
Vio dan juga Kat membawa barang-barang Ayu ke dalam ruangan itu. Ayu tidak menyangka kalau ibu mertuanya akan dengan cepat setuju dan tidak banyak tanya juga padanya, sungguh Ayu beruntung sekali mendapatkan ibu mertua yang seperti ini.
"Kamu baik-baik di sini ya. Mama akan selalu tengokin kamu nanti ada beberapa pelayan yang datang kemari untuk mengantarkan sarapan kamu. Kalau butuh apa-apa kamu jangan sungkan langsung bicara aja nggak usah takut-takut ya"
"Iya ma, makasih ya ma udah peduli sama aku. Aku senang banget "
"Ya pastilah Mama peduli sama kamu, kalian berdua itu sudah mama anggap seperti anak mama sendiri. Jadi jangan pernah takut pada mama "
Ayu menganggukan kepalanya, dia bahagia sekali mempunyai ibu mertua yang baik sekali. Dari bayangannya dari film yang selalu Ayu tonton ibu mertua itu selalu jahat, selalu tak punya hati selalu saja egois dan ingin menang sendiri.
Tapi sekarang Ayu mendapatkan ibu mertua yang jauh dari pikirannya, ternyata tidak semuanya ibu mertua seperti itu ada yang baik juga seperti Ibu mertuanya sekarang.
Kat dan juga Vio setelah berbincang-bincang dengan Ayu sebentar keluar dari rumah itu, bahkan menguncinya dari luar. Kat benar-benar menyembunyikan Ayu menantunya dengan sangat baik.
Seolah-olah memang Ayu itu pergi jauh tidak ada di sini, padahal masih ada di lingkungan rumah mereka juga. Hanya beberapa langkah saja. Kat ingin melihat bagaimana respon anak nakalnya itu apa akan khawatir apa akan biasa-biasa saja meneruskan kenakalannya itu.
Ayu yang sudah ditinggalkan oleh ibu mertuanya dan kakak iparnya mengelilingi rumah itu, sangat besar sekali rumahnya. Ya menurutnya ini sangat besar, memang rumah utama lebih-lebih besar lagi tapi ini sudah cukup untuk Ayu.
Malahan Ayu cukup takut juga sih tinggal sendirian di rumah ini, disini ada dapur juga, kamar mandi ada dua. Lalu ada dua kamar juga semuanya rapih tertata dengan rapi, ruang tamu juga ada lengkap dengan televisi dan yang lainnya. Bahkan kalau mau memasak pun bisa di sini pokoknya semuanya sudah disediakan oleh Mama mertuanya itu dengan lengkap sekali.
Ayu berdoa semoga saja saat tinggal di sini Ayu tidak memikirkan tentang Alex. Ayu akan fokus dulu pada kandungannya. Ayu tidak mau kenapa-napa bayinya ini Ayu sedang hamil muda, jadi Ayu tidak mau memikirkan hal-hal berat dulu dan Ayu juga tidak mau bertengkar dengan Alex.
Kalau saja kakak iparnya itu tidak punya ide ini mungkin sekarang malam ini Ayu akan bertengkar hebat dengan Alex, dan pasti telapak tangan Alex sudah melayang ke tubuhnya ini, itu pasti akan membahagiakan sekali bayinya kan.
__ADS_1
Alex pasti tak akan segan-segan untuk memukulnya tadi saja saat dikantor dia kasar apalagi nanti saat dimakar berdua pasti akan lebih parah lagi dia. Alex adalah laki-laki tampan yang menyeramkan menurut Ayu.
Saat akan menikah banyak yang memuji Alex dari kalangan temannya dan keluarganya. Katanya Ayu beruntung mendapatkan suami yang tampan, kaya dan punya segalanya padahal kalau boleh memilih Ayu tidak mau dengan Alex.
Mereka saja belum tahu bagaimana Alex yang sebenarnya. Kalau sudah tahu mungkin mereka juga tak akan mau. Mereka juga akan mundur. Ayu lebih baik menikah dengan laki-laki biasa-biasa saja yang sama dengannya. Itu akan lebih baik kan.
Dari pada dengan laki-laki yang tak sebanding dengannya, dari tampang, dari ekonomi jelas sudah berbeda sekali pasti kalau nanti ada pertengkaran Alex akan mencaci makinya seperti dulu saat tinggal di apartemen.
...----------------...
Alex pulang dengan wajah yang sudah kusut. Dia langsung masuk ke dalam kamar tapi suasana sangat sepi sekali kosong "Ayu Ayu kamu dimana, kemarilah jangan sembunyi dariku. Jangan makin membuat aku marah kemarilah istriku yang nakal" teriak Alex dengan menggelegar tidak peduli akan didengar oleh keluarga yang lain, yang terpenting sekarang adalah D
Di mana keberadaan Ayu perempuan itu. Alex sudah bersiap-siap.
"Kamu cari Ayu Alex"
Alex langsung membalikkan badannya saat mendengar suara Mamanya "Dimana Ayu Ma, Alex baru pulang seharusnya sebagai istri dia menyambut Alex dengan baik kan, bukannya malah tidak ada seperti ini. Kemana dia apa sedang memasak atau sedang jalan-jalan Ma "
"Lalu apakah kamu sebagai suami sudah menjalankan tugas kamu membahagiakannya, menafkahinya secara lahir dan batin, jujur padanya, tidak selingkuh padanya dan selalu terbuka padanya satu lagi selalu memprioritaskan dia. Kamu sudah melakukan itu semua Alex "
Alex yang ditanya seperti itu langsung diam. Pernikahan ini adalah pernikahan yang dibuat Alex sebagai permainan, maksudnya pernikahan mereka ini hanya satu tahun untuk apa Alex melakukan hal itu. Toh mereka juga tak akan lama kan.
"Di mana Ayu mah, Alex membutuhkannya Alex ingin bertemu dengan Ayu "
__ADS_1
"Dia pergi entah ke mana, Mama juga membiarkannya saja saat dia membawa barang-barangnya lagi. Mama tidak mau berurusan dengan rumah tangga kalian. Urus saja rumah tangga kalian masing-masing, mama tidak mau ikut campur sih, hanya Mama tanya apakah kamu sudah menjalankan tugas kamu dengan benar. Jangan hanya meminta istri kamu untuk selalu mengikuti kamu, harus memprioritaskan kamu, harus melayani kamu, tapi kamu sendiri tidak memberikan timbal balik yang baik dan seharusnya "
"Mama tidak mau kamu itu setelah menikah masih saja main-main dengan Ayu. Memangnya kamu tidak takut dengan karma. Bagaimana nanti kalau kamu punya anak perempuan, kamu pikir tidak kalau nanti anak kamu dipermainkan seperti apa yang kamu lakukan pada Ayu bagaimana, Mama sih ga mau ya sampai cucu Mama diperlakukan seperti itu, Mama tidak akan rela. Seharusnya kamu berpikir dulu ke sana sebelum melakukan hal fatal "
"Mama tidak suka ya kamu sudah menikah tapi masih bermain-main dengan perempuan lain, bahkan sampai melakukan hubungan suami istri. Kamu tahu Alex itu membuat Mama kecewa membuat Mama sakit hati, selama ini didikan Mama ternyata gagal. Selama ini Mama terlalu baik, Mama terlalu percaya mama terlalu membela kamu sampai-sampai kamu berani melakukan itu menyakiti banyak orang lain. Bukan satu atau dua orang saja banyak yang kamu sakitin Alex "
"Mama udah gagal jadi seorang ibu buat kamu, mungkin mama seharusnya keras dari dulu sama kamu Alex. Seperti yang Ayah kamu katakan. Kamu ga takut nanti punya penyakit dengan ganti sana sini pasangan. Alex kamu benar-benar membuat Mama pusing dan kecewa sekali "
Alex menundukkan kepalanya saat melihat mamanya menangis. Alex merasa bersalah sekali dengan apa yang dia lakukan "Mah maafin Alex jangan nangis kayak gitu, Alex minta maaf Mama nggak pernah gagal, Alex nya aja yang nakal. Alex minta maaf sama Mama, Alex ga akan lakuin itu lagi Alex akan berubah Ma "
Kat menghapus air matanya "Kalau kamu emang bener-bener mau minta maaf sama mama jadi anak yang bener, tanggung jawab jangan terus main-main kayak gini Lex. Kamu ini makin hari makin bertambah dewasa maka pikiran kamu juga harus ikut dewasa, perilaku kamu juga harus dirubah. Mama ga pernah ya didik kamu untuk nyakitin perempuan, untuk melakukan hubungan bebas seperti itu. Dari dulu mama sudah bilang jangan pernah seperti itu tapi kamu malah melanggar dan melakukannya Alex "
"Kamu buktiin aja sama Mama, kalau kamu bisa berubah. Jangan minta maaf terus tapi kamu terus melakukan hal itu terus aja kayak gitu. Ga pernah ada perubahan sedikitpun terus aja ngelakuin hal yang sama lagi hal yang sama lagi ga ada perubahannya sama sekali ya Lex"
Kat menarik nafasnya. Lalu setelah sedikit tenang Kat melangkah pergi meninggalkan Alex. Alex masih diam tidak mengejar mamanya. Alex tahu mamanya sangat marah sekali. Alex berpikir Ayu pergi ke mana. Dia tidak punya uang kenapa dia gegabah pergi begitu saja, mau makan apa anak itu apa lagi didalam perutnya ada anaknya.
Alex membuka pintu pakaiannya bersama Ayu, benar saja barang-barang Ayu sudah tidak ada. Sedangkan barang-barang yang diberikan Alex maksudnya yang diberikan oleh Mamanya masih ada semuanya, pakaian, sepatu, tas, perhiasan masih lengkap tidak ada yang berkurang satupun Ayu hanya membawa barang-barangnya saja yang dia bawa dari tempat tinggalnya hanya itu saja tak ada lagi.
Alex membuka kancing kemejanya yang paling atas rasannya sesak sekali" Kemana perempuan itu kenapa bisa kabur seperti ini sih, ada saja tingkahnya ini membuat aku binggung harus mencarinya kemana"
Kemarahan Alex tadi langsung hilang seketika saat mendengar semua kata-kata mamanya, sekarang yang harus Alex temukan adalah Ayu. Ayu sedang mengandung anaknya Alex harus menemukannya tidak boleh Ayu pergi dari sampingnya. Alex belum membolehkannya untuk pergi maka Ayu tidak boleh pergi kemana-mana anggap saja dirinya ini egois.
Alex kembali pergi dari rumah untuk mencari keberadaan Ayu, padahal Ayu sendiri ada di rumah belakang. Dia sedang menonton televisi sambil makan camilan yang sudah ada di dalam kulkas. Alex yang pusing dan Ayu yang sedang duduk manis menikmati sore harinya dengan tenang.
__ADS_1