
"Kenapa kamu malah menjemputku. Bukannya kamu tidak peduli aku ada di rumah ataupun tidak"
"Ini hanya untuk formalitas saja. Aku tidak mau terlihat jelek di depan orang tuamu makanya aku mencoba menelepon ibumu. Ingat aku sampai kapanpun tidak akan pernah mencintaimu dan anak yang sedang kamu kandung juga aku tidak tahu itu anak siapa"
"Aku tidak pernah meminta kamu bertanggung jawab untuk menikahiku. Aku tidak peduli yang di perutku anakmu ataupun tidak, yang terpenting ini adalah anakku. Jika kamu tidak suka dia ya sudah tidak masalah. Aku tidak akan mempermasalahkannya dan meminta kamu untuk mengakui anak ini. Aku bisa mengurusnya sendiri "
Adiba berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Toni yang mengikutinya dari belakang "Ayo cepat baik kita pulang "
"Pulang saja sendiri, aku mampu pulang sendiri tanpa harus kamu jemput. Sana pulang "
Adiba langsung memberhentikan taksi dan meninggalkan Toni yang masih menunggu Adiba naik.
Adiba yang ada didalam mobil mengusap air matanya.
Sakit sekali diperlakukan demikian oleh seorang laki-laki. Ya memang dirinya salah karena telah menjebak Daisy. Tapi kenapa harus menikahkan dirinya dengan Toni.
Dirinya bisa mengurus anak ini sendiri tanpa Toni, dirinya mampu melakukannya sendiri. Kenapa harus dia yang menjadi suaminya.
"Aku lelah sekali "
"Aku ingin mati saja "
"Ehh neng jangan seperti itu, memangnya kalau eneng bunuh diri akan menyelesaikan masalah "ucap pak supir
"Kalau sedang ada masalah dengan pacar atau suami coba bicarakan dengan baik-baik, jangan ambil keputusan seperti itu. Nanti yang menyesal juga Eneng. mereka enak-enakan hidup sedangkan Eneng bunuh diri cuman karena masalah kalian berdua"
Adiba mengusap air matanya, tak tahu harus menjawab apa. Dirinya sudah sangat lelah dengan kehidupannya ini. Kapan dirinya ini bahagia hidup sejahtera dan disayangi oleh orang yang dicintai.
Apa aku harus merebut Lucas, itu ide yang bagus tapi bagaimana caranya agar bisa masuk kedalam rumah Lucas ?
...----------------...
Kat sudah menyiapkan pakaian untuk suaminya, sekarang suaminya sedang mandi. Kat sendiri sudah tadi terlebih dahulu.
Kat turun kebawah ternyata sudah ada para pelayan, mereka sudah menyiapkan makan juga. Kat masuk kedalam dapur untuk membuatkan suaminya kopi.
"Nyonya biar kami saja yang membuat "
__ADS_1
"Tidak masalah biar aku saja Bi, sekali-sekali aku buat kopi untuk suamiku. Dia tidak akan marah kok"
Kat mengambil bahan-bahan yang dirinya butuhkan. Tak butuh waktu lama Kat sudah selesai membuat kopi. Lalu membawanya kembali kelantai atas.
"Sayang kenapa buat kopi kan ada pelayan "
"Tak masalah sekali-kali aku yang buatkan untuk kamu. Aku kan istri kamu "
Lucas tersenyum dia memeluk istrinya dan mencium keningnya "Jangan terlalu lama didapur ya, semuanya sudah ada yang mengatur mari pergi sayang "
Kat menganggukan kepalanya, mereka pergi kekantor sambil bergandengan tangan. Tangan mereka tak pernah lepas.
...----------------...
Adiba yang melihat Daisy langsung mendekatinya "Mana temenmu yang satu lagi. Baru aja masuk masa udah nggak masuk lagi sih"
"Emang ada urusannya sama kamu, ga ada kan ngapain tanya-tanya juga emang kamu temenan sama dia enggak juga kan. Selama ini kamu nggak pernah ikut campur tentang Kat yang masuk ataupun tidak. Tapi sekarang kenapa nanya ada rencananya yang kamu buat hah, mau jebak siapa lagi "
"Aku tahu aku pernah salah sama kamu ,aku minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan sama kamu. Aku juga lakuin itu karena khilaf"
"Kamu bilang khilaf, terus emangnya semua itu bisa ngembaliin keadaan, emangnya bisa kembali in keperawanan aku lagi, bisa ngembaliin mental aku lagi menjadi seperti semula, enggak kan. Kamu enak tinggal minta maaf aku yang merasakan disini aku yang hancur disini "
Daisy diam, dia baru tahu dirinya tak pernah tahu tentang masalah itu "Seharusnya kakak kamu yang bertanggung jawab, dia yang telah melakukan ini semua sama aku. Seharusnya aku yang menikah sama kakak kamu bukan Katherine "
"Ga sudi aku punya kakak ipar sama kamu, itu bagus dilakuin sama Abang, biar kamu rasain apa yang aku rasain "
Daisy langsung saja pergi, hatinya begitu marah dan sangat kesal dengan kelakukan Adiba akan dirinya tanyakan sendiri pada abangnya. Apakah benar yang Adiba katakan.
...----------------...
Kat dan suaminya sudah sampai dikantor, semua orang menatap mereka. Mereka yang tahu siapa yang ada disamping Lucas langsung menundukan kepalanya dan hormat.
Kat mengenggam erat tangan suaminya, kenapa jadi pada menundukan kepalanya seperti itu "Apakah harus seperti itu, aku ini bukan siapa-siapa "
"Kamu itu istri aku dan wajib dihormati "
Setelah masuk lift Kat agak tenang. Aneh saja diperlakukan seperti itu oleh orang lain. Dulu saat ditempat kerjanya tidak seperti itu.
__ADS_1
"Duduk disini sayang, aku akan mengerjakan beberapa tugas kantor "
"Hemm, baiklah "
Kat menatap ruangan ini, sejak kapan ada foto dirinya. Setaunya waktu itu belum ada kenapa sekarang tiba-tiba ada.
...----------------...
"Mana Daisy Aruna "
"Daisy tadi tak masuk kelas aku juga binggung, aku dari tadi mencarinya tapi ga ketemu kak, aku takut terjadi sesuatu sama dia. Aku juga udah telfon dia tapi ga diangkat "
"Lah kenapa bisa, kenapa kamu ga bilang dari tadi"
"Mau gimana aku bilang, sedangkan dosennya ga ngebolehin aku pegang ponsel bahkan ponsel pun dikumpulkan sebelum pelajaran selesai. Katanya biar kami fokus belajar sekarang aku binggung dimana Daisy aku binggung sekali kemana dia "
"Ayo kita cari "
Meraka berdua mencari berpencar agar bisa menemukan Daisy siapa tahu dia masih ada disekitar kampus.
Nabil yang pertama menemukan Daisy, dia ada di belakang sekolah yang sepi sekali.
"Daisy kamu ngapain "
Daisy mengusap air matanya dan menatap Nabil "Kamu kenapa, apa ada yang jahatin kamu "
"Ga ada cuman aku pengen menyendiri aja"
"Kenapa nggak angkat telepon dari Aruna dia cari kamu dan kamu juga kenapa nggak masuk kelas"
"Aku lagi pengen tenangin diri aku dulu kak. Aku lagi banyak fikiran "
"Apa yang kamu pikirin"
"Apa benar Adiba dilecehin sama bodyguard-nya Papih"
Nabil yang mengetahui tentang itu diam, Nabil duduk di samping Daisy dan menepuk bahunya "Aku nggak bisa ceritain semuanya semua itu, yang berhak menceritakannya adalah abangmu sendiri. Kamu bisa tanya dia langsung
__ADS_1
"Berarti Kakak tahu kan semuanya"
Nabil tak menjawab dia hanya diam saja.