
"Sialan kau "
Darwin yang kaget mendengar sebuah teriakan langsung menyingkir dari tubuh Kat yang baru saja akan dia nikmati.
Dirinya sudah memfoto tubuh Kat yang terbaring lemah dan tak memakai busana sama sekali.
Darwin yang tak bisa menghindar akhirnya terkena pukulan Lucas juga, Darwin tergeletak di lantai.
"Sialan kau, berani-beraninya kau melakukan ini pada Katherine, kau akan tahu akibatnya "
Kembali Lucas menghajar Darwin, sedangkan Darwin yang ada dibawah Lucas tak bisa melakukan apa-apa saat akan melawan gurunya ini sangat sulit.
Tenaganya begitu besar sampai-sampai dirinya tak bisa mengimbanginya. Badannya sudah lemas dan wajahnya juga yang dari tadi dihajar sudah mati rasa.
"Luc sudah kau ingin membunuhnya, sudah kita bawa Katherine sekarang"
Lucas memberhentikan aksinya dan menatap tubuh Darwin yang sudah tak berdaya. Diambilnya ponsel Darwin yang tergeletak.
Lucas menatap sengit kearah Darwin, "Kau Darwin tak akan lepas dari tanganku. Kau sudah berani melihat tubuh Katherine, matamu itu akan dapat ganjaran "
Lucas menghapus semua foto Catherine, dan melempar ponsel itu sampai hancur. Lucas menatap tubuh Kat yang sudah mengenakan kembali pakaiannya, tanpa banyak bicara Lucas membawa tubuh Kat.
Sedangkan Chelsea hanya mengekor saja dibelakang. Chelsea sekilas menatap tubuh Darwin, lalu kembali fokus melihat kearah depan.
Lucas membaringkan Katherine dan Chelsea memeluk kepala adiknya itu. Lucas melajukan mobilnya dengan cukup kencang, entah mau kemana.
Lucas sesekali melihat kearah belakang kalau saja dirinya tadi telat sudahlah habis. Lalu Lucas mengigat kembali saat tadi ada telfon dan mendiamkannya cukup lama, tapi untung saja tak telat.
flashback on
Aku yang sedang memasak tiba-tiba mendengar suara dering ponselku yang kembali bersuara, sangat berisik sekali.
"Siapa ini, nomor siapa ?"
Aku yang memang tak suka mengangkat telfon dari nomor yang tak dikenal akhirnya tak mengangkatnya. Mau apa juga tak ada gunanya.
__ADS_1
Aku kembali memasak untuk adik cerewet ku dan juga untuk diriku sendiri. Kembali ponselku itu berdering, sampai-sampai adik cerewet ku itu turun dan mengambil ponselku.
"Sepertinya ini sangat penting dari tadi ponselmu terus berdering. Meskipun nomornya tidak dikenal coba Abang angkat dulu siapa tahu ada hal penting "
"Sudahlah biarkan Daisy, paling juga orang iseng "
"Aku angkat ya "
"Jangan biar aku saja, sini ponselnya "
Adikku langsung memberikan ponselnya dan aku dengan malas mengangkatnya.
"Dengan siapa aku bicara dan mau apa "
"Lucas ini aku Chelsea, ini gawat sekali tadi aku melihat Kat dibawa oleh Darwin. Sepertinya dia memaksa membawa Katherine tadi. Tolonglah bantu aku, aku tidak bisa pergi sendiri aku takut kalau Darwin malah melukaiku juga bisakah kamu membantuku ? "
"Kenapa bisa, mungkin mereka berpacaran sudahlah aku sedang memasak kau jangan menggangguku"
"Ternyata tanggapanku salah ya, kukira kau mencintai Kat ternyata tidak. Kau dasar laki-laki egois aku akan menyelamatkan adikku sendiri. Sudahlah percuma aku menelpon padamu, tapi, pada akhirnya kau juga tidak mau membantu kan, kalau sampai Kat terjadi apa-apa kau jangan salahkan keluargaku dan jika sampai Kat nanti dinikahkan oleh Ayah bersama Darwin kau juga jangan marah ya"
Tidak, aku tak mau sampai hal itu terjadi. Dengan cepat aku membuka celemek yang aku gunakan dan mengunakan sepatuku dengan cepat.
"Ada apa Abang, kenapa tiba-tiba seperti itu. Apa ada hal yang terjadi, apa ada sesuatu yang penting sampai-sampai kau seperti ini"
"Sudah kau teruskan saja masakan ku, aku pulang masakan ini harus selesai. Aku akan kembali dalam beberapa jam jangan keluar dan kunci pintu dengan rapat dan jangan sampai kau turun ke bawah tanah oke"
Aku berlari keluar rumah, Daisy dia hanya mengikuti sampai depan pintu saja lalu dia masuk lagi. Aku yang tak mau terjadi sesuatu pada Kat segera melajukan mobil.
Aku tidak mau dia menikah dengan laki-laki lain. Aku harus menurunkan egoku sedikit. Aku tak boleh egois Kat masih kecil dia masih plin-plan.
Saat aku baru setengah jalan, aku melihat seorang perempuan berlari, aku menyusulnya dan itu Chelsea"Ayo masuk "
Dia dengan cepat masuk dan masih ngos-ngosan "Katanya tak mau membantu "
"Aku berubah fikiran, apa yang terjadi ? "
__ADS_1
"Aku yang tadi akan mengambil camilan di kulkas tiba-tiba saja melihat Katherine keluar. Saat aku lihat di situ ada Darwin aku sudah mencoba untuk mengejar tapi mobil itu melaju dengan cepat. Bahkan aku melihat kalau Darwin memaksa Kat masuk ke dalam mobil. Aku takut terjadi apa-apa padanya sepertinya Darwin melakukan rencana yang jahat pada Kat "
"Lalu kau tahu kemana Darwin akan membawa Kat ? "
"Tidak, tapi kita cari saja siapa tahu kita menemukan mobil Darwin "
"Itu akan sulit, apakah Kat membawa ponsel dua tadi ? "
"Entahlah aku tak tahu, aku tak melihat itu "
Dengan cepat aku mengeluarkan ponselku, dan melacak ponsel yang aku berikan pada Kat. Untung saja Kat membawanya dengan cepat aku mengikuti kemana laju mobil sialan itu.
Awas saja Darwin sudah berani bermain-main dengan dirinya. Berarti dia siap dengan semua konsekuensinya, kan.
Aku lihat mobil itu berhenti disebuah bangunan kosong. Aku melajukan mobilku lebih cepat lagi, aku memarkirkan mobilku dekat dengan mobil Darwin.
"Hah bangunan kosong ini apa tak salah "
"Sudah ayo turun, kau tidak melihat itu mobil Darwin di sampingku. Ayo cepat kita masuk, kita hajar Darwin "
Chelsea dengan semangat menganggukkan kepalanya. Kami berdua keluar dari dalam mobil dan berlari memasuki gedung itu.
Dan kami berdua melihat ada pintu yang tertutup dan itu membuatku curiga, tapi benarkan mereka ada disana.
Aku yang marah Darwin ada diatas tubuh Perempuanku tanpa fikir panjang segera menerjangnya dan menghajarnya.
Tapi, yang membuatku marah lagi adalah, Perempuanku itu sudah tak memakai pakaian atas. Sialan dia akan memperkosa Kat, beraninya dia menyentuh apa yang seharusnya tak dia sentuh.
Aku makin murka saat itu, aku tak memperdulikan ada siapa disini, tapi Chelsea dia memanggil ku dan menyuruhku berhenti dengan membawa-bawa nama Kat.
Aku berhenti dan melihat Kat yang sudah memakai pakaian lagi. Tapi, ada yang membuatku curiga dan sangat penasaran sekali yaitu ponselnya. Ternyata benar dugaanku ada foto-foto Kat yang tak memakai pakaian, aku dengan marah menghapusnya dan melemparnya juga.
Aku yang Khawatir langsung membawa Kat, meninggalkan Darwin yang sudah tak berdaya. Biarkan dia mati, tapi aku tak mau dia mati dengan cepat. Akan aku ambil matanya itu karena sudah berani menatap tubuh Perempuanku, hanya aku saja yang boleh melihatnya.
flashback of
__ADS_1