
Kat yang baru saja terbangun malah mendapatkan telfon dari kakaknya Chelsea. Kat dengan malas dan masih mengantuk mengangkat telfon ya.
"Hallo ada apa Kak "
"Kamu dimana, kenapa ga pulang. Apakah kamu ga mau habisin waktu gitu sama Kakak sebelum kamu menikah. Pasti setelah kamu menikah kamu akan sibuk dengan mengurus suami kamu dan keluarga kamu. Apa kamu marah gara-gara Kakak membahas tentang perusahaan keluarga kamu. Sungguh Kakak bukannya mau merebut atau apapun Kakak hanya berinisiatif untuk menawarkan diri membantu kamu itu saja. Jangan berpikir yang aneh-aneh"
Kat masih diam mencerna kata-kata dari kakaknya ini apakah dirinya harus percaya dengan ucapan kakaknya. Apakah ini bukan jebakan ?
"Memangnya kakak mau ajak aku kemana "
"Ya kita jalan-jalan saja. Kamu memang tidak merindukan Kakak sampai-sampai kamu meninggalkan rumah gara-gara Kakak tinggal bersama kamu. Kalau tahu begini kakak tidak akan datang lebih baik Kakak diam saja di rumah. Bisa kita bertemu tolong kali ini saja, tidak akan ada waktu lagi kita untuk bertemu kan"
Kat menjadi merasa bersalah pada kakaknya "Sungguh bukan karena ada kakak aku pergi, karena aku memang ingin membahas tentang pelajaran saja bersama Daisy. Aku kan di sana baru saja masuk jadi aku harus lebih mempelajari pelajarannya lagi kan kak"
"Ya sudah kamu sekarang dimana, biar kakak jemput kita jalan-jalan seharian ini ya kamu tidak usah takut kakak akan menjagamu. Kamu ga takut kan sama kakak gara-gara bahas tentang harta keluarga kamu "
"Baiklah kita bertemu saja di halte bus yang ada di perempatan jalan, kakak tunggu saja disana. Aku akan bersiap sekarang "
"Baiklah Kakak akan berangkat sekarang "
Sambungan pun berakhir, Kat segera pergi kekamar sebelah untuk membersihkan dirinya. Seharusnya dirinya tak bersikap seperti ini pada Kakaknya.
Sudah jauh-jauh datang kemari, kasian dia kalau dirinya tak mau diajak jalan-jalan. Hanya jalan-jalan saja kan tak lebih.
...----------------...
Chelsea yang sudah berhasil membuat Kat luluh lagi tersenyum pada orang yang ada disampingnya.
"Dia sudah percaya, kita akan bertemu dan kamu siapkan semuanya jangan sampai semua ini ketahuan oleh Lucas dan jangan sampai semua terbongkar. Ingat itu aku sudah mempertimbangkan semuanya dari ide-ide yang kamu berikan padaku Dimas. Jangan kecewakan Kakakmu ini "
"Tenanglah Kak, kamu hanya perlu percaya padaku kalau semuanya akan berjalan dengan lancar kita akan menang. Apa yang kakak inginkan akan tercapai dan rasa sakit hatiku pun akan terbalas pada Kat. Aku sendiri nanti yang akan menghancurkan hidupnya"
"Baiklah turun dan persiapkan teman-temanmu itu"
"Baik "
Dimas segera keluar dari dalam mobil dan Chelsea juga segera menuju ketempat tujuannya yaitu menjepit Katherine. Dia akan hancur sekarang dia tak akan bisa hidup dengan tenang.
__ADS_1
...----------------...
"Sudah lama kamu disini Kat "
"Baru saja Kak "
Kat menutup pintu mobil dan mobil segera berjalan dengan perlahan "Kita mau jalan-jalan kemana Kak"
"Ke tempat yang belum pernah kamu datangi dan itu mungkin akan sangat menyenangkan. Kakak sudah menyiapkan semuanya kamu akan bahagia melihatnya"
"Kemana Kak "
"Rahasia, masa rahasia harus dikasih tahu tidak seru dong sayang. Sabar sebentar "
Chelsea makin mempercepat laju mobilnya, Kat yang merasakannya langsung menatap Kakaknya "Pelan kan Kak mobilnya, jangan cepat-cepat seperti ini. Kak tolong jangan cepat-cepat "
Tapi Chelsea tidak mendengarkan itu, dia makin terus melajukan mobilnya dengan cepat. Bahkan dia tidak menjawab kata-kata dari Katherine tadi.
"Kak apa-apaan ini, Kak pelanin "
Mobil tiba-tiba berhenti, Kakaknya mengerem mendadak bahkan Kat sampai menjerit saking kagetnya.
Tiba-tiba datang dua laki-laki yang mengedor-gedor kaca mobil "Siapa Kak itu, kenapa kakak dia saja lajukan mobilnya jangan diam saja Kak, Kak aku mohon jangan diam saja jalankan mobilnya kak "
Chelsea malah tersenyum mendengar teriak dari Katherine, kunci langsung dibuka dari dalam oleh Chelsea.
Otomatis dua orang laki-laki itu langsung menarik Katherine keluar "Tidak lepaskan, apa-apaan ini Kak tolong aku Kak. Kenapa kamu diam saja kak. Kak Chelsea bantu aku tolong aku. Kenapa kamu diam saja dari tadi bantu aku ada apa ini sebenarnya, lepaskan tangan kalian dariku"
Tapi tak ada yang mengubris Kat, mereka membawa Kat masuk kedalam sebuah gedung. Sepi sekali tempat ini.
Katherine terus saja berteriak dia tak mau dibawa "Diam kamu, jangan terus berteriak atau pisau ini menusuk lehermu "
Kat yang ketakutan langsung diam saat melihat pisau itu mengarah pada lehernya "Nah begini enakkan jangan berteriak-teriak berisik "
Meraka masuk kedalam sebuah lift memencet nomor paling atas, Kat hanya bisa menahan nafasnya. Menahan isakannya yang terus keluar.
...----------------...
__ADS_1
Chelsea tertawa dalam mobil rencana berjalan dengan cepat, rasanya tak menyangka akan berhasil. Kat terlalu polos sampai-sampai mudah untuk dikelabui.
Kat menelfon adiknya "Tunggulah dia, dia akan datang sebentar lagi mungkin sekarang dia sudah di dalam lift. Perempuan itu terlalu mudah untuk ditipu kamu bisa menghabisinya di sana, mau kamu melakukan apapun itu aku tidak peduli yang terpenting pernikahannya gagal dan aku yang menjadi pengantin nanti di sana"
"Tentu Kak itu hal gampang untukku kamu bisa tenang"
Dimas langsung mematikan sambungannya dengan berbarengan lift yang terbuka. Kat didorong sampai dia tersungkur dan dihadapannya ada sepasang kaki.
Kat mendongakan kepalanya "Dimas "
"Bangun kamu anak pembawa sial "
"Tanpa disuruh pun aku akan berdiri"
Mereka berdua sudah berhadapan"Apa yang kau mau Dimas dan juga kakakmu. Untuk apa gunanya menculikku seperti ini, tidak ada gunanya kalian tidak akan pernah mendapatkan apa-apa jika pun nanti aku mati tidak akan pernah ada yang menangisiku, untuk apa kalian berdua menculikku"
"Tentu saja hartamu dan aku ingin menghancurkan masa depanmu. Apakah itu baik apakah itu bagus jika aku menghancurkan masa depan dirimu, aku orang yang paling bahagia saat dirimu hancur Kat, kamu perlu hancur kamu tidak berhak hidup bahagia. Kamu tidak boleh mendapatkan apa-apa kamu hanya pantas menjadi pembantu keluarga kamu ingat itu "
Katherine dengan berani menampar wajah Dimas"Sialan kamu "
Dimas membalasnya kembali, bahkan sampai sudut bibir Katherine berdarah karena Dimas menamparnya sangat keras sekali.
Kat hanya bisa memegangi pipinya yang sakit dan perih sekali "Kamu memang perlu aku hancurkan Kat"
Dimas menarik tangan Kat dengan kasar dan mendorongnya ketempat tidur "Sepertinya akan bagus menghancurkan masa depanmu dengan melecehkan mu Kat "
"Awas kamu, kamu tidak akan pernah bisa melakukannya enyah kamu dari tubuhku "
Kat mencoba melepaskan dirinya dari tindihan tubuh Dimas tapi tenaganya kalah, Dimas badannya besar sedangkan dirinya kecil sekali, tubuhnya tak mampu untuk menyingkirkannya...
"Lepaskan aku, tolong lepaskan aku "
Tapi Dimas tidak menggubrisnya dia malah mulai membuka pakaian Kat, Kat sudah berteriak sekuat tenaga "Akhh tolong aku "
Tiba-tiba pintu lift terbuka, Dimas yang masih belum menyadarinya terus saja menggerayangi tubuh Kat. Tubuh Dimas diangkat dan dibanting begitu saja.
"Akh sialan kamu, jangan ganggu kesenanganku sialan kamu "
__ADS_1
Dada Dimas diinjak beberapa kali, Kat yang melihat itu memejamkan matanya menarik selimutnya makin keatas, jangan sampai tubuhnya ini terlihat.