Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 187 Tamara takut


__ADS_3

Tamara yang sedang makan dikagetkan dengan kedatangan Lea. Tamara sampai diam melongo melihat kejadian itu.


Lea duduk berhadapan langsung dengan Tamara. Sedangkan Tamara badannya seperti kaku tak bisa melakukan apa-apa.


Lea tersenyum pada Tamara, Lea memiringkan kepalanya lalu kembali menggerakkannya, terus seperti itu. Lalu senyum Lea berubah menjadi menyeringai.


"Apa kabar Tamara. Senang bisa bertemu lagi denganmu. Kamu senang kan bertemu denganku. Aku bahagia sekali bisa bersamamu, kamu tahu kita akan bersama lagi "


Tamara masih diam, bahkan mulutnya juga susah untuk digerakkan "Apa salahku Tamara, apa salahku"tiba-tiba Lea yang ada dihadapan Tamara berteriak.


Tamara sampai terjungkal dan menatap Lea yang berjalan kearahnya. Lalu berjongkok dan memelototi Tamara.


"Apa salahku Tamara, apa salahku sampai-sampai kamu menghabisi ku. Apa yang telah aku lakukan padamu. Aku tak pernah jahat padamu aku selalu menjagamu tapi ini balasanmu Tamara "


"Aku tidak salah "akhirnya Tamara bisa berbicara. Tamara memundurkan tubuhnya.


"Aku tidak pernah bersalah itu pantas kamu terima. Kamu telah menghancurkan aku Lea. Kamu pantas dibunuh seperti itu. Aku puas dengan apa yang aku lakukan padamu. Memang pantas kamu mati"


"Tidak pernah bersalah, kamu telah bersalah. Kamu jahat Tamara kamu jahat. Kamu harus ikut denganku kamu harus menemaniku. Bukanya kita akan hidup semati kan, maka sekarang temani aku ikut denganku"


"Aku kedinginan Tamara, aku kesepian tak ada siapa-siapa "


Tamara mengelengkan kepalanya "Mati saja sendiri, kamu sudah mati kamu tidak nyata "


Lea mencekik leher Tamara, Tamara terus berusaha melepaskan cekikan itu dan "Akhh " Tamara berteriak dan terbangun dari mimpi buruknya.


Tamara sampai ngos-ngosan, Tamara menatap sekitar kamarnya. Tak ada siapa-siapa disini kosong. Yang tadi ternyata mimpi.


Tamara mengusap keringat dingin di keningnya, Tamara melihat kearah jendela sudah mulai gelap"Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu, kenapa bisa sih. Apa karena aku membawa jenazahnya kemari, apakah itu penyebabnya, sialan Lea sudah meninggal saja kamu membuatku repot apalagi hidup"


Tamara melihat kopernya, sepertinya itu barang-barang yang sudah disiapkan oleh bibi Merry. Apakah pergi saja dari rumah ini.

__ADS_1


Tapi bagaimana dengan perusahannya, lalu bagaimana dengan kehidupannya kalau ada polisi apakah akan diketahui Lea ada disini. Tapi tidak mungkin juga itu ruang rahasia.


Kalau tidak ada yang memberi tahu tidak akan terbongkar kan. Tamara bangkit dan mondar-mandir harus ikuti rencana bibi Merry saja atau bagaimana, takut-takut ini malah jebakan bibi Merry saja kan.


Tamara keluar dari dalam kamar, sepi sekali apalagi lampu juga mati "Ini orang-orang kemana, kenapa gelap sekali. Heyy kepala kalian para pelayan bodoh"


Tamara mencari orang-orangnya kemana mereka. Rumah gelap seperti ini. Tamara menyalakan lampunya dan dia seperti melihat Lea di pojok kamar tamu.


"Lea "gumam Tamara dengan pelan.


Tamara mengelengkan kepalanya, Tamara mundur beberapa langkah dan berlari meninggalkan tempat itu. Bahkan Tamara sampai lari keluar rumah.


"Nyonya kenapa keluar rumah, ada apa. Apakah ada perlu nyonya "


"Itu didalam "


"Iya nyonya kenapa didalam "


"Apakah Lea hidup kembali ? "tanya Tamara.


"Bukannya sudah tiada ya nyonya, bukannya dia sudah dinyatakan tiada nyonya "


"Sudah lupakan "


Tamara masuk kedalam rumah lagi, tapi dia berjalan sangat perlahan masih takut. Seumur-umur baru kali ini dirinya ketakutan seperti ini.


Padahal sudah banyak nyawa yang mati ditangannya tapi entah kenapa sekarang malah ketakutan seperti ini, rasannya seperti nyata. Tidak mungkinkan Lea yang sudah tiada bangkit lagi.


Sudah banyak sekali tusukan ditubuh Lea, tak mungkin dia hidup lagi setelah dinyatakan tiada. Memangnya dia punya nyawa berapa kalau sampai hidup lagi.


"Bibi Merry, bibi Merry kamu dimana bibi Merry jangan menakuti ku, sebenarnya kalian semua dimana. Aku tidak suka ya dengan kalian yang seperti ini " teriak Tamara dengan marah.

__ADS_1


"Bibi Merry "


Tamara berlari kearah kamar belakang, kamar pelayan. Tamara dengan tidak sabaran mengetuk pintu kamar bibi Merry.


Tak butuh waktu lama pintu langsung dibuka "Ada apa Tamara, apakah kamu butuh sesuatu "


Tamara langsung masuk dan menutup pintu dengan kasar juga "Ada apa dengan kamu ini, kenapa tiba-tiba seperti ini. Apa ada tamu diluar "


"Ya ada tamunya Lea "


"Apa, dia hidup lagi kamu harus tanggung jawab Tamara temui dia"sambil mendorong Tamara


"Bibi "bentak Tamara dengan kesal


"Apa, bibi benarkan temui dia. Cepat kamu harus minta maaf padanya. Hayo bagaimana Lea hidup lagi. Mungkin nanti malam dia akan tidur disampingmu "


"Bi, kamu ini ya jangan menakut-nakuti "


"Kenapa harus takut, kamu kan sudah banyak menghabisi nyawa orang lain tapi kenapa karena masalah Lea gentayangan saja takut cemen kamu"


"Aku tahu, ini soal orang yang udah mati emangnya bibi berani "


"Berani kan bukan bibi yang bunuh Lea dan bibi ga salah apa-apa buat apa bibi takut coba. Udah sana masuk kamar istirahat "


"Aku tidur disini aja "


"Yaudah bibi tidur dikamar kamu aja ya"


"Bi"


"Apa Tamara "

__ADS_1


"Ga usah bibi disini saja "


Tamara keluar dari kamar, masih dengan rasa takut yang begitu besar. Sedangkan bibi Merry terkikik geli melihat tingkat Tamara yang sangat lucu. Tau rasakan bagaimana digentayangi.


__ADS_2