
Kat yang sedang tertidur, tiba-tiba saja memimpikan Doni yang datang ke dalam alam bawah sadarnya di sana Doni baik-baik saja.
"Ikuti saja permainan dia Kat. Jangan pernah membantah kalau tidak kamu akan habis "
Kat langsung terbangun dan dihadapannya sudah ada Lucas yang tersenyum padanya "Tidur kamu nyenyak sekali sayang, apakah ingin langsung mandi membersihkan tubuhmu "
Kat yang baru bangun langsung memegang kepalanya, Doni datang kedalam mimpinya tapi ada sesuatu yang belum dirinya tanyakan.
"Emm iya boleh aku mandi saja, badanku juga sudah lengket "
"Baiklah biar aku bantu "
Lucas langsung mengendong Kat kedalam kamar mandi mendudukkan Kat ditepi bathtub. Lucas membuka kancing pakaian Kat tapi tiba-tiba saja Lucas mendongak dan menatap Kat.
"Tidak seperti biasanya kamu menurut seperti ini "
"Bukan yang ini kan yang kamu mau, aku selalu menurut apa yang kamu inginkan. Aku udah nurut kamunya malah tanya kayak gini. Sebenarnya mau kamu itu apa "
"Iya iya, aku hanya kaget saja. Ya sudah aku sekarang minta sebuah kecupan dari bibir mu ini "
Lucas langsung mengecup bibir Kat, bahkan sampai **********. Setelah puas dengan bibir Kat Lucas membuka kembali kancing pakaian Kat.
"Biar aku saja yang melakukannya, kamu tunggu diluar boleh. Aku akan mandi sendiri "
"Baik aku tunggu di luar, tapi setelah menikah kamu tidak bisa mandi sendiri"
Kat yang mendengar itu malah merinding, apakah kalau menikah harus mandi berdua ?
"Hemm " hanya kata itu yang bisa Kat keluarkan.
Lucas benar-benar keluar, tapi dia menunggu di depan pintu. Kat segera membuka semua pakaiannya dan segera mandi juga dengan cepat.
Kat takut Lucas malah masuk kesini menerobos dan ikut, itu pasti akan sangat memalukan kalau tiba-tiba Lucas melihat tubuhnya yang sedang bertelanjang seperti ini.
Kat mengunakan kimononya dan keluar, saat membuka pintu Lucas sudah ada disana dengan senyum yang lebar menakutkan sekali.
"Kemari sayang, biar aku pilihkan pakaian yang mana yang cocok denganmu "
Lucas mendudukkan Kat ditempat duduk, sedangkan Lucas sendiri sibuk mencari pakaian yang cocok digunakan oleh Kat.
Satu pakaiannya yang dibawa Lucas berwarna abu-abu muda, sebuah dress selutut tanpa lengan "Ini saja kita kan tidak akan kemana-mana kamu gunakan ini saja "
Kat segera mengambilnya dan menunggu Lucas untuk keluar tapi Lucas malah diam saja berdiri dihadapannya "Kenapa belum dipakai juga "
"Bisa kamu keluar dulu aku akan mengunakan pakaian ini "
"Tidak "
"Tapi aku_"
__ADS_1
"Aku hanya akan membalikkan tubuhku saja, aku tidak akan pergi kemana-mana dan aku juga tidak akan mengintip. Jadi kamu ganti pakaian sekarang"
Mau tidak mau Kat melakukan itu, Kat membuka kimononya dan mengunakan pakaian itu dengan cepat pula. "Sudah selesai sayang "
"Sudah "
Lucas memeluk Kat dengan begitu erat "Wangi sekali, berarti aku sudah benar ya membelikan sabun ini untukmu, wanginya tak begitu menyakiti hidungku"
Lucas melonggarkan pelukannya dan menyatukan kening mereka "Kamu tahu aku begitu senang saat kamu patuh seperti ini. Aku begitu bahagia. Kamu mau kuliah lagi "
"Kuliah ? "
"Iya kamu mau kuliah lagi, aku akan membiarkanmu untuk mengejar cita-citamu dan juga menuntut ilmu setinggi-tingginya. Mau kamu masuk jurusan apapun aku akan mendukungmu tapi kamu harus selalu patuh kepadaku"
Kat mencoba untuk memikirkannya dulu, apakah dirinya harus kuliah lagi. Apakah nanti kalau dirinya benar-benar menikah dengan Lucas semuanya akan baik-baik saja.
"Kenapa kamu diam. Kamu berpikir kalau aku akan terus mengurung kamu di dalam rumah kalau kita sudah menikah. Tentu saja tidak, aku akan membebaskanmu asal kamu tidak pergi dari sampingku. Permintaanku sangat simpel dan tidak pernah memberatkanmu Kat "
Katherine menatap dalam mata Lucas, mencari sebuah kebohongan dari tatapan itu. Tapi nyatanya tidak ada. Lucas berkata jujur. Mungkin dirinya harus mempertimbangkan semuanya.
Atau mungkin mencoba untuk mencintai Lucas, coba-coba tak masalahkan dalam percintaan ? Lucas juga baik padanya.
"Tapi kamu yakin tidak akan pernah melukaiku lagi"
"Iya sesuai apa yang aku katakan. Jika kamu menurut padaku aku tidak akan pernah menyakitimu Katherine. Aku akan terus memberikan cinta padamu"
"Kamu masih belum percaya sama aku "
"Tidak bukan begitu aku harus berfikir dulu, aku masih bekerja "
"Aku sudah mengirimkan surat resign"
"Apa "Kat menatap Lucas dengan panik.
"Tenang saja sayang, kamu tidak usah khawatir. Kamu akan aku berikan uang bulanan kamu mau kuliah. Aku akan senang sekali jika kamu mau. Ini juga demi masa depan kamu. Jika nanti kamu ingin belajar lagi di perusahaan Mama kamu, aku akan mengajarkan kamu sampai kamu benar-benar bisa mengelola perusahaan itu sendiri tanpa bantuanku"
"Boleh aku satu jurusan dengan Daisy "
"Tentu boleh, kita besok pergi ke sana dan kamu akan selalu bersama Daisy "
"Tidak bisa, Daisy kan sudah 1 tahun kuliah harusnya aku mendaftar nanti saat ajaran baru "
"Apapun aku bisa lakukan sayang, tetap disini aku akan membawakan mu makanan ya "
Lucas pergi begitu saja, Kat masih mencerna setiap kata-kata yang di ucapkan oleh Lucas. Sebenarnya Lucas itu apa, dia itu guru SMA, pengusaha atau apa.
Kenapa dia selalu ada dimana saja, dimana itu ada dirinya pasti disitu ada Lucas juga. Aneh sekali kan apa dia punya segalanya ?
...--------------...
__ADS_1
"Abang aku ingin bertemu dengan Kat "
"Dia belum pulih Daisy, mungkin mulai sekarang dia tidak akan tidur bersamamu. Dia akan belajar tidur bersama Abang "
"Kenapa begitu bang, aku kan sudah terbiasa tidur bersama Kat "
"Kat sebentar lagi akan menikah, Abang juga akan membawa Kat kerumah Abang sendiri. Jadi kamu boleh main kesana kapan-kapan jika kamu mau itupun "
"Abang akan memisahkan kami berdua "
"Tidak kalian akan tetap bersama, Kat akan satu fakultas dengan kamu. Dia akan kuliah mulai besok. Kalian bisa bersama-sama. Kamu juga harus bisa melawan laki-laki yang mendekati kamu Daisy "
"Iya Abang, aku akan belajar bela diri agar mereka tak semena-mena padaku "
"Bagus, masuk kamar dan belajar jangan terlalu memikirkan tentang apa yang terjadi sama kamu. Disini kami ada untuk mau. Jangan marah lagi pada Aruna kasian dia suka bolak balik kemari hanya ingin menemui kamu saja "
"Iya aku akan bertemu dengan Aruna nanti"
"Baguslah, jangan pernah takut dengan laki-laki jadikan trauma kamu itu sebagai keberanian kamu. Jangan gampang ditindas oleh laki -laki "
"Iya Abang, aku akan melawan semuanya "
"Aku suka kamu yang seperti ini, pinjamkan satu almamater kamu untuk Kat ya, besok kalian sudah bisa belajar sama sama "
Daisy langsung menganggukan kepalanya dengan senang. Tak menyangka Kat akan bersama dengannya. Apa yang selama ini dirinya tunggu terwujud juga.
...---------------...
"Sayang kenapa melamun dibaliknya ayo saatnya makan besok kita sudah pindah "
Kat berjalan kearah Lucas dan duduk berhadapan dengan Lucas "Pindah memangnya kita mau kemana"
"Kerumah kita, aku sudah menyiapkan semuanya untuk kamu. Tinggal ditempati saja. Nanti jika ada sesuatu yang kamu tidak suka kamu boleh menggantinya sayang. Sekarang makan dulu aku akan menyuapimu "
"Untuk kuliahmu sudah aku atur, besok kamu tinggal masuk saja bersama Daisy dan Aruna. Kamu betah-betah disana ya "
"Secepat itu "
"Tentu sekarang buka mulutmu "
Kat dengan patuh membuka mulutnya dan memakannya dengan lahap. Memang dirinya sangat lapar sekali.
Kat masih saja menatap wajah Lucas dengan curiga, masih aneh saja sikap Lucas bisa berubah secepat ini. Kalau kalian ada diposisi ku apakah akan terasa aneh.
"Kenapa kamu menatapku dengan curiga seperti itu. Apakah kamu masih belum percaya denganku sayang "
"Tidak bukan begitu, aku hanya ingin saja "
"Baiklah, aku percaya "padahal Lucas sudah tahu kalau Kat sedang curiga padanya. Tapi biarkan saja. Biarkan Kat terus curiga padanya.
__ADS_1