
Daniel langsung memeluk Mamanya dengan erat saat sudah sampai dirumah. Daniel akan membicarakan ini semua. Tentang hubungan dengan Vio. Daniel akan selalu berbicara dengan Mamanya dalam masalah apapun.
"Ada apa Daniel tiba-tiba memeluk Mama kayak gini"
"Daniel pengen bicara sama Mama ini penting banget"
"Ya udah ayo kita duduk "
Daniel melepaskan pelukannya dan mereka berjalan kearah tempat terdekat. Karena Daniel ingin cepat-cepat bicara dengan Mamanya tidak mau menunda-nundanya lagi.
"Ma aku mau lamar seseorang "
"Siapa sayang, perempuan mana yang beruntung itu. Mama ingin tahu apakah dia teman dekat kamu. Biar Mama tebak pasti Violeta kan"
Daniel langsung tersenyum mendengar itu, Mamanya memang selalu benar "Iya Mah perempuannya Violetta. Apakah Mama setuju jika Daniel menikah dengan Vio. Apakah Mama tak akan keberatan bila Daniel menikah sekarang "
"Tentu saja Mama setuju, mana mungkin Mama tidak setuju. Mama akan setuju dengan perempuan manapun. Asal itu pilihan kamu sendiri dan perempuan itu memang benar-benar baik. Mama sudah mengenal Violetta dari dulu. Jadi untuk apa Mama ragu. Mama juga tidak akan pernah keberatan kamu mau nikah sekarang pun ga masalah buat Mama. Yang terpenting sekarang kamu kan udah punya kerjaan kamu udah bisa membiayainya jadi apalagi yang harus ditakutkan"
"Baiklah Ma, kalau Mama setuju kan Daniel bisa tenang. Daniel secepatnya akan memberitahu Mama dan Ayah kapan datang kerumah Vio "
"Mama akan tunggu, tapi jangan mendadak kasian nanti keluar Vio menyiapkan segalanya dengan terburu-buru "
"Iya Ma ga akan "
Senyum Daniel tak pernah pudar, rasannya bahagia sekali tinggal mempersiapkan segalanya saja. Tapi Daniel sekarang harus lebih menjaga Vio. Apalagi Valeria sudah kembali lagi perempuan itu akan membawa Vio nakal.
__ADS_1
Sudah tahu Daniel bagaimana Valeria itu, dia itu pasti akan membawa-bawa saudara kembarnya nakal. Memang mereka itu sama tapi tidak dengan perilaku mereka satu lagi mata mereka berbeda. Mata Valeria tak secantik punya Vio.
...----------------...
"Apakah ini tidak terlalu pendek untukku Vale, aku tidak nyaman kalau misalnya harus memakai pakaian yang pendek seperti ini" Vio menatap pantulan tubuhnya di cermin. Rasannya ini terlalu terbuka sekali Vio menjadi tak nyaman memakainya.
Vale memeluk bahu Vio dari belakang "Sudah ini cantik untukmu, sesekali kamu harus memakai pakaian yang berani. Jadi kapan lagi kamu menggunakan ini, tidak akan ada Daniel dan kita juga tidak akan dilarang oleh kedua orang tua kita sudah sekarang kita harus pergi mereka sudah menunggu kita dan ponsel kamu jangan pernah diaktifkan jangan sampai Daniel menelpon kamu. Nanti yang ada kamu malah didatangi sama laki-laki nyebelin itu "
"Yang ada dia akan marah besar, kalau aku sampai melakukan itu. Lebih baik aku aktifkan saja teleponnya. Atau engga aku kabari dia dulu biar ga jadi masalah. Aku ga mau malah jadi bertengkar sama Daniel "
"Percuma Vio karena nanti juga di sana akan bising sekali dan musik juga akan sangat keras, jadi tidak akan terdengar kalaupun nanti Daniel menelepon. Udah baru juga jadi pacar belum jadi suami kan, jadi ga usah patuh banget lah bebas belum ada ikatan sama sekali, kalau dia udah jadi suami kamu baru kamu nurut dan bicara sama dia ini baru jadi pacar jangan berlebihan"
Vio binggung, takut nantinya malah jadi masalah mereka kan baru pacaran, baru sehari loh belum belum sehari baru beberapa jam mereka jadian. Masa tiba-tiba mau bertengkar ga banget kan.
Valeria mengambil ponsel kembarannya itu, dia mematikannya lalu membawa Vio keluar dari dalam rumah. Sedangkan Mama dan Ayahnya sedang dinner itu adalah rencana dari Valeria menyuruh orang tuanya untuk bersenang-senang. Padahal dia ingin bersenang-senang bersama Vio keluar rumah, teman-temannya sudah menunggu di sana.
Valeria dari dulu memang seperti ini, menghalalkan berbagai hal untuk bisa melakukan apapun yang dia mau. Pokoknya apapun yang Vale ingin harus terwujud. Seperti sekarang saudaranya harus ikut tidak boleh tidak.
Selama perjalanan Vio merasa gelisah takut-takut nanti Daniel akan marah padanya. Kemarahan itu pasti akan sangat-sangat fatal sekali untuknya. Daniel pasti akan sangat kecewa dengannya yang seperti ini.
"Udah jangan banyak pikiran, kamu itu gelisah banget sih. Semuanya akan baik-baik saja Daniel ga akan marah kok ah "
Vio tidak menjawab. Vio hanya menatap jalanan yang cukup ramai di jam segini masih banyak orang yang keluar. Mereka berdua sudah sampai di klub malam itu. Vio sebenarnya ga mau masuk tapi Valeria sudah menarik tangannya. Takut Vio kabur.
"Sudah tidak usah takut, ada aku di samping kamu. Kamu akan aman didalam sana tak akan ada yang mengganggumu "
__ADS_1
Pertama yang Vio dengar adalah suara bising dan bau asap rokok, alkohol semuanya tercium dengan satu. Vio sangat tidak suka dengan bau-bau ini menganggu, tapi Valeria terus mengajaknya lebih dalam lagi masuk dan ternyata teman-teman Valeria ada di sana. Mereka langsung menyambut Valeria dengan hangat, mereka memeluk Valeria dengan erat sekali.
"Ga nyangka lo Vale bakal pulang juga akhirnya, gue kira lo ga akan pulang "ucap salah satu temannya.
"Gue pulang lah, masa sih gue terus di sama, gue juga kangen kali sama lo lo pada kita udah ga kumpul lama "
Vio hanya bisa mendengarkan percakapan mereka. Vio duduk paling ujung melihat sekitar. Baju mereka begitu pendek-pendek dan juga ya tipis, ada yang berciuman pokoknya semuanya ada sampai-sampai Vio hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Vio ini minum " ucap salah satu teman Valeria sambil memberikannya pada Vio. Vio tidak tahu itu minuman apa.
Vio sudah menolaknya, tapi teman Valeria itu terus saja menyuruh Vio untuk meminumnya. Tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang mengambil minuman itu dan menyimpan kembali di meja, lalu tangan Vio ditarik untuk segera berdiri. Vio yang belum sadar siapa orang itu langsung mendongakan kepalanya ternyata Daniel dia ada disini.
Valeria yang melihat ada Daniel langsung menghampirinya "Mau ngapain sih datang ke sini. Biarin lah Vio senang-senang kali-kali, jangan selalu mengatur Vio deh, meskipun kalian pacarnya tetep aja dia juga punya kesibukan dan dia juga harus nikmatin hidupnya, gue sengaja bawa dia ke sini biar dia senang-senang. Ga terus lo atur-atur lo itu baru pacarnya "
"Kalau bawanya ke tempat bener sih nggak apa-apa, gue nggak masalah tapi ini tempat kayak gini. Lo sama aja ngejerumusin saudara kembar lo. Lebih baik ubah sikap lo yang ini nggak usah bawa-bawa orang kalau mau nakal, nakal ya nakal sendiri aja"
Tangan Vio langsung ditarik dan mereka keluar. Valeria sudah mengejar tapi terhalang oleh orang-orang yang baru saja datang.
"Ya udahlah Vale biarin aja dia dibawa sama si Daniel, udah dari dulu kan Daniel itu kayak gitu sama Vio"
"Ya kan dia datangnya sama gue, masa pulang tiba-tiba sama si Daniel sih"
"Udah sini, kita minum lagi "tangan Valeria langsung ditarik oleh salah satu temannya,mau tidak mau Valeria duduk kembali dan membiarkan saudara kembarnya dibawa oleh Daniel.
Sedangkan Vio yang ditarik seperti itu dan bingung harus menjelaskan apa pada Daniel hanya bisa diam, mengikuti langkah Daniel yang begitu lebar dan cepat.
__ADS_1