Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 258 Hanya ingin Vio mati


__ADS_3

Daniel menatap istrinya yang murung terus, Daniel mendekatinya dan memeluknya dari belakang sambil memberikan kecupan-kecupan kecil dileher sang istri.


"Daniel geli, jangan lakukan itu "


"Hemm, tapi aku suka sayang, aku suka dengan wangi kamu "


Daniel malah makin menciuminya dan meninggalkan jejaknya juga "Kamu kenapa selalu murung sayang, kita jalan-jalan mau"


"Tentu, emangnya kamu mau bawa aku ke mana "dengan mata yang masih tertutup menikmati setiap kecupan yang diberikan suaminya.


"Ke pantai, bagaimana aku rasa kamu akan senang di sana. Kamu akan kembali ceria lagi, kamu pasti akan senang melihat air laut dan juga pasir yang lembut "


"Boleh, aku akan ikut kemana pun kamu pergi "


Daniel membaringkan tubuh sang istri, menatap wajah istrinya dengan lekat, diciumnya bibir istrinya yang selalu saja menggodanya. Daniel ingin istrinya selalu senang dan tak murung seperti ini.


Daniel rasanya gagal menjadi seorang suami kalau melihat istrinya selalu murung seperti ini, Daniel ingin selalu istrinya ini tersenyum dan juga selalu bahagia. Daniel akan melakukan apapun demi kebahagian sang isteri.


Daniel melakukan penyatuan dengan sang istri, Daniel melakukannya dengan sangat pelan sekali tak mau membuat istrinya sakit, apalagi istrinya juga sedang mengandung perutnya sudah mulai terlihat Daniel sebentar lagi akan memiliki seorang anak.


Tidak sabar rasannya ingin segera dipanggil Ayah, hidupnya pasti akan sangat lengkap sekali setelah kehadiran buah hatinya ini.


...----------------...


Sedangkan Alex dan Ayu mereka berbaring bersama-sama saling tatap, tapi tidak ada yang mereka lakukan. Tadi Alex tidak jadi pulang malam dia hanya pulang jam 07.00 saja, tidak terlalu malam karena Alex juga khawatir dengan keadaan istrinya, tidak berani meninggalkan istrinya begitu saja.


Alex takut istrinya kenapa-napa dan sungkan juga untuk berbicara dengannya, meskipun sudah diwanti-wanti tetap saja Alex tahu kalau istrinya tak akan melakukannya.


Mereka benar-benar saling diam "Aku sudah membakar surat itu, surat perjanjian itu aku membatalkan perjanjian itu Ayu. Aku tidak mau ada perjanjian lagi diantara kita berdua, aku ingin benar-benar menjalin hubungan ini. Aku tidak mau kita berdua kaku seperti ini. Aku ingin kita seperti suami istri yang lainnya "


Ayu membenarkan tidurnya, dia menatap wajah Alex dengan lekat apakah dia harus memberi kesempatan untuk Alex. Apakah Alex tidak akan mengulangi hal yang sama. Apa Alex tidak akan membuatnya kecewa dan apakah Alex tidak akan memukulnya lagi, hanya itu saja yang selalu Ayu fikirkan, karena hal itu sangat melekat sekali dalam fikirannya. Ayu semacam trauma saja.


"Tapi aku ingin membuat surat perjanjian dengan mu Alex" akhirnya Ayu memutuskan untuk memberi Alex kesempatan saja. Ayu juga tak nyaman kalau harus seperti ini terus.

__ADS_1


"Tentu saja kita akan tanda tangani surat itu di atas materai, aku akan setuju asal kita bisa bersama lagi. Aku tahu apa yang aku lakukan itu sangat salah sekali Ayu, apa yang aku perbuat itu sebenarnya tidak bisa dimaafkan. Tapi tolong beri aku kesempatan jika sampai aku menghianatimu lagi atau menyakitimu lagi silakan kamu bisa pergi meninggalkanku kapanpun, aku tak akan menghalangi kamu "


Alex bangun dan mengambil laptopnya dia akan mengetik dan istrinya yang akan berbicara "Ayo apa saja yang ingin kamu ada dalam surat perjanjian ini, aku akan segera mencetaknya agar semuanya cepat terlaksana dan kita cepat-cepat bersama "


Ayu juga ikut bangkit dia duduk bersila dan berhadapan dengan suaminya "Pertama aku tidak mau dalam pernikahan ini ada yang namanya selingkuh, aku benar-benar tak akan memaafkan mu jika sampai kamu melakukan hal itu "


Alex mengetiknya lalu dia menganggukkan kepalanya "Aku setuju, apa ada lagi sayang "


"Tentu ada, yang kedua aku tidak mau ada kekerasan dalam rumah tangga, aku juga tidak mau kamu melakukan kekerasan pada orang lain cukup sudahi semua itu. Aku ingin kamu jadi laki-laki baik "


"Yang ketiga aku mau kamu tidak berbicara sembarangan kalau sedang pergi bersamaku, seperti saat dirumah sakit, aku tidak mau kamu melakukan hal itu lagi kasar pada keluargaku. Kita bisa membicarakannya dengan baik-baik kan. Aku tidak mau orang tua ku jadi ragu dengan kamu "


"Yang keempat, jika sampai aku melihat kamu berjalan dengan perempuan maka aku akan meninggalkanmu dan juga membawa anak kita. Aku tak akan memberikan hak asuh padamu dengan alasan apapun itu "


"Yang kelima saat aku memergoki kamu selingkuh aku ingin kita langsung cerai pada hari itu juga, tak ada kata maaf lagi dan tak ada kata rujuk atau mediasi aku ingin langsung berakhir saja hubungannya. Aku menganggap kalau kamu memang sudah tak mau dengan aku "


"Keenam jika kita sampai sudah bercerai kamu tidak boleh menemui anakmu lagi, dan kamu juga tidak boleh mencari kami. Itu adalah hukuman untuk kamu"


"Yang ke tujuh kamu harus memberikan aku uang, kamu harus memberikan separuh hartamu itu padaku dan juga anak kita "Ayu harus sedikit pintar tak mungkin Ayu pergi begitu saja tanpa uang. Bukannya mata duitan, memang hidup butuh uang apalagi kalau memulainya dari awal lagi.


Ayu dengan malu-malu menganggukan kepalanya, mau bagaimanapun Ayu harus memberi satu kesempatan lagi pada Alex. Mungkin waktu itu Alex belum siap sama sepertinya. Ayu akan mencobanya dulu kalau sampai Alex menghianatinya dia sudah membuat surat itu kan dan Alex harus melepaskannya Alex tidak akan bisa menahannya lagi.


Alex langsung mencetaknya lalu memberikannya pada Ayu untuk menandatanganinya. Alex juga sama menandatanganinya juga. Alex memfotokopinya memberikan yang asli pada Ayu dan juga yang fotokopinya untuknya.


"Jadi Nyonya Alex semuanya sudah deal kan, kita sudah sepakat "


"Tentu semuanya sesuai dengan keinginanku, awas saja sampai kamu menghianatiku, aku tidak akan segan-segan untuk meninggalkanmu Alex"


"Iya iya aku mengerti, lalu sekarang apakah aku boleh memelukmu. Aku ingin selalu memeluk istrinya ini dengan leluasa tanpa ada rasa canggung sedikit pun"


Masih dengan malu-malu Ayu menganggukan kepalanya setuju dengan apa yang Alex mau. Alex langsung menerjang istrinya tapi tetap dengan hati-hati. Alex tahu kalau di perut istrinya itu ada sang anak. Alex tak akan gegabah.


Alex menciumi seluruh wajah Ayu tak ada yang terlewat sedikitpun, rasanya bahagia sekali bisa membuat Ayu luluh dan mau bersamanya lagi. Alex kira akan lebih sulit lagi tapi ternyata Ayu sekarang mau. Alex harus membuat Ayu jatuh cinta padanya, jangan sampai Ayu malah tidak mencintainya sampai nanti.

__ADS_1


...----------------...


"Butik itu sangat diperketat Nona, jadi kita harus menyerang apa lagi mau langsung pada Daniel atau masih pada Vio saja. Kami takut salah mengambil keputusan makannya kami bertanya lagi pada nona. Kita juga tak bisa membakar butik itu lagi "


"Aku hanya ingin membunuh Vio saja, aku ingin membuat Daniel terpuruk, aku ingin berhasil menghabisi istrinya. Aku ingin tahu bagaimana rasanya dia kehilangan seperti aku yang dulu kehilangan dan sangat sulit hanya untuk mendapatkan kasih sayang. Aku mau dan dia merasakan itu semua, aku tak suka kalau Daniel bahagia, maka kita harus melenyapkan sumber kebahagiaannya itu"


"Baiklah nona, aku akan mengikuti kata-kata Nona tapi sepertinya yang di butik itu bukan Vio. Wajah mereka begitu mirip tapi aku yakin mereka berbeda"


"Benarkah, lalu siapa yang selalu di butik"


"Kalau tak selah dengan karyawan-karyawan itu memanggil dengan nama Valeria, itu yang kami dengar tidak ada yang menyebut nama Vio"


"Oh itu kembarannya, hati-hati dengan perempuan itu, dia tidak lemah seperti Vio. Dia sedikit pintar kalau Vio bisa untuk kita bodohi tapi untuk Valeria itu akan sangat sulit sekali. Aku sangat tahu bagaimana kelemahan Vio. Tapi aku tidak tahu kelemahan Valeria jadi jangan hadapi perempuan itu, biarkan saja dia nyaman di sana kita hanya perlu Vio. Yang dicintai Daniel itu kan Vio bukan Valeria, jadi kita hanya perlu fokus saja pada Vio "


"Baik sesuai instruksi Nona, kami akan melaksanakannya. Kami juga sudah mengintai rumah Daniel dan juga orang tuanya itu, mereka belum pindah rumah mereka masih ada di sana rumah mereka masih kosong sampai sekarang. Hanya penjaga-penjaga saja yang ada disana "


"Ya itu akan sangat menghambat sekali, tapi saat nanti Vio melahirkan kalian harus melaksanakan rencana yang sudah kita susun itu. Rencana itu harus berjalan dengan lancar tidak boleh sampai tidak terjadi, jangan sampai semua itu malah menjadi sia-sia saja "


"Tentu saja Nona, kita sudah memikirkan semua itu dengan matang-matang kan. Maka tidak mungkin semua itu gagal apalagi sepertinya Daniel sekarang sedikit lebih lengah, dia tidak lagi membunuh dia juga sepertinya masih fokus dengan keadaan istrinya. Dia tidak memikirkan sekitar. Itu lebih memudahkan kita kan nona "


"Yah itu sangat bagus, itu adalah peluang besar untuk kita semua agar bisa lebih masuk ke dalam kehidupannya. Kukira akan sulit tapi ternyata sangat mudah sekali "


Perempuan itu tersenyum senang, perempuan itu mengambil salah satu foto yang terpajang di dekatnya lalu mengusapnya dengan sangat lembut sekali. Foto itu selalu dibersihkan tak pernah boleh kotor.


"Ibu aku akan membalaskan rasa sakit yang pernah kamu rasakan. Aku tahu mereka itu sangat jahat padamu, maka aku akan membalasnya dengan lebih jahat lagi. Aku tidak akan pernah mundur sampai kapanpun aku akan menyakiti mereka, aku akan membuat mereka terpuruk sama seperti aku dulu. Aku akan membuat Daniel tahu bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang tersayang. Aku akan membuat mereka membayar semua rasa sakit ini "


"Ibu tolong selalu doakan apa yang aku lakukan. Aku melakukan ini semua untukmu, untuk nenek juga untuk kalian berdua gara-gara mereka aku tidak bisa mendapatkan kasih sayangmu ibu. Aku hanya bisa mendapatkan kasih sayang dari nenek saja. Rasannya kurang sekali kasih sayang itu, aku selalu iri dengan teman-temanku Bu "


"Mereka selalu bahagia dengan orang tuanya sedangkan aku, hanya bisa melihat dari jauh tak pernah aku merasakan semua itu. Rasannya sakit sekali Bu "


Perempuan itu memeluk foto ibunya dengan sangat erat sekali dan tak terasa air matanya juga mengalir, mengingat bagaimana dia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Bahkan dipeluk oleh ibunya pun tidak pernah.


Karena saat dia dilahirkan dia sudah tidak tahu siapa ibunya dan sudah akan beranjak remaja baru dia tahu siapa ibunya dan kenapa Ibunya bisa tidak ada. Alasan yang membuatnya sangat marah sekali dan sampai sekarang rasa dendam itu masih ada, bahkan tertanam makin dalam dan makin menjadi-jadi saja.

__ADS_1


Dendam itu tak akan pernah padam sebelum apa yang dirinya mau tercapai, mereka harus hancur dengan secara perlahan meskipun lambat tapi yang terpenting hasilnya akan sangat memuaskan. Lihat saja apa saja yang akan dirinya lakukan pada mereka yang sudah menghabisi ibunya.


__ADS_2