
"Ayah kamu ada di sini, aku sangat ingin bertemu denganmu. Kenapa kamu tak mendekat kearahku Ayah. Aku ingin bersama ayah. Aku ingin kita bertemu setiap hari seperti ini Ayah "
"Lari lah suamimu bukanlah suami yang baik, lari lah dari sampingnya pergilah sejauh-jauhnya jangan sampai ketemu, dia sangat jahat sekali jadi ingat kata-kata ayah pergi sebelum kamu menjadi korban selanjutnya pergi pergi pergi pergi pergi pergi Katherine "
Kat lagi lagi memimpikan ayahnya bahkan sekarang ayahnya menyuruhnya untuk pergi. Maksudnya apa kalau suaminya tidak baik lari ke mana, suaminya memangnya telah melakukan apa.
Kat mengusap peluhnya yang sangat banyak itu, untuk kedua kalinya dia memimpikan ayahnya. Sebenarnya ada apa ini dengan ayahnya. Apakah ada urusannya dengan Lucas. Apakah Lucas menghabisi mereka. Kat melihat ke arah pintu yang terbuka ternyata suaminya datang.
"Kenapa kamu bangun jam segini sayang ada apa , apa kamu lapar ingin memakan sesuatu sayang. Akan aku bawakan kemari"
Kat begitu ragu untuk menanyakan tentang mimpinya pada Lucas. Tapi rasa penasarannya begitu besar. Lucas mendekatinya dan membelai wajahnya dengan sangat lembut bahkan sampai terbuai dirinya ini dengan belaian suaminya.
"Aku hanya ingin bertemu dengan ayah saja. Bisakah kamu mempertemukan aku dengan ayahku, aku selalu mengingatnya. Aku hanya ingin bertemu sekali saja dengannya, setelah itu aku tidak akan bertemu lagi dengannya, bisa kamu carikan ayahku hanya sekali saja aku ingin bertemu dengannya "
Lucas diam, cukup lama dia menatap mata Kat dengan dalam. Kat yang tidak tahu tatapan Lucas hanya diam saja menunggu jawaban dari suaminya. Meskipun terus tidak ada jawaban tapi Kat hanya bisa menunggu tidak bisa mendesak.
"Aku sudah mencoba untuk mencari ayahmu, tapi nyatanya tidak ketemu karena dia tidak ingin ditemukan. Aku harus bagaimana lagi mencari ayahmu, aku sudah mencarinya kemana-mana aku sudah menanyakan dia akan pergi kemana saat kita terakhir bertemu, karena memang dia tidak mau diketahui dia pergi ke mana mungkin dia sudah hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Sudahlah kamu jangan terus memikirkan ayahmu belum tentu dia juga memikirkan kamu kan"
"Tapi aku merasa ada sesuatu hal yang terjadi pada ayah, aku rasa ayah dalam bahaya. Ayah terus datang ke dalam mimpiku. Aku tidak mengerti tapi aku ingin sekali bertemu dengan ayahmu melihat keadaanya apakah dia baik-baik saja "
Lucas mengumpat dalam hati, ikatan yang disebut laki-laki itu ternyata nyata, sekarang Ket malah terus menanyakannya. Ikatan sialan, seharusnya mereka tidak menjadi ayah dan anak jadi runyam seperti ini kan.
Harus berbohong bagaimana lagi pada istrinya, sudah banyak kebohongan yang dia buat untuk menyembunyikan segala hal dari istrinya. Banyak sekali yang dia sembunyikan.
"Baiklah aku akan mencoba mencari ayahmu, tapi kalau tidak ketemu maafkan aku karena aku tidak bisa terus melacak orang. Kadang-kadang kita tidak bisa melacak keberadaannya, bisa saja ayahmu tinggal di tempat terpencil. Kita juga tidak bisa mencarinya ke seluruh dunia kan Kat "
"Iya aku mengerti, aku hanya minta padamu untuk mencoba mencarinya dulu. Kamu masih marah padaku ya "
Lukas mengelengkan kepalanya "Untuk sekarang aku tidak marah, jangan bahas lagi tentang masalah aku berbohong pada polisi ataupun apapun itu. Aku melakukan ini demi kebaikan kita berdua. Demi kamu aku akan melakukan apapun itu. Kamu hanya bisa menerima aku dan mencintaiku, mulailah menerimaku dan mencintaiku, karena itu tidak sulit untuk kamu lakukan. Bukalah hatimu sepenuhnya untukku. Aku tahu kamu akan kesulitan tapi setidaknya cobalah untuk membuka semuanya"
Kat diam saja, dia juga tak tahu harus menjawab apa jika mengiyakan berarti dirinya harus sangat berusaha mencintai Lucas, tapi sekarang hatinya masih ragu sekarang pikirannya hanya tertuju pada ayahnya saja, bagaimana keadaannya sekarang, di mana keberadaanya, apakah dia sudah makan apakah ayahnya tidak sakit, apakah ayahnya tidak kecelakaan itulah yang terus saja dirinya pikirkan dari tadi.
"Tidurlah lagi sayang, aku tahu kamu sangat kelelahan sekali jangan terus memikirkan hal itu ya. Maafkan aku yang tadi sudah kelepasan padamu dan berbuat kasar padamu, itu tidak akan pernah terjadi lagi, sekali lagi aku minta maaf karena sikapku ini, aku janji tak akan seperti itu lagi "
Lucas menepuk kepala istrinya saja, lalu pergi begitu saja meninggalkan Kat sendirian. Bahkan tidak tidur bersama Kat. Lucas pergi dari kamar. Kat sendirian lagi, dia sendirian merasa sangat kesepian apakah akan seperti ini jika nanti dirinya pergi dari Lukas tapi tidak, dulu saja dirinya berani tidur sendiri tanpa siapapun masa sekarang ketergantungan oleh Lucas.
Kat menarik selimutnya sampai kepalanya, mencoba untuk tidur kembali tapi sangat sulit sekali. Dia tidak bisa tidur kenapa coba tidak biasanya kan dirinya seperti ini.
Kat membuka selimutnya dan menatap langit-langit kamar. Kenapa sangat sulit sekali tidur sendiri padahal tinggal memejamkan matanya. Dulu tidurnya sering tidur sendiri.
__ADS_1
Tapi sekarang kenapa sakit sekali. Apakah ibu hamil akan seperti ini. Apakah ibu hamil akan selalu ingin tidur bersama suami, tapi begitu aneh sekali masa iya seperti itu.
"Aku tidak mungkin memohon pada Lucas yang ada akan mempermalukan diriku sendiri, aku harus tahan aku tidak boleh sampai meminta bantuan padanya untuk meredakan rasa ini. Aku bisa tidur sendiri aku bisa sendiri tanpa ada Lucas, aku harus mulai terbiasa, aku harus biasa, ya aku pasti bisa "
Kat membaringkan kembali tubuhnya, tapi tidak bisa diam dia berbalik ke kanan ke kiri terus seperti itu, tidak bisa tidur, tapi jangan putus asa. Kat membuka selimutnya, tidur tanpa selimut tapi tetap saja sama tak ada bedanya. Menyebalkan sekali kenapa harus begini sih.
Kalau sekarang dirinya meminta Lucas kemari itu memalukan sekali, pasti Lucas akan mengartikannya dengan salah. Kenapa juga saat hamil seperti ini ingin selalu ada Lucas
...----------------...
Lucas sendiri di dalam kamar juga tidak tidur, dia hanya membaringkan tubuhnya begitu saja. Masih memikirkan banyak hal di kepalanya sangat sekali banyak yang harus dirinya pikirkan.
Harus dengan cara bagaimana lagi dirinya menaklukkan istrinya, sudah dengan cara lembut kasar tapi tetap saja istrinya tidak mencintainya. Apakah selama ini dirinya kurang apa.
Apakah dirinya harus mundur, melepaskan Katherine untuk hidup dengan pria lagi. Ya mungkin itu akan baik dari pada Kat hidup tidak bahagia seperti ini.
Lucas bangkit lagi dan pergi dari rumah, entah akan pergi kemana sekarang dirinya. Lebih baik pergi saja dulu dari pada memikirkan semua masalah ini. Mungkin tentang pertemuan yang ada di Jepang akan dirinya sendiri yang datang.
Ingin melihat saja apakah Kat akan merindukannya atau tidak. Kalau Kat tidak menelfon ya atau menanyakan kabarnya dirinya tak akan memulai terlebih dahulu. Lebih baik lepaskan saja. Setalah anaknya lahir maka dirinya akan melepaskan Kat.
Biarkan dia bahagia dengan pilihannya sendiri. Lucas membawa mobilnya ketempat sepi. Dia disana sambil menyalakan rokoknya. Dirinya jarang merokok tapi hari ini sudah hampir 1 bungkus. Rekor yang bagus kan.
...----------------...
Lucas langsung mengelengkan kepalanya dan duduk dimeja makan. Mengambil lauk pauk yang banyak dan nasi yang cukup banyak juga.
"Ada apa Lucas. Kenapa tiba-tiba kamu datang tanpa Katherine, apa sedang ada masalah. Jangan tinggalkan Kat sendirian dia sedang mengandung sayang kasian dia "
"Sekarang yang aku inginkan hanya makan Mami, aku lapar ingin makan jangan tanyakan hal-hal yang lain dulu"
Zeline akhirnya diam, menatap anaknya yang berantakan dan lahap sekali memakan sarapannya. Apakah dia sudah tak makan beberapa hari.
Lucas bahkan dengan sekejap menghabiskan makanannya itu. Lucas menatap seluruh keluarnya. Lalu menundukan kepalanya.
"Ayo ikut papih keruangan papih "
Tanpa banyak bantah sedikitpun Lucas mengikuti papihnya. Masuk keruangan yang sering dirinya masuki.
"Kamu tahu ada apa dengan kakakmu Daisy, mungkin Kat bercerita sesuatu sama kamu? "
__ADS_1
Daisy binggung harus menjawab atau tidak, tapi lebih baik jangan ceritakan apa yang Kat katakan. Biarkan Kau memikirkan semua ini dulu.
"Aku tidak tahu Mami, Mami tau sendiri kan semalam aku hanya sibuk mengerjakan tugasku saja. Aku tidak bertukar kabar dengan Katherine dan aku juga tidak tahu masalah mereka berdua itu apa"
"Hemm, baiklah kalau Kat bercerita kamu harus bilang ya sama aku "
"Iya mih, aku berangkat kuliah dulu ya "
Daisy setelah berpamitan langsung saja pergi. Dia ingin cepat-cepat pergi karena tidak mau berurusan dengan masalah kakaknya. Bukan apa-apa mereka kan sudah berumah tangga jadi takutnya mereka ingin menyelesaikan masalah mereka berdua.
...----------------...
Sedangkan Katherine sekarang dia di meja makan sendirian. Tidak ada yang menemaninya Lucas tidak ada di sini. Saat tadi Katherine juga mengecek semua kamar tapi tidak ada suaminya tidak adam
"Suamiku berangkat jam berapa ke kantor "
"Tuan Lucas tak lama pulang langsung pergi lagi nyonya, tapi kami tidak tahu dia pergi ke mana. Sepertinya dia sangat terburu-buru karena tidak tidur bahkan baru juga beberapa menit di rumah dia sudah pergi"
"Baiklah terimakasih informasinya "
"Sama-sama nyonya "
Kat yang tak mau makan dan tidak berselera masuk lagi kedalam kamar. Binggung harus melakukan apa. Harus seperti apa dirinya ini.
Kenapa malah jadi rumit seperti ini. percuma dirinya juga menelpon Lucas, pasti tidak akan diangkat seperti semalam tidak akan ada hasil.
Kat menutup wajahnya "Sebenarnya aku ini harus bagaimana. Kenapa rumit sekali hidupku ini tabisakah aku hidup bahagia "
Kat keluar lagi dari kamar dan menuju taman, Kat hanya bisa melihat ikan yang berenang. Sepertinya sangat menyenangkan bila jadi ikan. Hidup bahagia tanpa ada beban sedikitpun mereka juga berenang dengan bebas.
"Nyonya anda belum makan, mari makan dulu "
"Aku sedang tidak mau makan"
"Tapi nanti Tuan marah"
"Suruh saja tuanmu datang ke hadapanku, tidak usah menyuruh-nyuruh kalian. Akan se marah apa dia. Aku ingin lihat"
"Aku juga sedang tidak mau diganggu, jadi jangan ganggu ketenanganku. Jangan terus kalian mengusik hidupku. Bereskan saja rumah, bereskan yang lain dan perhatikan yang lain jangan perhatikan aku terus. Aku juga bisa memperhatikan diriku sendiri tanpa kalian suruh. Nanti jika aku sudah lapar aku juga akan makan sendiri"
__ADS_1
"Baiklah nyonya maaf telah menganggu anda "
Pelayan langsung saja pergi, Kat sendiri kembali menatap kolam ikan. Tak tahu apa yang harus dirinya lakukan sekarang.