
"Kalian ini, pagi-pagi sudah keluyuran "
"Apaan sih Abang kita ini lagi jalan-jalan pagi, mamih juga udah tahu kok. Jadi ga usah khawatir bang semuanya baik-baik saja "
Lucas langsung menatap Kat, tapi Kat sendiri pura-pura menatap kearah lain. Seperti tak terjadi apa-apa.
Tangan Kat langsung digenggam oleh Lucas "Ehh iya ada apa "
"Kamu ga lihat aku "
"Liat kok, kamu ada di depanku"
"Lalu aku harus bagaimana, aku lihat kamu ya udah '
"Kamu ga ada niatan gitu nanya aku "
"Ekhm ya udah deh, Daisy masuk dulu kalian silahkan dilanjutin ya, jangan berantem terus nanti ga akan selesai-selesai "
"Ehh Daisy udah diam aja disini, kita kan mau pergi kesana "
"Udah kamu beresin dulu aja ya, aku masuk dulu "
__ADS_1
Kat yang akan mengikuti langkah Daisy tak bisa, tangannya dipegang dengan sangat erat "Mau kemana kamu, aku belum selesai bicara "
"Baiklah ada apa, apa yang ingin kamu bicarakan "
"Kamu ga lupakan "
"Lupa apa "
"Kita sekarang mau fitting pakaian pengantin, sekarang ingatkan"
Kat menelan ludahnya, sebenarnya dirinya ingin sekali melupakan itu semua tapi bagaimana lagi, kalau laki-lakinya malah bersemangat seperti ini dan mengigat semuanya "
"Emm, maaf aku tadi tidak ingat untung saja kau mengingatkan ku "
Lucas tak menjawab dia hanya diam mengikuti langkah Kat yang terburu-buru. Bahkan Lucas tak mengejarnya hanya membiarkannya saja.
"Abang " tiba-tiba saja ada yang memanggil Lucas.
Lucas membalikan badannya dan melihat Adiba yang menatapnya sambil tersenyum, Adiba memegang tangan Lucas namun Lucas dengan cepat melepaskannya dan memasukan tangannya kedalam saku celananya.
"Abang aku hamil "
__ADS_1
"Lalu "
"Kamu harus bertanggung jawab, aku ga mau kalau menikah dengan yang lain "
"Memangnya aku menyentuhmu "
"Tapi tetap saja kamu yang menyuruh orang-orang itu untuk memperkosaku, kamu harus tanggung jawab atau aku akan melaporkan pada kantor polisi atas pelecehan ini "
"Silahkan aku tak pernah takut, mau kamu berkoar-koar pun aku tidak takut. Asal kamu jangan menyesal setelah itu kamu tidak akan ada disini. Ingat kamu dan keluargamu tidak punya apa-apa. Sekali bermain dengan keluargaku maka tanggung akibatnya. Siapa suruh kau menjadi dalang dalam pelecehan Daisy. Sebenarnya itu tak termaafkan tapi aku memikirkan ayahmu, maka aku memberikan hal yang setimpal "
Adiba diam, dia sudah menangis, kembali mencoba untuk memegang Lucas tapi lagi-lagi ditolak "Diam sekali lagi kau gunakan tangan kotor itu untuk memegang ku maka aku akan memotong tanganmu. Kamu harus sadar diri "
Lucas meninggal Adiba begitu saja. Sedangkan Adiba masih diam disana sambil menatap punggung Lucas yang pergi meninggalkannya.
...----------------...
"Kat kamu lagi lihat apa "
Kat langsung menutup jendela dan tersenyum pada Daisy lalu mengelengkan kepalanya "Tidak aku hanya ingin melihat taman saja dari atas "
"Tenang saja kakakku tak akan tergoda oleh perempuan manapun, dia sudah sangat jatuh cinta padamu. Kalau aku jadi kamu aku akan sangat senang dicintai begitu dalam olehnya "
__ADS_1
Kat lagi-lagi hanya tersenyum, iya sih dicintai tapi tetap saja takut kalau orangnya adalah psikopat. Kapan saja nyawanya bisa terancamkan. Sekali melakukan kesalahan maka habislah.