
Daniel datang dengan beberapa orang anak buahnya. Tamara yang baru saja akan memulai semuanya tentu saja kaget dia sampai mengangkat tangannya saat Daniel berteriak, sungguh mengagetkan saja.
Tamara dan juga Bara langsung dibawa digiring pergi, tak lupa dengan antek-antek yang lain Tamara bawa. Daniel menatap istrinya yang masih terkulai lemas dan juga anaknya yang ada di sampingnya dipeluk oleh istrinya Vio.
Daniel berteriak dengan keras dan dokter yang tadi menangani Vio serta perawat yang juga menanganinya mendekati Daniel, sungguh Daniel tak habis fikir dengan mereka semua yang meninggalkan istrinya begitu saja.
"Kenapa kalian meninggalkan istriku Sudah kubilang kan aku tidak mau kalau suster dan dokternya diganti. Lalu kenapa kalian sampai lengah seperti itu kenapa orang jahat seperti mereka bisa masuk kemari, aku sungguh tak habis fikir dengan kalian yang diberi amanah tapi malah tak menepatinya "
"Aku ini membayar mahal pada kalian, jangan membuat aku kecewa dan melakukan sesuatu pada kalian nantinya. Aku tak akan segan-segan melakukan apapun pada kalian "
Dokter itu segera maju dan meminta maaf pada Daniel dia mewakili semua stafnya "Maafkan kami pak kami tidak akan teledor seperti ini lagi, kami kira itu adalah orang suruhan Bapak, makanya kami membiarkan orang itu untuk masuk dan menggantikan kami. Karena dia sangat meyakinkan sekali, makannya kami tak curiga sedikit pun Pak "
"Kalau aku tidak menyuruh maka jangan pernah pergi diam di sini, apa sulitnya hanya diam saja dan membersihkan istriku lalu mengecek keadaannya bagaimana. Aku tidak suka dengan pekerjaan kalian aku bisa saja berbicara dengan pemimpin rumah sakit ini, aku bisa mengadukan kalian dan meminta kalian untuk dipecat dan tak akan pernah bisa mendapatkan pekerjaan dimana pun itu "
"Tolong Pak jangan seperti itu, kami tidak akan melakukan kesalahan ini lagi. Kami yang akan mengurus Ibu Vio dan juga adik bayi dengan benar, kami minta kesempatan sekali ini lagi pak, kami tak akan teledor lagi, kami akan menangani kembali ibu Vio dengan benar "
"Awas saja kalau aku sampai melihat kalian teledor lagi, aku benar-benar akan melakukan apa yang aku katakan tadi "
"Iya pak kami tak akan melakukannya lagi, kami minta maaf pak sekali lagi "
Daniel mendekati istrinya yang masih lemas, bayi juga langsung diambil oleh suster Daniel menggenggam tangan istrinya "Semuanya akan baik-baik saja maaf ya aku telah meninggalkanmu, aku seharusnya diam dan menunggu kamu sayang, maafkan aku "
Vio menggelengkan kepalanya dengan pelan "Aku baik-baik saja Daniel, kamu jangan marah-marah sama mereka ak kasihan, mereka juga nggak maksud ninggalin aku kayak gini kan aku juga belum diapa-apain sama mereka karena ada satu anak buahnya yang terus aja menahannya. Untung aja dia lakuin itu "
"Iya aku tahu siapa itu, kamu harus segera dibersihkan, sama anak kita juga aku akan menunggu di luar ya. Kamu ga masalah kan sayang "
__ADS_1
Vio langsung menggenggam tangan Daniel dan menggelengkan kepalanya "Tolong jangan tinggalkan aku tetap disini, aku takut aku takut ada seseorang yang jahat lagi padaku, aku tidak mau sampai itu terjadi temani aku disini sebentar saja, jangan dulu pergi-pergi "
Akhirnya Daniel diam di sana menunggu istrinya, istrinya diseka oleh suster dan dibersihkan yang lainnya. Daniel setia menunggu di sana, suster yang membersihkan istrinya cukup takut saat melihat ada Daniel di sini.
Tapi mereka harus profesional dan melakukan tugas mereka dengan baik. Daniel juga melihat anaknya yang sedang dibersihkan dia menangis dengan sangat kencang sekali. Daniel tersenyum mendengar tangis anaknya yang sangat kencang itu.
...----------------...
Sedangkan Kat masuk ke ruangan di mana Ayu sudah melahirkan dan sudah bisa ditengok, tadinya ingin melihat Vio tapi belum bisa katanya, tadi juga dirinya langsung digiring masuk ruangan ini entah ada apa di ruangan Vio.
Kat malah jadi khawatir kan dengan menantunya itu, tapi suaminya tidak membolehkannya untuk pergi ke sana malah di sini ya bukannya Kat ingin mendahulukan siapa-siapa. Ya hanya melihat kalau ada sesuatu yang terjadi dan Kat harus melihatnya, Kat begitu takut terjadi sesuatu saja pada menantu dan cucunya itu.
"Mama lihatlah anakku adalah seorang perempuan, bagaimana dia cantik kan apakah dulu aku seperti ini saat kecil "
"Iya dia cantik sekali seperti Ayu, saat kecil kamu tak seperti ini berbeda sekali dengan kamu Alex. Mama senang sekali melihat Ayu melahirkan dan baik-baik saja kamu harus menjaga Ayu dan juga anak perempuanmu ini, mungkin ini adalah kehendak Allah agar kamu bisa menjaga anakmu dengan benar dan jangan sampai kejadian anakmu disakiti oleh laki-laki, agar kamu selalu setia dengan Ayu jangan pernah lakukan apa-apa lagi Alex "
"Tuh kan kamu juga tidak suka kan kalau misalnya anakmu kenapa-napa, maka orang lain juga tidak suka, kamu sudah menyakiti beberapa perempuan maka sekarang kamu harus menjaga anakmu dengan sangat ketat sekali. Agar apa yang terjadi dengan perempuan-perempuan di luar sana tidak terjadi dengan anakmu, bukannya mama mendoakan tapi ya takutnya karma malah turun pada anakmu Alex. Karena kelakuan kamu waktu itu "
"Iya iya Alex mengerti Ma, Alex tak akan seperti itu lagi Alex akan menjaga mereka berdua "
Alex menjadi menyesalkan saat mamanya berbicara seperti ini, takut anaknya nanti malah dipermainkan tapi Alex akan terus menjaga anaknya Alex tidak akan melepaskan anaknya. Pokoknya Alex akan posesif tidak boleh sampai ada yang menyakiti anaknya ini.
Alex menyesal dulu pernah bermain-main dengan perempuan, Alex kira Alex tak akan mempunyai anak perempuan tapi kenyataannya sekarang Alex memilikinya.
...----------------...
__ADS_1
Daniel hanya menatap istrinya yang sedang menyusui anaknya, anaknya itu menyusu dengan sangat kencang sekali Daniel sampai meringis. Apakah istrinya tidak kesakitan, Daniel jadi linu sendiri.
"Apakah dia tidak menyakitimu sayang mau berhenti saja"
"Tidak jangan Daniel. Dia sangat kehausan aku baik-baik saja malahan aku merasa tenang sekali, aku bahagia sekali "
"Tapi rasanya seperti sangat perih kalau menyusunnya seperti itu, kita ganti pakai susu kaleng saja ya. Aku akan segera membelinya "
Lagi-lagi Vio menggelengkan kepalanya "Aku tidak mau, aku suka seperti ini aku akan terus memberikan ASI padanya. Jangan pernah membantah aku tidak mau dia mendapatkan susu yang lain kalau aku masih bisa kenapa tidak"
"Baiklah baiklah sayang aku tidak akan melarangmu"
Anaknya itu tiba-tiba saja tertidur dan melepaskan ****** istrinya. Vio mencium keningnya perlahan dan Daniel mengambil alih anaknya dan menyimpannya di tempat tidurnya. Daniel tidak membolehkan anak dan istrinya keluar dari ruangan ini, Daniel belum percaya kalau semuanya baik-baik saja Daniel takut kejadian tadi terjadi lagi.
Setelah melihat anaknya nyaman Daniel duduk kembali dan menatap istrinya yang sepertinya sangat kelelahan sekali "Siapa perempuan tadi kenapa dia sangat ingin mencelakai ku, apa aku punya masalah dengannya apa kamu tahu siapa dia"
"Kamu juga nanti akan tahu siapa dia, dia adalah teman kita, teman yang pernah menghilang"
"Apakah Tamara dia orangnya"
"Nah itu kamu tahu dia orangnya, entah apa maksudnya dia melakukan ini aku akan menemuinya nanti "
"Aku ikut, aku mau bertemu dengannya juga "
"Tidak diam di sini dan pulihkan lah tubuhmu. Biar aku yang mengurus semuanya"
__ADS_1
Ya masa iya Daniel langsung membawa istrinya dan memperlihatkan pada istrinya bagaimana dia membunuh orang, Daniel tidak akan mungkin membiarkan orang itu hidup dengan nyaman lihat saja apa yang akan dia lakukan pada Tamara.