
Tak terasa sudah 2 Minggu mereka ada di villa ini. Kat tidak diperbolehkan keluar sendirian. Bahkan harus selalu bersama Lucas.
Kat hanya bisa sendiri kalau ingin berkeliling di villa saja. Sungguh tak bebas sekali, rasanya seperti dipenjara di sangkar emas.
Sekarang Kat sedang melihat Lucas yang berolahraga, kenapa dirinya tak ikut malas saja. Biarkan Lucas sendirian berolahraga.
"Sayang kemarilah bantu aku "
Kat dengan malas-malasan menghampiri Lucas " Duduk sayang di kakiku, aku akan melakukan sit up"
"Tapi jangan macam-macam "
"Kapan aku macam-macam sama kamu sayang, sini duduk sayangku bantu suamimu ini olahraga. Agar aku bisa sekalu sehat dan olahraga ranjang dengan kuat tiap hari denganmu "
Kat yang mendengarnya malah merinding, melakukan olahraga ranjang tiap hari, apakah sudah gila yang ada bisa ngempor.
Kat segera duduk dan Lucas melakukan sit up nya, tapi ternyata Lucas bukan melakukan sit up bisa. Setiap dia mengangkat tubuhnya dia mencium bibir Kat.
"Kamu selalu mesum "
"Aku tidak pernah mesum pada orang lain sayang, aku hanya mesum padamu "
Lucas terus saja melajukan itu sampai dia beres "Berbaring sayang "
"Mau apa lagi "teriak Kat yang takut aneh-aneh lagi.
"Aku mau pus up "
"Ya sudah langsung pus up saja kenapa aku harus berbaring "
"Tidak mau, aku tidak mau "
"Dosa membantah suami loh sayang "
Kat dengan kesal akhirnya berbaring juga. Selalu saja Lucas seperti itu, mengatas namakan dosa. Kat berbaring dengan wajah yang kesal dan bibir yang manyun saking kesalnya.
Lucas segera melakukan olahraga mesumnya, benarkan dia melakukannya lagi saat turun kebawah mencium kening, bibir paling banyak bahkan sesekali **********.
"Sayang kita ke kamar yu, kita harus menuntaskan olahraganya di ranjang "
__ADS_1
"Kamu, aku ga mau "
Lucas tidak menerima bantahan dia mengendong Kat dan membawanya kedalam kamar. Baru saja Lucas akan melakukan pemanasan Kat langsung menahannya.
"Kenapa sayang "
"Jangan lakukan itu, perutku suka sakit saat kita melakukan itu "
"Kamu tidak berbohong "selidik Lucas
"Tidak, untuk apa aku berbohong padamu"
"Apa kamu hamil "
"Secepat ini "
"Kita pulang hari ini juga, kita akan periksa nanti apakah kamu hamil atau engga. Aku sih inginnya kamu hamil sayang. Kamu segeralah bersiap aku akan membereskan barang-barang kita "
Kat duduk dan memandang perutnya "Apakah akan secepat ini, kenapa begitu cepat" gumam Kat.
Wajah Kat sudah sangat pucat dan ketakutan. Kalau dirinya hamil apakah Lucas tak akan pernah melepaskannya. Bagaimana ini dirinya sangat takut hidup dengan Lucas.
"Sayang kenapa melamun, aku sudah beres kita tinggal pulang. Ayo cepat pergi ke mobil sekarang kita pulang sayang"
Tangan Kat langsung dituntun dan mereka benar-benar pulang hari ini. Kat sangat ketakutan sekali. Banyak sekali yang dirinya fikirkan.
...----------------...
Kat duduk sambil menundukan kepalanya, tadi sudah diperiksa tapi hasilnya belum keluar. Kat menatap Lucas yang begitu santai dan tersenyum padanya.
Sepertinya dia sangat senang sekali,"Kenapa sayang kamu tegang seperti itu "
"Emm, tidak aku hanya takut "
"Ada aku disini sayang "
Nama Kat dipanggil, mereka masuk kembali kedalam ruangan, dokter sudah tersenyum pada mereka berdua "Selamat kalian berdua akan menjadi orang tua, nona Kat sedang mengandung. Usia kandungannya sangat muda dan rawan. Saya akan memberikan vitamin. Karena tadi nona Kat mengeluh sakit perutnya maka untuk sementara waktu jangan melakukan hubungan suami istri dulu "
"Baik terimakasih dokter atas informasinya "
__ADS_1
"Sama-sama tuan "
"Oh ya untuk nona Kat makanannya dijaga ya, kalau misalnya ada sakit lagi anda bisa langsung menghubungi saja Nona. Ini kartu nama saya "
"Iya dok terimakasih " jawab Kat dengan lemas.
Lucas mengandeng tangan Kat keluar, senyum tak pernah luntur dari wajah Lucas, dia terus saja tersenyum.
Saat diperjalan Kat tak banyak bicara, dia sibuk dengan pemikirannya. Takut kalau Lucas akan melukai anaknya.
Dirinya tak masalah hamil diusia muda seperti ini, tapi apakah Lucas tak akan kasar pada anaknya seperti dulu yang kasar pada dirinya.
Rasa takut itu terus menggerogoti fikirannya, ingin berlari dan membesarkan anak ini sendiri tapi itu tidak mungkin Lucas pasti akan menemukannya.
Apalagi sekarang dalam kandungannya ada anaknya. Pasti tak akan lama Lucas akan menemukannya dengan sangat mudah kan.
Lucas meniup wajah Kat yang dari tadi melamun "Sudah sampai rumah sayang, apakah kamu betah dalam mobil "
"Hemm, sudah sampai "
Kat melihat sekitar ternyata benar sudah sampai rumah. Lucas keluar dan mengedong Kat untuk keluar dari dalam mobil.
Kat langsung mengalungkan tangannya keleher Lucas dan menyenderkan kepalanya kedada bidang suaminya.
Meskipun risau dan takut dirinya butuh sandaran, dan ini adalah tempat ternyaman untuknya. Entah kenapa dirinya bisa berfikir seperti itu.
Lucas membaringkan Kat dengan sangat perlahan, Lucas juga mengantikan pakaian Kat dengan yang lebih nyaman. Kat tak banyak bicara dan membiarkan Lucas melakukan apa saja padanya.
Setelah selesai Lucas keluar dari kamar. Katanya ada sebuah pekerjaan yang mendesak yang harus segera dikerjakan.
Kat mengelus perutnya, Kat tersenyum "Maaf sebelumnya Ibu seperti tidak menerima keberadaanmu sayang, karena ibu takut kalau nanti Ayah kamu akan menyakiti kamu seperti dia menyakiti ibu. Sekarang ibu harus bagaimana, apakah harus bertahan bersama ayahmu atau kita hidup berdua. Apakah kamu akan nyaman nanti hidup berdua bersama ibu. Apakah kamu tidak akan bertanya sosok ayah banti pada ibu"
Kat mengigat masa lalunya, saat tak memiliki kasih sayang orang tua. Rasanya sakit sekali. Apakah dirinya harus bertahan demi anaknya.
Diolok-olok oleh teman-temanya karena tidak punya ibu, selalu dijauhi karena tak punya ibu, apakah dirinya akan sanggup kalau itu terjadi pada anaknya.
Bagaimana nanti anaknya sama sepetinya di olok-olok karena tak punya ayah, Kat langsung mengelengkan kepalanya "Tidak aku jangan sampai melakukan itu"
"Aku harus mulai bertanya pada Lucas dari sekarang, apakah nanti saat anakku lahir dia akan kasar pada anakku atau tidak. Ya itu lebih baik aku bertanya, daripada aku harus bertanya-tanya pada diriku sendiri dan membuat anakku susah dikemudian hari. Lebih baik aku bertanya saja padanya nanti. Saat tahu hasilnya aku aka mengambil salah satu rencanaku itu"
__ADS_1
Kat memeluk perutnya "Sayang selalu sehat ya, ibu akan menunggu kelahiran mu ini. Ibu akan sangat bahagia sekali nanti saat kamu lahir dan bertumbuh menjadi anak yang baik dan pintar. Semoga saja kelakuan ayahmu tidak menurun padamu nak, jangan sampai itu terjadi sayang "