
Tok Tok Tok
Pintu dibuka dan Tamara menatap pelayan dengan angkuh, dia langsung masuk saja tanpa langsung dipersilahkan.
"Aku ingin bertemu dengan Kat "
"Saya panggilkan dulu nyonya "
Tamara langsung saja duduk, dia duduk dengan angkuh sambil melihat-lihat foto keluarga Kat dan juga Lucas. Senyum senis terukir di bibir Tamara.
"Tamara ada apa "
"Lucas, aku ingin bertemu dengan istrimu " ucap Tamara dengan senyum manis sambil menyambut Lucas. Saat akan memeluk Lucas, Lucas langsung menghindar dan Tamara malah memeluk udara saja.
Tamara dengan kesal kembali duduk dan menatap Lucas dengan malas "Ada apa Tamara "tanya Lucas kembali.
"Duduklah dulu, jangan berdiri seperti itu. Padahal aku ingin bertemu dengan Kat, aku ingin minta maaf karena masalah tempo hari. Aku tidak mau kalau sampai bermasalah dengan Kat, aku masih ingin berteman dengan Kat "
"Istriku sedang tidur. Jadi apa yang ingin kamu ingin bicarakan selain minta maaf. Ga mungkin kan aku bangunin istriku cuman kamu mau minta maaf"
Lucas duduk, tapi jauh tak berdekatan dengan Tamara. Mereka berdua bersebrangan. "Kapan Kat akan bangun aku ingin langsung bicara langsung padanya. Hanya sebentar saja tak lama"
__ADS_1
"Ga tentu "
"Emang kamu ga jenuh gitu ditinggal tidur. Kan istri itu harus selalu temenin kamu "
"Ga juga, istriku juga butuh istirahat "
"Hemm"
Tamara melirik sana sini, seperti mencari sesuatu "Ada yang ingin kamu tanyakan lagi Tamara "
"Eh, engga kok. Oh ya bisa nanti malam kita makan malam"
Lucas mengangkat alisnya "Ya bawa juga istri kamu. Kita ngobrol-ngobrol gitu "
"Kenapa, kenapa sih semenjak kamu menikah susah banget diajak jalan-jalan ga kayak dulu "
"Kita udah beda, harus tahu kondisi dong. Harus ada hati yang dijaga. Meskipun kita teman tetep aja tanggapan pasangan itu suka beda. Jadi sewajarnya saja. Ga usah berlebihan harus jalan-jalan sama-sama"
Tamara diam cukup lama, dia menundukan kepalanya. Lalu kembali menatap Lucas "Baiklah, aku mengerti aku pulang "
Tamara melangkah dengan cepat keluar rumah. Apa yang diinginkan malah ditolak dengan mentah-mentah seperti ini. Awas saja akan ada waktunya dirinya bergerak.
__ADS_1
"Sepertinya dia marah sayang "
Kat duduk dipangkuan suaminya dan mengusap dagu suaminya yang kasar "Kamu ini belum cukuran ya"
Lucas malah mengesek-ngesekan dagunya pada tangan istrinya "Tadi Tamara datang kemari dan ajak makan malam "
"Terus kamu gimana, mau "
Lucas mengelengkan kepalanya, dia mendusul-dusulkan kepalanya ke leher sang istri "Aku mana mungkin mau, lebih baik aku makan bersama mu saja, makan malam bersama istri dan anakku "
"Emm, bagaimana kalau kita sekarang makan malam "
"Ide bagus. Jangan pernah keluar bila ada Tamara aku akan menyelidiki dia. Sepertinya dia ingin menjadi musuh "
"Kenapa tiba-tuba seperti itu. Memangnya aku punya salah apa "
"Tak punya, kamu tak punya salah apa-apa sayang. Dia saja yang sirik denganmu "
"Yaudah kita ga usah mikirin dulu tentang Tamara, lebih baik sekarang kita cukur dulu bulu-bulu yang ada di dagu kamu, sakit tahu kalau kalau meluk "
"Tapi sama kamu ya sayang"ucap Lucas dengan manja
__ADS_1
"Baiklah, aku akan membantumu "
Lucas langsung membawa istrinya kelantai atas, Kat sampai memekik kaget karena kelakuan suaminya yang langsung membawanya seperti ini.