
Daniel menatap istrinya yang terus saja cemberut. Daniel sudah minta maaf tapi istrinya belum juga mengatakan apa-apa, hanya diam saja seperti itu Daniel bahkan tidak berangkat bekerja.
Daniel tak akan tenang kalau istrinya masih marah, tak akan fokus juga bekerja kalau istrinya masih seperti ini. Kemarin gara-gara sedang emosi jadi seperti ini kan membentak istrinya.
"Sayang, jangan marah aku minta maaf karena telah membentak mu, kamu tahu sendiri kan aku sedang pusing mencari Tamara itu orang berbahaya, aku sudah ceritakan semuanya padamu kan kalau Tamara itu bukan orang yang mudah, dia akan terus mengincar kamu sayang. Aku tidak mau seperti waktu itu "
"Tapi kan kamu bisa bicara baik-baik sama aku, ga usah bentak-bentak kayak gitu juga kali Kalaupun kamu memberitahu aku dengan pelan aku juga akan ngerti nyebelin banget. Memangnya mamanya Marcel itu Tamara ? Kamu sudah yakin jangan tiba-tiba kamu menuduh orang tanpa alasan Daniel, dia bisa saja marah sama kita, sama keluarga kita "
"Ya aku sih dapat kabarnya begitu, tapi katanya salah orang salah sasaran aku benar-benar takut. Tapi kamu jangan terlalu dekat dulu deh aku masih selidiki semuanya, aku masih belum percaya sayang. Aku juga ingin semua ini cepat selesai "
"Terus sebelum Tamara ketemu aku sama Arumi tidak boleh keluar rumah gitu, terus kami nggak boleh bergaul sama tetangga yang lain, aku juga pengen Daniel main sama yang lain ngobrol-ngobrol, aku ini di sini di cap tetangga sombong padahal aku tidak mau seperti itu. Aku juga ingin berbaur dengan mereka, aku jug ingin bisa pergi kebutik lagi, aku sangat jenuh sekali ada dirumah "
Daniel mendekati istrinya dan memeluknya dari samping "Aku juga sebenarnya tidak mau seperti ini, tapi keadaan membawa kita harus melakukannya. Kita harus selalu waspada kita tidak pernah tahu Tamara akan menyamar menjadi siapa, dia akan melakukan apa. Dulu saja kalau aku terlambat mungkin kamu sudah tiada sayang, makanya aku tidak mau hal itu terjadi lagi bukannya aku melarang kamu tapi ini demi kebaikan kalian semua, aku juga tidak mau seperti ini"
"Aku juga ingin kamu bisa jalan-jalan menghabiskan waktu bersama teman-teman kamu. Tapi tolong sabar dulu aku akan menemukan Tamara dan kamu nanti bisa melakukan apa saja "
Vio menghembuskan nafasnya, bener juga jadi Vio tidak boleh egois. Suaminya sudah menjaganya tapi dia malah terus seperti ini, Vio harus bisa sabar semuanya pasti akan baik-baik saja.
Vio langsung berhadapan dengan suaminya "Maafkan aku karena aku terlihat egois. Aku hanya jenuh saja diam terus di rumah aku tidak ke butik. Aku tidak bisa leluasa pergi ke sana kemari, bahkan Arumi pun di sekolah sulit aku benar-benar pusing dengan keadaan semuanya ini"
"Aku tak akan seperti ini lagi, aku akan diam dirumah dan tak akan pergi kemana-mana sebelum Tamara ditemukan"
"Jangan minta maaf aku yang salah, di sini aku yang salah. Aku akan segera menyelesaikan semuanya dan hidup kita akan kembali seperti semula, kita akan baik-baik saja setelah masalah ini selesai sayang"
"Ya semoga saja Tamara cepat-cepat ketemu, aku tidak mau hidupku terus seperti ini. Aku ingin merasakan hidup seperti orang lain bebas tidak ada hambatan sedikitpun, bebas pergi kesana kemari juga tanpa rasa takut sedikit pun "
"Iya, aku tahu sayang maafkan aku karena telah membuat kamu terjebak seperti ini"
Daniel memeluk istrinya kembali, Daniel merasa bersalah atas apa yang terjadi dalam hidupnya ini. Seharusnya istrinya yang tidak tahu apa-apa tak terbawa-bawa tapi Tamara malah menargetkan istrinya.
Tamara itu memang sengaja menargetkan Vio, karena Vio itu terlihat lemah dihadapannya Tamara. Tamara memang mencari aman kalau mau dia bisa kan langsung pada Daniel saja atau pada Alex adiknya. Kan yang pertama punya masalah itu Ayahnya.
...----------------...
Alex menatap istrinya yang sedang makan, tadi tiba-tiba saja istrinya itu pengen ayam bakar, tentu saja Alex langsung memberikannya apalagi sekarang istrinya sedang mengandung, tapi ya setiap hari juga Alex memanjakannya. Alex memesan beberapa ayam bakar karena katanya mau ayam yang banyak ya makanya Alex harus membelikannya yang banyak.
Alex suka kalau melihat istrinya yang banyak makan, rasannya tak sia-sia Alex bekerja, tubuh Ayu juga sekarang tak sekecil dulu, istrinya sekarang sangat berisi dan Alex suka tak mempermasalahkannya sama sekali.
Alex menatap istrinya yang menggulung tangan pakaiannya "Kenapa harus digulung sayang makan pakai sendok dan garpu, itu akan lebih bersih sayang"
"Tidak enak, aku mau pakai tangan saja kamu ini ada-ada saja, masa makan ayam bakar pakai sendok dan garpu sangat sulit itu menyusahkan diri sendiri. Lebih baik pakai tangan, sama saja malahan lebih enak tahu. Aku juga sudah cuci tangan "
Ayu mengambil air putih dan meminumnya terlebih dahulu, lalu sekarang Ayu fokus pada makanan yang ada di hadapannya. Ayu langsung makan dengan lahap Alex yang menatapnya sampai terkekeh melihat tingkah istrinya itu.
"Kamu ga akan makan, ini ayam bakarnya banyak banget loh. Ayo kita makan sama-sama Alex masa aku aja yang makan sedangkan kamu malah diam seperti itu "
"Engga sayang habisin dulu aja sama kamu, nanti kalau kamu udah kenyang dan ada sisanya aku makan kok. Aku nanti aja tunggu kamu kenyang sayang "
"Kok gitu sih. Ya udah makan sama-sama aja, biasannya juga kita makan sama-sama Alex "
"Ga mau kamu dulu aja, aku bisa pesan nanti-nanti. Yang penting anak dan istriku ini kenyang ayo cepat makan habiskan semuanya ya. Aku akan suka melihatnya kalau kamu menghabiskan semuanya"
Ayu yang memang tidak mau memperpanjang semuanya akhirnya segera memakan makanannya itu. Kalau dipaksa suaminya malah akan marah, lebih baik Ayu makan dulu saja sendiri.
Enam potong ayam bakar itu sudah dihabiskan oleh istrinya. Alex sungguh bingung dengan selera makan istrinya yang sangat banyak, saat hamil Karina malah sebaliknya, istrinya jarang sekali makan.
Awalnya Ayu pakai nasi satu ayam dua ayam, tapi seterusnya dia hanya menambulnya saja tapi Alex tidak mengomel ataupun berbicara apa-apa, dia hanya melihat istrinya yang sedang makan. Rasannya sudah kenyang hanya melihat istrinya makan saja.
Saat melihat ayam bakar itu sudah habis Alex baru bicara "Sayang apa kurang mau pesan lagi, aku akan memesankan lagi. Kamu masih lapar ga "
"Udah emangnya perut aku ini perut apa kamu ya, aku udah kenyang banget tahu Alex. Nanti kalau aku tambah gendut gimana aku ga mau gendut ya "
__ADS_1
"Siapa tahu kamu pengen lagi, kalau mau lagi aku pesenin lagi. Mau gendut mau kurus kamu tetap cantik dan aku suka "
"Udah segini juga cukup, aku ga mau tambah lagi Alex "
Ayu sudah sangat puas memakan ayam bakar ini, rasanya enak sekali biasanya juga suka beli di tempat ini tapi sekarang itu rasanya lebih-lebih enak lagi, pokoknya Ayu suka sekali dengan ayam bakar.
"Ya udah aku pergi kekantor ya, kamu baik-baik ya dirumah ya sayang. Untuk sekarang kamu jangan pergi kemana-mana dulu "
"Iya kamu hati-hati ya makasih untuk ayam bakarnya enak banget, aku suka banget sama Ayam bakar ini, rasannya makin enak aja "
"Sama-sama sayang istirahat yang banyak di rumah ya jangan terlalu banyak bergerak. Ingat didalam perut kamu lagi ada bayi sayang "
Ayu menganggukan kepalanya Alex mencium kening istrinya, Alex suka sekali melihat istrinya makan jadi mau dia telat atau tidak pergi kekantor itu tak masalah. Yang terpenting sudah puas melihat istrinya menghabiskan semua makanannya itu.
...----------------...
"Vio kamu di mana Vio, hallo kenapa ini rumah sepi banget, Vio dimana kamu berapa jangan seperti ini ya"
Vio keluar dari ruangan sebelah ternyata Valeria yang datang. Vio memeluk saudara kembarnya itu dan mereka duduk di dekat kolam ikan. Sudah lama juga saudara kembarnya ini tak datang padannya tak main kesini.
Kalau Vio sudah tahu sendirikan tak bisa pergi kemana-mana, harus terus dirumah seperti ini. Rasannya Vio seperti Rapunzel.
"Kenapa kamu murung sekali di mana Arumi, aku ingin bertemu dengan Arumi juga "
"Arumi kan sekolah, dia sudah mulai sekolah apa kamu lupa keponakanmu itu sudah sekolah dia sudah besar sekarang "
"Hemm, benar juga aku sampai lupa karena terlalu asik dengan dia yang selalu menggemaskan, dan aku menganggap dia masih sangat kecil sekali. Masih tidak bisa keluar kamu dan Tamara belum ditemukan juga "
"Belum Tamara itu belum ditemukan, aku tidak tahu harus melakukan apalagi, aku harus seperti apa lagi rasanya aku bosan terus di rumah. Tamara itu seperti penghalang untuk kita semua. Padahal aku juga ingin jalan-jalan menghabiskan waktu tapi gara-gara ada masalah ini malah tak bisa kemana-mana, bahkan untuk ke butik pun aku tidak bisa"
Vio menyandarkan tubuhnya"Aku tuh pengen bebas kayak dulu lagi"
"Aku juga tidak tahu, tapi sepertinya sangat berbahaya sekali makanya Daniel tidak membolehkan aku untuk keluar. Aku juga khawatir dengan keadaan kamu Valeri, kamu pernah berurusan dengannya aku takut nanti kamu jadi sasarannya juga. Kamu kan parah banget kalau bully dia sama teman-teman kamu itu"
"Dia tidak akan berani menargetkan aku yang ada kamu yang akan akan ditargetkan, karena menurut Tamara kamu adalah kelemahanku dan kamu akan mudah untuk dikalahkan. Dia memang sedang mencari aman tahu, dia tak mau langsung berurusan dengan aku, kalau dia berani sudah aku tendang dia"
"Memang, sepertinya dia ingin membunuhku dia ingin menghabisi ku sepertinya. Sebelum itu terjadi dia akan terus seperti ini, dia tak akan berubah sampai kapan pun sebelum apa yang dia mau tercapai "
Valeria menepuk-nepuk punggung saudaranya itu "Tenang saja aku akan membantu suamimu untuk menemukan perempuan itu, aku yakin dia akan kalah, dia bukan musuh yang sulit untukku "
"Aku muak sekali mendengar nama perempuan itu, rasanya aku kalau ketemu ingin langsung menghabisinya saja, kalau terus didiamkan begini dia akan tetap mengganggu "
"Apa kamu sekarang berubah profesi "
"Ya aku kesel saja dengan anak itu, dia dulu sangat tunduk pada aku tapi sekarang dia membuat banyak masalah kenapa juga harus seperti ini, bukannya Daniel dan juga kamu teman baiknya tapi kenapa dia bisa sampai ingin menghancurkan kalian aneh saja, kalian terlalu baik mungkin dulu dengannya. Makanya aku sudah bilang kan padamu jangan terlalu baik pada orang jika ingin jahat-jahat saja, sekalian saja "
Vio menatap kembarannya itu. Vio tidak bisa jahat sama orang lain, Vio tidak mungkin melakukan itu kan. Membunuh semut saja Vio takut dan kasian apalagi menyakiti manusia, Vio tak akan pernah sanggup.
Meskipun orang itu pernah menyakitinya tapi Vio yak akan pernah bisa membalas akan hal itu. Rasannya tak tega saja kalau Vio.
...----------------...
"Kenapa Valeria datang kemari, apa yang ingin kamu bicarakan, kita sedang tak melakukan kerja sama pasti ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan "
"Bagaimana dengan Tamara apa dia belum ketemu juga, apakah akan selama ini menemukan orang satu itu. Aku rasannya sudah muak mendengar nama Tamara yang terus menghantui hidup saudaraku "
"Aku juga tidak tahu kenapa sangat sulit sekali menemukan Tamara, biasanya aku tidak sulit untuk menemukan orang. Tapi sekarang rasannya sulit sekali"
"Apa mungkin dia operasi plastik, atau mungkin dia memakai topeng selama ini, pasti salah satu dari yang aku sebutkan Tamara lakukan "
"Aku tidak tahu ya katanya dia operasi plastik, tapi aku tak yakin aku takut itu hanya sebuah jebakan saja. Dia penuh jebakan dan tipu daya "
__ADS_1
"Ada seseorang yang kamu curigai mungkin, ya mungkin tetangga kamu sendiri, aku akan bantu menyelidiki semua ini "
"Tetangga depan bisa kamu menyamar menjadi Vio, kamu bisa melawan kalau misalnya datang ke sana. Aku ingin tahu saja, karena aku terus curiga dengannya tapi aku tak punya bukti yang kuat. Seperti ada yang aneh dengan perempuan itu "
"Ide yang bagus, aku suka dengan rencana itu akan aku lakukan, aku tidak mau saudaraku terus saja terkurung di rumah dia juga harus bebas enak saja dia harus seperti Rapunzel. Kasian dia stres hanya ingin keluar saja dari rumah "
"Aku juga tidak mau sebenarnya seperti ini, memangnya siapa juga yang mau akan hal itu. Tak akan ada yang mau "
Valeria mengangkat bahunya. Dia langsung pergi dari kantor Daniel dia hanya ingin membicarakan itu saja setelah tadi bertemu dengan Vio. Dia langsung pergi ke kantor suami dari saudara kembarnya itu.
Valeria sungguh pusing dengan masalah si Tamara kalau bener dia bertemu akan Valeria sendiri yang membunuhnya, dia sudah mengacaukan semuanya mengacaukan hidup saudaranya perempuan itu memang benar-benar harus segera dihabisi tidak boleh didiamkan seperti ini.
Kalau misalnya didiamkan malah akan makin melunjak, dia akan terus meneror dan juga menargetkan Vio untuk dihabisi. Pasti itu Valeria yakin akan hal itu 100%.
...----------------...
Valeria benar-benar datang ke rumah depan yang sudah disebutkan oleh Daniel, dia benar-benar berpura-pura menjadi Vio tidak akan ada yang tahu di sini. Ya mungkin orang-orang yang lihat dirinya ini adalah Vio. Bahkan Valeria memakai pakaian yang sama dengan Vio se niat itu Valeria.
"Vio kamu di sini ayo masuk ke rumah, aku kira kamu tidak akan diizinkan lagi untuk main ke rumahku oleh suamimu itu, aku begitu ingin berteman dengan kamu Vio, rasannya berbeda saja "
Valeria sampai mengernyitkan keningnya. Memangnya Daniel pernah berbicara seperti ini ya pada perempuan ini atau mungkin mereka bertengkar di hadapan perempuan ini, Valeria tak tahu juga sih.
"Ayo Vio masuk dulu ayo cepat masuk, aku senang sekali kamu datang lagi kerumahku ini. Kamu benar-benar membuat aku kaget tahu"
Valeria masuk ke dalam rumah benar kan apa dugaannya kalau perempuan yang ada di hadapan ini tidak akan tahu siapa dirinya. Valeria lupa tadi tanya sama Daniel siapa sih nama perempuan ini, Valeria benar-benar tak ingat akan hal itu padahal dirinya akan pergi kerumahnya tapi bisa lupa seperti ini.
Valeria mencari sesuatu yang mungkin ada petunjuk nama perempuan ini. Dan dia melihat ada di tembok seperti nama yang ditempel dengan sebuah kayu Miranda, kebetulan sekali.
"Vio apa kamu sudah dibolehkan oleh suamimu untuk jalan-jalan denganku, aku ingin berjalan-jalan dengan kamu ketempat yang jauh sekali, pasti akan sangat menyenangkan sekali, mungkin kita bisa menjadi teman Vio nanti kedepannya "
"Sudah aku minta maaf ya atas apa yang dilakukan oleh Daniel. Aku tidak tahu kalau dia akan sesensitif itu aku memang tidak boleh keluar olehnya, karena ada sesuatu hal yang tidak bisa aku ceritakan padamu. Tapi aku minta maaf ya tingkah suamiku seperti itu, dia memang benar-benar seperti itu, karena dia juga terlalu menyayangi aku "
"Tidak masalah, aku senang kamu datang kemari, tunggu sebentar aku sedang membuat kue tunggu di sini ya jangan kemana-mana kamu pasti akan suka dengan kue aku ini "
Ini adalah kesempatan Valeria untuk menjelajahi seluruh rumah ini. Valeria berjalan ke arah belakang rumah. Valeria juga membuka satu per satu kamar dia ingin tahu ada apa saja di dalam kamar ini bukannya lancang tapi ini adalah misinya kan, ini adalah kesempatannya kapan lagi kan.
Valeria mencari barang-barang yang mungkin akan cocok dengan Tamara tapi tidak ada, tapi saat akan membuka pintu yang di sebelahnya Valeria kesulitan dikunci saat mendengar suara dari Miranda Valeria segera berlari kembali ke ruangan yang pertama, takut sampai ditanya-tanya banyak hal.
"Kamu habis dari man Vio, kok tiba-tiba lari seperti itu apa ada masalah "
"Aku tadi habis dari kamar mandi mau bicara denganmu tapi kamu tidak ada. Makanya aku langsung saja maaf ya aku tidak sopan, aku malah seperti itu dirumah kamu "
"Tidak masalah ini kuenya makan dulu, pasti kamu suka dengan kue ini aku sudah membuatkannya spesial untuk kamu, hanya untuk kamu saja "
"Setiap hari kamu membuatkan kue untukku dan spesial?"
Miranda langsung pucat wajahnya saat Valeria mengatakan itu, tapi Miranda segera mengubah ekspresinya "Tidak maksudku ya spesial saja untuk tetangga baruku, memang setiap hari aku membuat kue kok ayo cepat coba "
Valeria segera memakan kue itu cukup enak, tapi dia tidak suka, tiba-tiba saja kepala Vio pusing ah ini adalah jebakan pasti sebentar lagi dirinya pasti akan pingsan, biarlah Valeria ingin tahu apa yang akan perempuan ini lakukan padanya Valeria tidak akan pernah takut dengan dia.
Valeria benar-benar menutup kedua bola matanya, Miranda yang melihat itu sangat senang sekali dia langsung menggusur tubuh dari Valeria ke dalam sebuah ruangan "Akhirnya aku mendapatkan mu, tidak sia-sia juga aku berbaik hati pada tetangga depan rumah dan akhirnya aku mendapat kamu Vio, aku bisa melampiaskan semua kekesalan ku ini pada suamimu, aku akan balas dendam dan aku akan memperlihatkan pada suamimu kalau aku bisa menghabisi mu"
Miranda membuka topeng yang ada di wajahnya, ternyata selama ini dia memakai silikon yang berbentuk wajah dan merubah wajahnya dia tidak operasi plastik hanya memakai topeng saja.
Dia adalah Tamara perempuan yang selama ini dicari oleh Daniel, dia ada di depan rumahnya. Ternyata dia benar-benar ingin menjahati keluarga itu Tamara belum bisa terima dengan apa yang dia alami, apalagi saat itu Daniel sudah mengurungnya menyiksanya menganiayanya, dan sekarang istrinya akan Tamara seperti itu kan.
Lihat saja Tamara akan menyiksanya beberapa bulan dan Tamara akan membunuhnya setelah itu, memberikan jasadnya pada suami tercintanya akan Tamara langsung kirimkan kerumahnya.
Tamara mengikat tubuh Valeria yang dianggap sebagai Vio. Tamara begitu senang mendapatkan mangsanya untuk Marcel sebenarnya itu bukan anaknya. Marcel hanyalah anak sewaan yang dia suruh untuk menjadi pura-pura anaknya.
Mudah juga ternyata kenapa dia tidak lakukan dari beberapa tahun yang lalu, mungkin Vio sudah tidak ada mungkin dia sudah mati sekarang dan dirinya sudah tertawa dan bahagia tapi ya sudahlah sekarang Vio ada di tangannya Vio akan habis olehnya.
__ADS_1