
Kat yang baru saja terbangun mengangkat telfonnya yang berbunyi. Pagi-pagi seperti ini siapa yang menelfon.
"Hallo "
"Maaf Kat aku mengganggu tidurmu"
"Tak apa Daisy, aku sudah bangun kok" meskipun tadi tidak melihat nama siapa yang menelponnya, tapi setelah mendengar suaranya Kat tahu itu Daisy adik iparnya.
"Emm, aku ingin berbicara sesuatu denganmu "
"Tentu apa yang ingin kamu bicarakan"
"Nabil mengajakku menikah bagaimana menurutmu, aku masih binggung sekali Kat"
"Itu bagus sekali, kamu harus nerima dia, selama ini Nabil udah ngejar-ngejar kamu loh sampai bisa dapetin kamu. Kamu ga usah pikirin lagi masa lalu yang kamu lihat tuh sekarang masa depan"
Memang setelah Lucas menasehati adiknya itu, Daisy mulai membuka hatinya dan memulai hidupnya kembali dan semua perjuangan Nabil selama ini tidak sia-sia.
Nabil memang menepati janjinya tidak pernah membahas tentang masa lalu Daisy ataupun mengingat-ingat tentang yang akan menyakiti Daisy. Nabil benar-benar menjaga perasaannya Daisy selama ini sampai-sampai membuat Daisy mau berhubungan dan nyaman bersama Nabil.
"Iya sih tapi dia ngajak nikah cepet-cepet. Sedangkan aku takut ga bisa urus dia "
__ADS_1
"Aku juga pernah berpikir kayak gitu, apalagi dulu pertama saat aku menikah dengan kakakmu, aku sama sekali tidak mencintainya. Kamu tahu sendiri kan pernikahan aku itu seperti dipaksakan, tapi lama-kelamaan aku belajar kalau aku terus seperti itu tidak akan ada kemajuan dan aku juga mencoba untuk mencintai kakak kamu dan seperti ini hasilnya. Aku belajar perlahan-lahan nanti juga kamu akan terbiasa dan bisa melakukan semuanya"
"Bener juga. Aku sepertinya akan memberi keputusan kalau aku akan menerima Nabil dan mau menikah dengannya dengan cepat. Kalau sudah berbicara denganmu aku selalu tenang Kat "
"Nah gitu dong, kenapa sih harus binggung kalian berdua udah cocok banget. Aku akan datang kesana aku akan pulang "
"Bener ya kamu kesini, kamu pulang "
"Iya aku akan pulang, aku ajak kakakmu dulu ya. Pasti dia akan senang sekali mendengar tentang kabar ini "
"Baiklah, Terima kasih karena kamu udah mau dengerin semua curhatan aku"
Setelah sambungan dimatikan Kat segera membangunkan suaminya "Ayo cepat bangun aku punya sesuatu yang harus aku bicarain sama kamu"
"Hemm, apa sayang aku masih ngantuk 5 menit lagi ya "
"Ga bisa, bangun dulu "
Kat menggoyang-goyangkan tubuh suaminya saking tak sabarnya ingin memberitahu "Ada apa sayang "Lucas mengucek matanya.
"Nabil udah lamar Daisy dan mereka mau cepat-cepat nikah"
__ADS_1
"Apa kamu beneran, kamu ga lagi bercanda buat bangunin aku kan sayang " mata Lucas langsung terbuka seluruhnya. Lucas benar-benar kaget karena Nabil juga tidak bercerita kalau Nabil akan melamar adiknya dan akan cepat-cepat menikah dengan adiknya. Padahal selama ini Nabil selalu minta nasihatnya dan bagaimana mendapatkan hati adiknya, tapi saat mau menikah seperti ini Nabil malah tidak memberitahunya awas saja anak itu.
"Iya aku beneran baru aja tadi aku selesai telepon sama Daisy. Kita harus cepat-cepat pulang pokoknya kita harus ngerayain semua ini. Aku mau cepat-cepat di sana dan bicara langsung sama Daisy "
"Baiklah sayang, kita akan pulang sekarang aku juga ingin memberi pelajaran pada Nabil "
"Kenapa seperti itu, memangnya dia salah apa "
"Sudah sayang ini urusan laki-laki mau cepat-cepat pergi kesana tidak "
Kat langsung menganggukan kepalanya dengan semangat. Tentu saja Kat ingin cepat-cepat pergi kesana. Disana ramai dan Kat suka jadi banyak teman mengobrol.
"Baiklah sekarang kamu mandi dan bereskan pakaian kamu kita akan berangkat hari ini "
"Baiklah, aku akan siapkan sekarang juga"
Kat langsung saja pergi dan menyiapkan segalanya. "Oh ya kamu juga tolong mandikan Daniel ya "
"Tentu sayang, tenang saja akan aku kerjakan dengan cepat "
Mereka berdua membagi-bagi tugas agar cepat selesai dan pergi juga. Karena perjalanan juga cukup jauh kan.
__ADS_1