
To tok tok
Saat mendengar ada ketukan pintu Alexander langsung bersemangat. Dengan cepat dia membuka pintunya ternyata teman apartemen sebelahnya sudah membawa perempuan itu, dengan keadaan yang sudah lemas. Sungguh mangsa yang mudah untuk ditaklukan.
"Ini aku serahkan Ayu padamu silahkan dinikmati. Dia benar-benar masih perawan aku jamin itu. Dia tidak pernah berpacaran jadi kamulah laki-laki pertamanya aku tunggu transferannya. Sesuai yang aku minta ya jangan kurang kalau lebih boleh lah "
Alexander mengambil alih tubuh Ayu. Dia mengacungkan jempolnya dengan semangat "Setuju sesuai perjanjian, kirimkan saja nominal yang kamu mau nanti biar aku langsung transfer. Aku tak mungkin ingkar kalau perkataan mu benar dia masih disegel aku akan menambah uangnya lagi "
Perempuan itu tersenyum dengan bahagia "Dengan senang hati, senang bekerja denganmu Alexander. Aku suka dengan uangmu itu "
Alex langsung menutup pintunya dan membaringkan Ayu di tempat tidurnya. Alex menatap Ayu yang sepertinya sudah lemas. Kasian dia tapi Alex suka.
Perlahan-lahan Alex membuka satu persatu pakaian Ayu. Saat semuanya sudah terbuka Alex melihat tubuh Ayu yang bagus sekali dan sangat indah juga.
Pertama yang Alex lakukan adalah mendaratkan bibirnya di bibir Ayu, lalu tangannya meraba-raba tubuh Ayu. Ayu yang sedikit sadar langsung menggelengkan kepalanya.
"Tolong lepaskan aku lepaskan"pinta Ayu dengan lirih sekali. Tubuh Ayu begitu lemas sekali, Ayu tak bisa melakukan apa-apa.
Tapi Alex tidak peduli dia tidak mendengarkan kata-kata dari Ayu. Alex melakukan penyatuan itu bahkan Ayu tadi berteriak. Ini adalah pengalaman pertama Ayu.
"Ternyata benar kamu masih perawan, aku senang sekali makin bersemangat "
Bukannya kasihan Alex malah terus melakukan itu. Sedangkan Ayu tidak bisa bergerak dia tidak bisa melakukan apa-apa saking badannya sudah lemas. Entah apa yang diberikan temannya. Memang tadi Ayu mendengar samar-samar percakapan antara laki-laki ini dan juga temannya tentang uang apakah Ayu dijual ?
Alex menyukai tubuh Ayu. Memang dari awal Alex sudah terpikat dengan parasnya, perawakannya pokoknya yang dimiliki oleh Ayu sudah memikat Alex. Apakah Alex akan mempertahankannya atau membuangnya, kita lihat saja nanti Alex juga sudah melihat latar belakang keluarga Ayu.
Keluarganya keluarga baik-baik dan Mamahnya juga pasti akan menerima apalagi kelihatannya Ayu ini anak yang lugu dan bisa diatur oleh Alex. Alex yakin semua keluarganya akan menerima Ayu.
...----------------...
Ayu terbangun dengan kepala yang sangat pusing sekali, Ayu juga merasakan perutnya seperti ditindih sesuatu saat Ayu melihat ternyata ada tangan dengan cepat Ayu melempar tangan itu dan bangkit.
Alangkah kagetnya saat dirinya tidak menggunakan apa-apa, ditariknya selimut itu malah membuat laki-laki yang tidur tadi bersama Ayu kelihatan badannya, sama dia juga tidak menggunakan pakaian apapun Ayu begitu takut dan juga malu sekaligus.
"Akhhh "teriak Ayu dengan kencang. Sungguh ini untuk pertama kalinya Ayu melihat yang seperti ini. Sungguh membuatnya malu dan juga takut sekaligus.
Alexander yang terganggu langsung bangun dan menatap Ayu yang diam di pojokan sambil memeluk selimut. Alexander malah biasa-biasa saja tidak peduli dengan tubuhnya yang bugil, karena itu sudah biasa untuk Alex.
"Ada apa sayang kenapa berisik sampai berteriak seperti itu, kita kan sudah saling tahu tubuh masing-masing lalu apalagi yang harus kamu takuti. Tak usah kamu tutupi aku sudah tahu dan melihatnya tadi malam sangat indah sekali "
"Apa yang kamu lakukan, kenapa aku seperti ini. Kamu kamu sudah membeli ku dari temanku apa-apaan ini aku tidak memperjual belikan tubuhku "teriak Ayu yang masih ingat percakapan antara temannya dan juga Alexander, ya Ayu ingat mereka membicarakan tentang jual beli itu, benar-benar temannya ini. Kenapa malah seperti ini.
"Iya sayangnya kita berdua sudah setuju, bagaimana pun kamu sudah menjadi milikku dan aku sudah mengeluarkan uang yang banyak. Maka kamu tidak akan pernah bisa lepas dariku sayang. Mulai sekarang kamu diam di rumahku dan tidak boleh kemanapun, tinggal di apartemen sini dan kamu hanya bisa keluar saat bersamaku saja. Aku juga tak suka jika kamu membantahku kamu harus menjadi perempuan penurut maka aku akan baik padamu "
Ayu mengarahkan pandangannya ke tempat lain, sungguh pemandangan di hadapannya ini sangat-sangat memalukan sekali, tapi laki-laki itu sepertinya memang tidak malu entah mungkin urat malunya sudah putus.
Ayu rasanya ingin melemparkan sesuatu pada laki-laki itu. Kenapa dia begitu santai sekali. Ayu masih tak habis fikir saja.
"Aku tidak setuju. Aku adalah orang yang kalian perjual belikan sedangkan kalian tidak memberitahuku sama sekali, kalian harus dilaporkan ke kantor polisi, kamu sudah melecehkan ku juga. Aku tidak terima ini kamu sudah memperkosaku, kamu dasar laki-laki bejat ya tak tahu diri kamu ini "
__ADS_1
Alex malah tertawa mendengar kata-kata dari Ayu. Ayu yang bingung mengerutkan keningnya. Ada apa dengan laki-laki ini apakah dia berubah menjadi orang gila, tidak mungkin kan dalam sekejap dia menjadi orang gila tertawa seperti itu sampai terguling-guling.
Ayu rasa dalam per katanya tidak ada yang lucu. Ayu berkata dengan serius tidak sedang main-main, tapi laki-laki itu malah tertawa dengan menyebalkan, sungguh menyebalkan sekali.
"Aku tidak bercanda ya aku akan melaporkanmu ke kantor polisi, kalian berdua ini sungguh-sungguh bejat tidak tahu diri. Demi kesenangan kalian malah membuat aku rugi seperti ini, membuat hidupku hancur "
Alex mengambil handuk dan melilitkannya ke pinggangnya, lalu mendekati Ayu yang masih diam di pojokan. Ayu yang memang berani malah menantang Alex "Apa mau apa, aku tidak takut dengan laki-laki sepertimu. Aku akan menghajar mu dasar laki-laki tidak tahu diri "
Alex langsung menjambak rambut Ayu dengan sangat kasar, sampai-sampai Ayu menjerit karena rasanya itu rambutnya seperti akan lepas dari kulit kepalanya, itulah yang Ayu rasakan. Tega sekali laki-laki ini "Lepaskan apa kamu gila, ini sakit sekali sialan lepaskan "sambil memukul-mukul tangan Alex. meski itu tak membuat cekalan nya melonggar.
Alex melepaskannya dengan kasar sampai mendorong Ayu "Makanya jangan pernah berteriak padaku seperti itu. Aku tidak suka dibantah kamu sudah aku beli kalau memang kamu ingin lepas dariku maka bayar semuanya, kamu akan lepas dariku dan hidupmu akan nyaman"
"Tapi kamu sudah merenggut apa yang aku punya, ini adalah sesuatu yang aku jaga dari dulu. Tapi kamu dengan seenaknya mengambilnya seperti itu, aku tidak rela ya "
Alex mengangkat bahunya tidak peduli dengan apa yang Ayu katakan itu "Aku sama sekali tidak peduli, maupun itu berharga untukmu aku tidak peduli. Yang terpenting aku sudah membayarmu pada temanmu dengan harga yang sangat besar sekali. Aku tidak mau rugi uangku sudah cukup habis untuk hanya membeli mu saja"
"Berapa akan aku ganti uang itu, aku akan bekerja untuk menganti semuanya "
"Satu miliar, aku ingin sekarang hari ini juga bagaimana sanggung " ucap Alex sambil menantang Ayu, ingin tahu saja apakah perempuan ini akan berani dan setuju dengan apa yang Alex mau
"Apa kamu gila"
"Tidak, aku tidak gila kalau aku memang ingin sesuatu maka aku bisa membelinya dan kamu adalah salah satu yang aku beli dan aku mau. Jadi bagaimana mau ganti uangku "
Alex meninggalkan Ayu sendirian membiarkannya untuk berfikir dulu. Alex masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Ayu masih diam mencerna semuanya. Satu miliar lalu uangnya dimakan oleh temannya, sedangkan dirinya yang dijual apa-apaan ini.
Ayu datang ke rumah temannya, ke apartemen temannya itu untuk meminta pekerjaan yang halal bukannya malah Ayu dijual seperti ini. Pada laki-laki hidung belang seperti Alex. Ayu tidak terima apalagi ada yang direbut oleh laki-laki itu.
Ayu tidak akan menganti uang itu, enak saja ada yang diambil oleh laki-laki itu tapi dia juga mau uangnya kembali. Yang memakan uang itu kan bukan Ayu tapi temannya. Jadi Ayu tidak mau repot-repot untuk menggantinya. Ayu harus cepat keluar dari apartemen ini. Ayu tidak mau terjebak terus menerus dengan laki-laki gila ini.
...----------------...
Ayu yang sudah lengkap dengan pakaiannya menatap Alex yang pergi dari apartemen, mungkin ini adalah saatnya untuk Ayu pergi dari rumah ini. Ayu harus pergi dari apartemen ini secepatnya. Ayu sangat bersemangat sekali. Akan Ayu bawa polisi kemari untuk menangkap laki-laki gila itu beserta temannya juga.
Ayu membuka pintunya dengan perlahan, mengintip lorong kanan kiri. Untung saja tadi dia melihat password nya berapa jadi Ayu bisa kaburkan. Tak usah lama-lama mengotak-atik nya dulu.
Awas saja untuk teman Ayu itu akan Ayu balas, berani-beraninya menjualnya seperti ini. Memangnya dirinya ini barang sampai harus dijual. Ayu sungguh tak terima, padahal mereka sudah berteman lama tapi malah membuat Ayu kecewa seperti ini.
Ayu lari terbirit-birit ke arah lift, tapi kalau misalnya masuk lift nanti akan ketahuan kan lebih baik Ayu lewat tangga darurat saja.
Ayu benar-benar berlari dan tidak mau terjebak lagi di apartemen itu. Apalagi terjebak dengan laki-laki bejat hidung belang dan juga kasar seperti Alex, yang ada Ayu akan mati berdiri. Ayu masih ingin hidup dengan bahagia dan bebas.
Baru saja Ayu membuka pintu darurat dia menabrak tubuh seseorang "Mau ke mana mau lari ke mana, tidak lelah kah turun mengunakan tangga? "
Ayu yang tahu itu suara siapa kembali membalikkan badannya, untuk naik lagi ke lantai atas tapi pakaiannya sudah ditarik oleh Alex "Aku tanya mau ke mana. Mau kabur ? "
Tubuh Ayu langsung di bopong begitu saja oleh Alex. Ayu sudah berteriak-teriak tapi orang-orang di sini tidak ada sama sekali yang mendengarkan Ayu, mereka malah berlalu lalang seperti tidak melihat apa-apa. Padahal Ayu sedang diperlakukan seperti ini.
"Hallo tolong aku hei jangan diam saja, aku sedang diculik. Tolong jangan pada diam saja siapa saja tolong aku, aku diculik tolong aku " teriak Ayu dengan sangat melengking.
__ADS_1
Tapi orang-orang itu hanya menatap sekilas, lalu mereka sibuk lagi dengan kegiatan mereka masing-masing. Saat sudah ada di lift barulah Ayu tidak berteriak lagi karena percuma juga dan tenggorokannya juga sakti "Turunkan aku. Aku bisa berjalan sendiri, aku tidak suka diperlakukan seperti ini "
"Diam kamu, suruh siapa kamu keluar dari apartemen, akan aku beri hukuman kamu ya lihat saja "
Ting
Lift terbuka, Alexander membawa Ayu dengan langkah yang lebar membuka pintunya dan melemparkan Ayu begitu saja ke arah kursi. Sungguh tak punya perasaan sedikit pun sampai-sampai pinggang Ayu sakit karena terkena ujung kursi.
Alex langsung pergi ke arah dapur. Ternyata dia mau membawa pisau, Ayu kaget melihat itu langsung berdiri "Mau apa lagi, kamu ingin membunuhku ya baguslah kamu bunuh saja aku, daripada aku harus dikurung seperti ini. Aku tidak sudi hidup dengan kamu "
Dengan mudah Alex menarik tangan Ayu dan menyayat tangan itu dengan sangat perlahan "Ah sakit, kamu gila sakit tolong tolong siapa saja tolong, Alex lepaskan aku"
Tapi percuma saja, percuma Ayu berteriak sekuat tenaga pun karena sampai kapanpun tidak akan ada yang menolong Ayu. Kenapa Ayu bisa bertemu dengan Alex.
"Lepaskan aku dasar brengsek ya "jerit Ayu dengan marah.
Alex mendudukkan Ayu dengan paksa, menyingkap roknya dan menyayat paha Ayu. Ayu sudah sangat ketakutan dengan Alex yang seperti ini. Setelah melihat Ayu yang menangis barulah Alex membuang pisau itu "Masih mau melawanku, masih ingin kabur dariku, apa ingin hukuman yang lebih dari ini "
"Jahat kamu ini, laki-laki jahat dasar aku benci sama kamu "
"Sudah tahu aku jahat, kenapa kabur aku sudah bilang kan diam di apartemen maka aku tidak akan pernah melukai kamu. Jangan terus membantahku aku memberimu makan, fasilitas segalanya lalu apa lagi yang kamu butuhkan. Sudah aku berikan segalanya ingat itu "
"Aku tidak mau di kurung seperti ini, lepaskan aku dan aku tidak akan melaporkan kamu ke polisi dan mengungkit-ungkit semuanya aku janji. Tolong aku ini masih punya keluarga "
"Coba kamu tidur, dan lakukan itu dalam mimpimu saja, sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu. Nanti kalau aku sudah bosan maka akan aku buang tanpa kamu memohon seperti ini "
Alex mendorong bahu Ayu cukup keras, sampai-sampai Ayu terjatuh. Alex mengganti password pintunya dan dia masuk ke dalam kamarnya. Ayu yang sudah ditinggalkan sendirian langsung menangis sejadi-jadinya, tidak menyangka kalau dirinya akan hidup dengan laki-laki ini.
Maksudnya terkurung dengannya. Ayu harus menemui temannya itu meminta pertanggungjawabannya atas kelakuannya ini.
Ayu tertatih-tatih melangkah ke arah telepon rumah. Untung saja Ayu mengingat nomor telepon temannya, untungnya langsung diangkat "Ada apa Alex kita sudah selesai, semuanya sudah aman aku tak akan bicara dengan siapa-siapa. Ayu juga sudah menjadi milikmu kan "
"Sudah selesai, kamu sudah menjual aku Hana, kamu harus tanggung jawab atas apa yang terjadi padaku. Keluarkan aku dari rumah ini. Kamu gila ya aku datang ke rumahmu untuk minta pekerjaan bukan dijual seperti ini, kalau tak bisa bantu kamu bisa menolaknya bukannya malah memanfaatkan aku gila dasar "
"Ya sudahlah Ayu nikmati saja apa yang kamu alami sekarang. Alex itu orang kaya kamu bisa memeras uangnya gunakanlah otak cantikmu itu. Jangan jadi orang bodoh. Aku sudah memberikan pekerjaan itulah pekerjaannya. Jangan terus mengungkit tentang aku yang menjual mu itu juga demi kebahagiaanmu sendiri, kamu akan bahagia hidup dengannya aku jamin itu "
"Apa kamu bilang bahagia, yang ada aku hidup menderita. Dia itu orang gila bahkan dia baru saja melukaiku, lepasan aku dari sini aku mau pergi. Lebih baik aku tidak pernah menemui Hana kalau pada akhirnya akan seperti ini"
"Sudah Ayu. Aku sedang bekerja jangan menggangguku, aku harus berkonsentrasi jadi diamlah dan jangan banyak meneleponku kalau kamu memang tidak mau dilukai oleh Alex maka baik-baiklah di sana. Kamu punya otak kan dan kamu bisa memikirkan semuanya aku sibuk"
Sambungan langsung diputuskan begitu saja oleh Hana. Ayu yang kesal menyimpan gagang telepon itu dengan keras "Sudah menelponnya, puas kenapa sekalian tak telfon polisi saja "
Ayu memejamkan kedua bola matanya, kenapa dia seperti hantu datang tiba-tiba dan menghilang juga tiba-tiba seperti itu. Pasti akan ada hukuman lagi yang dia terima karena telah menggunakan telepon rumah ini tanpa berbicara dulu padanya.
Benar saja kan rambutnya ditarik sampai Ayu mendongakkan kepalanya dan tatapan mereka langsung beradu "Sejak kapan aku membolehkan mu untuk menggunakan telepon rumah "
"Lepaskan aku. Aku tidak mau diperbudak seperti ini olehmu"
Jambakan itu langsung dilepaskan. Alex membawa obat P3K dan mengobati tangan serta kaki Ayu yang tadi dia lukai. .
__ADS_1
"Tidak usah kamu obati, biar aku obati sendiri aku bisa melakukannya aku tak butuh bantuan kamu. Yang ada kamu akan meminta imbalan nanti "
Tapi Alex malah diam, terus saja mengobati luka itu dan Alex juga tidak peduli dengan teriakan-teriakan Ayu karena perih, bahkan sesekali Alex menekan luka itu.