Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 265 Tak boleh keluar lagi


__ADS_3

Daniel yang melihat istrinya akan menjauhinya lagi langsung menangkapnya. Daniel membawa istrinya masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintunya dan menatap istrinya dengan sangat tajam sekali, Daniel sudah muak dengan semuanya. Sebenarnya ada apa dengan istrinya ini sampai-sampai terus saja menjauhinya.


Bahkan bekerja saja Daniel tak fokus terus memikirkan istrinya ini. Daniel tak bisa didiamkan istrinya terlalu lama seperti ini. Daniel tak tahu apa salahnya tapi istrinya langsung seperti ini seperti memusuhinya.


Daniel memegang kedua baru sang istri "Sebenarnya apa yang terjadi sampai-sampai kamu terus saja menghindari aku, ada masalah apa aku sudah membuat masalah apa sampai-sampai kamu melakukan itu padaku. Kamu hanya perlu bercerita apa susahnya aku juga tidak akan marah, aku tidak bisa terus didiamkan seperti ini Vio. Aku ingin kamu bicara dengan aku "


Vio menundukan kepalanya, dia tidak berani untuk menatap mata Daniel yang begitu tajam" Kenapa kamu berbohong kenapa kamu menyembunyikan semua ini dariku, kenapa kamu melakukan itu Daniel, apa salahku padamu kenapa hanya aku saja yang tak kamu beritahu "


"Apa yang aku sembunyikan darimu, aku tidak pernah menyembunyikan apapun darimu, aku selalu berkata jujur dengan kamu. Tak pernah ada yang aku sembunyikan darimu apapun itu, aku tak berbohong padamu "


"Kamu saat kita pulang dari Pantai kenapa membunuh mereka, aku melihat kamu melakukan itu. Kenapa kamu tega melakukan itu Daniel. Kenapa kamu langsung menghabisi mereka dengan begitu sadis" sambil mendongakkan kepalanya dan menatap mata Daniel, ingin tahu apa reaksinya tapi Daniel diam saja tidak ada rasa kaget atau apapun. Daniel begitu tenang sekali.


"Memangnya aku harus membiarkan mereka untuk merampok kita, kamu mau mati sia-sia di tangan mereka. Aku ini sedang melindungi kamu Vio aku melakukan itu untuk kamu, kamu seharusnya mengerti. Kalau kamu ada di posisi aku pun kamu pasti akan lakuin itu. Kamu ga akan tinggal diam untuk bisa melindungi keluargamu sendiri "


Vio menggelengkan kepalanya "Aku tidak akan pernah melakukan itu, aku akan menelpon polisi bukan membunuh mereka, aku tidak mungkin gegabah seperti itu Daniel, aku akan berfikir dua kali untuk melakukan hal seperti dirimu. Aku tak akan setega itu Daniel "


"Apa kamu tidak mau menerima kekurangan suamimu ini? "


"Kalau dari awal kamu bilang mungkin aku bisa mempertimbangkan semuanya, tapi ini sudah percuma kita sudah menikah kenapa kamu malah menyembunyikan semuanya dariku. Seharusnya sebelum kamu melamar ku kamu jujur dengan aku Daniel, bukannya seperti ini disembunyikan dan pada akhirnya aku tahu juga kan "


Daniel melepaskan cengkraman di bahu istrinya itu, Daniel membelakangi istrinya dan mengusap wajahnya dengan kasar "Aku memang seperti ini dari dulu, Ayahku juga sama seperti itu. Jadi kami tidak ada bedanya. Apakah kamu tidak bisa menerima aku seperti Mamaku menerima Ayahku dengan baik. Mamaku bisa bertahan sampai sekarang bahkan dia tidak kenapa-napa kan dia tidak dibunuh oleh ayahku. Mamaku masih hidup dan bahagia juga"


"Kamu libatkan tak pernah Mama menangis oleh Ayah. Mama selalu tersenyum dan bahagia sekali. Apa kamu tak mau seperti Mamaku, aku benar-benar ingin hidup dengan kamu Vio makannya aku tak mau memberitahu aku yang sebenarnya siapa sama kamu. Aku ga mau kamu tiba-tiba tinggalin aku "


"Sekarang aku sedang berusaha untuk melepaskan semua itu demi kamu Vio, demi anak kita juga. Aku ingin sembuh bahkan aku sudah berobat, kemarin aku melakukan itu hanya untuk perlindungan diri saja. Apakah salah aku ingin melindungi istri dan anakku. Aku tidak mau terjadi apa-apa padamu dan juga anak kita. Aku disini hanya ingin melindungi mu saja, itu tujuannya tak ada yang lain "


"Memangnya aku pernah melukaimu, memangnya aku pernah menyakitimu Vio sampai kamu trauma. Aku tidak pernah melakukan itu kan, Aku bahkan tidak pernah menggoreskan satu luka pun dalam tubuhmu itu, aku selalu menjagamu dengan sangat baik. Aku hanya minta kamu menerima kekuranganku ini, aku juga sedang berjuang untuk menyembuhkan segalanya"


"Aku juga tak mau terus begitu Vio. Siapa juga yang mau seperti ini. Aku juga ingin normal seperti yang lain, aku ingin menjalankan hidup seperti yang lain. Aku tak akan mudah langsung sembuh Vio harus dengan perlahan "


Tiba-tiba saja Vio memeluk Daniel dari belakang "Maafkan aku, aku terlihat egois di hadapanmu. Padahal aku sendiri punya kekurangan tapi kamu mau menerima semuanya. Aku hanya takut saja kalau kamu akan melukai aku dan juga anak kita nanti, aku sangat-sangat takut Daniel makanya aku bersikap seperti ini. Aku sungguh benar-benar takut sekali makannya aku mencoba untuk menghindari kamu "


Daniel membalikkan tubuhnya dan menangkup wajah sang istri "Aku hanya ingin terlihat baik di hadapan mu Vio, makanya aku tidak pernah memberi tahu siapa aku yang sebenarnya. Aku tidak mau kamu tiba-tiba pergi dari sampingku, aku tidak sanggup kalau sampai harus ditinggalkan olehmu aku tidak bisa itu. Ini adalah kekuranganku yang sebenarnya"


"Mungkin orang-orang diluar melihatku begitu sempurna tapi kenyataannya aku juga punya kekurangan, aku bukan malaikat yang sempurna Vio"


"Aku akan menemanimu untuk berobat. Aku akan terus ada di sampingmu, aku tidak akan seperti ini lagi. Aku minta maaf Daniel karena telah membuat kamu bingung dan malah berpikir yang tidak-tidak. Aku akan mencoba untuk menerimamu, kita hadapi semuanya sama-sama ya jangan sampai ada yang disembunyikan lagi aku tidak mau itu terjadi lagi, aku tak mau ada kesalahpahaman lagi"

__ADS_1


Daniel menganggukan kepalanya dia langsung memeluk istrinya dengan erat, rasanya lega sekali saat istrinya menerimanya. Tapi Vio juga sebenarnya belum menerima seutuhnya Daniel. Vio hanya ingin mencoba untuk bertahan dengan suaminya.


Benar apa yang dikatakan suaminya tadi kalau Daniel tidak pernah menyakitinya, Vio seharusnya sadar kalau suaminya ini bisa menerima kekurangannya masa dirinya tak bisa, seperti apa yang Ayu katakan selama suaminya ini tidak menyakitinya maka Vio akan bertahan. Vio yakin Daniel tidak akan pernah menyakitinya sampai kapanpun itu.


Daniel pasti akan terus seperti ini padanya tak akan ada perubahan dari diri Daniel. Vio sekarang harus mulai menerima Daniel jangan egois seperti ini, ingin Daniel menerima kekurangannya tapi dirinya sendiri tak bisa menerima Daniel.


...----------------...


Alex dan Ayu sekarang ada di luar rumah, mereka sedang berjalan-jalan Alex cemberut saat banyak laki-laki yang menatap Ayu seperti itu. Ayu yang melihat suaminya bersikap seperti itu hanya bisa mengerutkan keningnya. Lalu Ayu segera bertanya sambil menyatukan tangan mereka lagi yang sempat terlepas.


"Kenapa kamu cemburu terus senyum dong, kita kan lagi jalan-jalan nanti orang-orang malah takut lihat kamu yang seperti ini "


"Ga suka aku keluar seperti ini. Makanya aku nggak pernah mau keluar dari rumah, lihat banyak laki-laki yang lihatin kamu dari tadi, udah tahu ada laki-laki tampan di sampingnya. Tapi tetap saja mereka menatapku seperti itu, apa mereka semua itu buta aku ini ada disamping kamu tapi mereka seperti tak perduli"


"Ya udah mereka kan punya mata, mungkin mereka lihat ke tempat yang lain dan ga sengaja saat kamu lihat mereka, mereka lihat ke aku. Udahlah jangan dipikirin, ga usah banyak fikiran kayak gitu "


"Tetep aja aku nggak suka, rasanya aku pengen colok mata mereka semua. Aku ga rela kamu dilihatin kayak gitu. Kesel deh jadinya aku"


"Ga usah ngapain. Nanti kamu harus tanggung jawab. Aku kan udah jadi milik kamu, aku udah jadi istrimu. Jadi untuk apa kamu marah kalau banyak yang lihatin aku. Aku kan hanya akan selalu ada di samping kamu aku juga nggak akan respon mereka, aku hanya akan jalan berdua dengan kamu saja tak akan dengan yang lain "


Alex menggigit bibir dalamnya, dia menahan kebahagiaannya untuk tersenyum di hadapan istrinya. Alex harus terlihat cool di hadapan sang istri "Iya tetap saja aku tidak suka dengan mereka yang seperti itu, melihatmu jelalatan padahal pakaianmu tidak seksi. Tapi tetap saja mereka itu membuatku marah "


"Oh ya Alex tadi aku melihat ada es kelapa muda. Aku pengen itu juga tolong beliin ya. Aku bener-bener mau itu Alex "


"Ya udah aku pergi dulu, kamu diam di sini jangan pernah respon laki-laki yang datang kemari. Awas ingat jangan biarkan mereka untuk berbicara dengan kamu, aku tak akan terima itu "


"Iya iya Alex ga akan respon mereka. Aku akan diam saja "


Alex pergi sesekali juga dia menatap istrinya yang masih duduk dengan anteng. Ayu memainkan ponselnya yang baru saja Alex berikan. Tiba-tiba saja ada yang menghampirinya.


"Permisi sendiri aja nih Kak. Padahal cantik loh masa sih sendirian. Mau ditemani aku lagi free kok "


"Enggak kok aku sama suamiku ke sini, aku ga sendiri"


"Beneran mana suaminya kok nggak ada, Kakak dari tadi disini sendirian loh, kakak lagi bohong ya biar dirayu terus "


Ayu hanya mengangkat bahunya saja. Tiba-tiba saja ada yang berdehem laki-laki itu langsung menatap Alex yang datang dengan es kelapanya. Tak lupa dengan tatapannya begitu tajam.

__ADS_1


"Ini suamiku, kamu mau kenalan dengan suamiku "


Laki-laki itu langsung mundur saat melihat tatapan Alex yang begitu tajam "Maaf aku kira kamu hanya pura-pura saja tadi berbicara pergi dengan suamimu. Soalnya kamu sangat muda jadi aku tidak percaya kalau kamu punya suami, maaf sekali lagi karena aku sudah menganggu kalian berdua. Sungguh aku benar-benar tidak tahu "


"Ya sudah aku sudah bilang kan aku sudah punya suami, dan yang ada di hadapanmu ini adalah suamiku tidak ada yang perlu diragukan lagi kan"


"Ya maaf permisi, aku minta maaf sekali lagi "


Laki-laki itu pergi meninggalkan Alex dan juga Ayu, Alex menyimpan es kelapa di hadapan istrinya dan cemberut. "Sudah aku bilang kan jangan respon mereka tapi kamu malah meresponnya, aku kesal padamu Ayu. Padahal aku hanya meninggalkan mu sebentar tapi sudah ada yang mendekati saja "


"Aku hanya memberitahu laki-laki itu saja kalau aku ini udah punya suami. Aku nggak bermaksud kok buat ngobrol sama dia, aku cuman ga mau dia lama-lama disini makannya aku jawab aja nanti kalau aku ga jawab malah jadi masalah Alex "


Alex rasanya bahagia sekali saat dari tadi Ayu terus mengatakan kalau dirinya ini suaminya suaminya suaminya. Ya rasanya merasa dianggap saja, ya dari awal juga sudah dianggap suami tapi ya Ayu belum pernah mengatakan ini di hadapan orang lain kan.


Ayu sendiri tidak melihat ekspresi Alex yang senang itu. Ayu mengambil es kelapanya dan segera meminumnya sangat segar sekali. Untuk makanan tadi mereka sudah pesan tinggal menunggu datang saja.


"Alex setalah ini kita harus jalan-jalan lagi ya. Aku ingin jalan-jalan ke tempat yang lain, aku ingin melihat-lihat yang lainnya "


"Tidak kita pulang saja, kamu sudah terlalu banyak jalan-jalan. Kamu nanti akan kecapean kita pulang nanti kapan-kapan kita jalan-jalan lagi jangan terus tiap hari jalan-jalan, kita harus ada waktu istirahat juga Ayu "


"Tapi aku mau jalan-jalan, rasanya menyenangkan saja jalan-jalan sambil makan seperti ini cari makan"


"Iya nanti kan ada waktu lain kali, kita jalan-jalan lagi seperti ini, untuk hari ini cukup makan dan nanti kita pulang, tidak ada bantahan aku nanti akan memakaikan kamu topeng saja agar orang-orang itu tidak bisa melihat kamu. Agar mata mereka bisa dijaga "


"Tidak aku tidak mau, enak aja ya kamu aja yang pake topeng. Kalau gitu aku jadi ga mau keluar rumah, kamu aja sana yang pake topeng "


"Nah itu ide yang bagus lebih baik kamu diam saja di rumah. Kamu lebih cocok diam dirumah sayang bukannya main-main seperti ini "


"Tapi tidak tidak tidak aku tidak mau terus diam di rumah, aku juga ingin keluar rumah. Aku juga ingin menghabiskan waktuku di luar aku juga tidak merespon mereka kan, mereka yang datang padaku. Aku bahkan sudah mengatakan pada mereka kalau aku ini punya suami tapi mereka saja yang tak percaya "


"Aku pikirkan dulu sayang, aku tak mau seperti ini lagi. Maka kalau akan keluar aku harus berfikir beberapa kali "


Ayu langsung melipat tangannya, begini kan kalau sudah suaminya berbicara harus selalu mengikutinya. Padahal Ayu ini senang jalan-jalan ya kalau bisa sih setiap minggu. Ayu juga bosan kalau terus di rumah ingin menghabiskan waktu saja diluar rumah. Seperti ini menyenangkan sekali rasanya.


"Aku ingin tiap satu Minggu sekali kita jalan-jalan "


"Emm, aku akan fikiran dulu Ayu. Aku tidak mau seperti ini lagi"

__ADS_1


"Hemm, kamu ini tak sayang aku makannya seperti itu" Ayu cemberut dan mengacuhkan Alex yang sedang berbicara padanya.


__ADS_2