
Bibi Merry masih setia memeluk tubuh Tamara "Tamara maafkan bibi, untuk perminta maafan bibi, bibi akan mengurus anakmu. Bibi janji akan mengurus dia dengan sangat baik sekali "
Bibi Merry melepaskan pelukannya dan mengambil bayi yang sedang menangis, lalu membaringkan bayi itu didada Tamara. Bayi itu langsung tak menangis.
Makin menjadi-jadi saja rasa bersalah bibi Merry. Bibi Merry sampai terduduk lemas. "Bibi Merry anda mau ikut dibakar juga. Jika ingin selamat maka sekarang cepat keluar dari ruangan ini, kami tidak punya banyak waktu untuk menunggumu yang menangisi perempuan mati itu. Kami punya pekerjaan lagi. Jadi cepat jangan membuang-buang waktu kami"
"Tolong kuburkan dia dengan layak, aku minta itu pada kalian. Tamara harus dikubur dengan kayak agar nanti anaknya sudah dewasa bisa tahu dimana makan ibunya "
"Tuan tidak memerintahkan itu, kami hanya perlu membakarnya saja bersama rumah ini. Tolong jangan membuat pekerjaan kami lebih berat lagi. Kalau memang ingin selamat maka pergilah bawa bayi itu. Jika ingin meninggal dengan perempuan itu maka kami siap untuk membakar Bibi serta bayi itu juga, kami akan berbicara nanti pada tuan "
"Kejam kalian semua ya"
"Bibi juga sama kejamnya, tak ada bedanya dengan kami "
Mereka menyiramkan minyak tanah ke area ruangan itu. Bibi Merry dengan cepat mengambil kembali bayi itu dan pergi dari rumah itu juga. Tak mungkin bibi Merry diam disana dan membantah kata-kata mereka. Bibi Merry harus menyelamatkan anak ini.
Baru saja Bibi Merry melangkah beberapa langkah sudah ada api yang menyala. Benar-benar mereka ini terburu-buru pasti Lucas ingin semua bukti ini hilang, dia ingin tak disalahkan. Bagaimana bibi Merry nanti menjelaskan pada anak ini tentang ibunya.
Bibi Merry membawa lari bayi itu, tak mau sampai ada orang yang tahu atau nanti Lucas berubah pikiran dan ingin membawa anak ini. Bibi Merry tidak mau sampai itu terjadi.
...----------------...
Lucas yang baru datang melihat meja makan yang penuh dengan makanan, pasti istrinya yang telah memasak ini. Lucas terduduk di kursi meja makan menyesal dengan apa yang dirinya lakukan.
Seharusnya Tamara dikesampingkan terlebih dahulu dan Lucas memikirkan dulu janjinya pada sang istri. Kenapa coba bisa lupa seperti ini. Padahal dirinya yang membuat janji.
Lucas berlari ke arah kamar dan ternyata istrinya sedang tidur, tapi ada sebuah kertas yang ditindih oleh ponsel istrinya. Dengan perlahan Lucas segera mengambil surat itu.
Kalau kamu memang tidak bisa menepati janji maka jangan berjanji. Mulai sekarang jangan pernah membuat janji lagi padaku, aku tidak mau untuk kecewa lagi. Aku sudah masak banyak buat kamu nanti kalau kamu pulang makan ya atau mungkin minta pelayan untuk menghangatkannya lagi, kalau kamu tidak mau memakannya tak masalah buang saja makanan itu.
Aku tidak akan marah, jadi tak usah memikirkan perasaanku ya. Jangan terlalu lelah kalau bekerja, usahakan untuk istirahat jangan membuat tubuhmu lelah.
Lucas menatap tubuh sang istri yang tertidur lelap, Lucas mengusap rambut sang istri "Maafkan aku, aku sungguh minta maaf sayang. Aku tidak bermaksud untuk melakukan ini padamu. Aku sungguh minta maaf padamu sayang"
Lucas diam menatap istrinya lama, tapi dia ingat kata-kata istrinya tentang makanan. Lucas segera bergegas pergi kearah ruang makan.
Menatap makanan yang ada dihadapannya, lalu mengambil satu-satu makanan yang di masak sang istri.
Lucas memakannya dengan sangat lahap sekali. Lucas akan menghabiskan makanan ini semua makanan ini. Lucas nanti pagi akan meminta maaf pada istrinya. Lucas tak akan seperti ini lagi, tak akan mengecewakan lagi sang istri.
Janjinya akan selalu ditepati, tak akan ingkar seperti ini. Ya semua masalahnya sudah selesai jadi janjinya akan selalu ditepati.
...----------------...
Saat Lucas bangun, Lucas tak melihat ada sang istri "Sayang kamu dimana, sayang " panggil Lucas sambil mengucek matanya.
Lucas bangun dan mencari keberadaan istrinya, pergi ke kamar anaknya istrinya tak ada. Lalu ke ruang bawah juga tidak ada. Di meja makan juga tidak ada, kemana sebenarnya istirnya ini. Kenapa tak ada dimana-mana seperti ini.
__ADS_1
"Bi istriku mana, kenapa dia tak ada dimana-mana apakah dia pergi berbelanja atau mungkin jalan-jalan bersama Daniel di kompleks "
"Nyonya tadi pagi-pagi sekali pergi tuan, nyonya juga membawa tas besar "
"Pergi. Kenapa tidak ada yang menahannya kenapa malah membiarkannya pergi begitu saja, apa kalian semua ini tak betah lagi bekerja denganku. Kenapa istriku dibiarkan pergi begitu saja. Kenapa tak ada yang menahannya sama sekali "
"Nyonya bilang mau ke rumah Nyonya Zeline, katanya mau main ke sana mungkin beberapa hari katanya Tuan. Saya disuruh untuk mengatakan itu pada Tuan. Saya tadi sudah menahannya tapi nyonya mengancam kami kalau dia akan pergi jauh bila tak diizinkan dan membangunkan tuan juga "
"Kalian ini ya, harusnya setelah istriku pergi langsung bangunkan aku. Bukannya menurut begitu saja. Memangnya kalau sampai terjadi apa-apa pada istriku kalian akan tanggung jawab "
Lucas pergi ke kamarnya lagi, lalu mengambil ponselnya untuk menelpon nomor istrinya, tapi tidak diangkat sama sekali tidak diangkat. Lucas langsung menghubungi nomor ibunya semoga saja Kat benar-benar ada dirumah ibunya.
"Ada apa Lucas, kamu baru ingat sama Mami kamu sendiri udah lama ga ngehubungin Mami kayak gini. Kapan kamu kemari hemm, apa setelah menikah kamu melupakan mamih dan yang lainnya "
"Apa Kat ada di rumah mamih "Lucas langsung saja pada intinya tak menjawab kata-kata dari mamihnya.
"Istri kamu ya "
"Iya Mih siapa lagi, Katherine kan emang istri aku. Ada kan Kat disana mih "
"Kenapa kamu tanya sama Mami, kamu kan suaminya masa nggak tahu istri kamu ke mana. Coba kamu hubungi istri kamu itu"
"Mih tolong serius dong untuk satu hal yang ini, aku tanya benar-benar sama Mami apa Kat ada ke rumah Mami. Kata pelayan kalau Kat itu pergi ke rumah mamih, jadi sekarang aku tanya sama mamih apakah Kat ada dirumah mamih "
"Ada sih Katherine di sini, tapi dia nggak mau bicara sama kamu deh kayaknya dia nggak mau dulu ditemuin sama kamu. Ada apa sih ada masalah apa sampai-sampai Kar ke sini. Untung aja Kat pulang ke mami kalau misalnya dia perginya ke lain tempat gimana kamu mau cari kemana. Apalagi Kat itu pintar untuk menyembunyikan dirinya "
"Iya dia baik-baik aja kok, tadi pagi dia datang ke sini. Kirain Mami sama kamu tapi nggak ada kamunya. Mamih tanya juga kata Kat kamu lagi sibuk kerja. Sebenarnya ada masalah apa sih antara kamu sama Kat "
"Emang aku yang salah sih mih, nanti deh aku jemput istri aku ke sana ya. Aku mau bicarain ini dengan baik-baik. Emang seharusnya aku prioritasi dia mih. Aku terlalu mengejar ambisi ku terlalu jauh "
"Menurut Mami sih jangan sekarang-sekarang dulu. Lebih baik kasih waktu dulu buat dia mikir. Kamu jangan terburu-buru nanti kalau misalnya Kat lari dari kamu gimana, makin tambah masalah kan. Kasian juga Daniel nantinya "
"Iya juga sih mi, tapi tolong jaga Kat ya jangan sampai Kat ke mana-mana di rumah Mami aja. Jangan biarin Kat keluar sendiri ya mih "
"Iya Kat di rumah Mami, mau ke mana dia nggak akan kemana-mana kok Kat. Tenang aja dirumah mamih aman ga akan ada masalah kok disini "
"Iya Mih tolong banget jaga Kat, aku titip dia sama mamih "
"Iya, ya udah mami mau sarapan dulu sama keluarga yang lain ya. Manti Katherine curiga loh kalau Mami lagi teleponnya sama kamu, nanti dia kabur loh"
"Ya udah makasih ya mih "
"Sama-sama sayang "
Lucas bernafas dengan lega, kalau istrinya ada di rumah ibunya kan tenang. Lucas akan menyusulnya nanti kesana. Lucas akan memberi waktu untuk istrinya dulu.
Tiba-tiba ada pesan dari sang istri. Lucas segera membuka pesannya.
__ADS_1
Istriku : Kamu jangan nyusul aku ya. Nanti kalau aku mau pulang pasti aku juga pulang sendiri kok. Kamu beresin dulu aja kerjaan kamu yang banyak itu, yang ada di luar sekalian. Sebenarnya aku nggak mau berpikiran negatif sama kamu tapi karena sikap kamu dan juga gerak-gerik kamu itu mencurigakan banget, aku ga tahu harus berfikir bagaimana lagi.
"Ya ampun sayang, aku ga mungkin khianatin kamu. Pasti kamu berfikir kalau aku ini udah khianatin kamu"
Lucas menyugar rambutnya dan masih menatap ponselnya. Lalu Lucas segera membalas pesan sang istri. Tak mungkin Lucas membiarkannya begitu saja kan.
Lucas :Kamu hanya pergi percaya aja sama aku sayang. Aku ga mungkin nyeleweng, kamu tenangin diri kamu aja dulu ya di rumah mamih. Aku udah dapat info dari pelayan kalau kamu pergi kerumah mamih.
Lucas menyimpan ponselnya dan kembali kelantai atas untuk segera bersiap. Akan Lucas bereskan semua tugas-tugas kantornya yang menumpuk itu.
...----------------...
Kat yang sedang menonton bersama ibu mertuanya kaget melihat Tamara menjadi buronan. Zeline juga tak membahas tentang Kat kenapa pergi kesini tanpa Lucas dan apa alasannya.
Zeline tak mau ikut campur, takut nanti salah lebih baik biarkan menantunya sendiri nanti yang bercerita dan Zeline akan mendengarnya dengan baik.
"Tuh kan Mami udah curiga banget sama dia, makanya Mami pertama lihat kamu pergi sama dia dan kenal sama dia Mami itu khawatir banget. Tamara itu perempuan yang sangat berbahaya"
"Tapi kenapa dia bisa bunuh temannya sendiri ya mi, padahal kan teman dekatnya ya di sini di berita. Sampai sekarang dia belum ditemuin ke mana dia coba"
"Ya mungkin dia lari ke luar negeri, keluarganya juga banyak yang di sana, dia juga baru pulang sekarang sih setelah menikah. Dari awal ketemu Mami udah nggak suka sama dia"
"Padahal dia lagi hamil juga mih "
"Iya dia lagi hamil, tapi dia ga mikirin kandungannya malah membunuh orang kayak gitu, lihat suaminya aja dia yang bunuh kalau kamu deket sama dia mungkin kamu akan jadi target selanjutnya, dia nggak akan ngelihat kamu itu siapa"
"Nakutin banget sih mih. Untung aja aku udah nggak berteman lagi sama dia. Aku juga dari awal sih nggak mau cuman ya ngehargain aja dia yang udah ajak aku buat temenan, aku nggak mungkin kan tiba-tiba nolak gitu aja"
"Iya juga sih sayang, tapi sekarang kamu harus bersyukur ya "
"Iya Mih "
Kat menatap anaknya yang masih asik bermain dengan robot-robotannya. Lalu Kat kembali fokus menonton televisi.
"Mih, terus itu bibi Merry siapa "
"Pengasuhnya dulu bibi Merry itu pengasuhnya Tamara dulu, dan pengasuh Lucas juga dulu pernah di sini beberapa tahun sih cuma sebentar ga lama"
"Apa dia juga terlibat gitu mih"
"Mungkin aja dia juga terlibat tapi ga deh ga mungkin. Bibi Merry ga mungkin terlibat. Eh ya sayang nanti sore kita belanja yu. Mami lihat ada tempat bazar gitu banyak makanan kita ke sana yuk"
"Boleh mih ayo, aku juga pengen beli camilan. Sekalian bawa Daniel jalan-jalan "
"Ide bagus sayang, kita harus borong makanan. Nanti mamih mau beli makanan yang banyak deh"
"Iya Mih "
__ADS_1
Kat ingin melupakan masalahnya sejenak. Siapa tahu dengan makanan Kat bisa melupakan segalanya. Biarkan suaminya berfikir.