Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 193 Berbicara dengan Adiba lagi


__ADS_3

Setelah pergi bersama mertuanya membeli banyak makanan ternyata Kat tidak bisa menghabiskannya. Kat menatap anaknya yang tertidur di sampingnya, Kat sama sekali tidak bisa tertidur.


Dia merindukan suaminya, baru saja pergi dari suaminya sehari sudah rindu seperti ini. Bagaimana kalau Kat kabur jauh bisa-bisa rindu berat pada suaminya itu. Kenapa coba suaminya itu tak ada inisiatif datang kemari dan meminta maaf.


Kat membaringkan tubuhnya dan menatap anaknya yang begitu mirip dengan suaminya "Kenapa sih kamu nggak ada datang ke sini, buat susulin aku minta maaf sama aku, misalnya kamu bujuk aku tapi malah kamu diemin aku gitu aja. Kirim pesan juga cuman kayak gitu aja "


Kat menatap langit-langit dan mengingat masa-masa saat dirinya dan juga suaminya, berpelukan di atas tempat tidur lalu bercanda banyak hal yang mereka lakukan, tapi memang beberapa minggu yang lalu suaminya itu sangat dingin dan sibuk sekali.


Bahkan tidak ada waktu untuknya dan juga anaknya bahkan mengingkari janjinya pula. Pokoknya suaminya itu lengkap sekali cuek pada keluarganya. Bahkan untuk melihat anaknya saja suaminya itu jadi jarang. Padahal anaknya ini tak bisa jauh dari ayahnya.


Kat tidak suka kalau janjinya diingkari, setidaknya hubungi Kat dulu atau balas pesannya tapi suaminya itu malah diam saja tidak membalas, bahkan tidak meminta maaf kalau dia telah mengingkari janjinya menyebalkan sekali kan. Entah apa maunya suaminya itu.


Kat bangun dan keluar dari kamar, Kat duduk di taman sendirian pikirannya penuh dengan suaminya. Kat memeluk tubuhnya sendiri yang mulai kedinginan, tapi Kat belum mau masuk kedalam rumah. Masih ingin menikmati malam yang dingin ini.


Siapa tahu suaminya tiba-tiba saja datang dan memeluknya dengan erat. Harapan yang begitu besar, tapi sepertinya semuanya akan sia-sia saja karena tak ada suara mobil yang masuk juga kedalam halaman rumah.


"Kirain kamu itu benar-benar udah nggak ada, tapi nyatanya masih hidup ya kamu pura-pura mati waktu itu. Sampai-sampai semua orang terkecoh dengan apa yang kamu lakukan percaya kalau kamu sudah tiada, bahkan sampai ada jenazah yang dikuburkan permainan yang cukup bagus untuk mengelabui musuh"


Kat menatap asal suara itu ternyata Adiba, Adiba duduk di samping Kat dan pandangan mereka sama-sama ke depan, tidak saling pandang. Kat juga tak masalah ada Adiba disini. Toh dia juga tinggal dilingkungan ini kan.


"Seperti yang kamu lihat aku masih hidup kan, masih ada dan bisa melahirkan keturunan untuk Lucas "


"Hemm, ya aku melihat kamu masih hidup dan datang kemari lagi tapi tidak dengan suamimu apa sedang ada masalah, sampai-sampai harus datang ke rumah mertuamu ini. Berdua dengan anakmu saja bukankah itu hal janggal "


"Dalam rumah tangga tidak ada yang namanya tidak ada masalah, pasti akan ada masalah tapi tak akan datang setiap hari "


"Ya memang benar seperti itulah rumah tangga, makanya aku tidak mau berumah tangga. Aku lebih baik sendiri saja. Rasannya lebih nyaman seperti ini meski hati kadang tersiksa "


"Setiap orang punya pilihan yang berbeda. Mungkin kamu tidak mau tapi yang lain mau berumah tangga dan ada sosok laki-laki di sampingnya"


"Aku juga ingin ada sosok laki-laki yang ada di sampingku. Tapi belum ada yang cocok untukku, aku sudah punya suami tapi aku tidak mencintainya untuk apa aku pertahankannya. Aku tidak mau memaksakan sesuatu yang seharusnya tidak ada dalam hidupku. Pemikiranku memang sedikit aneh kan "


"Cinta itu bisa datang kapan saja, kalau kamu memang benar-benar ingin mencoba mencintai laki-laki itu dan ikhlas atas pernikahan kamu, kamu pasti akan mencintainya nanti suatu saat nanti. Mencari laki-laki yang baik dan tulus itu sangat sulit, kalau pun mendapatkannya lagi akan berbeda tak akan sama"


"Ya itu yang sedang aku rasakan sekarang "


Kat menatap Adiba tapi pandangan Adiba masih ke depan "Aku menyesal karena telah melepaskan laki-laki yang benar-benar sabar menghadapi sikapku yang seperti ini. Bahkan aku menelantarkan anakku sendiri demi ambisiku yang sangat tidak masuk akal, aku berpikir kalau aku masih muda, aku harus menghabiskan masa mudaku dengan bermain-main menjadi anak nakal dan melakukan pergaulan bebas. Tapi semua itu salah, aku malah terjerumus dan menghancurkan hidupku "


"Semuanya salah besar, ternyata teman-temanku hanyalah memanfaatkanku saja mereka hanya mempermainkanku saja. Tidak ada yang pernah tulus berteman denganku, mereka hanya ingin menghancurkan hidupku. Bahkan saat aku ingin kembali pada laki-laki yang sabar dengan sikap ku ini dia tidak bisa, dia sudah tidak mau bahkan untuk aku sekedar menengok anakku sendiri dia tidak akan memberikannya. Karena kata-kataku yang terlalu pedas padanya waktu itu, makannya dia memberikan hukuman padaku seperti ini "


"Mungkin perlahan dia akan mengerti dan bisa membiarkanmu untuk melihat anakmu, mau bagaimanapun dia darah dagingmu kan. Dia dilahirkan olehmu kan pasti suatu saat anakmu ingin tahu ibunya yang mana. Mau tidak mau mantan suamimu akan memberitahunya dan kalian akan bisa bertemu lagi, tapi untuk bisa bersama dengan mantan suamimu mungkin itu akan sedikit sulit. Karena dia pernah dikecewakan olehmu"


Sekarang Adiba menatap Katherine, mereka sekarang saling tatap "Jadi aku minta padamu Kat jika ada masalah lebih baik dibicarakan dengan baik-baik saja, jadi jangan sampai apa yang pernah aku lakukan terulang padamu, menjadi janda di usia muda seperti ini tidak mudah banyak orang yang mengejekku, yang tidak suka padaku apalagi di kampus mereka menganggapku rendah sekali. Padahal aku tidak menggoda pacar-pacar mereka atau merebut pacar-pacar mereka. Tapi sikap mereka padaku begitu"


"Iya, aku pasti tidak akan memutuskan untuk berpisah dengan Lucas. Tidak mungkin aku berpikir ke sana. Aku hanya ingin menenangkan pikiranku untuk datang ke sini. Setelah pikiranku tenang pasti aku juga akan pulang dan bertemu lagi dengan suamiku. Aku hanya ingin menenangkan diriku saja"

__ADS_1


"Baguslah kulihat Lucas sangat setia padamu dan tidak akan pernah bisa berpaling pada perempuan lain manapun. Laki-laki seperti itu sangat sulit kan ditemui bahkan langka, mau dicari di manapun sulit laki-laki yang hanya bisa setia pada satu perempuan. Mungkin pada awal pernikahan mereka akan setia tapi 5 atau 10 tahun kemudian bisa saja mereka selingkuh, tapi aku yakin sepertinya Lucas tidak akan pernah berselingkuh darimu atau mengkhianatimu"


"Apalagi aku tahu bagaimana dia mengejarmu dan ingin mendapatkan mu. Dia bahkan mengorbankan segalanya, sampai ada yang suka padanya pun dia abaikan demi mendapatkan kamu seorang "


Kat jadi merasa bersalah pada suaminya, sepertinya apa yang Adiba katakan benar suaminya tidak mungkin selingkuh. Seharusnya Kat bertanya pekerjaan kantor apa yang membuatnya harus lembur.


Apakah Kat bisa membantunya, seharusnya menanyakan itu kan bukan meninggalkan suaminya atau setidaknya Kat menanyakan kenapa pulang malam dan kenapa tidak mengangkat teleponnya. Seharusnya Kat menanyakan itu dulu sebelum tiba-tiba pergi seperti ini kan.


"Semuanya belum terlambat Kat. Meskipun aku tidak tahu masalahmu apa tapi aku ingin kamu tidak bernasib sepertiku ini. Penyesalan selalu datang terakhir Kat tidak mungkin awal kalau begitu tidak akan ada kesalahan kan"


"Kadang-kadang hidup ini memang memusingkan, manusia kadang ingin sesuatu yang lebih seperti aku sudah diberikan suami yang baik, bahkan Toni tidak berpikir untuk selingkuh saat melihat sikapku yang seperti itu, dia masih ada di samping ku tapi aku malah menyia-nyiakan semuanya kan hanya karena gengsiku semata"


"Ya kau benar, penyesalan selalu datang diakhir"


Sekarang Kat malah melamun, apakah harus menelpon suaminya sekarang tapi apakah suaminya akan mengangkatnya apakah suaminya akan meresponnya.


...----------------...


Sedangkan Lucas sendiri dia tidak bisa tidur, dia terus saja membolak-balikkan badan dan memeluk bantal istrinya, mengecek jam dinding selalu mengambil pakaian istrinya untuk dipeluk tapi tetap saja tidak bisa tidur.


Ini semua tak cukup, Lucas butuh istirnya, butuh yang nyata bukan hanya wanginya saja tapi juga wujudnya. Kenapa harus seperti ini coba. Padahal Lucas mau minta maaf langsung tadi pagi, tapi istrinya malah pergi kerumah mamihnya.


"Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa Kat. Kenapa kamu pergi sayang. Padahal aku menyelesaikan masalah ini untuk kehidupan kita agar kita tidak diganggu oleh perempuan itu, aku ingin hidup kita tenang tanpa ancaman sedikit pun tapi kamu malah tak mengerti apa tujuanku sayang "


Lucas segera bangkit sepertinya dia tidak bisa jauh-jauh dari istrinya harus disusul sekarang. Mau memberi waktu pada istrinya juga tidak bisa dirinya akan marah-marah pada yang lain melampiaskan semuanya pada orang lain.


Lucas berlari ke arah mobilnya, dia benar-benar pergi ke rumah orang tuanya dimalam hari. Rasanya tidak kuat kalau harus menunggu besok pagi. Semoga saja Lucas tak apa-apa dijalan dan selalu dilancarkan saja dijalannya.


"Aku sungguh minta maaf sayang, aku minta maaf. Aku akan minta maaf padamu kalau kamu tidak memaafkanku aku bahkan berani untuk bersujud padamu. Aku tidak bisa kalau harus berlama-lama seperti ini tanpamu, aku akan gila kalau seperti ini terus "


Lucas bahkan menjalankan mobilnya di atas rata-rata, dia mengebut tidak peduli dengan lampu merah dengan mobil yang lain. Lucas tak peduli dengan caci maki yang dia terima yang terpenting sekarang adalah istrinya.


Bisa bertemu dulu dengan istrinya. Takutnya istrinya malah pergi dari sampingnya, tidak itu tidak boleh sampai terjadi Lucas tidak mau sampai itu terjadi, istrinya harus ada di sampingnya istrinya tak boleh kemana-mana..


Istrinya itu selalu saja berhasil mengelabuinya dan dia bisa pergi kemana saja. Istrinya itu pintar dalam hal bersembunyi. Mungkin dulu Lucas bisa menemukannya kalau sekarang entahlah. Takutnya istrinya mempelajari teknik-teknik bersembunyi yang baru.


...----------------...


Kat yang sudah ada di dalam kamarnya lagi, sekarang Kat malam nangis mengingat suaminya. Entah kenapa jadi cengeng seperti ini. Ternyata Kat tak bisa lama-lama jauh dari suaminya. Kat sudah ketergantungan pada sosok suaminya itu.


Kat mengambil pakaian suaminya yang masih tersisa disini dan memeluknya. Sesekali juga mencium pakaian itu. Tapi tetap saja rasa rindunya tak terobati. Apalagi setiap malam Kat selalu dipeluk oleh suaminya tapi sekarang mana tidak ada.


Daniel juga tiba-tiba terbangun dan menangis, Kat memberikannya susu tapi anaknya malah menolak "Ayah ayah" anaknya malah memanggil nama ayahnya. Kat makin binggung saja harus bagaimana sekarang.


"Iya nanti kita ketemu sama Ayah, nanti pagi-pagi kita pulang ya kita pulang kita ketemu sama ayah. Mamah janji besok pagi kita akan pulang dan kamu bisa ketemu lagi sama ayah. Tenang ya sayang tenang"

__ADS_1


Anaknya bukan diam malah makin makin menangis, tiba-tiba saja pintunya diketuk. Kat mengusap air matanya jangan sampai terlihat dia menangis.


Ternyata Ibu mertuanya yang datang "Ada apa dengan Daniel apa dia sakit Kat, kenapa dia menangis tadi dia tak kenapa-napa kan.


"Iya Mih dia ingin ketemu sama ayahnya "


Zeline langsung masuk ke dalam kamar dan menimang cucunya, cucunya itu masih saja menangis memanggil-manggil nama ayahnya. Zeline juga menjadi kasian melihat cucunya yang seperti ini.


"Iya iya ayah, nanti ayah kemari pasti ayah datang kemari sekarang Daniel tidur dulu ya tidur dulu jangan menangis. Tidur bersama mamah dulu ya"


Zeline menepuk-nepuk pantat cucunya itu dan mengayun-ayunkannya, tidak lama dari itu Daniel diam dan matanya kembali mulai sayu dan tertidur kembali. Zeline sangat bersyukur sekali.


Setelah yakin Daniel tidur nyenyak Zeline segera membaringkannya lagi, lalu menatap Kat yang duduk di pinggir tempat tidur "Lebih baik kamu telepon suami kamu. Jangan terlalu lama memendam semua ini Mami nggak tahu masalah kalian apa tapi Mami mau kalian selesaikan dengan baik-baik ya, kasihan Daniel dia masih kecil dan butuh ayahnya Kat "


"Iya Mih nanti Kat besok pagi langsung pulang kok, Kat akan bicarain ini semua sama Lucas dengan baik-baik "


"Telepon suami kamu suruh jemput kamu ke sini, jangan pulang sendirian. Mami khawatir Mami takut terjadi sesuatu pada kalian berdua, ditelepon aja suami kamu suruh ke sini ya jangan pulang berdua"


"Iya nanti Kat telepon, tapi ga sekarang mih, kayaknya Lucas juga udah tidur dia pasti capek sama kerjaannya. Aku nggak mau ganggu dulu dia, dia perlu waktu istirahat yang cukup nanti pagi aja aku telepon buat dia jemput aku"


"Ya udah sekarang lebih baik kamu tidur. Jangan terlalu dipikirkan dulu tentang masalah ini. Bukannya Mami tidak mau ikut campur tapi Mami percaya kalau kalian berdua bisa membereskan masalah ini berdua. Mami akan selalu mendukung keputusan kalian berdua ya, apapun itu "


"Iya mi makasih ya mi"


"Iya sayang sama-sama"


Zeline keluar dari kamar Kat dan juga cucunya Daniel. Kat kembali membaringkan tubuhnya dan memeluk anaknya "Jangan rewel lagi ya sayang besok pagi kita pulang, besok pagi kita ketemu sama ayah mama juga kayaknya nggak bisa jauh-jauh dari ayah kamu. Kita pulang ya kamu bisa peluk ayah kamu sepuasnya nanti "


Kat menarik selimutnya dan menutup kedua bola matanya, mencoba untuk tidur menyusul anaknya yang pasti sedang bermimpi indah, tapi lagi-lagi matanya malah terbuka tidak bisa tidur.


"Apa aku harus menghubungi Lucas sekarang, tapi aku tadi bilang sama mami kalau takut ganggu Lucas tapi sekarang aku malah mau telepon dia. Telepon atau enggak ya"


Kat mengambil ponselnya dan akan menelpon suaminya tapi diurungkan oleh Kat "Tidak tidak aku tidak mau mengganggu tidurnya, pasti dia sedang tertidur lelap jam segini. Pasti dia sedang senang-senang karena aku tidak ada di rumah, tidak ada yang menelponnya tidak ada yang marah padanya. Tak ada yang cerewet padanya juga pasti dia senang sekali "


Kat menyimpan kembali ponselnya, tapi dia tidak tidur hanya menatap anaknya yang tidur rasanya tidak ada rasa kantuk di matanya ini. Matanya ini hanya ingin terus saja terbuka.


"Apa aku seperti anak kecil sampai-sampai gara-gara masalah kecil saja aku pergi, bagaimana nanti kalau menghadapi masalah besar mungkinkah aku akan lari dari masalah. Seharusnya dari awal aku menghadapinya saja tidak usah kabur-kaburan seperti ini sampai harus Mami tahu kan, meskipun Mami tidak tanya apa masalahnya "


"Tapi tetap saja kan itu sangat memalukan sekali, seharusnya aku tidak pulang ke rumah Mami. Seharusnya aku diam di rumah saja dan berbicara pada Lucas semuanya, membicarakan tentang masalah ini tak usah pergi-pergi seperti ini dasar kamu Kat "


Kat mengacak-ngacak rambutnya, rasanya frustrasi sekali dengan semua ini dengan masalah ini. Kat merasa menjadi perempuan yang bodoh terlalu mengikuti egonya, tanpa memikirkan anaknya apakah dia mau dibawa apakah tidak.


Akan menangis atau tidak kalau jauh dari ayahnya, sudah tahu Daniel itu sangat sulit untuk jauh dari ayahnya, tapi Kat berani-beraninya pergi seperti ini, tapi kalau tidak pergi seperti ini Lucas pasti akan terus mendiamkannya akan terus cuek dan malah akan mengulangi lagi kan.


Entahlah sekarang pikiran Kat terbagi menjadi dua cabang, yang satu menyalahkan kalau dirinya ini egois dan kekanak-kanakan, yang satu mengatakan kalau apa yang Kat lakukan ini benar pusing ah dengan pikirannya ini.

__ADS_1


Lebih baik ya main ponsel saja, Kat menscroll video-video bersama suaminya dan juga anaknya, melihat foto-foto mereka pokoknya semua yang bersangkutan dengan suami dan anaknya.


"Aku berharap tidak ada orang ketiga Lucas karena aku tidak akan pernah sanggup mendengar atau melihatmu dengan perempuan lain selain keluargamu sendiri. Aku bukanlah perempuan yang lapang dada menerima tentang perselingkuhan dan diam saja serta acuh, semoga saja apa yang pernah aku pikirkan itu tidak pernah terjadi dan tidak sedang kamu lakukan"


__ADS_2