
Valeria lagi-lagi datang ke rumah mertuanya Vio. Seperti biasa dia menemui saudaranya, dan pembahasannya seperti biasa.
"Vio kamu harus denger dulu. Jangan sampai kamu ga dengar"
"Dengar apa lagi sih. Kamu punya berita baru lagi tentang orang yang hilang itu, mau cerita apalagi sih"
"Nah itu kamu tahu sendiri, aku dapat berita dari keluarganya kalau dia udah pulang. Tapi keadaanya bener-bener diluar dugaan "
"Ya bagus dong kalau dia udah pulang. Jadi kamu juga gak nuduh-nuduh Daniel lagi kan"
"Ini tuh parahnya dia pulang dalam keadaan tidak bernyawa dan parahnya lagi tubuhnya itu diselimuti sama lelehan lilin, aneh banget kan kenapa ada lelehan lilin terus seluruh tubuh. Waktu dibersihin banyak luka juga ih ngeri banget deh "
"Aku turut berduka cita"
"Kamu tidak mencurigai suami kamu gitu. Siapa tahu dia pulang di jasnya ada lilin atau apapun itu. Kamu suka cek tas atau apapun yang Daniel bawa ga sih "
Vio menghela nafasnya "Stop tolong stop jangan bawa-bawa Daniel lagi. Ga ada yang perlu dicurigai dari suami aku. Sebenarnya kamu suka ga sih sama pernikahan aku ? "
"Aku senang sama pernikahan kamu Vio, tapi aku takut kalau kamu bakal dilukai sama Daniel aku ga mau itu. Aku khawatir banget sama keadaan kamu"
"Tapi selama ini Daniel baik-baik aja kok. Dia ga pernah jahat sama aku, bahkan dia bener-bener baik banget. Jadi jangan terus nuduh Daniel dong "
"Tetap saja aku tuh khawatir banget sama keadaan kamu, aku takut tiba-tiba Daniel melakukan sesuatu aku ga mau itu terjadi sama kamu. Nanti kamu jangan pisah rumah dulu, disini aja dulu lah sama mertua kamu. Jadi kalau ada apa-apa ada yang lindungi kamu"
Vio yang pusing dengan tingkah saudaranya ini sampai memijat kepalanya, harus dengan cara apalagi dia menjelaskan pada saudaranya jangan seperti ini. Daniel baik sekali padannya bahkan selama ini Daniel memanjakannya.
"Vio pulang aja yu kerumah "ajak Valeria sambil menggoyang-goyangkan tangan Kakaknya itu.
"Vio sudah menjadi istriku "
Valeria kaget dan melihat kearah luar pintu, ternyata Daniel. "Jangan terus kamu berkata yang tidak-tidak pada istriku. Memangnya kamu punya bukti ?"
"Nanti akan aku perlihatkan buktinya "
Valeria mengambil tasnya dan pergi begitu saja. Vio tak mengejar saudaranya. Vio menatap suaminya yang sepertinya sangat marah dengan tingkah Valeria.
Vio mendekati suaminya dan memeluknya "Maaf ya Valeria kayak gitu terus "
__ADS_1
Daniel membalas pelukan istrinya "Yang terpenting kamu jangan pernah percaya dengan kata-kata saudara kamu"
"Iya ga akan kok kalau ga ada buktinya "sambil menodongkan kepalanya.
Daniel mencium bibir istrinya beberapa kali "Aku mandi dulu ya sayang "
"Iya, kamu mandi gih bau acem " sambil menutup hidungnya. Tapi sebenarnya tidak sih Vio hanya ingin menggoda suaminya.
"Hemm, masa sih ga kok "sambil mencium keteknya sendiri.
Vio tersenyum melihat suaminya bertingkah seperti itu. "Cepat sana mandi "
Vio mendorong suaminya dan menutup pintu kamar mandinya. Vio segera menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.
Vio membereskan pakaian suaminya yang baru saja dicuci. Vio menatap kemeja putih suaminya yang ada bercak merahnya "Ini apa ya, kemarin aku ga lihat ini deh "
Vio yang tak mau ambil pusing menyimpan saja pakaian suaminya itu. Vio akan tanyakan nanti pada suaminya saja.
...----------------...
Alex menjambak rambutnya dengan kesal. Sudah mencari Ayu kemana-mana tapi tak ada, kemana Ayu pergi Alex sudah mengecek hotel yang ada disini tapi tak ada, kemana Ayu pergi.
Alex melihat ponselnya yang berdering. Rena menelfonya, Alex langsung mematikan ponselnya dari tadi Rena membuatnya pusing terus saja menelfonya.
Perempuan ini sungguh mengganggunya sekali. Alex kembali menjalankan mobilnya pulang kerumah. Alex mulai lelah tapi istrinya belum ketemu. Alex tak bisa tidur sama sekali.
Rasannya ada yang hilang saja, "Ayu apakah aku harus kerumah mu saja. Tapi aku harus bilang bagaimana nanti kalau kamu ga ada "
Alex yang sudah sampai rumahnya memarkirkan mobilnya dengan asal. Alex melangkah masuk kedalam rumah dengan lunglai.
"Ma dimana Alex " tanya Alex saat melihat Mamanya yang sedang nonton tv.
"Hah kenapa tanya sama Mama, kamu kan suaminya seharusnya kamu yang lebih tahu dong dimana istrimu itu "
"Ma jangan main-main dong Ma "
Alex mendekati Mamanya dan menyenderkan kepalanya dibahu Mamanya. "Ma tong dimana istri aku "
__ADS_1
"Mama ga tahu sayang. Kamu cari dong istrimu itu kalau kamu benar-benar sayang sama dia cari "
"Aku udah cari Ayu kemana-mana tapi ga ada, Ma jangan mainin aku "
"Buat apa Mama mainin kamu. Kalau Mama tahu, mama juga akan bilang sama kamu kok "
"Tapi Ma, kenapa Mama ga tahan Ayu "
"Ya karena Mama ga mau ikut campur hubungan kalian berdua. Mama ingin kamu mencari Ayu saja agar kamu berfikir "
"Ist Mama kok nyebelin banget sih "
"Hemm, ga kok ah mama ga nyebelin"
Alex mengusap wajahnya yang lemah, Kat yang menatap anaknya seperti itu tersenyum senang. Berarti Alex membutuhkan Ayu. Nanti ah Kat akan memperpanjang ini, ingin melihat sampai kapan anaknya Alex seperti ini.
Sedangkan Ayu sendiri dia sedang makan, Ayu sedang senang-senang makan, banyak yang Ayu makan. Ayu senang tinggal disini tak ada Alex yang menatapnya sinis, dan menyebalkan.
Ayu juga ga perlu dengan Alex yang lagi telfonan sama perempuan lain. Pokoknya Ayu bahagia disini. Meskipun hanya tinggal sendirian.
Ayu mengambil ponselnya dan menghubungi ibunya. Sudah lama tak mengobrol dengan sang ibu.
"Hallo ibu apa kabar, apa ibu disana baik-baik saja "
"Alhamdulillah ibu baik nak, gimana kamu disana senang kamu bahagia "
"Aku bahagia Bu disini, benar kata ibu kalau ibu mertuaku baik. Dia benar-benar baik sekali Bu. Aku senang sekali disini bahkan aku dimanja "
"Alhamdulillah ibu senang dengernya, kamu juga harus jadi menantu yang baik ya. Jangan pernah membantah kata-katanya selalu ikuti kemauannya"
"Iya Bu pasti, Ayu pasti akan menjadi menantu yang baik "
"Ibu senang dengarnya kalau kamu disana disayang. Ibu jadi ga khawatir lagi dengan keadaan kamu sayang. Nanti kalau ibu main kesana ga apa-apa Ayu. Mama ingin melihat keadaan kamu "
"Tentu ibu, Ayu akan tunggu kedatangan ibu kesini. Ayu ingin bicara langsung dengan ibu. Lebih baik ibu sekarang istirahat ya "
"Iya Ayu kamu juga ya nak, selalu jaga kesehatan kamu. Jaga juga bayi yang ada didalam perut kamu ya "
__ADS_1
"Iya Bu pasti "
Setelah selesai menelfon Ayu kembali fokus menonton tv tak lupa dengan camilannya.