Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 85 Rencana Adiba


__ADS_3

"Mau kemana kamu Daisy "


"Aku mau pergi ke pesta "


"Diam saja tidak usah ikut pesta-pesta" .


"Tapi Abang, semua teman aku ikut diadain di asrama putri kok"


"Yakin pestanya didatangi sama perempuan"


"Iya yakin kok, aku yakin pestanya didatangi oleh perempuan semua. Abang bisa tanya kok sama Aruna dan Adiba. Mereka juga ikut kok ini kan pertama kali aku ikut pesta ini juga di tempat kuliah aku kok. Abang waktu itu udah larang aku buat ga tidur di asrama kali-kali aku ikut pesta"


"Mana suruh kemari Aruna "


"Iya Abang Aruna ada disini "


"Yakin semuanya perempuan Aruna jangan bohong sama Abang "


"Iya kok semuanya laki-laki Abang. Abang bisa tenang semuanya akan baik-baik aja ga ada laki-lakinya "


"Jaminannya apa "


"Jaminan ya, Daisy apa jaminannya "


"Apa ya, ga tahu ah Abang cuman mau ikut pesta aja susah. Mamih sama papih juga udah izinin kok "


"Baiklah kalian pergi tapi jam 9 malam harus pulang"


"Jam 10 ya bang " Daisy malah meminta waktu tambahan.


"Sudah Abang bilang jam 9 Daisy kalau kalian berdua ga pulang jam 9 Abang akan larang kalian buat kemana-mana lagi "


"Oke oke, kita berdua pulang jam 9 "


"Yaudah pergi "


"Makasih Kakak sayang "


Daisy dan juga Aruna langsung pergi. Sebenarnya aku tidak mengizinkan mereka untuk pergi, tapi mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa melarang mereka untuk pergi ke pesta yang memang belum mereka datangi karena dulu aku selalu melarang mereka untuk pergi ke pesta apapun.


Aku takut mereka malah nakal dan minum-minum mereka berdua sekarang sudah besar pasti mereka bisa jaga diri mereka kan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Daisy gimana nih, kita udah bohong sama Abang. Padahal di sana banyak laki-lakinya gimana kalau Abang marah"

__ADS_1


"Ya makanya Aruna kamu tuh harus diam. Semuanya akan baik-baik saja. Kita cuma pesta aja kan ga akan minum apa-apa semuanya akan baik-baik aja"


"Tapi aku takut Daisy, kita udah bohong dan takut malah kena batunya "


"Ga akan semuanya akan baik-baik aja. Kita akan berpesta "


Aruna menatap Adiba yang diam saja. Lalu Aruna memegang tangan Daisy dengan erat. Entah kenapa hatinya begitu risau dan takut terjadi apa-apa.


Karana untuk pertama kalinya mereka berdua berbohong pada Abang. Mereka berdua bisanya selalu jujur dan tak pernah seperti ini.


Akhirnya mereka bertiga datang dipesta itu. Mereka turun dan bersama-sama masuk kedalam pesta. Pesta sudah sangat penuh sekali.


"Daisy lebih baik kita pulang, ini sangat pengap " ucap Aruna yang tiba-tiba saja ingin pulang dan tak mau ada disini.


"Baru juga kita datang masa sih mau pulang lagi, udah kamu tenang aja semuanya akan baik-baik aja "


"Daisy sayang "


"Hai sayang "


"Akhirnya kamu dateng juga. Ayo gabung sama yang lain "


Daisy langsung ditarik oleh pacarnya sedangkan Aruna yang kebingungan hanya bisa berbaur dengan yang lain. Tak enak juga kan mengikuti Daisy.


"Runa kenapa disini, kenapa tak gabung dengan yang lain "


"Ayo kesini, disana lebih luas tempatnya dan tak sumpek "


Aruna segera mengikuti teman perempuannya sungguh dirinya tak suka keramaian seperti ini. Rasanya enggap saja.


"Ini apa Devon " tanya Daisy saat diberi minuman oleh pacarnya.


"Minum saja, ayo ini enak kau pasti akan ketagihan "


"Engga ini pasti alkohol "


"Cuman sekali aja kali, nanti ga minum-minum lagi ayo Daisy "


"Sekali ya "


"Iya sekali "


Daisy menegak minuman itu, dan rasanya aneh sekali. Daisy memberikan gelas itu pada pacarnya "Gimana enak ga "


"Ga enak, aku ga suka "

__ADS_1


"Ehh sini Adiba gabung " ucap Devon


Adiba segera bergabung dan tanpa banyak bicara dia meminum minuman alkohol, dia juga membisikan sesuatu pada Devon..


"Ide yang bagus Adiba, kau hebat sekali terimakasih atas idenya "


"Sama-sama untuk apa pacaran saja kalau tidak dipakai"


"Iya kau pintar "


"Daisy ini minum lagi "


"Tidak, aku tidak mau aku tidak suka "


"Ayo minum saja "


Adiba langsung memegangi tangan Daisy dibantu oleh teman-teman Devon yang lainnya. Daisy dicekoki minuman.


Daisy sudah meronta-ronta tapi itu tidak berhasil. Malahan Daisy mabuk berat dan kepalanya sangat pusing sekali.


"Bawa dia keatas. Kita nikmati sama-sama. Enak juga kan menikmati perawan aku yakin dia belum disentuh oleh siapa-siapa "ucap Devon


"Kau yakin ingin menikmati pacarmu ini bersama-sama, apakah kau tak sayang "


"Tentu yakin ayo kita nikmati Daisy bersama-sama dan kau Adiba jaga pintu jangan lupa fidio ada yang harus memfidionya. Daisy kan anak orang kaya kita peras orang tuanya ayo bawa dia. Toh aku juga tak akan pernah tanggung jawab "


"Baik aku akan membantu kalian. Tapi kalian harus memberikan jatah untukku bagaimana"


"Tentu Adiba tenang saja, ayo cepat bawa Daisy keatas, kita mulai hal menyenangkan ini. Semuanya harus sukses dan tak boleh ada yang mengganggunya"


Daisy di bopong oleh banyak laki-laki. Ada 5 laki-laki belum termasuk Devon jadi 6 laki-laki mereka membawa Daisy kelantai atas. Dikamar yang memang sudah disiapkan oleh Adiba. Memang sudah sejak lama Adiba merencanakan ini semua.


Adiba hanya bisa tersenyum senang saja. Daisy akan hancur, dia akan menderita. Dia tidak boleh senang terus dari kecil sampai dewasa dia bahagia, memiliki orang tua yang lengkap. Kakak yang baik dan teman-teman yang selalu care padanya.


Sedangkan dirinya tidak, apalagi banyak laki-laki yang menyukai Daisy. Setelah Daisy di perkosa oleh banyak laki-laki pasti tidak akan pernah ada yang mau dengan Daisy.


Daisy akan hancur dan dia akan dibenci oleh semua keluarganya termasuk oleh laki-laki yang pernah menyukainya. Tak akan pernah ada yang menyukai Daisy.


Setelah sampai kamar Daisy dibaringkan. Lalu Devon membuka semua pakaian Daisy. Adiba sudah siap-siap memegang ponsel untuk memvideo semuanya. Pintu juga sudah dikunci jadi dia mempunyai dua tugas yaitu memvideo dan menjaga pintu.


Semuanya segera dimulai, Devon yang pertama melakukannya. Daisy dipakai bergantian. Adiba hanya tertawa senang sambil memfidio semuanya.


Daisy sudah hancur. Mungkin saja setelah tahu Daisy di perkosa oleh banyak laki-laki dia akan bunuh diri.


Maka dirinya lah yang akan disayang oleh semua keluarga Daisy.

__ADS_1


Lihat saja semuanya akan sayang pada dirinya dan hartanya Daisy akan jatuh ke tangannya. Dan Abang juga akan menjadi suaminya.


Semuanya harus menjadi miliknya. Apa yang dirinya inginkan harus menjadi miliknya. Adiba lebih mendekatkan ponselnya untuk lebih memperlihatkan wajah Daisy yang polos.


__ADS_2