
"Ayo kita kerumah sakit Dimas "
"Tidak, aku tidak mau kerumah sakit, untuk apa aku pergi kerumah sakit juga. Ayah sudah tak peduli padaku Bu " .
"Ibu tanya sekali lagi apa yang kau lakukan, kenapa Ayahmu sampai semarah itu. Jika kau tak melakukan hal sefatal itu dia tak akan semarah ini"
"Aku ingin menghancurkan Kat, aku ingin dia diusir dari rumah ini. Aku tak suka dia ada disini, aku ingin dia pergi "
"Kau terlalu gegabah kenapa tak mengajak Ibu, mungkin kalau Ibu tahu kejadiannya tak akan seperti ini "
"Lalu sekarang aku harus bagaimana Bu, Ayah sudah sangat marah padaku, apa yang harus aku lakukan"
"Pura-pura menyesal dan minta maaf pada Kat "
"Aku tidak Sudi "
"Jadi kau ingin tak mendapatkan harta Ayahmu, jika kau ingin tahu ini semua yang kita punya adalah milik Jovanka ibunya Kat, maka kita harus merebutnya memangnya kau mau hidup susah nanti hah "
"Apa milik Jovanka ? Apa aku tak salah dengar "
__ADS_1
"Tidak ini memang kenyataanya kau harus memiliki semua harta ini, jangan sampai harta ini jatuh pada Kat, ini harus tetap menjadi milik kita ingat itu"
Aku hanya diam saja, jadi ternyata selama ini keluargaku hidup dari hartanya Kat, berarti semua ini akan menjadi milik Kat, tidak tidak ini tidak boleh terjadi.
Semua harta ini harus menjadi miliknya, aku adalah seorang laki-laki dan aku harus memiliki semuanya, tak ada yang bisa mengambilnya dariku.
"Kenapa kau malah diam Dimas, apakah kau tak mau harta ini "
"Ayo Bu, kita rebut semua harta ini. Aku belum siap miskin aku tak mau hidup miskin, aku ingin semua harta ini "
"Maka kita harus segera bergerak cepat, ayo kita kerumah sakit dan kau pura-pura lah minta maaf pada Kat, ayo cepat kau kuat kan "
Aku dan ibuku segera pergi, meski wajahku masih babak belur dan juga perutku masih sakit karena bekas ditendang tadi.
...----------------...
Saat aku dan Ibu baru sampai rumah sakit, pertama orang yang kami lihat adalah guru sialan itu. Dia menatap ku dengan begitu aneh.
Aku yang tak peduli melewatinya begitu saja. Tapi dia memegang tanganku dengan begitu erat " Apa-apaan ini lepaskan "
__ADS_1
"Bagaimana permainanku serukan"
Setelah mengatakan itu guru gila itu pergi meninggalkan aku dan Ibu, dia berbisik saja tapi mampu membuat aku merinding.
Apa yang dimaksud oleh guru itu, Ibuku langsung menarik tanganku untuk pergi, Aku melihat kearah belakang dan guru itu sudah masuk kedalam lift tapi belum tertutup seluruhnya.
Dia menunjuk mata dan tersenyum misterius, apa maksudnya itu.
"Dimas kau ini kenapa terus saja melihat kebelakang "
"Aku hanya aneh saja kenapa guru itu ada disini "
"Dia adalah Lucas anaknya Zeline temannya Jovanka, sudah ayo biarkan dia. Dia bukan ancaman untuk kita, dia tak akan bisa melakukan apa-apa "
"Tapi aku mempunyai firasat buruk Bu"
"Sudah ayo temui Ayahmu, itu dia ada disana ayo cepat berpura-puralah menyesal. Ayo cepat "
Tanganku kembali ditarik oleh ibu, tatapan yang aku terima dari Ayah hanya kemarahan saja dia sudah mengepalkan tangannya kembali. Apakah aku akan dihajar lagi oleh Ayah.
__ADS_1