
Lucas menatap istrinya yang kecapean, Lucas tersenyum senang setelah tadi melakukan pergulatan diatas ranjang yang begitu hebat.
Mamihnya benar-benar menjaga anaknya. Lucas mengusap rambut istrinya, setelah puas menatap wajah istrinya Lucas mengumpulkan pakaian mereka yang berserakan.
Lucas menganti pakainya dan keluar dari kamarnya. Lucas ingin melihat anaknya kenapa tak rewel. Baru juga masuk keruang tamu sudah berisik dengan orang-orang yang membawa main Daniel.
Lucas mendekati mamihnya, dan mencium pipinya. "Hemm, apa ini tiba-tiba deketin mamih kayak gini"
"Hehehe engga, cuman mau aja bermanja-manja sama mamih, udah lama kan ga kayak gini "
Zeline menatap anaknya dengan teliti, lalu memukul kepala anaknya mengunakan bantal "Tutupi leher kamu penuh dengan tanda merah "
"Ga papa dong bukti sama mami, kalau aku sama istriku udah buat adik buat Daniel nanti kalau ga ada tandanya kayak gini Mami ga percaya lagi"
"Dasar kamu ini "
Zeline tak menanyakan menantunya, karena tahu pasti sedang tertidur nyenyak kasian menantunya itu. Daniel berjalan kearah Lucas dengan sempoyongan.
Lucas menangkap Daniel yang akan jatuh, Daniel malah tertawa dan memeluk ayahnya "Ayah mam" Daniel menyuapi kue ke mulut ayahnya, Lucas menerimanya dengan senang hati.
"Ayah mamah "
"Mama lagi tidur Daniel sama ayah dulu ya, bukannya kangen sama Ayah"
"Mamah"
"Iya Mama lagi tidur ya, nanti kalau punya adik masa Daniel mau kayak gini "
Daniel malah menepuk-nepuk wajah ayahnya "Aduh sakit ayah sakit "
Daniel mengusap pipi ayahnya dan memeluk leher sang ayah "Daniel ayo sama om Nabil "
"No no"
"Dih no no ayo cepet kita jalan-jalan "
__ADS_1
"No no " sambil mempererat pelukannya pada leher sang ayah.
"Awas ga akan di kasih es krim, yu beli eskrim "
Daniel langsung mau dipangku oleh Nabil, "Es krim aja mau, ayo Daisy kita jajan "
"Hah aku "
"Iya sama kamu ayo sambil kita jalan-jalan"
"Udah sana dek pergi aja sama Daniel sama Nabil cepat temenin keponakan kamu, nanti kalau Nabil jual gimana"
"Abang nih ya "
Daisy bangkit dan mengikuti langkah Nabil setelah jauh Lucas menatap kembali mamihnya.
"Mih gimana Daisy sama Nabil ada perkembangan"
"Daisy belum mau untuk didekati oleh laki-laki, kamu tahu sendiri kan bagaimana trauma Daisy dia juga pasti memikirkan apakah nanti Nabil akan benar-benar menerima keadaan yang seperti itu"
Lucas menganggukan kepalanya "Tapi aku yakin Nabil bisa menjaga Daisy tidak mungkin mengecewakan Daisy. Aku hanya ingin dia bahagia mih "
"Aku akan bicara dengan Daisy, aku akan memberi nasehat padanya semoga saja dia tak tersinggung "
"Iya coba kamu bicara sama dia "
Lucas memeluk mamihnya yang tiba-tiba saja menangis. Lucas tahu mamihnya ini pasti sedih dengan keadaan Daisy. Dasar manusia-manusia biadab menghancurkan masa depan adiknya.
...----------------...
"Kamu mau beli apa Daisy "
"Engga kak aku ga mau beli apa-apa udah Daniel aja yang jajan"
"Bener kamu ga mau es krim juga kalau mau ini Kakak beliin. Kakak kan ngajak jalan kamu juga buat jajanin kamu juga, atau mau beli yang lain "
__ADS_1
"Engga kak makasih "
"Baiklah "
Nabil membayar makanan yang diambil oleh Daniel lalu mereka kembali berjalan untuk kembali ke rumah. Nabil sudah beberapa bulan mendekati Daisy tapi belum ada perubahan sedikitpun.
Daisy masih seperti menjauhinya tapi Nabil tidak bisa tiba-tiba mundur begitu saja kan, Nabil sudah bertekad dalam hatinya akan terus mendekati Daisy sampai dia mau. Nabil tak akan menyerah sampai kapan pun.
"Kamu gimana kuliahnya, setelah lulus mau lanjut S2"
Daisy mengelengkan kepalanya "Enggak. Aku pengen kerja aja deh kak pengen cari pengalaman dulu aja. Nanti kan kalau mau kuliah tinggal kuliah lagi diterusin"
"Ya udah masuk kantor Abang kamu aja biar nanti Kakak sendiri yang ngajarin kamu, kakak ga akan galak-galak kok nanti "
"Aku mau cari kerjaan di tempat lain aja, kalau misalnya di kantor Abang sama aja bohong aku kan adiknya bisa aja Abang perlakuin aku berbeda dari karyawan lain kan, aku ga mau sampai itu terjadi dan membuat karyawan lain iri "
"Kata siapa, kamu tahu kan kakak ini adalah saudaranya memangnya Kakak diperlakukan spesial di sana tidak, tidak sama sekali waktu pertama Kakak kerja di sana Abang kamu memperlakukan Kakak sama seperti karyawan lain. Jadi jangan takut kalau kakak kamu nanti akan pilih kasih dia pasti akan memarahi kamu bila kamu melakukan kesalahan"
"Akan aku pertimbangkan"
"Iya pertimbangkan dulu saja, kakak tidak akan memaksa tapi lebih baik kamu ada di dalam kantor itu agar Kakak lebih bisa mengawasi kamu dan menjaga kamu"
Daisy lagi-lagi hanya menganggukan kepalanya Nabil memang merasakan perubahan Daisy yang mulai menjadi anak pendiam. Dulu sebelum kejadian itu Daisy adalah anak yang ceria, cerewet melakukan apa-apa selalu bersemangat tapi sekarang dia menjadi sang pendiam sekali. Bahkan kalau tidak di diajak bicara dia tidak akan bicara.
"Emm, gimana kamu mau ga jadi istri Kakak "Nabil langsung to the point saja meskipun nanti malah penolakan yang diterima.
"Aku udah bilang kan sama kakak lebih baik Kakak cari perempuan lain. Aku bukanlah sesuatu yang harus dipilih karena aku tidak punya sesuatu yang harus dibanggakan di depan Kakak nanti. Kehormatanku sudah tidak ada aku tidak akan pernah bisa membanggakan itu di depan Kakak"
"Aku tidak akan mempermasalahkan itu Daisy aku tidak akan mengungkit-ungkit kamu masih perawan atau tidak yang terpenting aku mencintai kamu kan, aku menerima semua kekurangan kamu. Aku tahu semua itu karena pelecehan bukan karena kamu sengaja memberikan kehormatan kamu pada laki-laki itu"
"Tetap saja aku tidak pantas dengan kakak, lebih baik Kakak cari perempuan yang memang masih bersegel dan lebih baik dari aku. Aku tidak akan pernah cocok bersama kakak. Aku hanya akan membuat Kakak kecewa di malam pertama dan itu akan pasti terus Kakak ingat sampai kapanpun, aku yakin itu. Kakak tahu sendiri kan penyesalan itu datang terakhir"
"Iya aku tahu penyesalan datang di akhir, tapi aku tidak akan pernah menyesal telah menikah dengan kamu. Beri aku kesempatan jika aku sampai mengecewakanmu maka tinggalkan aku. Kita jalin dulu hubungan ini "
"Aku harus mengerjakan dulu tugasku Kak, aku permisi masuk dulu ke kamar"
__ADS_1
Daisy langsung meninggalkan Nabil sendirian di luar rumah. Nabil menghembuskan nafasnya dan mengusap wajahnya "Daniel harus bagaimana pamanmu ini mengejar tantemu yang susah itu"
Bukannya merespon Daniel malah asyik dengan es krimnya, menjilati es krim itu sampai tangannya belepotan.