
"Aku sedang akan membuat kerjasama dengan suamimu. Tapi tiba-tiba dia membatalkannya, katanya itu karenamu, karena kamu tidak mau bekerja sama denganku. Apakah seperti itu Tamara bukannya kita teman lama kenapa tiba-tiba kamu tidak mau bekerja sama denganku"
"Kata siapa, aku tidak pernah berbicara itu pada Stevan. Aku menyerahkan semua perusahaan padanya. Aku sedang fokus pada kehamilan ku Lucas. Aku tidak pernah melarang Stevan untuk bekerja sama dengan siapapun apalagi dengan dirimu"
"Hemm. Oh begitu ya mungkin dia tadi salah bicara. Ya sudah aku hanya ingin bicara itu saja tidak usah tanyakan pada Stevan. Mungkin dia salah bicara Tamara"
"Baiklah, tapi kamu membuatku curiga ada apa. Apa ada Siena ke perusahaan apa perempuan gatal itu datang ke perusahaan lagi"
"Kenapa tiba-tiba Siena "
"Ya karena dia selalu mendatangi suamiku, aku tidak suka dengan perempuan itu. Rasanya muak sekali kalau aku tidak sedang mengandung seperti ini mungkin aku sudah menghabisinya. Aku dan kamu tidak ada bedanya Lucas kita sama-sama seorang psychopath kita bertemu juga di tempat rehabilitas kan"
"Ya kita sama dan tak ada bedanya. Tenang saja tak usah turun langsung biar aku saja "
"Ya tapi aku akan menyelidikinya, aku tidak mau sampai dikhianati. Aku paling tidak suka. Ya sudah aku harus cek kandungan "
__ADS_1
"Hemm baiklah "