Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 231 Alex tetap tidak mau


__ADS_3

Akhirnya ibunya Ayu setuju. Benar saja yang tadi adalah ibunya Ayu. Memang pada awalnya dia binggung tapi Kat menjelaskannya dengan pelan-pelan tapi tak bicara tentang masalah yang sebenarnya.


Kat tidak mau kalau misalnya nanti orang tuanya Ayu menolak dan anaknya Alexander tidak tanggung jawab. Di sini Kat ingin mengajarkan pada anaknya untuk bisa bertanggung jawab dalam hal apapun yang dia lakukan.


Kat tidak mau sampai Alexander malah keenakan nantinya, lambat laun pasti Alexander akan mencintai Ayu, dan Kat juga akan selalu melindungi Ayu tidak akan mungkin membiarkan Ayu dilukai oleh Alexander.


Sekarang mereka sedang di jalan untuk pulang, sedangkan Ayu ingin bersama ibunya dulu karena hanya tinggal menghitung beberapa hari saja Alexander dan juga Ayu akan menikah.


Kat juga sudah menempatkan beberapa orang untuk menjaga Ayu, agar dia tidak kabur kemana-mana. Jangan sampai apa yang sudah direncanakan Kat ini malah jadi hancur kan.


"Ma, apa tidak terburu-buru satu minggu itu waktu yang sangat cepat"


Kat menatap anaknya sekilas. Lalu menganggukan kepalanya dengan mantap "Tidak ada yang terburu-buru, semuanya sudah pas dan Mama tidak mau menunda-nunda lagi. Kamu itu harus bertanggung jawab mau bagaimanapun. Kalaupun perempuan itu datang lagi perempuan-perempuan yang sudah datang ke rumah pasti akan Mama nikahkan semuanya dengan kamu, agar kamu tahu bagaimana rasanya bertanggung jawab itu"


Alex diam, Alex langsung cemberut saja. Mamanya ini kadang-kadang perkataannya itu membuatnya kesal.


"Nanti Ayah akan bicara sama kakak kamu buat bawa kamu untuk bekerja. Mulai sekarang kamu udah punya tanggung jawab kan harus membiayai Ayu"


"Terus masalah uang jajan kuliah gimana ? "


"Ya nanti kan kamu punya gaji. Ayah ga akan kasih kamu uang lagi. Kamu aja udah punya istri ngapain ayah kasih uang sama kamu. Kamu harus bekerja dan biayain hidup kamu sendiri, hidup istri kamu dan juga segalanya. Dari awal kan ayah udah bilang ikut Kakak kamu kerja, belajar sama dia sekarang udah kayak gini kamu pusing sendiri kan"


"Ga adil banget "

__ADS_1


"Dalam hidup itu memang semuanya ga ada yang adil, maka kamu harus bisa mandiri mulai sekarang"


Alex malah menyenderkan badannya dan mencoba untuk tidur. Ternyata bertemu dengan perempuan ini membeli perempuan ini, malah membuat hidupnya kacau.


Membuat keuangannya juga jadi kacau, padahal Alex masih ingin bermain tidak mau bekerja dulu tapi gara-gara Ayu semuanya hancurkan. Alex akan membuat hidup Ayu tidak tenang dan tidak bahagia.


...----------------...


"Persiapan diri kamu sayang, aku akan melamar mu dan kita akan menikah"


Vio yang sedang menatap matahari terbenam menatap kekasihnya cukup lama. Lalu kembali menatap kearah depan "Kamu udah yakin Daniel ? "


"Kenapa kamu tanya kayak gitu "sambil membalikan badan kekasihnya agar menatap kearahnya.


Vio yang menatap tatapan Daniel yang marah langsung mengusap pipinya. "Aku hanya bertanya saja. Apakah kamu sudah yakin dengan semua keputusan kamu itu, siapa tahu kamu bisa berubah kan kapan saja perasaan orang itu bisa berubah"


"Baiklah, kalau kamu sudah yakin aku tunggu kamu datang kerumah "


Senyum Daniel langsung terbit lagi. Daniel memeluk Vio dari samping dan mencium pipinya "Baiklah aku akan datang kerumahmu setelah orang tua kamu pulang liburan "


"Baiklah, aku akan bicara nanti pada mereka "


"Iya sayang, aku akan persiapkan segalanya. Aku janji tak akan pernah mengecewakan kamu "

__ADS_1


"Aku tahu itu, kamu tidak mungkin mengecewakan aku"


Daniel sekarang tenang, tinggal mempersiapkan yang kurangnya saja. Daniel ingin cepat-cepat mereka menikah dan nanti mempunyai anak. Tak sabar rasannya.


...----------------...


Alex masuk kedalam rumah dengan lesu. Alex langsung berjalan kearah kamarnya dan menutup pintu juga dengan keras. Alex sekarang sudah pulang dan tak tahu harus melakukan apa.


Alex mengecek ponselnya dan mencoba menghubungi temannya, ingin mengajaknya happy-happy sih. Alex ingin melupakan dahulu sejenak masalahnya ini. Kalau terus difikirkan kepalanya ini sangat pusing sekali.


"Kenapa Alex sudah lama kamu tidak menghubungiku, biasanya hanya sibuk dengan para perempuan-perempuan itu. Sampai lupa dengan teman sendiri"


"Maafkan aku Gibran, aku sekarang sedang punya masalah dan rasanya aku ingin menghilang saja dari dunia ini. Pusing mau gimana ini, dirumah malah makin pusing "


"Masalah apa biasanya kamu akan lari dari masalah kan, bahkan saat ada perempuan yang meminta tanggung jawab tidak segan-segan kamu akan menghabisinya. Apa lagi sih masalahmu selain itu biasanya juga menyelesaikan masalah dengan kekerasan kan semuanya beres"


"Ya tapi yang ini berbeda. Mama aku sudah tahu kacau pokoknya semuanya. Kita ketemu di klub aku ingin mabuk-mabukan sampai pagi mungkin ingin menenangkan pikiran dulu"


"Memangnya siapa perempuan yang berani datang ke rumah untuk meminta pertanggungjawaban, sampai-sampai Mamamu tahu dari awal kan kalau kamu sudah tahu wanita itu akan datang ke rumahmu kamu akan langsung menghabisinya"


"Intinya ini berbeda. Bahkan aku sekarang baru saja pulang dari rumah perempuan itu, semoga saja dia kabur karena dia pun tidak mengharapkan pernikahan ini sama sepertiku. Meskipun aku sudah membuat perjanjian dengannya tetap saja rasanya berat sekali untuk aku menikah dengannya"


"Sudah datang dulu saja kemari ceritakan padaku. Kalau ditelfon itu membingungkan "

__ADS_1


"Hemm baiklah "


Alex bergegas pergi, Mamanya dan Ayahnya sudah ada didalam kamar pasti tak akan mengetahui Alex pergi.


__ADS_2