Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 91 minta tanggung jawab


__ADS_3

"Sayang makan dulu ya, makan dulu "


"Mah gimana Abang udah mau tanggung jawabkan buat nikahin aku "


"Udah Adiba, jangan fikirkan laki-laki itu"


"Ada apa dengan Abang, ada apa mamah "


"Dari pada kamu berfikir ingin menikah dengan dia, lebih baik kamu fikirkan bagaimana membalas dendam padannya "


Adiba malah menangis lalu memeluk tubuhnya dengan erat "Pasti dia tak mau tanggung jawabkan, bagaimana dengan aku, bagaimana kalau aku hamil mah jadi anak siapa ini dalam perutku "


"Gugurkan saja, kenapa diambil pusing gugurkan saja Adiba. Jangan menangis aku tak suka memiliki anak cengeng seperti mu, sudah kau harus kuat dan membalas semuanya "


"Sulit, aku tidak bisa "


"Sampai kapan pun Lucas tak akan pernah mau menikahi kamu, dia yang ada akan menginjak-injak harga dirimu saja "


"Tapi aku suka padanya "

__ADS_1


"Setelah apa yang dia lakukan kamu masih suka sama dia hah "


"Iya aku suka sama dia, aku ga bisa lupain dia meskipun dia jahat aku tak peduli. Aku mau dia, mamah bisa kan kabulkan itu "


"Akan coba mamah bicara dengan tuan "


"Terimakasih mah "


Airin dengan cepat masuk kerumah utama, dan sangat kebetulan sekali ada tuan Liam, dengan langkah cepat Airin menghampirinya.


"Tuan sudah tahu kan apa yang sudah anak tuan lakukan "


"Tuan muda Lucas telah melecehkan anak saja "


"Benarkah dia langsung yang melakukannya atau dia menyuruh orang lain "


"Dia menyuruh orang lain tuan, tapi saya minta tanggung jawab untuk Tuan muda Lucas menikahi anak saya Adiba, saya tau tak akan ada yang mau dengan Adiba nanti "


"Lalu dengan anak saja Daisy bagaimana, kelakukan anakmu sudah diluar jangkauan ku, dia sudah sangat keterlaluan. Tanyakan pada anakmu itu apa kurangnya keluargaku pada kalian. Kami disini baik padamu untung saja bukan aku yang bergerak, kalau saja aku yang bergerak anakmu Adiba akan mati ditanganku"

__ADS_1


Airin diam, dia menundukan kepalanya takut menatap mata Liam yang begitu tajam dan mengintimidasi. Tak pernah berubah tatapan itu selalu saja begitu.


"Tapi saya minta tanggung jawab tuan "


"Baik saya akan tanggung jawab, akan saya nikahkan Adiba dengan salah satu laki-laki yang memakainya setelah itu kalian semua pergi dari lingkungan rumahku "


"Tapi akan tinggal dimana kami, suamiku sudah mati karena menyelamatkan mu, dia tiada karena mengorbankan semuanya untuk mu, apakah ini balasan mu "


"Kau bertanya itu padaku, lalu apa balasanmu juga seperti ini dengan menghancurkan masa depan anakku, kita sudah seimbangkan, sebenarnya aku ingin menghabisi anakmu, tunggu saja nanti, aku sedang menimbang-nimbang dulu dan memikirkan waktu yang telat untuk menghabisi anak biadab itu. Tora akan senang jika aku melakukannya. Satu lagi jangan harap Lucas akan menikahi anak mu itu, itu tak akan pernah aku tidak sudi memiliki menantu tak tahu diri seperti dia "


"Kau sungguh keterlaluan jasa-jasa suamiku sama sekali tak kau hargai "


"Pergi sudahkan bicaranya "


"Aku akan membalas semuanya "


"Kutunggu balasan mu itu, aku sangat menunggu hari itu. Aku akan siap berperang dengan orang seperti mu aku tunggu tanggal mainnya "


Airin yang kesal langsung meludah dan pergi begitu saja dari hadapan Liam. Sungguh hatinya sakit dan kesal mereka ini semana-mena mereka ini sungguh angkuh dan tak punya perasaan.

__ADS_1


__ADS_2