Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 174 Bibi Merry


__ADS_3

Tamara yang marah karena gagal menghilangkan nyawa Kat masuk ke dalam kamar yang biasanya dirinya masuki. Dia melihat perempuan tua itu sedang tertidur dengan nyenyak, tapi dengan kasar Tamara menarik tangannya dan membuat perempuan tua itu sampai terjatuh.


Dirinya sedang kesal, dan perempuan tua inilah yang harus menjadi pelampiasannya dirinya tak peduli dia akan sakit. Yang terpenting kemarahannya ini bisa reda.


"Bagaimana rencanamu gagalkan. Sudah aku bilang kamu tidak akan pernah mudah untuk menghabisi perempuan itu, sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa menghabisinya. Kamu belum tahu siapa dia"


"Akhh sialan, tak usah berbicara padaku. Aku tidak menyuruhmu untuk berbicara. Diamlah suaramu begitu jelek aku tidak suka suaramu. Suaramu itu sangat menganggu sekali. Aku benci "


Tamara mengambil vas bunga dan melemparkannya ke arah perempuan tua itu, untung saja dia mengelak. Tapi tetap saja Tamara melempar barang-barang yang lainnya ke arah wanita tua itu. Apapun yang ada didalam kamar ini, akan dirinya lempar pada perempuan tua itu.


"Kamu kan yang sudah memberitahu Lucas tentang masalah ini, pasti kamu kan. Iya kan aku tahu ini pasti rencananya. Kamu sialan kenapa membuat gagal rencaku ini. Memang ya dari dulu kamu memang tidak suka aku bahagia, kamu tidak mau aku bahagia kamu hanya ingin aku menderita. Sialan kamu ya "


Wanita tua itu tertawa. Dia tidak memperdulikan darah yang mengalir dari dahinya, dia senang tentang Tamara yang gagal untuk menghancurkan keluarga Lucas atau membunuh perempuan itu yang tidak tahu apa-apa.


"Kamu salah memilih lawan, kamu terlalu gegabah dalam melakukan hal apapun itu Tamara, kamu memilih lawan yang sama denganmu. Sama sama seseorang yang haus akan darah dan kamu juga tidak terlalu mengenal perempuan itu kan. Bagaimana kalau istri dari Lucas sama saja dengan kalian semua. Kamu ini kurang pembelajaran atau mungkin kamu bodoh, oh ya dari dulu kamu memang bodoh, aku baru ingat kalau kamu itu anak bodoh "


"Jangan berkata seperti itu padaku, kamu tidak pantas mengatakan itu padaku. Apa yang aku lakukan sudah benar, pasti kamu kan yang melakukan ini mengadu pada Lucas. Bukan aku yang bodoh tapi kamu. Kamu adalah orang bodohnya "


"Memangnya kamu menyimpan alat apa di sini, kamu menyimpan telepon, ponsel atau apa tidak kan. Aku bagaimana bisa menghubungi Lucas, sedangkan aku di kurung di kamar ini selama bertahun tahun, mau bagaimana aku keluar sedangkan aku saja tidak mempunyai kunci kamar ini untuk berjalan keluar pun aku sangat sulit. Kamu ini punya otak tidak hah "


Tamara kembali melampiaskan kemarahannya ke arah wanita tua itu, dia tidak peduli wanita itu akan sekarat atau tidak tapi kemarahannya sekarang harus segera diredakan.


Dirinya harus berpikir jernih, apa kedepannya yang harus dirinya lakukan tidak mungkin dirinya menyerah begitu saja. Dirinya tak rela mereka bahagia diatas penderitaannya dirinya tak mau itu sampai terjadi. Yang boleh bahagia adalah dirinya saja, untuk orang lain masa bodoh mau bahagia atau pun tidak.


...----------------...


Saat Lucas masuk dia melihat istri dan anaknya sudah tertidur dengan lelap, Lucas mencium kening sang istri dan juga anaknya. Lucas segera pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan ikut berbaring di samping sang istri dan juga anaknya.


Ingin mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya dulu, untuk beberapa jam mungkin dirinya juga butuh energi yang banyak untuk menghadapi semua ini.


Masalahnya makin bertambah, sekarang yang harus dirinya pikirkan bagaimana caranya untuk menghancurkan Tamara tanpa dia tahu, kalau dirinya lah yang menghancurkannya.


Dirinya tidak mungkin diam saja dan membiarkan Tamara menang dan terus melancarkan aksinya dengan mengirim sesuatu lagi ke rumahnya, dia sudah sangatlah keterlaluan. Apa maksudnya coba dia melakukan ini, dirinya membantunya tapi Tamara malah menusuknya dari belakang seperti ini.


Perempuan itu memang dari dulu tidak bisa dipercaya, dia memang seharusnya dari dulu dimusnahkan tidak hidup seperti ini kalau dia hidup akan begini menyusahkan sekali, membuat bebannya makin banyak saja.


Lucas yang tidak bisa tidur kembali bangkit dan akan menemui seseorang, dia sudah memikirkan cara yang menurutnya akan menghabisi Tamara dengan cara perlahan-lahan. Lucas bahkan tidak mengganti pakaiannya dia masih menggunakan pakaian tidurnya.


Tak ada waktu untuk mengganti pakaian, bisa-bisa nanti istrinya malah bangun dan bertanya-tanya dirinya akan pergi ke mana, nanti akan sulit lagi dirinya untuk pergi pasti istrinya ingin ditemani.


Lucas mengendarai mobil sendiri, tidak diantar oleh sopirnya dia masih menyelidiki semua orang-orang yang ada di rumahnya Takut-takut mereka semua berkhianat.


Bisa saja kan Tamara membayar orang-orangnya untuk berkhianat padanya, semua itu bisa terjadi dirinya sudah berpengalaman dalam hal seperti ini. Jadi harus selalu hati-hati dengan musuh seperti Tamara.


Lucas berhenti di sebuah rumah yang sederhana, lalu masuk dengan kunci yang dia pegang Lucas bahkan langsung duduk dan menunggu orang rumah yang mungkin akan bangun beberapa jam lagi atau mungkin akan bangun beberapa menit lagi. Karena mendengar suara pintu yang dibuka seperti ini.


"Astaga Lucas kamu mengagetkan bibi saja, ada apa nak kenapa apa ada masalah sampai kamu datang ke rumah bibi"


"Aku butuh bantuan mu bi, mungkin ini sedikit gila tapi aku tidak percaya orang lain lagi. Aku hanya percaya kamu saja. Kamu pasti bisa melakukannya kan demi aku"


"Ada apa, apa ini masalah besar sampai-sampai kamu meminta bantuan padaku. Memangnya ada masalah apa sudah lama juga kamu tidak mengunjungi ku, apa kamu sudah lupa padaku dan ingat saat ada masalah saja nak "

__ADS_1


Lucas hanya tersenyum kecil. Memang sudah lama dirinya tak main kesini sangat lama sekali "Bukannya begitu aku berpindah-pindah tempat waktu itu. Jadi aku bingung harus menemuimu kapan, kamu juga aku suruh untuk tinggal di rumahku tidak mau kan, jadi aku minta satu bantuanmu saja kamu tahu Tamara kan, perempuan yang sama denganku memiliki penyakit seperti diriku ini"


"Ya aku tahu, aku sudah bilang kan padamu aku pernah mengasuhnya dulu. Kalian berdua sama-sama pernah aku asuh. Jadi apa yang ingin kamu pinta dariku, kalau aku bisa melakukannya maka aku akan membantumu Lucas. Apa yang sudah Tamara lakukan apakah dia sudah di luar batas sekarang"


"Aku ingin kamu meracuninya, dengan secara perlahan. Aku mau dia mati ataupun anaknya yang mati aku tidak peduli yang terpenting tujuanku tercapai semuanya, aku hanya minta itu saja padamu bibi "


"Ada masalah apa kamu dengan Tamara, bukannya kalian teman baik. Lalu tiba-tiba kenapa sekarang ingin meracuninya dan membunuhnya. Sepertinya ada masalah yang begitu serius di antara kalian berdua. Bukannya kalian berdua itu sangat susah untuk dipisahkan. Tapi sekarang kenapa tiba-tiba ingin saling membunuh"


"Dia sudah berani bermacam-macam denganku dan dia sudah melewati batasan yang sudah aku batasi dari sejak dulu. Jadi mau tidak membantuku kalau tidak mau ya sudah aku akan mencari orang lain. Kalau bibi lebih sayang pada Tamara tidak masalah aku akan mencari orang lain yang mampu untuk membunuhnya dengan perlahan dan bisa masuk rumah itu"


"Baiklah bibi akan membantumu, karena dulu kamu telah menyelamatkan suami bibi maka bibi akan membalas semuanya untuk membantu kamu, untuk melancarkan aksi kamu. Jadi bibi harus seperti apa nanti. Bibi harus melakukan apa saja nanti di sana, bibi tidak mau kebingungan ya nanti di sana"


"Datanglah ke rumah Tamara dan mintalah pekerjaan padanya, aku ingin tahu juga perempuan mana yang dia kurung di dalam kamar, aku ingin tahu siapa dia kenapa Tamara menyembunyikan perempuan itu dan juga kenapa Tamara mengincar istriku. Aku ingin jawaban yang lebih masuk akal daripada yang diberitahu oleh Rehan"


"Baiklah bibi besok akan pergi ke sana dan mengikuti permainanmu. Kita lihat apa yang disembunyikan Tamara. Mungkin saja dia mencintaimu kamu tahu sendiri kan kalau kalian berdua dulu tidak bisa dipisahkan, bahkan selalu bersama. Mungkin saja dia menyimpan rasa padamu makanya dia tidak mau sampai kamu mempunyai istri"


Lucas hanya mengangkat bahunya saja, Lucas mengeluarkan ponsel, alat sadap dan banyak lagi dia memberikannya pada bibi Merry dan memberikan beberapa gepok uang juga "Ini adalah gaji bibi yang pertama, jika bibi sampai bisa melakukan perintahku dengan baik dan benar tanpa ketahuan sedikitpun oleh siapapun apalagi Tamara aku akan memberikan rumah besar yang selama ini bibi mau, tanpa harus bibi menabung terlebih dahulu"


"Baiklah, aku akan melaksanakan semuanya. Aku akan mengerjakan semuanya anakku. Kamu hanya akan mendapatkan hasilnya saja "


Bersiap-siaplah Tamara, hidupmu tidak akan pernah nyaman lagi kamu akan habis dan kamu akan menghilang dengan perlahan karena sudah berani-beraninya kamu bermain-main denganku.


Kamu tidak tahu seberapa kejamnya aku sampai bisa menghancurkan hidup temanku sendiri, mungkin sekarang aku tidak akan menyebutmu teman tapi kamu adalah musuhku.


...----------------...


"Beneran bibi Merry mau kerja di sini, waktu itu aku tawarin bibi nggak mau. Katanya mau habisin masa tua tapi kenapa sekarang tiba-tiba mau kerja. Ada apa Bi apa sedang kekurangan uang, kalau emang lagi kekurangan uang kenapa bibi ga bilang aja sama aku"


Tamara memeluk bibi Merry dengan erat sekali "Bukan begitu, aku hanya sedang sibuk saja Bi, kamu tahu sendiri kan aku sulit untuk mendapatkan anak makanya aku ke sana kemari untuk mendapatkan seorang anak. Aku tidak pernah melupakan bibi sama sekali bahkan aku selalu mengunjungi rumah bibi yang dulu tapi kenapa bibi selalu tidak ada, apa bibi sudah pindah rumah bahkan nomor telepon bibi juga sudah tidak aktif lagi, makannya aku binggung harus mencari bibi kemana lagi "


"Bibi lupa memberitahumu, kalau bibi sudah pindah rumah bibi pindah di pinggir kota. Ponsel bibi juga waktu itu hilang, jadi bibi harus beli yang baru dan tidak tahu nomor kamu ataupun yang lainnya. Bibi kehilangan nomor-nomor yang lain tapi akhirnya bibi menemukan rumah kamu juga kan. Sekarang bibi sudah ada disini dan kita bisa menghabiskan waktu bersama "


"Iya bi benar, akhirnya bibi bisa kemari lagi aku senang bi aku bahagia sekali. Akhirnya bibi bisa di sampingku lagi, aku kan sebentar lagi akan melahirkan jadi nanti bibi tolong urus anakku ya seperti bibi dulu mengurusku. Aku akan sangat percaya pada bibi, bibi pasti bisa mendidik anakku dengan baik dan menjaganya juga "


"Tentu aku akan mengurusnya dengan seluruh hidupku, tapi di mana Nyonya Sera kenapa aku tak melihatnya. Apakah nyonya Sera tinggal sendiri tak bersamamu Tamara. Pasti dia akan sangat senang akan mendapatkan cucu "


"Kenapa bibi malah menanyakan perempuan itu. Sudahlah bi dia itu perempuan jahat yang tidak akan pernah mendapatkan maaf dariku. Sudahlah bibi jangan memikirkan dia, aku juga muak mendengar namanya sudah bi jangan ingat-ingat dia lagi dia sudah terlalu banyak melukaiku. Aku tidak mau ada nama itu lagi di rumah ini, aku sudah melupakannya cukup lama "


"Baiklah aku tidak akan bicara lagi Tamara, maafkan aku ya karena sudah mengungkit tentang masa lalu, aku hanya ingin menanyakan kabarnya saja. Jadi apa yang harus bibi lakukan sekarang. Apa pekerjaan bibi untuk sekarang Tamara bibi begitu bersemangat karena bekerja lagi denganmu "


"Tolong buatkan aku teh ya bi, aku mau mengerjakan beberapa berkas dan aku juga mulai sibuk hari ini. Aku mungkin akan mengerjakannya sampai malam bi"


"Di mana suamimu Tamara, kenapa dia tak ada kenapa tidak dia saja yang bekerja "


"Dia sudah berkhianat, dia pergi dengan pelakor sudah hancur hidupku ini bi, memang sedang kacau sekali kehidupanku bi, tapi Lucas tidak memberikan dukungan sama sekali untukku. Padahal dia temanku satu-satunya, dia yang paling dekat denganku tapi dia malah terus saja bersama istrinya. Padahal aku di sini juga butuh dukungannya. Memangnya sebelum dia siapa dulu yang dekat dengan Lucas, akulah yang selalu ada di sisi Lucas bukan perempuan itu, tapi Lucas malah lebih memperhatikan perempuan itu dari pada aku bi, aku marah sekali "


"Yang sabar, mungkin Lucas sedang mencari waktu yang pas untuk menemuimu dan mendukungmu. Pasti dia juga akan kemari dan melihat keadaanmu. Kamu hanya perlu bersabar saja. Lucas juga punya kehidupan kamu tidak boleh mengaturnya dia bukan siapa-siapa kamu dia hanya sebatas teman saja "


"Itu hanya dalam mimpi saja bibi dia akan menemuiku, dia sudah berubah 100% semenjak menikah dengan perempuan itu. Sungguh aku tidak suka namanya Katherine. Katanya sih mereka dekat dari kecil tapi aku tidak percaya dengan perempuan itu. Aku tidak suka kedekatan mereka berdua rasanya muak sekali melihatnya, lebay mereka itu "


"Ya sudah bibi akan ke dapur dan membuatkan teh untukmu ya. Sekarang kamu ke ruanganmu saja nanti bibi akan mengantarkan ke sana. Jangan terlalu memikirkan tentang hidup Lucas. Nanti juga dia akan berubah sendiri kan, tidak usah terus dikekang dan kamu mencari cara untuk bisa Lucas ada di samping kamu, yang ada kalau kamu terus memaksakannya dia akan makin menjauh"

__ADS_1


"Hemm, baiklah aku akan menunggu bibi "


Tamara sama sekali tidak curiga dengan kedatangan bibi Merry kerumahnya. Apa mungkin Tamara sedang berpura-pura tidak tahu tentang semua ini. Entahlah hanya Tamara saja yang tahu.


Bibi Merry juga merekam setiap percakapannya dengan Tamara dan mengirimkannya pada Lucas, dia membuat teh dan memasukkan sedikit bubuk racun yang sudah disediakan oleh Lucas. Dia juga tidak tahu ini bubuk racun apa, yang terpenting dirinya bekerja dengan baik di sini dan jangan sampai ada orang yang tahu.


Bibi Merry berjalan ke ruangan paling ujung dan mengetuk pintunya. Tak lama kemudian terdengar suara yang menyuruhnya untuk masuk. Bibi Merry menyimpan tehnya di hadapan Tamara.


"Terima kasih Bi. Kamu kerjakan yang lain saja ya, aku percayakan semuanya pada kamu, lihat pelayan-pelayan yang lain apa mereka bekerja dengan baik, aku sedang tidak percaya pada mereka bi. Aku sedang mencurigai seseorang "


"Baik Tamara, kamu bekerja jangan capek-capek ya harus meluangkan istirahat kamu kan sedang mengandung jangan terlalu banyak pikiran. Kamu harus menjaga kandungan kamu ini ya "


"Iya bi pasti, anak ini sudah aku tunggu sejak lama, mana mungkin aku mengabaikannya. Meskipun suamiku sudah tidak ada tapi anakku harus selalu ada di sampingku. Dia adalah penerusku satu-satunya aku tidak akan pernah menikah lagi Bi, aku sudah trauma untuk menikah mungkin dengan Lucas aku akan mau, aku akan langsung mau kalau dengannya aku sudah percaya padanya bi dia juga pasti akan menyayangi anakku "


"Tapi Lucas sudah punya istri. Kenapa harus mengharapkan suami orang lain Tamara, masih banyak laki-laki yang seperti Lucas banyak laki-laki yang setia seperti dia. Kenapa tidak cari yang lain saja Lucas sudah punya istri. Kalau kamu merebut Lucas dari istrinya kamu sama saja dengan perempuan yang mengambil suamimu, tidak ada bedanya kan kalian berdua kalau begitu "


"Aku tidak peduli. Lucas sejak dulu sudah bersamaku, maka sampai tua pun dan sampai mati pun bersamaku, selalu ada di sampingku tidak ada di samping perempuan lain. Aku tidak suka dengan perempuan itu kalau dia mau berbagi padaku mungkin aku akan baik padanya tapi sepertinya dia serakah dan tidak akan pernah mau berbagi denganku"


"Mana mungkin ada perempuan yang mau berbagi. Memangnya kamu mau berbagi dengan perempuan lain tidak kan Tamara, jadi pikirkan dulu semua yang kamu rencanakan, jangan gegabah dalam melakukan hal apapun. Mungkin bibi bisa mengenalkan mu ke beberapa laki-laki yang mungkin akan cocok denganmu yang sifatnya sama dengan Lucas "


"Tidak bibi Merry, aku sudah tertarik pada Lucas aku tidak mencintai Lucas tapi aku ingin dia selalu ada disampingku dan selalu membantu apa yang aku lakukan. Intinya aku mau dia sehidup semati denganku, tidak dengan orang lain silakan bibi Merry bisa keluar dan mengerjakan tugas yang aku berikan tadi. Aku harus bekerja lagi bi "


"Baiklah"


Bibi Merry keluar dan menutup pintunya dengan perlahan, ternyata ini alasannya kenapa dia tidak menyukai istrinya Lucas, karena dia ingin menguasai Lucas. Dia ingin sehidup semati dengan Lucas. Apakah itu sesuatu yang bagus tapi di telinganya itu terdengar gila seseorang ingin hidup semati dengan suami orang lain aneh sekali kan.


Lucas juga tidak akan mau sehidup semati dengan Tamara, kalau Lucas mendengar ini pasti dia akan sangat marah sekali dengan Tamara. Seharusnya dari dulu Lucas tidak memberikan ruang untuk Tamara. Meskipun mereka sama tapi seharusnya mereka berjauhan saja, tidak berdekatan seperti ini dan pada akhirnya seperti ini kan tidak terduga bahkan akan kejadian hal seperti ini.


Bibi merry tiba-tiba saja mendengar sebuah teriakan. Dia sangat ingin tahu siapa itu bibir Merry perlahan berjalan ke lantai atas mengecek satu persatu kamar, dan saat ke kamar paling ujung pintunya dikunci tidak bisa dibuka. Tapi di sana ada suara teriakan minta tolong ingin dikeluarkan.


Siapa di dalam sana. Apakah ada orang yang dikurung disini. Apakah di dalam sini ada nyonya Sera. Tapi apakah Tamara sekejam itu pada ibunya sendiri mengurungnya seperti ini.


Memang ibunya salah saat mendidik Tamara, tapi apakah harus mengurungnya seperti ini, tapi dari suaranya juga berbeda. Apakah benar ini nyonya Sera yang dikurung di sini. Apakah dirinya harus melepaskannya dan membantunya untuk pergi dari sini. Sepertinya Tamara memang sudah gila lebih gila dari dulu.


"Bibi Merry"


Bibi Merry langsung membalikan badannya, dia kaget sekali saat ada yang memanggilnya tadi "Tamara maaf tadi bibi mendengar suara teriakan, makannya bibi pergi kesini takut ada yang celaka. "


"Tidak usah dihiraukan. Jangan pernah masuk kamar ini selain aku yang menyuruhnya, bibi jangan bermacam-macam denganku. Aku bisa saja tega padamu nanti jadi lebih baik jangan dengarkan teriakan itu, biarkan saja mau sekeras apapun teriakan itu jangan pernah masuk ke ruangan ini dan jangan pernah ikut campur urusanku bibi "


"Baik aku tadi hanya kaget saja, makanya aku menghampiri kemari. Takutnya terjadi sesuatu pada pelayan yang lain. Bukannya kamu menyuruhku untuk mengawasi semua pelayan kan. Makanya aku kemari, aku harus tanggung jawab kan atas semuanya Tamara"


"Baiklah bibi silakan pergi dari sini, tidak ada pelayan di daerah sini tidak ada pelayan di lantai 2 tidak akan ada yang naik seorang pelayan kesini. Bibi hanya perlu mengecek mereka di lantai 1, di taman dan di dapur hanya di sana saja tidak ada yang sampai naik lantai 2. Hanya beberapa saja yang membereskan dan itu juga paling seminggu sekali atau dua minggu sekali membereskannya"


Bibi Merry tanpa banyak bicara lagi pergi meninggalkan Tamara, sedangkan Tamara masuk ke dalam kamar itu, sebenarnya Bibi Merry ingin tahu tapi Tamara menatapnya sampai dia turun ke lantai 1.


Sepertinya di dalam sana ada seseorang yang dirinya kenal, sampai-sampai Tamara tidak mau dirinya melihat. Siapa orang yang ada di dalam sana. Apa mungkin benar tebakannya ini.


Bibi Merry diam sejenak, menatap rumah besar ini. Rumah ini adalah peninggalan orang tua Tamara bibi Merry sangat ingat sekali kalau ini memanglah rumah orang tua Tamara bukan rumahnya. Bibi Merry begitu mengigat rumah ini.


Cukup lama dirinya bekerja di sini, untuk mengurus Tamara yang memang amarahnya tidak bisa dikontrol dan juga sikapnya yang begitu menakutkan.

__ADS_1


__ADS_2