
Chelsea kembali menatap ayahnya "Ayah apakah kita akan mengajak ibu dan Dimas dihari pernikahannya Kat, pasti mereka juga akan senang "
"Tidak yang ada mereka bisa mengacau, biar kita saja yang mewakili, toh ayah juga dengan ibumu sudah tidak bersama lagi. Lalu untuk apa mengajak ibu mu"
"Kasian dia ayah, setelah kalian berpisah ibu menjadi kurus dan dia jarang kau makan, coba kau lihat sesekali siapa tahu setelah kalian bertemu ibu akan semangat lagi "
Ayah Kat hanya diam saja, dia memikirkan kata-kata anaknya Chelsea. Apakah harus dirinya menemui mantan istrinya ?
Dirinya sungguh menjauhi Lisa, banyak alasan kenapa dirinya menjauhi Lisa. Bahkan dirinya berharap tak pernah bertemu Lisa lagi sampai kapanpun.
"Ayah apakah kau baik-baik saja "
"Ayah baik-baik saja, akan ayah pikirkan nanti "
Ayah Kat berlalu begitu saja, masuk kedalam kamarnya.
"Semoga saja ayah mau bertemu dengan ibu, sungguh aku berharap mereka bisa bersama "
Chelsea membereskan bekas makan mereka dan membawanya kedapur untuk dicuci dan nanti langsung pergi bekerja.
...----------------...
__ADS_1
Sedangkan Kat dia sedang menemani Daisy jalan-jalan pagi sambil menyesuaikan. Memang awalnya Daisy sangat ketakutan sekali bertemu dengan laki-laki.
Tapi lama-kelamaan lebih tenang, tapi tetap saja dia takut "Mau pulang saja, jangan memaksakan Daisy kita punya banyak waktu "
"Bagaimana aku kuliah jika aku takut melihat laki-laki saja. Ditempat kuliahku banyak laki-laki Kat, aku takut mereka akan melecehkan ku, aku takut mereka akan mengejekku "
"Aku akan menemanimu disana, tenang aku tak akan meninggalkan mu "
"Kau akan kuliah dengan ku"
Kat menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan senyum yang canggung "Tidak, sepertinya aku tak akan kuliah aku akan mengantarmu saja. Aku akan mencari lowongan kerja di sana jadi aku bisa mengawasimu "
"Daisy aku berbeda denganmu, kau tahu aku hidup sendirian makan aku harus mencukupi kebutuhan ku, aku tidak bisa kuliah dengan tenang "
"Kenapa kau berbicara seperti itu, kita kan satu keluarga aku akan bicara pada Papih agar kamu kuliah denganku ya. Jangan menganggap kalau dirimu sendiri lagi "
"Em jangan Daisy, lagian aku juga tidak berminat untuk kuliah, aku ingin bekerja saja. Aku sudah nyaman bekerja "
"Tidak, kau harus sekolah aku akan bicara saja pada kakaku kalau begitu agar dia bisa membujuk Valon istrinya ini " goda Daisy.
Kat hanya bisa tersenyum saja, entah harus bagaimana menangapinya, sebenarnya dirinya ingin kabur tapi bagaimana dengan Daisy. Dirinya takut kalau Lucas hanya berpura-pura baik saja padanya.
__ADS_1
...----------------...
Lucas yang baru keluar dari dalam kamarnya menatap meja makan yang masih kosong, Lucas kembali menatap jamnya dan ini sudah saatnya makan.
Tapi pada kemana orang-orang. Orang yang pertama Lucas cari adalah ibunya, ternyata dia masih ada didapur.
"Mih kenapa belum mulai sarapan, lalu dimana Kat "
"Kat pulang "
"Hah kenapa dia tak bilang padaku"
Lucas yang akan pergi langsung ditahan oleh ibunya "Mamih hanya bercanda mana mungkin mamih mengizinkan, Kat jalan-jalan bersama Daisy sebentar lagi juga mereka akan kembali "
"Kemana mih, kau menakutiku saja "
"Hanya ingin tahu saja kamu khawatir tidak pada calon istrimu itu. Hanya disekitar komplek. Kau bisa tenang mereka baik-baik saja "
"Aku akan menyusul mereka "
Sekarang Zeline membiarkan anaknya pergi, sudah juga menahan anak bujangnya yang sedang jatuh cinta.
__ADS_1