
Kat yang melihat mantan suaminya Adiba segera menghampirinya. Ini adalah kesempatan kan untuk akat berbicara dan mengutarakan apa yang ada didalam hatinya ini "Boleh kita bicara" Kat langsung saja tanpa mau basa-basi.
"Tentu nyonya ada yang bisa saya bantu"jawab Toni dengan sopan.
"Aku hanya ingin membicarakan tentang Sela dan juga Adiba. Mereka itu ibu dan anak kan kenapa kamu malah menjauhkan mereka. Aku tahu kamu marah pada Adiba tapi setidaknya beri dia sedikit kelonggaran untuk dekat dengan anak kalian. Jangan biarkan dia terpisah dengan anaknya, kasian kan dia juga seorang ibu "
Toni menatap Kat sekilas, lalu kembali melihat kearah depan "Aku sedang memberi pelajaran pada Adiba. Aku ingin dia berubah dan tidak seperti itu. Dia harus merasakan apa yang dia mau, dari awal dia tidak mau mengurus Sela, bahkan Adiba menolak dengan mentah-mentah. Maka aku wujudkan aku tidak akan mendekatkannya, aku tidak salah kan nyonya "
"Iya tapi kan sekarang dia sudah berbeda, dia sudah berubah kasihan dia. Apalagi Sela nanti makin besar kalau kamu terus menyembunyikan tentang ibu kandungnya Sela akan marah, jadi kamu harus berfikir kesana juga "
"Aku masih takut, kalau tiba-tiba Adiba berubah dan mencelakai anakku Sela. Aku tidak rela kalau itu sampai terjadi, Adiba itu kelakuannya sudah sangat-sangat melebihi batasnya. Aku sangat kecewa dengan kelakuannya itu. Aku kira setelah melahirkan dia akan berubah tapi kenyataan apa malah seperti itu terus kan "
"Aku mengerti, coba kamu lihat dulu satu minggu kamu biarkan anakmu bersama Adiba. Apakah ada yang akan berubah apakah anakmu Sela akan takut kita lihat perkembangannya, kalau misalnya Sela sampai takut maka kamu jauhkan saja mereka berdua selama-lamanya "
"Aku akan coba Nyonya, aku juga ingin mendekatkan Adiba dan juga Sela tapi belum waktunya. Aku masih takut dan merasa khawatir saja. Makannya aku selalu menunda-nunda "
"Coba dulu saja kan belum dicoba, apalagi kalian satu lingkungan kalau ada apa-apa, kalau sampai Adiba melukai Sela kamu juga akan lihat sendiri kan. Papih juga tidak menyuruhmu untuk menjaga tempat yang lain. Kamu juga masih di sini kan. Jadi kamu masih leluasa untuk mengawasi anak kamu. Tapi satu yang aku minta jangan ikut campur sertakan Fia dalam masalah ini "
Pandangan Toni langsung mengarah ke arah Kat "Tapi Fia adalah yang mengurus Sela selama ini, mana mungkin aku tak berbicara pada Fia dia sudah sangat baik mau mengurus anakku. Kalau tidak ada dia entahlah aku harus bagaimana nanti "
"Iya tapi nyatanya kamu salah, sepertinya Fia akan membawa hal buruk untuk Sela. Kamu harus mengambil anakmu itu, lebih baik pada ibunya atau tidak pada neneknya saja. Aku tahu dia yang mengurus Sela selama ini tapi didikannya itu salah, benar-benar salah menurutku "
Toni hanya diam, Toni masih mencerna kata-kata dari pola asuh Fia. Memangnya apa yang salah selama ini Toni melihat kalau Fia pengurus anaknya dengan baik, tidak ada yang salah.
Semuanya baik-baik saja kan Fia juga selalu memanjakan anaknya Sela menganggapnya seperti anaknya sendiri, selama ini Toni begitu senang melihat Fia, bagaimana mengasuhnya semuanya Toni suka. Malahan Toni berfikir akan menikahi Fia.
"Ya sudah mungkin itu saja yang aku ingin bicarakan padamu. Terima kasih atas waktunya"
Kat kembali berjalan ke arah taman, dia akan berjalan-jalan sedikit. Sebentar lagi juga akan melahirkan jadi harus banyak jalan-jalan kan. Semoga saja saat melahirkan tidak berbarengan dengan Daisy yang menikah.
Takutnya malah melesetkan hari lahirannya itu. Saat Daniel juga sama melesetnya kan.
...----------------...
"Sela kemari lah dulu, ibu ingin berbicara dengan kamu "
"Iya Ibu ada apa "sambil menghampiri ibunya.
"Kamu jangan main bersama Daniel ya.Kamu juga jangan dekat dengan ibunya. Dia itu orang jahat kamu mau di jahati oleh mereka. Nanti kalau kamu dipukul bagaimana mereka itu bukanlah orang-orang baik jadi kamu jangan dekat dengannya ya. Ibu tidak mau kalau kamu terluka"
"Kenapa semua orang selalu dibilang jahat Ibu, kemarin ibunya Daniel sangat baik sekali menyuapi aku boleh kan aku bermain dengan Daniel. Kami bermain sama-sama tapi dia baik sekali tak seperti yang ibu katakan "
"Itu hanya untuk awalan saja, kamu jangan pernah terkecoh dengan apa yang dia perlihatkan. Dia itu jahat seperti Bibi yang kemarin memelukmu. Jadi ibu memerintahkan kamu untuk tidak dekat dengan mereka lebih baik main sendiri saja. Seperti biasa main ayunan atau apa yang lainnya main boneka di kamar sendirian. Mereka itu memakai topeng Sela mereka itu jahat tak ada yang baik "
"Tapi, aku ingin main dengan Daniel aku sudah berjanji padanya untuk selalu bermain bersamanya. Aku juga sudah punya janji padanya sekarang untuk main ditaman ibu. Tolong jangan melarangku aku sudah sangat senang bermain dengan Daniel. Dia baik sekali padaku ibu "
"Tidak boleh"bentak Fia dengan matanya yang melotot.
Sela yang dibentak seperti itu langsung saja menangis, Fia yang tidak mau ada yang mendengar langsung membawa Sela masuk ke dalam kamar. Kalau sampai ada yang mendengar gawat pasti akan diberitahu pada tuan Liam. Fia tak mau kepercayaan tuan Liam padannya musnah.
"Kenapa malah menangis diamlah, jangan berisik. Nanti kalau sampai orang lain tahu semuanya akan hancur, diam diam diam diam"teriak Fia lagi.
"Kenapa Ibu membentakku seperti itu. Kenapa Ibu aku kan hanya bicara saja apakah salah "
"Ya makanya turuti apa kata-kata ibumu ini, jika kamu tidak mau Ibu berteriak seperti ini membentak kamu maka kamu harus menurut pada ibu. Jangan membantah kalau kata ibu kamu tidak boleh bermain bersama Daniel maka tidak boleh, mereka itu orang jahat mereka itu bukan orang baik jadi lebih baik diam di kamar saja, bermain bersama bonekamu di sini banyak kan bonekamu. Jadi diam aku harus bekerja sekarang "
Sela menganggukan kepalanya, "Nah beginilah jadi anak yang menurut, diam di kamar nanti aku akan bawa camilan yang banyak untukmu ke sini. Pokoknya jangan keluar kalau tidak aku yang menyuruh maka kamu diam saja, ingat Sela apa yang ibu katakan "
"Baik ibu"
Fia keluar dari kamar. Sela mengusap air matanya dan menatap keluar jendela. Sela melihat Daniel sedang bermain sendirian. Pasti Daniel sedang menunggunya kasian sekali Daniel. Sela ingin sekali main bersama Daniel seperti kemarin rasannya senang sekali.
__ADS_1
"Daniel, padahal aku suka bermain dengan kamu. Aku bahagia bersama kamu aku ingin main dengan kamu lagi. Aku baik sekali sama aku "
Sela mengambil bonekanya dan bermain sendiri, sesekali juga melihat kearah jendela. Sela ingin kabur kesana tapi Dela takut ibunya marah. Pasti ibunya akan berteriak lagi seperti tadi. Sela sangat takut sekali.
...----------------...
"Sayang, sudah kamu tidak usah membantu mamih buat kue. Udah mending kamu diam saja disana nanti kamu bagian mencicipi saja ya "
"Tak masalah Mami Kat juga ingin bantu-bantu. Kat tak mungkin terus diam saja yang ada Kat akan bosan mamih "
"Jangan sayang, lebih baik kamu diam saja ya. Kamu akan lelah nanti sayang "
"Pengen bantu aja"
"Daniel mana dia main sama siapa Kat "
"Dia main di taman sama robot-robot nya, di sana juga banyak penjaga kok mih, jadi nggak masalah kan kalau aku tinggalin juga. Katanya dia mau tunggu Sela nggak tahu udah datang atau belum. Semoga aja Sela udah dateng Daniel suka banget main sama Sela"
"Mereka udah jadi teman baik ya. Padahal mereka baru bertemu loh, tapi udah seakrab itu "
"Iya Mih, apalagi kan Daniel pengen banget punya temen. Di sana tuh nggak ada anak yang seumuran Daniel udah pada besar-besar semua, jadi susah mau punya temen juga"
"Tapi sebentar lagi Daniel juga masuk TK pasti akan banyak teman nanti di sekolahnya "
"Iya Mih, aku juga sama Lucas lagi cari-cari tempat yang bagus buat dia sekolah. Yang cocok aja sama dia gitu. Semoga aja aku dapet sekolah yang pas untuk Daniel "
"Bagus deh tapi sih mami maunya kalian pindah lagi ke sini, biar Mami bisa deket sama kamu dan cucu mami. Apalagi nanti kamu akan melahirkan lagi pasti kalau kalian tinggal di sini rumah akan ramai. Mamih akan senang sekali. Daisy juga pasti akan dibawa oleh Nabil mamih pasti akan kesepian disini kalau kalian ada kan ramai "
"Semua keputusan ada di tangan Lucas mih, aku tidak bisa memutuskan semua itu. Mami tahu sendiri kan Lucas bagaimana dia itu selalu ingin mandiri dan yah begitulah"
"Iya mami tahu bagaimana anak itu. Semenjak dia sudah lulus kuliah bahkan sebelum lulus pun dia itu ingin tinggal sendiri lah, ingin mandiri apalah memang anak yang satu itu susah sekali diatur. Dia itu selalu suka menyendiri. Lucas itu kadang sulit untuk ditebak seperti papihnya mereka memang sama tak ada bedanya "
"Ya sudah yang terpenting kalian berdua bahagia, kalian semua bahagia keluarga kalian selalu utuh dan tidak ada masalah yang membuat kalian harus bertengkar ya. Mamih akan selalu berdoa untuk kebahagian kalian berdua "
"Iya Mih, makasih mih "
"Maaf Nyonya aku telat, aku tadi harus membereskan dulu mainan Sela yang berserakan "
Kat menatap orang yang berbicara itu, apakah ini Fia? "Sayang perkenalkan ini Fi, yang mengurus Sela. Dia sangat baik sekali kamu harus mengenalnya dan kalian pasti kalau mengobrol akan cocok sekali"
Kat tersenyum saja, kebetulan sekali kan Kat ingin bertanya pada Fia. Sebuah kebetulan yang menguntungkan sekali kan " Sela sudah bersama Daniel kan dia sudah pergi ke taman, kemarin sore mereka membuat janji kalau mereka berdua akan bertemu lagi taman dan bermain"
"Maaf nyonya. Sela tadi tertidur makanya aku terlambat dia tadi mau ditemani dulu katanya mengantuk sekali. Sekalian saja tadi aku membereskan mainannya. Tadi malam dia tidak tidur dengan nyenyak karena terus memikirkan tentang janji itu, dia sangat antusias sekali ingin bermain"
"Baiklah mungkin nanti sore juga Sela akan bangunkan bisa bermain dengan Daniel, tidak mungkin kan Sela terus mengurung diri di dalam kamar, tidur terus seharian pasti sebentar lagi juga Sela bangun "
"Iya nyoya, nanti aku akan bicara dengan Sela. Tapi kalau sudah tidur Sela akan lama sekali nyonya "
"Hemm, baiklah"
Fia bergegas membantu Zeline yang membuat kue, saat ada kesempatan lagi Kat kembali berbicara pada Fia "Bagaimana rasanya menjadi seorang ibu padahal kamu belum menikah, apakah senang mungkin ada sesuatu yang membuatmu tak suka. Kadang kan kalau mengurus anak itu suka ada saja kesalnya "
"Iya lumayan repot Nyonya, tapi perlahan aku bisa kok dan aku nyaman meskipun aku belum menikah tapi syukurlah aku bisa mengurusnya dengan baik, seperti yang bisa Nyonya lihat sekarang dia tumbuh dengan cantik dan sehat kan. Malahan sangat sehat sekali "
"Iya aku melihatnya kau hebat bisa merawatnya dengan baik. Lalu apakah kamu suka membawa Sela ke orang tuanya ke ibunya Adiba. Ibunya juga ada di sini kan, seharusnya mereka dekat "
"Kalau itu masalah Toni, aku hanya mengurus Sela kalau untuk mendekatkan Adiba dan juga anaknya Sela aku angkat tangan, itu urusan mereka aku di sini hanya diperintahkan untuk mengurusnya saja Nyonya tidak lebih hanya itu saja. Aku tak mungkin kan tiba-tiba mendekatkan mereka berdua sungguh aku tidak berhak untuk melakukan itu semua "
"Hemm, begitu ya tapi ada satu saran sih dariku untukmu Fia, kamu sudah baik bisa mengurusnya. Tapi tolong jangan kotori pikiran anak kecil dengan kata-katamu yang mengatakan kalau ibunya jahat. Anak kecil itu gampang percaya dia itu akan selalu mengikuti apa yang dikatakan oleh orang dewasa. Jadi hati-hati dengan bicaramu itu. Kasian loh nanti Sela akan tumbuh jadi anak yang selalu membenci orang lain "
Fia menatap Kat cukup lama, lalu tersenyum sinis "Aku rasa didikanku sudah benar tidak ada yang melenceng sama sekali, bahkan aku mengajari apa yang menurutku baik tidak ada yang salah kan Nyonya. Selama ini Sela hanya aku yang mengurusnya. Jadi ya mau bagaimanapun dia harus menganggapku ibunya dan mengikuti apa kata-kataku, aku hanya memberitahu yang menurutku benar saja. Jadi nyonya jangan terlalu ikut campur tentang masalah ini. Nyonya saja baru datang kemari dan melihat aku mengasuhnya kan. Orang-orang disini sudah sangat percaya padaku kalau aku bisa mengurus Sela dengan baik dan benar "
__ADS_1
"Tentu saja. Sela harus balas budi padamu karena kamu telah mengurusnya ya dari bayi. Tapi dia juga berhak untuk mengetahui siapa ibunya dan dia juga tidak berhak menerima setiap kata-kata buruk yang kamu berikan, dia masih kecil jadi tolong jaga ucapanmu saat bersama anak kecil seperti Sela. Memang aku disini tidak tahu saat kamu mengurus Sela aku baru disini dan sekarang aku sudah tahu kan. Aku memberitahu agar kamu tidak salah mendidiknya"
Fia menarik nafasnya dan menyimpan loyang dengan sedikit kasar "Aku tahu Nyonya adalah temannya Adiba, pasti nyonya juga akan membelanya mau bagaimanapun kesalahan Adiba Nyonya akan membelanya. Aku tahu Nyonya itu terlalu baik jadi orang. Seharusnya nyonya yang berpikir jangan terlalu percaya dengan omongannya belum tentu dia sudah baik sepenuhnya kan. Siapa tahu dia tiba-tiba kembali seperti dulu "
"Aku lebih baik percaya pada Adiba yang dulunya pernah jahat, daripada percaya dengan orang yang pura-pura baik benar kan. Pura-pura baik itu tidak akan bertahan lama sebentar lagi juga akan terbongkar semuanya"
Fia malah melengos pergi meninggalkan dapur. Zeline yang baru mengambil kuenya menatap menantunya" Ada apa dengan Fia, kenapa dia tiba-tiba pergi padahal belum selesaikan. Tak biasanya dia seperti itu juga "
"Aku juga tidak tahu mih, kenapa dia tiba-tiba pergi mungkin dia kebelet pipis atau mungkin ada pekerjaan lain yang belum dia kerjakan. Makannya dia langsung pergi dengan sangat terburu-buru "Kat tak mungkin kan berbicara yang sebenarnya bisa gawat kalau begitu.
"Mungkin saja ya, tapi kurasa aku sudah menyuruhnya untuk mengosongkan pekerjaannya agar bisa membantu membuat kue, tapi ya sudahlah biarkan saja. Mungkin dia punya kesibukan yang lain "
"Iya Mih tapi sepertinya Mami nanti kalau misalnya mau cari pelayan itu harus diseleksi lebih dalam lagi deh mih, soalnya sekarang tuh banyak yang pakai topeng"
"Topeng ?"
"Iya Mih yang pura-pura baik. Ya bukannya aku nggak percaya sama pilihan Mami selama ini, tapi ya kadang adalah yang kayak gitu susah ditebak "
Zeline menganggukan kepalanya "Baiklah sayang lebih baik sekarang kamu coba kue buat mama ini, enak tidak Mama ini sedang membuat resep baru nanti kalau Daisy menikah itu biar Mama aja yang buat kue pernikahan mereka, biar spesial aja gitu"
"Mana mih"
Kat langsung disuapi oleh Zeline, Zeline masih menunggu tanggapan menantunya itu "Bagaimana sayang enak kan, apa yang kurang "
"Enak kok mih, udah pas nggak terlalu manis juga. Lebih baik seperti ini belum nanti kan ditambah yang lain-lainnya mih "
"Oke deh, Mamah simpan resep yang ini, Mami tuh pengen sesuatu yang spesial aja gitu buat Daisy apalagi ini pernikahan terakhir anak Mami kan. Lucas kam udah sekarang Daisy jadi Mami pengen ada sesuatu yang dibuat oleh Mami. Nanti kamu ikut fitting baju ya sama Daisy"
"Bukannya udah Mih"
"Iya waktu kemarin tuh kegedean bajunya dikecilin lagi. Sekalian nanti kamu ukur buat kamu juga sama Daniel ya. Sama Lucas juga nanti sana kamu tentuin dulu aja ukuran Lucas. Mami tahu anak itu nggak akan pernah mau masuk ke butik sulit untuk ajak dia jadi lebih baik kamu yang langsung pilihkan "
"Iya Mih, nanti aku yang pilihkan semuanya"
Kat kembali mencomot kuenya. Enak sekali kuenya ini nanti Kat akan meminta resepnya untuk dirumah, untuk anaknya dan suaminya.
...----------------...
Fia mengatur nafasnya, Fia mengenggam tepi tangga dengan sangat erat sekali "Sepertinya ada yang mau ikut campur tentang cara aku mengurus Sela. Aku tidak akan pernah rela kalau Sela sampai jatuh ke tangan Adiba dan malah menganggap Adiba sebagai ibunya. Aku di sini yang mengurusnya dari kecil. Aku yang selalu ada disamping Sela "
"Aku tidak rela kalau dia sampai jatuh ke tangan Adiba, dia tidak boleh tahu siapa ibunya. Aku tidak mau apa yang selama ini aku lakukan malah sia-sia. Aku ga mau sampai itu terjadi. Enak saja sudah besar mau dia aku. Aku yang mengurusnya dan selalu ada disampingnya "
"Di sini aku yang berhak atas Sela sampai besar pun aku yang berhak, tidak boleh orang lain aku tidak rela. Kalau Sela nanti tak ada siapa yang menemani aku dan juga mengurusku saat tua "
Fia masuk kedalam kamarnya dan melihat Sela yang sedang bermain sendirian. "Ibu aku ingin keluar Lihatlah Daniel kasihan sendirian. Sepertinya dia menungguku, aku sudah berbuat janji bersamanya kita akan main sama-sama tapi aku malah tidak datang. Bolehkan ibu akan tidak akan nakal aku akan baik dan tak akan lama mainnya ibu "
"Sudah Ibu bilang kan diam dan jangan pernah bermain lagi dengan dia, dengan Daniel dan kamu juga dilarang untuk berbicara dengan ibunya ayahnya bahkan dengan Nyonya Zeline sekalipun, kamu tidak boleh berbicara dengan mereka kamu hanya boleh berbicara dengan ibu dan Ayahmu saja. Awas saja kalau kamu membantah kata-kata ibu. Ibu adalah ibu kamu "
"Tapi kenapa, aku juga ingin bicara dengan orang lain, aku juga ingin bermain dengan yang lain apalagi selama ini aku tidak punya teman saat ada Daniel aku merasa bahagia sekali karena ada yang menemani. Ibu tolong jangan larang aku ibu "
"Tidak bisa, ibu sudah bilang kan kamu jangan terus membantah kata-kata ibu, jadi lebih baik setiap hari kamu diam saja di kamar. Jangan pernah keluar kamar ibu yang akan mengantarkan makananmu kemari"
"Tapi"
"Tidak ada tapi tapian Sela kalau kamu memang sayang pada ibu maka diam di sini dan jangan pernah membantah"
"Baiklah ibu"
Fia kembali keluar dari dalam kamar, tapi kali ini Fia mengunci pintunya takut-takut Sela akan kabur nantinya bisa gawat kalau sampai kabur kan.
Fia akan mengurung terus Sela. Sela harus selalu ada disampingnya. Sela adalah segalanya untuknya.
__ADS_1