Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 134 Kehidupan Adiba


__ADS_3

"Kenapa kamu malah pulang ke sini, udah Ibu bilang kan bertahan sama suami kamu emang apa susahnya"


"Ibu aku itu udah capek banget tinggal sama dia, aku tuh udah kesel banget sama dia aku ga mau sama dia lagi Bu, aku kesel deh ah "


"Mau bagaimana pun dia suami kamu "


Airin menyajikan makanan dihadapan anaknya "Makan dulu sayang "


"Udah Bu, aku udah makan. Aku cape banget Bu, aku pengen pulang aja aku udah menyesal. Aku ga mau sama dia. Dia itu nyebelin banget, Toni jahat sama aku Bu dia jahat bangat sama aku. Aku cape banget ah "


"Dia suami yang baik "


"Baik dari mana Bu "rengek Adiba.


"Dia baik banget kok, aku lihat dia perhatian sama kamu "


"Ibu itu bukan perhatian, tapi dia itu mau buat aku jadi pembantu dia. Aku ga mau Bu, aku kesel banget sama dia. Ibu bayangin aku dari tadi masak tapi malah dia buang terus "


"Mungkin ada yang salah sayang "


"Ga ada yang salah gimana sih, aku udah bener-bener masak seperti yang ibu ajarin. Tapi kenapa dia masih ga mau coba Bu, aku sampai pusing sekali. Sampai-sampai kepalaku akan pecah. Aku sudah lelah kuliah dan ditambah meladeni laki-laki seperti itu, aku kesal sekali ah "


"Mungkin ada yang kurang, kamu kembali lagi ya kerumah kamu "


"Ga mau ah, yang ada aku bisa stres jangan suruh aku untuk balik lagi sama dia Bu, aku cape banget pengen istirahat"


Adiba berbaring di sofa, menatap langit-langit rumah"Bu apakah menikah seperti ini"

__ADS_1


"Tidak juga, Ibu juga awalnya tidak mau bersama ayahmu tapi lama-lama Ibu menerima semuanya. Memang sudah takdir ibu seperti itu"


"Benarkah Bu "ucap Adiba sambil bangkit


"Ya begitu, Ibu juga sebenarnya tidak mau bersama ayahmu tapi lama-kelamaan ibu malah terikat olehnya dan Ibu mulai nyaman bersamanya"


"Bahkan Ibu berharap kalau dia masih ada sekarang bisa menemani Ibu, di hari tua ibu tapi nyatanya Ayah kamu ga bisa kembali lagi sampai kapanpun. Mau bagaimanapun Ibu berteriak sekeras-kerasnya mencari dia ke mana-mana tetap saja dia tidak akan pernah bisa kembali lagi, dia sudah pergi dan tenang di sana"


Adiba memeluk ibunya yang ada disampingnya, "Adiba akan sekalu ada disamping ibu, Adiba ga akan tinggalin ibu "


"Kamu juga harus patuh sama suami kamu "


"Ga bisa Bu, Adiba ga bisa sama dia. intinya Adiba mau pisah sama dia "


Ponsel Airin tiba-tiba berdering ternyata dari Toni, Airin memperlihatkan panggilan itu pada sang anak"Jangan diangkat Bu "


"Apakah Adiba ada di sana Bu. Dia belum pulang juga, tadi katanya mau belanja tapi dia tidak pulang-pulang. Aku sangat khawatir takut terjadi apa-apa sama dia "


Airin menatap anaknya, Adiba sudah bete melihat ibunya yang malah mengangkat telepon dari suaminya yang menyebalkan itu "Ya dia datang ke sini. Katanya mau minta bahan masakan. Soalnya nggak ada pasar yang buka, di supermarket juga nggak ada yang dia cari makanya dia ke sini buat minta bahan makanan sama ibu, dia baik-baik aja kok Toni "


"Aduh maaf ya Bu, soalnya nggak tahu kalau malam-malam kayak gini nggak ada orang yang jualan sayur-sayuran atau yang lainnya. Toni juga udah salah biarin Adiba pergi sendirian, seharusnya Toni temani dia"


"Ya udah sekarang kamu jemput aja istri kamu ke sini ya, dia lagi ngelamun kalian lagi berantem ya"


"Ga kok Bu, ga lagi berantem. Ya udah Toni jemput ke sana ya Bu "


"Iya Toni "

__ADS_1


Setelah sambungan berakhir Adiba langsung mendekati Ibunya kembali "Kenapa ibu malah bilang kalau Adiba itu ada di sini, padahal Adiba lagi ga mau ketemu sama dia "


"Dia itu suami kamu masa Ibu mau bohong kalau kamu nggak ada di sini. Ga apa-apa dia datang ke sini juga dia juga ga akan apa-apain kamu dia cuman mau ketemu sama kamu, dia khawatir sama keadaan kamu"


"Dia tuh bukan khawatir Ibu, dia tuh mau aku pulang terus dia suruh-suruh lagi, buat beres-beres masak dan melayani dia. Pokoknya banyak lagi deh bu"


"Ya itu udah kewajiban kamu buat layani dia, dia kan suami kamu masa harus ibu yang layanin ga mungkin kan, cobalah untuk menerima semuanya "


"Ya tapi kan ga usah gitu-gitu amat, masa sih aku kayak pembantu Bu. Aku ga mau gitu "


"Ga ada yang namanya pembantu dalam rumah tangga, udahlah nikmatin aja sebagai ibu rumah tangga perlahan juga kamu pasti akan mengerti dan terbiasa sayang jangan banyak mengeluh "


"Nyebelin deh ibu"


Tak lama kemudian pintu diketuk dan ternyata itu Toni, dia datang cepat sekali. Airin langsung menyambut menantunya itu. Sedangkan Adiba dia malah duduk dan mendelikan matanya pada suaminya itu.


"Ngapain kamu datang ke sini, aku nggak mau pulang ya sama kamu. Kamu pulang aja sana aku mau nginep di rumah Ibuku beberapa hari. Setelah itu aku mau pulang aku capek disuruh-suruh terus sama kamu, masak beres-beres inilah itulah aku capek, pokoknya aku cape banget "


Toni duduk berhadapan dengan Adiba "Aku melakukan itu untuk kamu bisa mandiri dan bisa mengurus semuanya. Jangan terus mengeluh aku juga melakukannya demi kebaikanmu. Ayo cepat pulang jangan membuat ibu malah jadi mengurusi kamu, kalau sudah berumah tangga itu sudah berbeda "


"Kamu hanya baik di depan ibuku saja, kalau di belakang kamu pasti akan terus saja menyuruhku dan tidak akan sebaik ini"


"Adiba jangan terus melawan suamimu. Ayo cepat pulang, dia sudah jauh-jauh menjemputmu kemari. Nanti kamu bisa kapan-kapan main ke sini kamu juga bisa menginap dengan suamimu nanti di sini ya"


"Huff menyebalkan sekali, aku malah binggung siapa anak ibu sebenarnya "


Adiba akhirnya mau pulang bersama suaminya ini. Memang ya dunia ini tak adil sekali.

__ADS_1


__ADS_2