
Sekarang Daisy sudah boleh pulang, meskipun keadaannya belum cukup baik tapi Daisy menginginkan pulang saja. Katanya ingin istirahat dan juga tidur kamarnya.
Dokter juga sudah mengizinkan karena keadaan Daisy yang sudah stabil. Daisy sekarang sudah ada dirumah. Tapi sikapnya berbeda dia merasa takut dengan siapa saja. Apalagi takut dengan laki-laki yang baru dirinya kenal.
"Daisy kamu baik-baik saja "
"Emm mamih bisa aku masuk kedalam kamarku, aku takut "
"Takut dengan siapa"
"Takut dengan laki-laki, aku tidak mau bertemu dengan mereka. Aku takut mereka melecehkan ku "
Daisy dengan buru-buru masuk kedalam kamarnya. Dia langsung mengunci pintunya tanpa membiarkan siapapun masuk kedalam kamarnya.
"Sayang buka biar mamih menemanimu "
"Tidak, mamih tidak usah menemaniku. Aku lebih baik sendiri saja. Beri aku waktu sendiri mamih, aku akan baik-baik saja aku tak akan melakukan apa-apa "
"Tapi Daisy "
"Sudah sayang, ayo kita kekamar kamu juga perlu istirahat "
__ADS_1
"Tapi mas, bagaimana keadaan Daisy aku tidak bisa meninggalkan Daisy begitu saja. Aku tidak bisa mas"
"Sudah ayo sayang, Daisy akan baik-baik saja "
Zeline mau tidak mau mengikuti langkah suaminya. Dia berjalan dengan lunglai anak perempuannya sudah berubah. Dia sudah berubah sekarang gara-gara kejadian itu.
Liam memeluk istrinya dengan erat, istrinya makin menjadi-jadi saja menangisnya. Sebenarnya Liam juga menangis tapi tidak memperlihatkannya dirinya tidak mau membuat istrinya makin sedih.
...----------------...
Daisy yang ada dikamar sendirian dengan memberanikan diri mengambil ponselnya. Lalu dia mencari nomor seseorang yang sangat dirinya ingin hubungi.
"Hallo Daisy apa kabar "
"Kat apakah kau bisa kemari "
"Ada apa dengan mu Daisy "
"Aku ingin ada kau di sampingku, bisa kau datang kemari aku sedang tidak baik-baik saja Kat "
"Kamu kenapa Daisy, apa yang terjadi padamu "
__ADS_1
"Aku tidak percaya pada siapapun, aku hanya ingin kau datang kemari, kau bisa kan datang kemari aku mohon padamu aku butuh dirimu Kat"
"Baiklah aku akan pergi kesana, kamu tunggu aku ya. Aku akan berangkat sekarang tapi aku izin dulu ya"
"Baiklah terimakasih Kat, aku sungguh senang kau bisa kemari "
"Iya tunggu aku ya "
Sambungan langsung terputus, Daisy memeluk dirinya sendiri dan menutup tubuhnya juga mengunakan selimutnya.
Sedangkan Kat sendiri dia masih binggung apakah benar dirinya berani datang kesana, sedangkan disana ada laki-laki gila itu, bagaimana dirinya harus menghadapi orang itu.
Tapi dirinya juga sangat khawatir dengan keadaan Daisy bagaimana dia keadaannya sekarang, ada apa dengannya apa yang terjadi dengannya.
Dengan tekat yang bulat akhirnya Kat pulang dari kantor tadi sudah berbicara dengan perwakilan atasanya.
Kat membereskan beberapa pakainnya, tidak banyak hanya beberapa saja. Membawa semua uang tabungannya. Hari ini dirinya akan pergi mengunakan bis.
Semoga saja tidak kemalaman dirinya datang kesana dan semoga saja orang gila itu tidak ada dirumah. Sungguh dirinya takut sekali. Sudah jauh-jauh lari malah akan bertemu lagi.
Tapi ini demi Daisy, kalau bukan demi Daisy dirinya tak akan mau kesana. Sungguh dirinya tidak mau terjebak lagi untuk yang kedua kalinya. Dirinya masih takut dan trauma dengan apa yang telah dia lakukan padanya.
__ADS_1